Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36780 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Akhmad Asya`bi Khairi; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Yuni Kusminanti, Iwan Barata
S-5029
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Octaviani; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari
S-5458
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samsul Afandi ... [et al.]
JRI Vol.33, No.4
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Askania Fadima; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Hendra, Widura Imam Mustopo
Abstrak:

Banyak tindakan tidak aman yang dilakukan penumpang merupakan wujud nyata dari persepsi penumpang. Oleh karena dengan diketahuinya persepsi tentang risiko keselamatan penerbangan oleh penumpang maka diharapkan dapat mengurangi risiko buruk terhadap penumpang selama melakukan penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi penumpang tentang risiko keselamatan penerbangan berdasarkan maskapai penerbangan, Jenis pekerjaan, dan tingkat pendidikan serta mengetahui profit konsep locus of control dan self efficacy dihubungkan dengan persepsi penumpang tentang risiko keselamatan penerbangan. Desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 174 orang yang diambii dari Terminal I A, 1B, 1 C dan 2F di Bandara Soekarno Hatta. Dari basil penelitian dapat disimpulkan bahwa self efficacy dan maskapai penerbangan mempengaruhi persepsi penumpang tentang risiko keselamatan penerbangan. Dimana, rata-rata responden memiliki persepsi yang baik tentang risiko keselamatan penerbangan dan self efficacy mcmberikan pengaruh positif terhadap persepsi penumpang tentang risiko keselamatan penerbangan. Selain itu juga terdapat perbedaan persepsi tentang risiko berdasarkan maskapai penerbangan. Dimana rata-rata responden Garuda Indonesia memiliki persepsi yang baik tentang risiko keselamatan penerbangan dibandingkan rata-rata responden dari maskapai penerbangan lain. Disarankan bagi PT (Persero) Angkasa Pura II selaku badan pengelola bandara dan Airline untuk tetap mempertahankan sistem kontrol keselamatan yang tegas sesuai dengan regulasi yang berlaku, meningkatkan safety induction di bandara dan sosialisasi tentang keselamatan penerbangan untuk meningkatkan awareness penumpang terhadap keselamatan penerbangan. Untuk penelitian selanjutnya, lebih difokuskan pada konteks sosial, budaya, dan proses organisasi.


 

Recently, there are so many unsafe acts of passenger which is a reflection of individual perception. So that, passengers are expected having good risk perception to decrease risk during flight. The main objective of this research is to describe passenger's risk perception by commercial fiight/Airline_ The risk perception -is associated with Airline, occupation, education, based on the locus of control and the self efficacy. Research design is descriptive and analytic with cross sectional approach_ Sample for this research are 174 passengers from Terminal IA, 1 B, 1 C and 2F at Soekamo Nana Airport. As a conclusion, passenger's risk perceptions are contributed by self efficacy and Airline. Generally, passengers having good risk perception and self efficacy positively contributes to passenger's risk perception. Average of Garuda Indonesia's Respondents has the biggest percentage of good risk perception than the other respondent from different Airline. It is recommended that PT (Persero) Angkasa Pura II and the Airline should be keep tightly of safety control regulation, increasing safety induction and socialize about safety aviation to passengers, and increasing the passenger's awareness about safety in aviation. Future research into risk perception of passenger in aviation will need to be focused on contexts of social, culture, and organizational processes.

Read More
T-2236
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ichsan Nanda; Pemb. Izhar M. Fihir; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Yuni Kusminanti
S-5225
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeti Resnayati; Pembimbing: Sabarinah, B. Prasetyo
T-844
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlina; Pembimbing: Soeratmi Poerbogegoro
T-796
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfan Al Ghiffari; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Gatot Dermawan
Abstrak:
Latar Belakang: Pemanasan merupakan tahap penting sebelum aktivitas olahraga yang berfungsi untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental serta mencegah terjadinya cedera. Namun, masih terdapat siswa yang belum melakukan pemanasan secara optimal. Hal ini dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap siswa terhadap pemanasan. Metode: Penelitian ini menggunakan design cross-sectional dengan melibatkan 200 responden yang merupakan siswa SMA Negeri 98 Jakarta Timur Tahun 2026. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku pemanasan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (62%) dan sikap positif (97,5%) terhadap pemanasan. Sebanyak 56,5% responden memiliki perilaku pemanasan yang baik. Hasil analisis menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pemanasan (p<0,05) dan antara sikap dengan perilaku pemanasan (p<0,05). Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pemanasan siswa. Semakin baik pengetahuan dan sikap siswa, maka semakin baik pula perilaku pemanasan yang dilakukan sebelum aktivitas olahraga.

Background: Warm-up is an important stage before physical activity that aims to prepare physical and mental conditions and prevent injuries. However, there are still students who do not perform warm-up optimally. This may be influenced by students’ level of knowledge and attitudes toward warm-up. Methods: This study used a cross-sectional design involving 200 respondents who were students of SMA Negeri 98 East Jakarta in 2026. The sampling technique used was purposive sampling. The research instrument was a questionnaire to measure knowledge, attitudes, and warm-up behaviour. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. Results: Most respondents had good knowledge (62%) and positive attitudes (97,5%) toward warm-up. A total of (56,5%) of respondents demonstrated good warm-up behaviour. The analysis showed a significant relationship between knowledge and warm-up behaviour (p<0,05) and between attitudes and warm-up behavior (p<0,05). Conclusion: Knowledge and attitudes have a significant relationship with a student’s warm-up behavior. The better the student’s knowledge and attitudes, the better their warm-up behavior before physical activity.
Read More
S-12219
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Asih Anggraeni; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Nurfi Afriansyah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa di SMP Negeri 98 Jakarta. Penelitian dilakukan dengan desain studi cross sectional menggunakan data primer yang melibatkan 208 responden kelas VII dan VIII SMP Negeri 98 Jakarta. Waktu penelitian dimulai pada bulan April sampai dengan Mei 2017. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin, pengetahuan, preferensi, self-efficacy, aktivitas fisik, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengaruh orang tua, pengaruh teman sebaya, ketersediaan buah dan sayur di rumah, serta keterpaparan media massa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, preferensi, self-efficacy, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengaruh orang tua, pengaruh teman sebaya, ketersediaan buah dan sayur, keterpaparan media massa dan kuesioner PAQ-C (Physical Activity Questionnaire for Older Children) yang diisi sendiri oleh responden, serta 2 kali wawancara food recall 24-hour. Analisis statistik dilakukan dengan uji korelasi dan regresi, t- independen, serta regresi linier ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi buah dan sayur siswa SMP Negeri 98 Jakarta tahun 2017 adalah 85.13±26.58 gram/hari. Sementara itu, menurut WHO, rekomendasi konsumsi buah dan sayur adalah 400 gram/hari. Analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur, setelah dikontrol oleh variabel self-efficacy, aktivitas fisik, pengaruh orang tua, keterpaparan media massa, dan ketersediaan buah dan sayur. Oleh karena itu, dilakukan pendidikan gizi melalui sekolah agar terjadi peningkatan konsumsi buah dan sayur pada siswa. Kata Kunci: Konsumsi buah dan sayur, siswa SMP, dan pendidikan ibu.
Read More
S-9369
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leon S. Robertson
614.59 ROB i
Oxford : Oxford University Press, 2007
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive