Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23784 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Norman; Pemb. Hendra; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Zaenal Arifin
S-4926
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safira Nurul Izzah; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Tubagus Dwika Yuantoko
S-12026
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titis Sefiasari; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Yuni Kusminanti
S-5727
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nazar Affandi; Pemb. Baiduri; Penguji: Robiana Modjo, Asep Azhar
S-4935
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stanley Risdy Alan Nainggolan; Pembimbing: Zulkifli Djunaedi; Penguji: Dadan Erwandi, Soehatman Ramli
S-4909
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kartika Lesmana; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri, Trisnajaya, Adenan
Abstrak: Pekerjaan pengelasan memiliki berbagai bahaya yang kompleks, termasukbahaya sinar ultraviolet B. Dampak bahaya adalah Merusak mata dan kulitpada tubuh pekerja, (Winiarto et al. 2013). Menurut American WeldingSociety, efek akut dari paparan ultraviolet (UV) cahaya meliputiphotokeratitis. Penelitian ini pada 52 Operator las bengkel resmi disepanjang Jalan Raya Setu Bantar Gebang, Mustika Jaya Kota Bekasi,menemukan 39 operator dengan kasus photokeratitis (75% dari populasi).Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda survei dan datadikumpulkan secara cross sectional. Survei dilakukan dengan menggunakankuesioner, observasi dan wawancara serta pemeriksaan visual yangdilakukan seorang dokter untuk mengetahui responden mengalamiphotokeratitis. Pengukuran radiasi menggunakan UV Light Meter UV-Bdilakukan untuk mengetahui tingkat sinar UV-B yang memajan operatorpengelasan. Salah satu faktor yang kuat terkait dengan kasus ini intensitastinggi UV-B radiasi dengan rata-rata 99,2 μW/cm2. Faktor-faktor lainseperti umur, tahun bekerja, waktu paparan dan jarak ke sumber pengelasantelah menunjukkan hubungan yang signifikan juga, namun penggunaanAPD tidak memiliki hubungan yang signifikan untuk kasus photokeratitis.
Kata kunci : Photokeratitis, radiasi Ultraviolet-B, pengelasan.
Welding work has a complex variety of hazards, including the dangers ofultraviolet rays B. Impact of danger is damaging to eyes and skin on thebody of workers, (Winiarto et al. 2013). According to the AmericanWelding Society, the acute effects of exposure to ultraviolet (UV) lightcovers photokeratitis. This research on welding operator 52 authorizedworkshops along Jalan Raya Setu Bantar Gebang, Mustika Jaya Bekasi,found the 39 carriers with photokeratitis cases (75% of the population). Thisresearch was conducted using the method of survey and data collected bycross sectional. The survey was conducted using questionnaires, observationand interviews and conducted a visual inspection to determine therespondent experienced photokeratitis. UV radiation measurements usingUV-B Light Meter conducted to determine the level of UV-B rays whichexposes the welding operator. One factor that is strongly linked to the caseof high-intensity UV-B radiation with an average of 99.2 μW / cm2. Otherfactors such as age, years of work, the exposure time and distance to thesource of welding have shown a significant relationship as well, but the useof PPE does not have a significant relationship to the case photokeratitis.
Key Words : Photocheratities, Ultraviolet-B radiation, Welding.
Read More
T-4642
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Iqbal Mikhafasa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti
S-5779
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Trinugraha; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono; Penguji: Chandra Satrya, T Saut P Siahaan
S-4149
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anindya Alifa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Jahruddin Matondang
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko gangguan otot rangka serta gambaran keluhan gejala gangguan otot rangka yang dirasakan oleh mekanik bengkel PT X yang terbagi menjadi 2 unit pelayanan yaitu general repair dan body repair. Penelitian dengan studi cross sectional ini dilakukan pada 23 proses kerja dan juga meneliti keluhan gejala gangguan otot rangka pada 31 mekanik pada bulan April-Mei 2019. Analisis menggunakan metode REBA, kuesioner data individu serta NMQ yang diisi secara mandiri oleh mekanik. Hasil menunjukkan 52% proses kerja memiliki tingkat risiko sedang terhadap gangguan otot rangka. 84% mekanik mengeluhkan gejala gangguan otot rangka, dan proporsi terbesar berada pada bahu (18%), punggung bawah (18%), pergelangan tangan (18%), dan leher (17%). Gambaran keluhan gejala gangguan otot rangka berdasarkan umur paling banyak pada kategori > 30 tahun dengan keluhan terbanyak pada bahu, punggung bawah, dan pergelangan tangan; pada masa kerja > 4 tahun dengan keluhan terbanyak pada punggung bawah dan pergelangan tangan, pada IMT Normal dengan keluhan terbanyak pada punggung bawah, leher, dan bahu; dan pada mekanik yang merokok dengan keluhan terbanyak pada bahu, pergelangan tangan, dan leher.
Read More
S-10154
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ezra Munarjinah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Puji Supriyono
S-6459
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive