Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41245 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yuni Sriheryanti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Diding Syarifudin
S-4946
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joko Sudiyanto; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Wisnu Susetyo
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko kesehatan pekerja akibat pajananTSP, PM10, PM2,5, Cd, Si, As, dan Pb yang dilakukan pada pengukuran outdoor,indoor, dan respirable personal lokasi pelabuhan dan membandingkannya dengannon pelabuhan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil karakteristik risiko (RQ) debu outdoor TSP dan PM10 kurang dari 1, sementara PM2,5 lokasi Hopper 4 lebih dari 1. Untuk RQ debu indoor PM2,5 pada lokasi Hopper 6 dan barging lebih dari 1, sedangkan non pelabuhan RQ kurang dari 1.Untuk RQ personal respirable pada lokasi Hopper 6 dan genset lebih dari 1,sementara non pelabuhan kurang dari 1. Untuk unsur non karsinogenik Cd, Asdan Pb RQ kurang dari 1, sementara unsur karsinogenik As dan Cd nilai ECRkurang dari E-4 dan Silica nilai ECR lebih dari E-4.Kata kunci : TSP, PM10, PM2,5, Cd, Si, As, dan Pb, karsinogenik, nonkarsinogenik, analisis risiko, karakteristik risiko
The purpose of this study is to analyze the occupational health risks of workersexposed to TSP, PM10, PM2, 5, Cd, Si, As, and Pb that were carried out onmeasurements in outdoor, indoor, and personal respirable port location andcompare it to the non-port. This research is a descriptive analytic cross-sectionalresearch design. Based on this research, the results are risk characteristics (RQ)outdoor TSP and PM10 dust is less than 1, while PM2,5 located at Hopper 4 ismore than 1. For indoor dust RQ PM2,5 located at Hopper 6 and barging morethan 1, while on the non-port RQ is less than 1. For personal respirable RQ locatedat Hopper 6 and genset are more than 1, while in the non port is less than 1. Fornon-carcinogenic elements Cd, As and Pb RQ are less than 1, while thecarcinogenic element As and Cd, value of ECR is less than E-4 and for Silica valueof ECR is more than E-4.Key Word:TSP, PM10, PM2,5, Cd, Si, As, dan Pb, carcinogenic, non- carsinogenic, riskanalysis, risk characterization
Read More
S-7629
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessie Kualasari; Pembimnbing: Syahrul Meizar Nasri; Pegnuji: Hendra, Renti Mahkota, Dewi Rahayu, Rima Melati
T-4941
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Foury Krisyunanto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti
S-5927
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irfan Azhoma; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja
S-3240
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emmi Widya Larasati; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-4380
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Soekma; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Robiana Modjo, Doni Hikmat Ramdhan, Budi Arifin, Adenan
Abstrak: Pajanan debu terhirup yang terus-menerus tempat kerja dapat menimbulkan efeknegatif pada kesehatan sistem pernapasan pekerja. Penelitian ini bertujuan untukmenentukan konsentrasi dari pajanan debu terhirup personal dan menganalisisgambaran keluhan kesehatan subjektif pekerja di bagian vitamin room padaindustri susu PT X tahun 2016. Desain potong-lintang digunakan pada 20 orangpekerja (populasi total). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi debu terhirupdi area timbang kecil, area timbang besar dan area penyimpanan material berturut-turut sebesar 0.45±0.23, 7.42±2.38, dan 0.47±0.25 mg/m3. Konsentrasi debuterhirup yang terdapat pada area timbang besar melebihi nilai ambang batas yangdiperbolehkan (2.49 mg/m3). Penelitian ini menunjukkan terdapat 16 orang (80%)pekerja yang mengalami keluhan kesehatan subjektif dengan keluhan sepertibersin-bersin (70%), tenggorokan kering/sakit tenggorokan (65%), dan hidungtersumbat (35%).Kata kunci : pajanan debu terhirup, industri susu, keluhan kesehatan subjektif.
Read More
T-4733
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Idriandika Mauda; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Azil Awaludin
S-6160
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauzan Dina; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: indri Hapsari Susilowati; Ike Pujiriani
S-7859
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rohman; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Baiduri, Hanny Harjulianty, Irma Setiowati
Abstrak: Penelitian dilakukan pada proses kerja industri informal menengah ke bawah di sentra pembuatan krupuk Desa Kenanga Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, karena pada tahapan proses produksinya masih dominan menggunakan kegiatan manual handling. Tujuan dari penelitian yaitu menjelaskan tingkat risiko untuk dapat terjadinya masalah Musculouskeletal Symptoms (MSS) pada aktivitas pembuatan krupuk dibagian produksi dan memberikan masukan modifikasi atau rekayasa alat pada sarana kerja yang teridentifikasi menyebabkan pekerja melakukan postur yang berisiko sangat tinggi. Penelitian menggunakan desain penelitian cross sectional dengan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment ) untuk menilai terkait postur janggal, beban kerja, frekuensi dan durasi pekerjaan. Terdapat lima tahapan terkait aktivitas fisik pembuatan krupuk di bagian produksi, yaitu tahap 1.Pembuatan adonan, 2. Penggilingan adonan, 3.Pencetakan adonan, 4.Persiapan pemasakan dan 5.Pendinginan hasil pemasakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar tahapan memiliki tingkat risiko tinggi, kecuali pada aktivitas penggilingan adonan, dan tingkat risiko rendah terdapat pada aktivitas pencetakan adonan. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan secepatnya untuk meminimalisir aktivitas fisik yang mempunyai tingkat risiko tinggi sampai sangat tinggi, salah satunya dengan merubah penempatan alat atau sarana kerjanya. Kata Kunci : Manual Handling,tingkat risiko, REBA
Read More
T-4445
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive