Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35270 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
R. Heru Susanto; Pembimbing: Wiku Bawono Adisasmita; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Prayudhy Yushananta, Bermansyah
T-2612
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathonah; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Sandi Iljanto, Dumilah Ayuningtyas, Isnin, Marlina Widyadewi
T-3107
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulistyoning Rahayu; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahyani Budi Utami, Suwito
S-7994
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Kamila; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Kurnia Sari, Wahyu Sulistiadi, Tati Suryati, Herlinawati
T-4604
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Paripurna Harimuda Sediyono; Pembimbing: Sandi Iljanto
T-861
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Syawallita Koestika; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Kurnia Sari, Ajeng Tias Endrati
Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu ancaman kesehatan global dengan angka insiden yang terus meningkat, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Upaya konvensional seperti fogging dan larvasida sering kali kurang efektif dan berdampak negatif pada lingkungan. Salah satu solusi inovatif yang diusulkan adalah teknologi Wolbachia, yang bekerja dengan menginfeksi nyamuk Aedes aegypti untuk menghambat replikasi virus dengue. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi Wolbachia dalam mengurangi angka kejadian DBD di berbagai negara melalui metode literature review. Data dikumpulkan dari 21 artikel yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2019-2024, dengan menggunakan strategi pencarian terstruktur pada basis data seperti Scopus, PubMed, dan Springer Link. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Wolbachia di negara-negara seperti Indonesia, Singapura, Brazil, dan Australia berhasil menurunkan insiden DBD secara signifikan, dengan penurunan hingga 77% di wilayah intervensi. Namun, terdapat tantangan seperti distribusi tidak merata, adanya stigma Masyarakat yang kurang baik terkait program, serta kebutuhan sumber daya yang besar untuk produksi dan pelepasan nyamuk secara massal. Kesimpulannya teknologi Wolbachia merupakan metode pengendalian vector yang efektif dalam menurunkan angka kejadian demam berdarah dengue namun keberhasilanya membutuhkan dukungan kebijakan yang kuat, edukasi masyarakat, serta pemantauan jangka panjang untuk memastikan dampaknya yang optimal. Penelitian ini merekomendasikan adopsi kebijakan nasional untuk memperluas implementasi teknologi Wolbachia di Indonesia sebagai bagian dari strategi pengendalian DBD
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the global health threats with an increasing incidence rate, particularly in tropical regions such as Indonesia. Conventional efforts such as fogging and larvicides are often less effective and have negative environmental impacts. One proposed innovative solution is Wolbachia technology, which works by infecting Aedes aegypti mosquitoes to inhibit the replication of the dengue virus. This study aims to analyze the implementation of Wolbachia technology in reducing DHF incidence in various countries through a literature review method. Data were collected from 21 articles published between 2019-2024 using a structured search strategy on databases such as Scopus, PubMed, and Springer Link. The study results show that the application of Wolbachia in countries such as Indonesia, Singapore, Brazil, and Australia has significantly reduced DHF incidence, with up to a 77% reduction in intervention areas. However, challenges remain, such as uneven distribution, social stigma associated with the program, and the substantial resources required for mass production and release of mosquitoes. In conclusion, Wolbachia technology is an effective vector control method for reducing dengue fever incidence; however, its success requires strong policy support, community education, and long-term monitoring to ensure optimal impact. This study recommends the adoption of national policies to expand the implementation of Wolbachia technology in Indonesia as part of the dengue control strategy.
Read More
S-11826
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noralisa; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Anwar Hassan, Didik Supriyono
S-6562
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Darwin Husein; Pembimbing: Sandi Ilyanto; Penguji: Suprijanto Rijadi, Evi Martha, Sumarti, Hamidah
Abstrak:
Di kota Palembang, trend DBD sejak tahun 1995 sampai dengan sekarang terus meningkat. Jumlah kasus pada tahun 2000 mencapai 1564 kasus. Peningkatan jumlah kasus yang paling dramatis terjadi pada tahun 1998 yaitu 3023 kasus dengan Incidence Rate 60,9/100.000 penduduk CF R 3,3%. Dengan demikian DBD merupakan masalah serius bagi masyarakat kota Palembang, yang sampai detik ini belum terjawab secara memuaskan. Untuk menurunkan Incidence Rate DBD maka diperlukan pemberdayaan 36 Puskesmas di Kota Palembang yang secara fungsional bertanggungjawab terhadap 103 Kelurahan. Bentuk pemberdayaan tersebut antara lain peningkatan mutu fungsi manajemen puskesmas secara terpadu. Peningkatan tersebut di mulai dari PTP, Minilok, Supervisi tentu harus dilaksanakan segera sehingga dapat memberikan dukungan manjerial secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi Manajemen Puskesmas yang berhubungan dengan pencapaian kegiatan program P2DBD dengan harapan program tersebut dapat dilaksanakan secara lebih efektif sehingga dapat menurunkan Incidence Rate secara sistematis. Penelitian ini menggunakan rancangan survey Cross Sectional dengan unit analisis adalah puskesmas di Kota Palembang, populasinya 36 puskesmas sekota Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas dengan proporsi PTP buruk 50%, Minilok buruk 58%, supervisi buruk 55,6% , kecukupan Input buruk 52,8%, dan cakupan buruk 72,2%. Untuk itu segera diperlukan pembenahan fungsi manajemen secara terpadu di 36 Puskesmas di Kota Palembang, seningga mereka lebih mengerti akan hak dan kewajiban sebagai penanggung jawab pembangunan kesehatan di wilayahnya. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa skor buruk pada PTP, Minilok, Supervisi dan kecukupan input secara bermakna menyebabkan cakupan kegiatan Program P2DBD menjadi buruk (a=0,05). Hasil analisis multivariat dengan Regresi Logistik menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap cakupan kegiatan Program P2DBD di Kota Palembang adalah Supervisi (p=0,0434) dan Input (p =0,0157).

The Analysis of the function of public health centers management that correlates with the achievement of dengue hemorrhagic fever resolution program in Palembang City Year 2000 In Palembang the capital of South Sumatera, the DHF trends to increase since 1995. The total cases in the year of 2000 reached 1564 cases. The most dramatically increasing, number of cases happened in 1998, that in 3023 cases with 609/100.000 population for the Incidence Rate CFR 3,3%. However, DHF is a main problem for the people of Palembang. It is important to maximize the 36 Public Health Centers in Palembang that functionally responsible to 103 `kelurahan', to decrease the DHF incidence Rate. The maximization shape included approximation of the quality of Public Health Center management function thoroughly. The approximation begins from PTP, Minilok, supervision definitely must be performed presently so it car, offer the managerial support effectively. This study analyzes the Public Health Centers management function that correlate with the achievement of P2DBD program activity with expectation that the program can be performed more effectively to decrease the Incidence Rate systematically. This study is Cross Sectional survey preparation with the analysis unit is Public Health Centers in Palembang. The population is 36 Public Health Centers in Palembang. The result of the study showed that Public Health Centers with poor PTP proportion are 50%, poor Minilok 58%, poor supervision 55.6%, poor sufficient input 52.8%, and poor coverage 72.2%. On that account, a thoroughly organizing of the management function in 36 Public Health Centers in Palembang must be performed presently so far they will understand the rights and obligations as the people who responsible the health development in their area. The result of bivariate analysis showed that poor score in PTP, Minilok, Supervision, and sufficient input are significantly the basis of the poor P2DBD Program coverage (a=0.05). The result of Multivariate analysis with Logistic Regression showed that the most influenced variable w the P2DBD Program coverage in Palembang are Supervision (p=-0.0434) and Input (p=0.0157).
Read More
T-1049
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abd. Rachman Rosidi; Pembimbing: Wiku B. Adisasmito; Penguji: Sandi Iljanto, Pujiyanto, Nanang Wardhana, Iid Rochendy
T-2356
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive