Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33229 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Rejeki; Pembimbing: Diah M. Utari; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Asih Setiarini, Basuki Budiman, Rita Warsihayati Dawamiharja
T-2704
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desmawita; Pembimbing: Trini Sudiarti, Diah M. Utari; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Basuki Budiman, Eman Sumarna
T-2591
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septia Dwi Susanti; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Asih Setiarini, Iip Syaiful
S-7190
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofia Anis Isnani; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Siti Arifah Pujonarti, Cendekia Sri Muwarni, Muhammad Adil
Abstrak:

ABSTRAKNama            :  Sofia Anis IsnaniProgram Studi        :  Ilmu Kesehatan MasyarakatJudul             :  Faktor-faktor   yang   Berhubungan   dengan Ketersediaan Iodium dalam GaramBeriodium Merek “R” pada tingkat rumah tangga di 9 RW kelurahan Cimpaeun Kota Depok Tahun 2017Ketersediaan iodium dalam garam beriodium yang kurang atau berlebih dapat menyebabkan  penyakitgangguan  tiroid.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungandengan ketersediaan iodium dalam garam beriodium merek “R” pada tingkat rumah tangga. Garamberiodium merek “R” merupakan salah satu produk garam beriodium yang telah terdaftar. Penelitianini merupakan penelitian kuantitatif yang mengunakan desain cross sectional. Sampel penelitianadalah 124 rumah tangga yang didapatkan dengan teknik  purposive  sampling.  Hasil  penelitianmenunjukkan  bahwa  terdapat hubungan yang signifikan antara wadah penyimpanan garam denganketersediaan iodium dalam garam beriodium (p = 0,044 dan OR = 4,083). Sebagian besar ketersediaaniodium dalam sampel garam merek “R” berlebih sehingga dapat memicu timbulnya penyakit hipertiroid.Sebaiknya pemerintah memberikan perhatian terhadap kemungkinan munculnya hipertiroidisme sebagaidampak dari program iodisasi garam.Kata kunci :Iodium, garam beriodium, hipertiroid

ABSTRACTName            :  Sofia Anis IsnaniStudy Program       :  Public Health ScienceJudul             :  Factors Associated with Iodine Availability in the “R” Branded Iodized Salt atHousehold Level in 9 sub villages of Cimpaeun village Depok City Year 2017The availability of less or excessive iodine in iodized salt can cause thyroid disorder disease.This study aimed to determine the factors associated with the availability of iodine in the “R”branded iodized salt at the household level. The "R" branded iodized salt is one of the registerediodized salt products.This study is a quantitative research using cross sectional design. Thesample of this study was 124 households obtained with purposive sampling technique. The resultsshowed that there was a significant association between salt storage containers with iodineavailability in iodized salt (p = 0.044 and OR = 4,083). Most of the availability of iodine in the“R” branded iodized salt samples were excessive, so it could lead to hyperthyroidism. Thegovernment should pay attention to the possibility of hyperthyroidism as an impact of the saltiodization program.Keywords :Iodine, iodized salt, hyperthyroidism


 

Read More
T-5028
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwiretno Yuliarti; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Anis Irawati, Trini Sudiarti, Fatmah, Nanik Widayani
T-2594
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mindo Lupiana; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni, Sandra Fikawati, Ida Ruslita, Hera Nurlita
T-3225
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debbie Natali; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Fathimah Sulistyowati Sigit, Neni Herlina Rafida
S-12010
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Indra Sari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Endang L Achadi, Iip Syaiful
S-6945
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Youvita Indamaika Simbolon; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita, Ari Wijayanti
Abstrak: Tingkat kepatuhan diet di Indonesia rata-rata masih rendah. Diet dalam menjaga makanan seringkali menjadi kendala karena masih tergoda dengan segala makanan yang dapat memperburuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia 25-65 tahun yang sedang rawat jalan, sampel diambil dengan metode non-random sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 130 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, pengisian kuesioner, form food recall 1x24 jam dan semi- quantitative food frequency questionnaire (SFFQ). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13,8% responden yang patuh diet. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2 dengan jenis kelamin (p=0,008) dan lama menderita (p=0,044). Hasil uji regresi logistik menunjukkan lama menderita merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2. Penderita diabetes melitus diharapkan untuk memperhatikan pola makan yang dianjurkan dan melaksanakannya dengan baik, mampu secara aktif untuk meningkatkan pengetahuannya terkait penyakit diabetes melitus dan faktor-faktor terkait lainnya dan tetap mempertahankan pola makan yang sudah dijalankan bagi yang sudah lama menderita diabetes melitus tipe 2.
Kata kunci: Diabetes mellitus tipe 2, kepatuhan diet, karakteristik individu, faktor psikososial

The level of dietary adherence in Indonesia is still low. Diet in maintaining food is often become an obstacles because the patient is still tempted by all food that can worsen their health. The purpose of this study is to determine the factors that associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. This study was using a cross-sectional design. The samples studied were all type 2 diabetes mellitus type 2 with the age range 25-65 years was outpatient, samples were taken with non-random sampling method with purposive sampling of 130 people. Data were collected through anthropometric measurements, filling-out questionnaires, 1x24 hour food recall and dan (semi- quantitative food frequency questionnaire) SFFQ form. The results showed 13.8% of respondents were diet-compliant. There were significant relationship between gender (p=0.008) and length of suffering (p=0.044) with between dietary adherence. The result of logistic regression test showed that the duration of suffering is the dominant factor associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. Type 2 diabetes mellitus patients were expected to pay attention to the diet recommended and carry it out well, to actively to improve the knowledge related to the disease diabetes mellitus and related to the other factors and still preserve diet that has been run for who has long been suffering from type 2 diabetes mellitus.
Keywords: Type 2 diabetes mellitus, dietary adherence, individual characteristics, psychosocial factors
Read More
T-5499
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raisha Azizahra Syafruddin; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Tria Astika Endah Permatasari, Sandra Fikawati
Abstrak: Underweight atau berat badan kurang adalah berat badan yang terlalu rendah untuk anak normal yang sehat1. Underweight masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Prevalensi underweight di Kabupaten Lebak tahun 2018, mencapai angka 18.61% dimana angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka prevalensi nasional (17.7%) dan Provinsi Banten (16.22%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian underweight pada balita di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan dengan menggunakan data primer dari penelitian ?Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecacingan pada Balita di Desa Karangkamulyan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Tahun 2020?. Sampel penelitian ini adalah 208 balita usia 24-59 bulan di Desa Karangkamulyan. Analisis data univariat dan bivariat berupa uji Chi-square dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa balita usia 24-59 bulan di Desa Karangkamulyan mengalami kejadian underweight sebanyak 10.6%. Selanjutnya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian underweight pada balita, diantaranya: usia balita (p-value =0,000), riwayat penyakit ISPA (p-value =0,003), asupan protein (p-value =0,044), dan kebiasaan konsumsi protein nabati (p-value =0,006).
Underweight is a body weight that is too low for a normal healthy child1. Being underweight is still a significant health problem in Indonesia. The prevalence of underweight in Lebak Regency in 2018, reached 18.61%, which is higher than the national prevalence rate (17.7%) and Banten Province (16.22%). 2. This study aimed to determine the factors associated with the incidence of underweight in children under five in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Regency in 2020. This study used a cross-sectional design which was carried out by analyzing primary data from the study ?Factors that Related to the Incidence of Helminthiasis in Toddlers in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Sub-disctrict in 2020?. The sample of this study was 208 children aged 24-59 months in Karangkamulyan Village. Univariate and bivariate data analysis was conducted by using SPSS version 22 application. Study results showed that 10.6% of children of Karangkamulyan Village have an incidence of underweight. Also, this study showed that four variables were significantly associated with the age of children (p-value =0,000), history of upper respiratory tract infection (p-value =0,003), protein intake (p-value =0,044), and plant protein (p-value =0,006).
Read More
S-11098
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive