Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35817 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Endang Titi Amrihati; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Lanita Somali
S-1281
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Santy; Pembimbing: Trini Sudiarti, H.E. Kusdinar Achmad; Penguji: Kusharisupeni, Djoko Kartono, Iip Syaiful
Abstrak:

Kejadian gizi kurang pada remaja putri (rematri) sering terluputkan dari penglihatan dan pengamatan biasa, padahal kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai indikator keberhasilan pembangunan nasional terletak ditangan remaja. Menurut Susenas 1999-2003, 35 - 40% Wanita Usia Subur (WUS) 15-19 tahun berisiko Kekurangan Energi Kronis (ICED). Keadaan gizi kurang merupakan akibat dari asupan energi yang tidak cukup. Salah satu cars until menentukan keadaan gizi seseorang adalah dengan mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu membandingkan berat badan dan tinggi badan (kg/m2). Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran status gizi remaja putri di Kota Bukittinggi dan faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian ini merupakan analisis data primer dengan pendekatan kuantitatif observasional. Rancangan penelitian adalah potong lintang (cross sectional). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2006. Remaja putri pada penelitian ini diwakili oleh siswi kelas III SLTA (SMA, MA, dan SMK) usia 16 - 18 tahun yang dikategorikan remaja akhir yang sangat dekat dengan masa kehamilan. Pemilihan sampel dilakukan secara systematic random sampling. Sampel berjumlah 156 orang yang tersebar pada 11 sekolah. Variabel terikat adalah IMT dan variabel babas adalah asupan energi, kebiasaan makan, citra tubuh, pengetahuan gizi, kelompok sebaya, aktivitas fisik, dan karakteristik orang tua. Analisis data dilakukan secara bertahap dimulai dengan univariat, bivariat (chi square) dan multivariat (multiple logistic regression). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata IMT rematri adalah 20,69 kg/m2 + 2,63. Proporsi siswi yang mempunyai IMT<18,5 kg/m2 sebesar 19,9% dengan penyebaran 14,1% kekurangan gizi tingkat ringan dan 5,8% kekurangan gizi tingkat berat. Rata-rata asupan energi adalah 1694 kalori. Rata-rata kontribusi protein terhadap total energi sebesar 11,8%, lemak 26,7% dan karbohidrat 58,7%. Rata-rata asupan energi dibandingkan AKG adalah total energi 77%, protein 93,6%, lemak 65,3% dan karbohidrat 84,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna antara total energi, kebiasaan makan dan citra tubuh dengan IMT rematri. Variabel total energi merupakan variabel yang dominan mempengaruhi status gizi IMT rematri. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada pengambil keputusan bidang kesehatan agar menyusun program penanggulangan dan peneegahan masalah gizi remaja. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain artaiah mengadakan pelatihan untuk petugas khusus promosi gizi dan pelatihan guru BP/guru olah raga mengenai pemantauan status gizi, melaksanakan promosi gizi secara intensif dengan lebih mengarahkan sasaran penyuluhan ke sekolah serta membuat sarana penyuluhan yang disesuaikan dengan karakter remaja.Untuk Dinas Pendidikan agar dapat mengintegrasikan materi kesehatan khususnya pengetahuan gizi ke dalam kurikulum, menggiatkan UKS dan KKR untuk mengoptimalkan penggunaan KMS anak sekolah, menyediakan ruang UKS yang dilengkapi dengan timbangan, microtoise, food model dan buku-buku gizi, melaksanakan PSG setiap awal semester dan bekerja sama dengan orang tua siswa untuk dapat menyediakan makan siang di sekolah (school lunch) guna menjaga asupan yang adekuat mengingat sebagian besar waktu dihabiskan di sekolah. Untuk peneliti yang berminat melakukan penelitian status gizi remaja agar menggunakan indikator status gizi yang memperhitungkan pacu tumbuh yang sesuai dengan remaja Indonesia serta penelitian citra tubuh secara mendalam yang diduga mempengaruhi perilaku makan remaja.


The incident of malnutrition at girls is often neglected from common sight and observation, whereas the quality of human resources as the indicator of a successful national development is laid on their hand. According to the National Health Survey (Susenns) of 1999 2003, 35 - 40% women in productive age (WUS) of 15 - 19 are at risk of Chronic Energy Deficiency (KEK). Malnutrition is resulted from the insufficient consumption of energy. One of ways to determine the nutritional condition of a person is finding out the Body Mass Index (BMI) of him/her, namely by comparing his/her body weight with his/her height (kg/mi). This research is aimed at obtaining the description of nutritional status of girls in Bukittinggi and factors related to it. It was conducted by analyzing primary data using observational quantitative approach. The design of the research is cross sectional. The research was carried out from February until March 2006. The girls studied are represented by the third-grade female students of senior high schools (senior high school, islamic senior high school, and middle vocational school) of 16 -18 who are categorized as a last teenager who is very close to pregnant period. The sample was selected by systematic random sampling. It was totally 156 students who are distributed at 11 schools. The dependent variable is BMI and the independent variable are energy consumption, eating habit, body image, knowledge on nutrition, peer group, physical activities, and parents' characteristics. Data was analyzed gradually, starting from univariate, bivariate (chi square), until multivariate (multiple logistic regression). The results show that the BMI of the female students is 20.69 kg/m2 ± 2.63 on average. The proportion of students having BMI

Read More
T-2222
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sakinah; Pembimbing: Trini Sudiarti, Kusdinar Ahmad; Penguji: Kusharisupeni, Ida Ruslita, Suharyati
Abstrak:

Kemajuan di bidang ekonomi dan teknologi di negara maju maupun negara berkembang menyebabkan terjadinya transisi pola gaya hidup termasuk pola makan. Hal ini juga berdampak pada meningkatnya masalah gizi lebih yang pada akhimya akan semakin meningkatkan kejadian penyakit degeneratif. Penelitian yang dilakukan oleh Riana (2004) pada- siswi Jakarta memperlihatkan bahwa prevalensi gizi lebih sebesar 25,3%. Hasil yang harnpir sama juga diperoleh oleh Arnaliah (2005) pada siswa SMA di Jakarta yang rnenunjukkan angka prevalensi gizi lebih sebesar 25,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran IMT (Indeks Massa Tubuh/Body Mass Index) pada remaja SMA sebagai variabel dependen _dan variabel independen seperti jenis kelamin, frekuensi konsumsi fast food, banyalawa jenis konsumsi fast food, konsumsi sayur, konsumsi energi dan lemak, dan aktifitas fisik. Selain itu, penelitian ini juga ingin melihat bagaimana hubungan antara IMT dengan variabel-variabel independen tersebut dan mencari variabel yang paling dominan berhubungan dengan INTT menurut umur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Labschool Rawamangun Jakarta Tirnur dengan sampel sebesar 204 responden. pengambilan data dilakukan pada akhir bulan Mei 2007. Analisis yang digunakan yaitu analisis uvariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi gizi lebih (overweight) di SMA Labschool Rawarnangun Jakarta Timur sebesar 27.9%. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara konsumsi fast food, konsumsi energi dan lemak dengan 11VIT menurut umur. Setelah dilakukan analisis multivariat, diperoleh hasil bahwa konsumsi energi merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan 1MT menurut umur. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian ini, disarankan untuk dilakukan pencegahan sercara dini dalam mengendalikan kecenderungan peningkatan kejadian gizi lebih pada remaja. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya penilaian status gizi dengan melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan secara rutin sebulan sekali. Selain itu, pemberian pengetahuan gizi kepada siswa dan orang tua siswa mengenai konsumsi energi dan hubungannya dengan gizi lebih menjadi salah satu bentuk upaya pencegahan terjadinya gizi lebih.


The advancement of economy and technology within both developed and developing countries is resulting in life style alteration, which include meal pattern. This alteration also influences the escalation of malnutrition which finally lead to degenerative diseases. Riana's study (2004) shows 25% high school students are overweight. Similar result are shown by AmaIiah (2005) which prevaiens of overweight is 25.3%. This research aimed to capture the outline of IIVIT as dependent variable compare to independent variables; namely sex, fast food consumption, vegetables intake, fat intake, and physical activity. Besides that, we also want to observe the relation between [MT and all the independent variables and to find the most dominant independent variable to DAT according age group. This is a quantitative research in which using cross sectional design study. The research, which was conducted in Labschool Senior High School Jakarta, is followed by 204 respondents. Data collection occurred in May 2007. As for data analysis, we employ univariate, bivariate, and multivariate. This research documented that the prevalence of overweight amongst students of Labschool Senior High School is 27.9%. To be notice, most of our respondents are female students. Bivariate analysis showed that there is a significant relation between fast food intake, many of fast food, energy, and fat intake with IMT according age group. Afterward, multivariate analysis took place. It showed that energy intake is the most dominant factor that influences IMT. Based on the result of this research, it is necessary to perform an early prevention from overweight status in order to reduce the event amongst young people. Nutritional assessment using MIT indicator can be taken as a committed routine action by school providers. Besides, nutritional education to students and their parents considers as mutual step of prevention deed of the event. We can provide information of the importance of controlling dietary intake on young people, notably energy intake to them. It is not the only responsibility of school providers to prevent the event from emerging, but it is our responsibility as parents and as part of education system also. Together we can help our young generation from outrageous nutritional status.

Read More
T-2639
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desy Megawaty; Pembimbing: Yvonne M. Indrawani; Penguji: Triyanti, Asih Setiarini, Ida Ruslita Amir, Iip Syaiful
Abstrak:

Masalah gizi timbul akibat texjadinya kctidakseimbangan energi yang dikonsumsi (asupan) dengan energi yang dikeluarkan (kebutuhan). Masalah kelcurangan dan kelebihan gizi yang 16118415 pada orang dewasa (usia lcbih dad 18 tahun) merupakan masalah penting. Selain mempcngaruhi produktivitas ke1ja juga memiliki risiko terhadap penyakit-penyakit tertentu. Makanan yang dikonsumsi setiap orang akan terefleksi pada status gizi dan hal ini dapat diketahui melalui pengukuran IMT. Dari hasil penelitian di beberapa negara diketahui bahwa proporsi vegetarian yang mengalami masalah gizi lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak vegetarian Di Indonesia khususnya kota Jambi penelitian Indeks Massa Tubuh pada vegetarian dewasa belum pemah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran umum maupun faktor-faktor yang berhubungan dengan IMT pada vegetarian dcwasa dj Pusdiklat Budhis Putra Maitreya dan Avaloketasvara kota Jambi. Penelitian dengan desain cross seciional ini dilaksanakan pada bulan Januari-Febmari tahun 2008 dengan sampel 51 orang vegetarian dewasa. Untuk mengetahui gambaran umum karaktezistik, asupan energi, konsumsi suplemen, tipe vegetarian, lama menjadi vegetarian di kota Jambi, persentase status gizi kurang, baik, lebih berdasarkan IMT, dan hubungan antara karakteristik responden (usia, jenis kelamin, status perkawinan, stains pekexjaan, pendidikan) dengan IMT, hubungan antara asupan energi dengan IMT, hubungan amara lama menjadi vegetarian dengan IMT, hubungan antara pengetahuan gizi dengan IMT, hubungan status kesehatan dengan IMT pada vegetarian dewasa di pusdiklat Pulra Maitreya dan Avaloketasvara kota Jambi maka dilakukan pengumpulan data dengan wawancara dan pengukuran terhadap berat badan dan tinggi badan. Kemudian data dianalisa melalui tahapan analisis univariat, bivariai dan multivariat. Dari hasil analisis bivariai diketahui bahwa ada hubungan antara jcnis kelamin (OR = 0,3l3), status perkawinan (OR = 0,42l) dan asupan energi (OR = 6,5). Setelah dilakukan analisis multivariat, maka variabel yang berhubungan dengan indeks massa tubuh adalah asupan en¢1'8i setelah dikontrol status perkawinan dan status pcrkawinan setelah dikontnol asupan energi. Variabel paling dominan yang berhubungan dengan IMT adalah asupan energi dengan OR = 8,915. Vegetarian dewasaldi kota Jambi dengan asupan ergi yang tidak baik akan berisiko mengalami 8,9 kali kegemukan setelah dikontrol Status perkawinan. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan bagi vegetarian agar membatasi asupan energi yang berasal dari lemak agar tidak mengalami kelebihan berai badan atau gemuk tingkat ringan maupun tingkat bemt. Melakukan pemcriksaan rutin indeks masse tubuh untuk mengeiahui status Mempertahankan berat badan normal menurut klasiiikasi indeks massa tubuh.


Nutritional problem are arised due to energy imbalance of intake consumed and energy released. Insuhiciencies and excess nutrition problems that incured in adult (age more than 18 years old) are important problems; They influence productivity and also give risk to such kind of disease. Food consume by people is reflected in nutritional status and it’s can be known by measuring BMI. Studies hom some states showed that proportion of nutritional problem insured in vegetarian more than that in non vegetarian. In Indonesia especially in Jambi, the research of Body Masslndex of adult vegetarian is not available yet. This research was aimed to 'rind description and factors related to BMI of adult vegetarian in Buaams center of sensation an Prime (Pusdiklat) namely Pm Maitreya and Avaloketasvara in Jambi town. Research design was cross sectional. Itis done in January to February in 2008 with 51 samples of adult vegetarians. To find the description of characteristic, energy intake, supplement consumed, vegetarian type, periods of being a vegetarian, percentage of nutritional status (tmderweighg normal and overweight) measured by BMI, and to find relationship between respondent characteristics (age, gender, marriage status, work status, education) and BMI, the relationship between energy intake with BMI, the relationship between periods of being a vegetarian with BMI, relationship between nutritional knowledge with BMI, relationship between health status with BMI in adult vegetarian in Center of Education and Practice of Buddhis Putra Maitreya and Avaloketasvara in Jambi. Data collected by interviewing and measuring body weight and body height. Data was analized by univariate, bivariate and multivariate steps. Bivariate analysis showed that there were relationship between gender (OR = 0,313), marriage status (OR == 0,421) and energy intake (OR = 6,5) with BMI. Multivariat analysis showed that variables that related to energy intake alter it was controlled by marriage status and marriage status was controlled by energy intake. The most dominant variable which is closely related to BMI is energy intake by OR = 8,915. Adult vegetarian with bad energy intake in Center of Education and Practice of Buddhis Putra Maitreya and Avaloketasvarain Jambi, had risk of 8,9 times to be overweight after controlled by marriage status. From result of the study, we recommended vegetarians to restrict energy intake that contain much fat in order In not becoming mild to severe overweight and to do routine examination BMI to know the nutritional status, and to maintain normal body weight according to BMI classification.

Read More
T-2854
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmawati; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni, Siti Arifah Pudjonarti, Iip Syaiful, Tri Astuti Y.
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IMT terhadap kejadian hiperglikemia pada PNS di lingkungan pemerintah daerah Kota Depok yang berusia < 40 tahun di Kota Depok tahun 2009. Penelitian dilakukan dengan disain studi kasus kontrol, dilaksanakan pada bulan Maret - Mei rabun 2009. Populasi kasus adalah PNS di lingkungan pemerintah daerah Kota Depok tahun 2009 usia <40 tahun yang berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah menderita hiperglikernia dimana kadar gula darah > !26 mg/dl. Populasi kontrol adalah PNS di lingkungan pamerintah daerah Kola Depok tahun 2009 yang berusia <40 tahun yang berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah tidak menderita hiperglikemia dimana kadar gula darah S 126 mg/dl. Data yang dikumpulkan adalah data kadar gula darah yang merupakan data sekunder basil pemeriksaan PT Askes dengan metode GO D-PAP (Glukosa Dehydrogenase Oxidize Phosphate); tinggi hadan diukur dengan menggunakan microtoice ketelitian 0,1 em; berat badan dengan timbangan digital SECA ketelitian 0,1 kg; karakteristik responden diketahui melalui wawancara menggunakan kuesioner; Pola konsumsi diukur dengan wawancara menggunakan kuesioner FFQ; tekanan darah diukur dengan tensi meter jenis air raksa dengan merk Nova Presameter. Data dlanalisis secara univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan program perangkat Iunak komputer. Jenis uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square (Kai Kuadrat) dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda model faktor risiko. Hasil pengolahan dan analisis data membuktikan bahwa lndeks Massa Tubuh (IMT) berpengaruh terhadap kejadian hiperglikernia pada PNS usia <= 40 tahun.
Read More
T-3075
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bara Miradwiyana; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Trini Sudiarti, Kusharisupeni Djokosujono, Pritasari, Marzuki Iskandar
Abstrak:
Masalah gizi Iebih pada masa sekarang ini sudah menjadi masalah global. Gizi Iebih terjadi tidak hanya di negara maju, tetapi juga sudah mulai terjadi pada negara-negara dunia ketiga khususnya didaerah perkotaan. Orang dewasa yang mengalami over-weigh! dipastikan sebagian besar mengalami overweight pada masa remaja. Masa remaja merupakan tahapan kritis terakhir untuk terjadinya kemungkinan overweight. Overweight yang terjadi pada masa remaja akan menimbulkan masalah penyakit degeneratif pada masa kehidupan selanjutnya. Untuk menentukan apakah seorang remaja mengalami overweight atau tidak dilakukan pengukuran dengan menggunakan lndeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur. Hubungan antara asupan kalsium dengan berat badan masih menjadi kontroversi. Beberapa penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dengan kejadian overweight. Diduga, orang yang mengkonsumsi kalsium dalam jumlah sama dengan atau Iebih dari yang dianjurkan akan dapat mencegahnya untuk menjadi overweight. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang status gizi pada siswa SLTP Al Azhar 12 Rawamangun Jakarta beserta asupan kalsiumnya dan faktor lain yang kemungkinan mempengaruhi IMT. Penelitian ini merupakan anaiisis data primer dengan pendekatan kuantitatif observasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Jumlah sampel 125 orang. Siswa pada penelitian ini diwakili oleh siswa kelas 7 dan 8. Pemilihan sampel dilakukan secara stratyied random sampling dari IO kelas yang ada. Variabel terikat adalah IMT dan variabel bebas adalah asupan kalsium, total energi. persen energi dari Karbohidral, protein dan lemak, lama menonton tv, kebiasan konsumsi fa.s'U’oocL soda, jenis kelamin, pendidikan orangtua, pendapatan orangtua dan suku. Hasil penelitian menunjukan rata- rata IMT siswa adalah 22.28 kg/m2 i 5.09. Proporsi siswa yang overweight sebesar 4l.6%. Rana- rata asupan kalsium adalah sebesar 396 mg, asupan energi 1972 kalori. Hasil analisis multivariat bahwa ada hubungan bermakna antara jenis keiamin, suku, persen energi dari karbohidrat dan persen energi dari Iemak. Variabel persen energi dari Iemak merupakan variabel yang paiing berpengaruh dengan IMT menurut umur. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada instansi kesehatan yang terkait umuk membuat program untuk mcncegah semakin banyaknya remaja yang mengalami gizi Iebih. Kegiatan yang dapat dilakukan misalnya mengadakan seminar tentang overweight dengan sasaran remaja. Untuk puskesmas, perlu kerja sama dengan sekolah dalam mengadakan penyuluhan yang berkesinambungan tentang masalah gizi. Untuk sekolah lebih memanfaatkan klinik yang ada disekolah dan melakukan pemantauan IMT pada awal dan akhir semester. Overweight has a global problem of public health in recent years. Overweight not only to occurred in industrial countries but now in developing countries too, especially in urban areal.

Overweight in adolescent is directly associated with being overweight in adulthood. Adolescence, represents a second critical period for the development of overweight. Overweight present in adolescence increase the risk of degenerative disease later in life. For adolescence, Body Mass Index (BMI)-for-age is used to screen for overweight, at risk of overweight, or underweight. The relation between calcium intake and body weight still remains controversial. Some studies have reported of significant association between calcium intake and overweight. Suggested, people who is consume recommended amounts or more of calcium intake can prevent to be overweight. The objective of this study was to findings status of nutrition, calcium intake and the others factor description which may be to influencing BMI in Al Azhar junior high school adolescence Rawamangun Jakana. This study was to form primer data analyze with observational quantitative approach. This study used cross-sectional design. Sample size was l25. Sample of this study was taken from students in both class of seven and class of eight with stratified random sampling from ten class offer there.. Dependent variable was BM] and independent variables were calcium intake, total energy, percent energy from carbohydrate, protein and fat, watching tv, fast-food consumption, soda consumption, sex, parents education degree, parents income and ethnic. Results showed that average ot`BMl-for-age was 22.28 kg/m2 nt: 5.09. Propose from o students were 4 I .6%. An average of calcium intake was 396 mg, mean of energy intake was |972 kkal. Results from multivariate showed that there was not significantly relationship between calcium intake and BMI-for-age. There was significant relation between sex, ethnic, percent energy from tat and carbohydrate. Dominant variables of this study which was to influence BM l was percent energy from fat. Based from results of study, suggested to health authority was made many program for decrease overweight of adolescence. To create seminar about overweight in adolescence example, was an activity which one to worked. For Puskesmas, collaborated with the school to create of information about problem nutrition through a routine was important. For the school, to maximized the clinic offer there and BMI monitoring on both the beginning and the end of semester.
Read More
T-2717
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwan Haryanto; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Trini Sudiarti, Diah M. Utari, Pujo Hartono, Djarot Darsono
T-3576
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuwaratu Syafira; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Jahari Abas Basuki
Abstrak: Indeks Massa Tubuh IMT memiliki banyak manfaat, termasuk untuk memberikan gambaran obesitas suatu populasi maupun untuk merancang diet pasien di rumah sakit. Namun orang yang memiliki kesulitan menopang berat badannya atau tidak dapat berdiri tegak belum tentu dapat diukur IMT-nya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan metode alternatif menghitung IMT berdasarkan ukuran ekskremitas tubuh pada mahasiswa usia dewasa muda di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan total sampel 132 responden.
 
Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang sangat kuat antara rasio LiLA/ radic;Panjang Ulna dengan IMT r = 0,926 pada laki-laki dan r = 0,886 pada perempuan dan juga antara LiLA dengan IMT r = 0,913 pada laki-laki dan r = 0,877 pada perempuan . Model prediksi yang paling ideal digunakan adalah IMT laki-laki kg/m2 =1,109 LiLA cm ndash; 9,202 dan IMT perempuan kg/m2 = 0,236 0,825 LiLA cm dengan pertimbangan akurasi yang tinggi serta kemudahan pengaplikasian di lapangan.
 

Body Mass Index BMI serves various purposes, including to measure the prevalence of obesity in a population, and also in formulating a patient rsquo s diet at a hospital. However, the BMI of an individual with difficulties in carrying their own weight or standing up straight can not necessarily be measured. The aim of this study was to form a prediction model for the BMI of young adult students of Public Health Faculty of University of Indonesia. This study used a cross sectional design, with a total sample of 132 respondents.
 
Results of this study showed that there is a very strong correlation between MUAC radic Ulna Length and BMI r 0,926 for males and r 0,886 for females, and also between MUAC and BMI r 0,913 for males and r 0,877 for females. The prediction model considered most ideal to be used is Male BMI kg m2 1,109 MUAC cm ndash 9,202 and Female BMI kg m2 0,236 0,825 MUAC cm, based on the high accuracy levels and the convinience of application on the field.
Read More
S-9384
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tria Astika Endah Permatasari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni, Fatmah, Noerzamanti Lies Karmawati, Iskandar Zulkarnain
T-3036
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive