Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30248 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sudarmaji; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Sumijatun, Petter A.W. Pattinama, Ahmad Qoyim
Abstrak:
ABSTRAK Pelayanan di rumah sakit merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang tercliri dari berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah disiplin ilmu di bidang keperawatan, pelayanan keperawatan dituntut untuk dapat bersifat profcsional, yang herarti pelayanan perawatan dituntut untuk memiliki akuntabilitas yang sesuai dengan kcwenangannya. Pelayanan keperawatan di Badan RSUD Ariawinangun menurut hasil survey kepuasan pelanggan kurang memuaskan bagi pelanggannya, maka itu perlu kiranya dilakukan evaluasi terhadap kompetcnsi para perawat di Badan RSUD Aljawinangun. Pcncltian ini menggunakan metode studi kasus, yang meneliti aspek kompetensi para perawat., yang terdiri dari aspek kompetensi intelektual, aspek kompetensi komunilcasi interpersonal dan aspek kompctcnsi leknikal. I-Iasil penclitian ini menunjukan bahwa perawat di BRSUD Arjawinangun rata- rata berumur 29 tahun dengan masa kerja 97 bulan (8 tahun lbulan), dan nilai rata-rata kompetensi perawat di BRSUD Arjawinangun adalah 59,0 yang terdiri nilai rata-rata kompetensi intcleklual sebesar 53,5 kompetensi komunikasi interpersonal 56,5 dan kompetcnsi teknikal 66,9. Hasil uji statistik menunjukan bahwa tidak ada perhedaan yang bemakna antara umur, masa kexja, pendidikan, dan jenis kelamin dengan kompetensi perawat diBRSUD Arjawinangun, akan tetapi ada kecenderungan korelasi negatiflyang berani bahwa semakin banyak umur perawat, masa kelja akan semakin kecil nilai kompctensinya, oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, perlu di upayakan perbaikan kualitas melalui peningkatan pengetahuan, dan peiatihan tcntang keuampilan tcknikal dan ketrampilan berkomunikasi dengan pasien/ klien secara konsisten dan berkelanjutan.

ABSTRACT Hospital services is an integral part of health services, which consist of various science discipline, one of it is science discipline in nursing sector. Nursing services demanded to have appropriate accountability with their authority. Nursing services in BRSUD Arjawinangun according to costiuner satisfaction survey was less satisfying for their costumer, so that needs evaluation toward nurses? competence in BRSUD Arjawinangun. This research is using case study method, that identifying nutse`s competence aspect, which consist of intellectual competence aspect, interpersonal communication competence aspect and technical competence aspect. This research result shows that nurses in BRSUD Arjawinangun avemgely ages of 29 years old with work length of 97 months (8 years l month). Average value of nurse competence in BRSUD Aijawinangun is 59.0 that consist of average value of intellectual competence as much as 53.5, interpersonal communication competence as much as 56.5 and technical competence as much as 66.9. Statistical test result shows that there is no significant difference between age, work length, education and gender with nurse competence in BRSUD Aijawinangun, however there is a tendency of negative correlation, which means the older thc nurse, work length will have lesser competence value. Therefore, to increase nursing services quality, require quality renovation through increasing knowledge, training of technical ability and communication ability with patients/clients as consistently ad continually.
Read More
B-1021
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Wahyuni; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: PAW. Pattinama, Sumiatun, Sri Lestari
B-893
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risdawaty Rizar; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Sumijatun, Mieke Savitri, Untung Sugiharto
B-1019
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Frieda Ayu Prihadini; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Mieke Savitri, Pujianto. Takdir Mostavan, Sandra Olivia
Abstrak:

Dalam menjawab keluhan perawat mengenai besarnya beban kerja di ruang rawat inap Cattleya B RSU Bhakti Yudha, perlu dilakukan analisis kebutuhan tenaga perawat dengan menggunakan beberapa formula yaitu, Workload Indicator Staff Needs (WISN), formula Gillies, PPNI, dan formula Ilyas. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap Cattleya B menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling serta in-depth interview pada 21-30 Mei 2012. Hasil penelitian menyatakan beban kerja perawat pada kategori produktif (80%) dengan hanya 33.98% yang merupakan aktivitas keperawatan langsung dan 47.4% merupakan aktivitas keperawatan tidak langsung. Penggunaan waktu untuk kegiatan pribadi dan non produktif perawatmasih di dalam standar ILO (14.98%) Formula Gillies dan PPNI, dan Ilyas tidak menggambarkan sejumlah kegiatan keperawatan tidak langsung dari perawat seperti administrasi dan pencatatan laporan, yang justru pada saat observasi membutuhkan proporsi yang lebih besar. Sebaliknya metode WISN yang menghasilkan jumlah perawat sebesar 35 orang ditambah dengan 1 kepala ruangan dianggap lebih tepat dan sesuai dengan RS karena menggambarkan beban kerja nyata. Diharapkan pihak manajemen dapat memberikan toleransi seperti pemberian hari kepelatihan bagi perawat, menambah jumlah tenaga baik perawat dan non perawat sesuai kebutuhan untuk meningkatkan mutu pelayanan.


 In order to answer the concern of high workload nursing care at Cattleya B Ward of Bhakti Yudha Hospital, there is a need to analyze the requirement of nursing staff with some formulas:Workload Indicator Staff Needs (WISN), Gillies?, PPNI, and Ilyas? Formula. This Research was held in Cattleya B Ward of Bhakti Yudha Hospital on May 21st-30th 2012 using Quantitative and Qualitative approach with an observation to nursing activity based on work sampling method and also in-depth interview with some informants to gain any information for analysis. The result of this research proved that nursing workload is in productive state (80%) with only 33.98% are direct nursing care activities and 47.4% are indirect nursing care activities. The usage of time for individual activity and non-productive activity are still in the ILO Standard (14.98%) Gillies?, PPNI, and Ilyas? Formula did not described some of indirect activity like administration, and making nursing report which in observation need higher proportions than others. In the contrary, WISN, which results 35 nurses as staff with 1 additional nurse as the head of Cattleya B ward, is suitable with hospital because described the real work load in the ward. In the future, hopefully manager can give any tolerance like training day for nurse; add some staff both nursing staff and non-nursing staff as needs for service quality.

Read More
B-1453
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vindy Villien Lesnussa; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Ester Manapa Samparaya, Siti Sultoni
Abstrak:
Ketidakseimbangan jumlah tenaga perawat dengan kebutuhan ideal di ruang rawat inap menjadi isu utama dalam manajemen rumah sakit, khususnya di RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja perawat menggunakan metode Identifikasi Produk Unit dan membandingkan perencanaan tenaga dengan metode Ilyas, WISN, dan Douglass. Beban kerja perawat dihitung berdasarkan kategori pasien, yaitu perawatan minimal (2,85 jam), perawatan parsial (69,42 jam), dan perawatan total (16,17 jam), dengan total beban kerja harian sebesar 3,465 jam. Metode Ilyas menghasilkan 18 tenaga perawat, cocok dengan jumlah aktual di ruang Bugenvil. Metode WISN menghasilkan 25 perawat, sehingga dibutuhkan penambahan 7 tenaga perawat. Sedangkan, metode Douglass menghasilkan 14 perawat, yang artinya perlu pengurangan 4 tenaga perawat. Kesimpulan penelitian ini metode Ilyas adalah pilihan terbaik untuk perencanaan tenaga kerja di ruang rawat inap Bugenvil karena unggul dari segi akurasi dan efektifitas. Metode ini menyeimbangkan antara kualitas pelayanan dan efisiensi anggaran sehingga RS dapat survive menghadapi monopoli pasar BPJS. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode Ilyas sebagai standar nasional untuk perencanaan tenaga perawat di Indonesia baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta.

The imbalance between the number of nurses and the ideal requirements in inpatient wards is a critical issue in hospital management, particularly at RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon. This study aims to analyze the workload of nurses using the Unit Product Identification method and compare workforce planning using the Ilyas, WISN, and Douglass methods. Nurse workload was calculated based on patient categories: minimal care (2.85 hours), partial care (69.42 hours), and total care (16.17 hours), resulting in a total daily workload of 3,465 hours. The Ilyas method determined a need for 18 nurses, aligning with the actual number in the Bugenvil ward. The WISN method indicated a requirement of 25 nurses, suggesting an additional 7 nurses are needed. Meanwhile, the Douglass method identified a need for 14 nurses, implying a reduction of 4 nurses. The study concludes that the Ilyas method is the optimal choice for workforce planning in the Bugenvil inpatient ward due to its accuracy and effectiveness. This method strikes a balance between service quality and budget efficiency, enabling the hospital to remain sustainable amidst the BPJS market monopoly. This study recommends adopting the Ilyas method as a national standard for nurse workforce planning in both public and private hospitals across Indonesia.
Read More
B-2496
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenni Oktaviza; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Mieke Savitri, Haris Sutanto
Abstrak:
Rumah Sakit Umum (RSU) Meuraxa adalah salah satu rumah sakit pemerintah tipe B yang berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pe1ayanan di RSU Meuraxa ini sempat mengalami lumpuh total akibat bencana gempa dan Tsunami padat tanggal 26 desember 2004. Namun seiring dengan datangnya bantuan dari semua pihak maka pada tangga1 II November 2007 bangunan baru RSU Meuraxa kembali dibangun dengan dana bantuan dari Negara Austria, Hongaria dan BRR dengan kapasitas 1 t2 tempat tidur ditengkapi fasilitas dan peralatan dengan kualitas yang cukup tinggi. Sebubungan dengan hal tersebut, pihak manajerial kepegawaian dan walikota Banda Aceh perlu merekrut tenaga pegawai baru untuk menggantikan SDM yang hilang. SDM yang dianggap penting dan kontak selama 24 jam dengan pasien di rumah sakit adalah perawat. SOM (Sumber Daya Manusia) perawat di RSU Meuraxa perlu direncanakan perekrutan sebaik mungkin sehingga akan dapat meningkatkan produktifitas dan pelayanan rumah sakit. Perlu adanya perhitungan kebutuhan jumlab kebutuhan perawat di .RSU Meuraxa Kota dengan Banda Aceh tahun 2008. Menghitung jumlah tenaga perawat sesuai beban kerja dapat menggunakan Workload Indicator Staffing Needs (WISN). Ada tiga hal yang dilihat dalam penelitian ini yaitu waktu kerja yang tersedia, Standar beban kerja dan Standar kelonggaran. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rawat inap Pria dan Wanita Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda pada bufan September 2008. Rancangan penelitian ini adaiah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menngana1isis kebutuhan tenaga perawat di Ruang Rawat inap Pria dan Wanita Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh, yaitu waktu kerja yang tersedia, standar beban kerja, standar kelonggaran perhitungan jumlah kebutuhan perawat. Populasi penelitian ini adalah seluruh kegiatan perawat di ruang rawat inap pria dan wanita RSU Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2008. Sampef dalam penelitian ini adalah kegiatan perawat di ruang rawat inap pria dan wanita selama pengamatan dengan menggunakan formulir work sampling oleh tenaga pengamat dan formulir pencataan waktu kegiatan pokok oleh tenaga pcngamat waktu. Pcndekatan kualitatif dilakukan dengan metode In-depth interview dengan Kepala ruangan rawat inap pria, Kepala ruangan rawat inap wanita, Kepala bagian keperawatan dan Kepala bagian kepegawaian sebagai informan. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan WISN adalah tenaga perawat di ruang rawat inap pria dan wanita masing masing dibandingkan dengan jumlah perawat yang tersedia sekarang maka rasio di ruang rawat inap pria adalah 16fi = 2.28 (228%) atau kelebihan sebanyak 128 % sedangkan di ruang rawat wanita adalah I2f7 ""' 1.71 (111%) atau kelebihan [ sebanyak 71%. Rasio kelebihan (surplus) di atas tidak berarti bahwa perawat banyak yang tidak bekerja namun dengan angka kebutuhan WISN akan mcningkatkan produktifitas dan mutu pelayanan. Diharapkan kepada pihak manajerial RSU Meuraxa serta Kepala Ruangan Rawat Inap Pria dan Wanita untuk mengambil kebijakan yang terbaik datam mengatasi kelebihan tenaga perawat mengingat status tenaga mayoritas adalah diperbantukan, sehingga akan menurunkan cost efektif. Dengan adanya data dalam penelitian ini dapat digunakan scbagai beban perencanaan kebutuhan tenaga perawat khususnya RSU Meuraxa pada masa yang akan datang.
Read More
B-1137
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Ria; Pembimbing: Mieke Savitri, Penguji: Irma Suryani, Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianti Permanasari, Sumijatun
Abstrak: Abstrak

Upaya mewujudkan ?mengutamakan mutu dalam pelayanan? sebagai motto RSIA Hermina Podomoro sangat dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas perawat sebagai pemberi pelayanan. Untuk menjawab keluhan perawat mengenai beban kerja yang tinggi, perlu dilakukan analisis kebutuhan tenaga perawat dengan metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN) sehingga diketahui kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja yang sesungguhnya. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap bagian anak RSIA Hermina Podomoro menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling pada 02-08 November 2011. Kemudian hasil observasi dianalisis dan dilakukan in-depth interview kepada beberapa informan.

Hasil penelitian membuktikan beban kerja perawat yang tinggi (90% dari total aktivitas perawat) dengan 32% diantaranya merupakan kegiatan administrasi. Rasio WISN 0.86 menunjukkan jumlah perawat saat ini lebih kecil dari pada yang dibutuhkan untuk mengatasi beban kerja yang ada, sehingga masih kekurangan dua tenaga perawat.Diharapkan pihak manajer mengaktifkan tenaga administrasi dan meningkatkan sistem informasi sehingga perawat lebih fokus untuk melakukan asuhan keperawatan langsung, menambah 2-4 perawat serta pelatihan pendokumentasian asuhan keperawatan demi meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.


Effort to implement "the majoring quality in service" is the motto of RSIA Hermina Podomoro influenced by amount and quality of nurse as caregiver. To answer the concern of high work load, it is needed to analyse the requirement of nurse energy based on the Workload Indicator Staffing Needs (WISN) in order to know the real work load. This research was held in children ward of RSIA Hermina Podomoro through the observation of nurse activity at November 02 to November 08 2011. This research used the quantitative and qualitative approach. The observation used the form of work sampling and then held in-depth interview to some informan.

The result of the research proved the high nursing load work (90% of all nursing activities) with 32% of its administration activities. The ratio of WISN is 0,86. it means that the real amount of nurse is smaller than the nurse needed to overcome the real activities according to work load, so that to overcome the existing work load still need two nurses more. It is expected that the manager activate the work system of the administration personnel, and improve the information system so the nurses can be more concentrate to do the direct treatment. The manager should add two nurses staff, and inprove nursing documentation training for the service quality.

Read More
B-1362
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Corry Artha Stevani; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Tri Mulyati
S-7014
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yurna Nengsih; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Puput Oktamianti, Sumijatun, Amila Megrani
Abstrak:

Latar Belakang. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat dipengaruhi oleh mutu sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang berperan sebagai pemikir, perencana dan pelaksana pembangunan kesehatan. Meningkatnya angka kesakitan dan beragamnya jenis penyakit menuntut untuk lebih berbenah dalam menghadapi permasalahan kesehatan yang lebih besar. Mempersiapkan tenaga- tenaga kesehatan yang handal dengan kualitas dan kuantitas yang memadai serta mengikuti perkembangan dunia kesehatan. Karena SDM merupakan bagian terpenting dari sebuah pelaksanaan pelayanan, maka penelitian ini akan difokuskan pada SDM yang terkait dengan jumlah kebutuhan yang diperlukan disertai dengan gambaran kualifikasi yang dibutuhkan nantinya dalam pengadaan kebutuhan tersebut. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) adalah merupakan indikator yang menunjukkan besarnya kebutuhan tenaga pada sarana kesehatan berdasarkan beban kerja, sehingga alokasi/relokasi akan lebih mudah dan rasional. SDM yang jadi sampel adalah tenaga dokter dan perawat di pelayanan rawat inap RSUD Bangkinang Analisis dalam penelitian ini untuk menghasilkan gambaran kebutuhan dan Kualifikasi SDM kesehatan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang significant mengenai gambaran jumlah kebutuhan perawat dengan SDM yang tersedia saat ini. Di gambaran kebutuhan dokter hanya menghasilkan selisih dalam jumlah kecil. Sedangkan kualifikasi tenaga, pihak RSUD lebih menyerahkan kepada Pemda setempat. Hal ini dikarenakan RSUD masih di biayai sepenuhnya oleh Pemda. Sedangkan menurut pendapat ahli, SDM yang bertugas harus memiliki credentialing dan preveleging, pengalaman di bidangnya serta kompetensi yang mendukung dalam pelaksanaan tugasnya.


 Background. The success of health development is strongly influenced by the quality of human resources (HR) that acts as a health thinkers, planners and implementers of health development. Increasing morbidity and various types of diseases demanding for more clean up in the face of greater health problems. Preparing medical personnel that are reliable with sufficient quality and quantity as well as follow the development of world health. Because HR is the most important part of a service implementation, so this research will be focused on human resources related to the total needs required accompanied with images of the qualifications required later in the procurement of those needs. Methode. This research is descriptive method Workload Indicators of Staffing Need (WISN) is an indicator that shows the amount of manpower needs in healthcare facilities based on the workload, so the allocation/ relocation will be easier and rational. .Human resources so the sample is of doctors and nurses in inpatient services Bangkinang hospital The analysis in this study to produce a picture of health human resources needs and qualifications. Result. The results showed that there are significant differences regarding the picture of the number of nurses with the needs of human resources currently available. In the picture of the needs of physicians resulted in a difference only in small quantities. While the qualifications of personnel, the hospital handed over to local government. This is because hospitals still be financed entirely by the Government. Meanwhile, in the opinion of experts, in charge of human resources must have experience in their fields and competencies that support the execution of his duty.

Read More
B-1284
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hasan Sadeli; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi
Abstrak:
Instalasi rawat inap RSUD Gunung Jati sebagai unit pelayanan perawat selama 24 jam sangat besar pengaruhnya dalam memberikan citra rumah sakit bagi pelayanan rumah sakit secara keseluruhan, karena pelayanan di ruang rawat inap harus diberikan mulai dari pasien masuk sampai dengan pasien pulang dan pelayanan yang diberikan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, terintegrasi, terkoordinasi dan berkolaborasi dari berbagai profesi. Perawat sebagai salah satu profesi dalam memberikan pelayanan kepada pasien di ruang rawat inap tidak dapat di lepaskan dan perannya sebagai pemberi pelayanan, sebagai pendidik pasien untuk mandiri, serta memberikan konsultasi atas kesulitas yang dihadapi oleh pasien, sehingga pasien segera dapat bergabung dengan keluarganya dan kembali berkarya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kepuasan pasien dan peran perawat sebagai pemberi pelayanan baik pelayan fisik, psikologis, sosial dan spiritual serta hubungannya dengan kepuasan pasien dengan penyediaan fasilitas ruang rawat inap di RSUD Gunung Jati Cirebon. Dengan rancangan penelitian cross sectional, data primer didapat melalui kuesioner. Penelitian ini, bersifat survei dengan rancangan penelitian cross sectional. Data primer didapat melalui pengisian kuesioner oleh pasien. Analisis statistik yang dipakai adalah analisis univariat untuk melihat gambaran deskriptif, analisis bivariat chi-square, untuk melihat adanya ada tidaknya hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan peran perawat dan penyediaan fasilitas pelayanan, analisis multivariat regresi logistik, untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Dari hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa secara keseluruhan pasien rawat inap RSUD Gunung Jati periode Februari - Maret 2003 merasa puas, dengan variabel konsultan, lingkungan fisik, perawatan/obat-obatan dan pelayanan makanan/minuman yang berhubungan dengan kepuasan pasien. Variabel perawatan /obat-obatan adalah variabel yang paling berhubungan secara signifikan dengan kepuasan pasien. Berdasarkan penelitian ini, disarankan peningkatan kemampuan manajemen data lapangan, pendidikan dan latihan, komunikasi interpersonal, dan komunikasi teurapatik, pelatihan SDM di lingkungan RSUD Gunung Jati, agar dapat meningkatkan kepuasan pasien secara berkesinambungan.

Analysis on Patient's Satisfaction Level on Nurse's Role and Facilities Provided in Hospice Ward of Gunung Jati Hospital, Cirebon City As a 24 hour care unit, the hospice ward installation Gunung Jati Hospital has great influence to hospital image. Health care provided by this unit started from where the patient check in until check out, providing care in a continuous, integrated, coordinative, and collaborative involving varied professions. Nurse as one profession among others who provide care to patient in hospice ward has role as care provider, patient's educator in self reliance, and consultant to assist patients to overcome their problem, as to prepare patients to join back their families and back to daily work. This study aimed to understand the relationship between patient's satisfaction level and nurse's role as care provider in terms of physical, psychological, social, and spiritual aspects and its relationship to patient's satisfaction on hospice ward facilities provided by Gunung Jati Hospital Cirebon. This study is a cross sectional survey, collecting data from patients through questionnaire. Statistical analysis used in this study included univariate analysis, bivariate analysis using chi-square test to investigate relationship between patient's satisfaction level with nurse's role and provided facilities, multivariate analysis using logistic regression to know the most dominant independent variable. The study showed that overall, patients in hospice ward Gunung Jati hospital in the period of February to March 2003 felt satisfied with consultant, physical environment, care/medication, and care/foods variables showed significant relationship. The most dominant variable was care/medication variable. Based on this study, it is suggested to improve field data management skill, education and training, interpersonal communication, therapeutic communication, and human resource training in Gunung Jati Hospital as to sustain the high satisfaction level among patients.
Read More
B-721
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive