Ditemukan 21996 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Beban kerja yang dilimpahkan kepada perawat untuk memasukkan data administrasi pasien ke dalam komputer mengambil sebagian waktu perhatian untuk pasien. Kemampuan perawat untuk memasukkan data ke dalam komputer berbeda - beda memberi dampak terhadap jumlah waktu yang berkurang kepada pasien. Kebijakan regulasi yang diambil pihak manajemen rumah sakit untuk menugaskan perawat melaksanakan aktivitas pemasukan data. Pemanfaatan komputer untuk pemasukan data yang harus tetap menjaga kerahasiaan pasien. Keluhan pada perawat yang mengatakan beban kerjanya terlalu tinggi karena harus melaksanakan tugas pemasukan data yang merupakan tugas administrasi. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap ibu RSIA Hermina Podomoro menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling dan kemudian hasil observasi dianalisis dan dilakukan wawancara kepada perawat. Pemasukan data mencapai 7,04% dan jenis tugas perawat di rumah sakit 39,87% dengan 2 orang perawat mengeluh pemasukan data dilakukan setelah jam kerja. Disarankan pemasukan data pasien yang dilakukan setelah melaksanakan secara penuh tugas perawat di rumah sakit. Diperlukan pengkajian kegiatan asisten dokter dan lain-lain yang dimungkinkan untuk disederhanakan. Kata Kunci: Beban Kerja, Pemasukan Data.
The workload is delegated to nurses to enter data into the computer patient administratiotook some time for patient care. The ability of nurses to enter data into computers of differeimpacts on the reduced amount of time to patients. Regulatory policy taken by the hospitamanagement to assign nurses perform data entry activity. Use of computers for data entry thamust keep patient confidentiality. Complaints to the nurse who said her workload is too hig because they have to perform data entry tasks that are administrative duties. The study was conducted in mother of wards using quantitative and qualitative approacheto observe the activities of nurses according to the method of work sampling then analyzed thresults of observations and interviews with nurses. The data entry reached 7.04% and the typof duties of nurses in hospitals 39.87% with 2 nurses complain of data entry is done aftbusiness hours. It is recommended that the patient data entry is done after fully carrying out theduties of nurses at the hospital. Assessment activities required physician assistants and othethat it is possible to be simplified. Keywords: Workload, Data Entry
ABSTRAK Tesis ini bertujuan menganalisis hubungan bauran promosi (word of mouth dan non word of mouth) dengan pengetahuan pasien terkait pelayanan di poliklinik RSIA Budi Kemuliaan. Adapun variabel confounding karakteristik pasien (usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan) juga dianalisis hubungannya dengan pengetahuan tersebut. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden yang mewakili poliklinik pelayanan berjenjang lantai 2, pelayanan pribadi lantai 3 pagi, dan sore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara bauran promosi dengan pengetahuan pasien sehingga tidak efektif promosi yang dilakukan terhadap pengetahuan pasien. Hanya variabel confounding pendidikan yang berpengaruh terhadap pengetahuan pasien.
ABSTRACT The aim of this study is to analyze the correlation between promotion mix (word of mouth and non word of mouth) with knowledge related to patient services at polyclinic RSIA Budi Kemuliaan. The confounding variables of patient characteristics (age, education, occupation, income) were also analyzed to do with that knowledge. This type of study is a quantitative study with cross sectional approach. Sample consisted of 100 respondents representing polyclinic 2nd floor, 3rd floor in the morning, and afternoon. The results showed that there was no correlation between patient’s knowledge of the promotion mix with so promotion in polyclinic not efective for patient's knowledge. Only education confounding variables that influence the patient's knowledge.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bauran promosi (periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran langsung) dan juga karakteristik pasien (jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan dan tingkat penghasilan) terhadap keputusan pasien untuk berobat kembali di unit rawat jalan Rumah Sakit Juwita. Sampel penelitian ini diambil dari sebagian pasien lama pribadi yang telah berobat lebih dari dua kali kunjungan selama bulan April-Mei 2011. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Dari analisis bivariat diketahui bahwa promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung berbeda bermakna terhadap keputusan pasien untuk berobat kembali. Sedangkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat penghasilan dan periklanan tidak berbeda bermakna. Pada analisis multivariat, hanya hubungan masyarakat yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan pasien untuk berobat kembali. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh R.S. Juwita untuk membuat strategi promosi dengan cara menitik-beratkan hubungan masyarakat sebagai strategi promosi utama yang dikombinasikan dengan bauran promosi periklanan, promosi penjualan dan pemasaran langsung untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan. Kata kunci: Bauran promosi, karakteristik pasien, keputusan berobat Kembali
This study explore the relation between promotion mix (sales promotion, public relation, direct marketing and characteristics of patient (sex, age, level of education, occupation and level of income) toward the decision to revisit in oneday care unit at Juwita Hospital. The population of the study was the patients without insurance who had visited Juwita Hospital more than two times during this study had being taken from April-May 2011. The data of the study ware collected with questionnaire spread it out to 100 respondents. Non-probability sampling was used as the technique to obtain the samples. The acquired data who analyzed by using univariate analysis, bivariate analysis with chi-square test and multivariate by using logistic regression test. From the bivariate analysis was found that sales promotion, public relation, and direct marketing was differently significant toward the decision to revisit in one-day care unit at Juwita Hospital. Meanwhile, sex, age, level of education, occupation, level of income and advertising was not differently significant. In multivariate analysis, the public relation was only the dominant factor that influences the decision to revisit in one-day care unit at Juwita Hospital. The result of this study can be used as a reference for Juwita Hospital in creating effective promotion strategy which emphasize in public relation as the main promotion strategy with using the combination of promotion mix, sales promotion, and direct marketing to increase number of visitors of one-day care unit at Juwita Hospital. Key words: Promotion mix, characteristics of patient, decision to revisit
Upaya mewujudkan ?mengutamakan mutu dalam pelayanan? sebagai motto RSIA Hermina Podomoro sangat dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas perawat sebagai pemberi pelayanan. Untuk menjawab keluhan perawat mengenai beban kerja yang tinggi, perlu dilakukan analisis kebutuhan tenaga perawat dengan metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN) sehingga diketahui kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja yang sesungguhnya. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap bagian anak RSIA Hermina Podomoro menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling pada 02-08 November 2011. Kemudian hasil observasi dianalisis dan dilakukan in-depth interview kepada beberapa informan.
Hasil penelitian membuktikan beban kerja perawat yang tinggi (90% dari total aktivitas perawat) dengan 32% diantaranya merupakan kegiatan administrasi. Rasio WISN 0.86 menunjukkan jumlah perawat saat ini lebih kecil dari pada yang dibutuhkan untuk mengatasi beban kerja yang ada, sehingga masih kekurangan dua tenaga perawat.Diharapkan pihak manajer mengaktifkan tenaga administrasi dan meningkatkan sistem informasi sehingga perawat lebih fokus untuk melakukan asuhan keperawatan langsung, menambah 2-4 perawat serta pelatihan pendokumentasian asuhan keperawatan demi meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
Effort to implement "the majoring quality in service" is the motto of RSIA Hermina Podomoro influenced by amount and quality of nurse as caregiver. To answer the concern of high work load, it is needed to analyse the requirement of nurse energy based on the Workload Indicator Staffing Needs (WISN) in order to know the real work load. This research was held in children ward of RSIA Hermina Podomoro through the observation of nurse activity at November 02 to November 08 2011. This research used the quantitative and qualitative approach. The observation used the form of work sampling and then held in-depth interview to some informan.
The result of the research proved the high nursing load work (90% of all nursing activities) with 32% of its administration activities. The ratio of WISN is 0,86. it means that the real amount of nurse is smaller than the nurse needed to overcome the real activities according to work load, so that to overcome the existing work load still need two nurses more. It is expected that the manager activate the work system of the administration personnel, and improve the information system so the nurses can be more concentrate to do the direct treatment. The manager should add two nurses staff, and inprove nursing documentation training for the service quality.
RSIA Hermina Bekasi merupakan rumah sakit ibu dan anak yang didirikan tahun 1997 dengan kapasitas 38 tempat tidur dan sekarang sudah memiliki 148 tempat tidur. Adanya penurunan BOR rawat inap ibu pada tahun 2010 dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, karena penambahan jumlah tempat tidur ditambah dengan persentase pasien ibu yang di rawat inap menurun. Selain itu pemasaran RSIA Hermina Bekasi tidak pernah melakukan segmentasi pelanggan dan target pasar, selama ini target pasar ditentukan oleh manajemen rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai segmentasi pasar berdasarkan segmentasi geografis, demografis, psikografis, dan perilaku serta untuk memperoleh target pasar pada rawat inap ibu di RSIA Hermina Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Instrumen penelitian kuantitatif menggunakan angket kepada 77 responden dengan teknik pengambilan sampel proposional stratified sampling yang dipilih secara acak. Sedangkan untuk penelitian kualitatif menggunakan pedoman wawancara mendalam. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan cara analisis univariat dan analisis data kualitatif dengan cara data-data yang memiliki kesamaan dikelompokkan dan disimpulkan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pasien RSIA Hermina Bekasi adalah berasal dari kecamatan didalam kota Bekasi (52%) yaitu Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Bekasi Utara dan Bekasi Timur dengan waktu tempuh kurang dari 30 menit (70,1%), berusia 20 ? 39 tahun (93,5%) dengan latar belakang pendidikan sarjana (42,9%), pekerjaan pasien pegawai swasta (33,8%) dan pekerjaan suami pegawai swasta (70,1%) dengan penghasilan < 5 juta rupiah (35,1%) dan penanggung jawab biaya dari perusahaan (44,2%). Dan Persepsi pasien mengenai kelengkapan, kebersihan dan kenyamanan kamar, persepsi mengenai SDM seperti dokter, perawat, dan petugas pendaftaran serta persepsi mengenai tarif pada umumnya baik. Target pasar RSIA Hermina Bekasi adalah pasien perusahaan.
RSIA Hermina Bekasi is a mother and child hospital built in 1997 equipped with 38 beds and today it has 148 beds. The declining Bed of Occupancy Rate (BOR) of its mother inpatient in 2010 compared with the preceding years caused by the excessive number of beds and the declining percentage of mothers as patients treated. Moreover the marketing department of RSIA Hermina Bekasi has never done a customer segmentation and market target. Until today its market target determined by the hospital management. The purpose of this academic work is to collect information about market target based on geographical, demographical, psycho graphical and behavioral segmentation. This study has nature of analytic descriptive with quantitative and qualitative approaches. As instrument for the quantitative study, questionnaires with 77 respondents deployed and collected by using proportional stratified sampling method, while for the qualitative study, an in-depth interview was brought about. The quantitative data analysis carried out by using univariate analysis and subsequently the qualitative data analysis undertaken by means of grouping and concluding data with similar background. Results suggested that patients of RSIA Hermina Bekasi are from district in the city of Bekasi (52%) is south Bekasi, West Bekasi, North Bekasi, and East Bekasi, having time travel of 30 minutes (70.1%), aged of 20 ? 39 years old (93,5%), with bachelor educational background (42.9%), private employee as patients (33.8%), with husbands within private sectors (70.1%), having income less than IDR 5 million (35,1%) and companies as payer (44.2%). Furthermore, the perception of patients for inclusiveness, cleanliness, comfort of rooms, human resources such as doctors, nurses, administrations staffs and also of fare is considerably good. Market target of RSIA Hermina Bekasi is company patients.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi dokter spesialis obstetri dan ginekologi melalui media sosial terhadap kunjungan pasien di RSIA Bunda Citra Ananda Ciputat periode 2016- 2019.
Metode penelitian adalah observasi data SIRS terhadap perbedaan kunjungan dokter yang mendapat promosi media sosial dan yang tidak mendapatkan, serta trend kunjungan dokter-dokter yang mendapatkan promosi. Juga dilakukan survei pendapat pasien dengan pendekatan kuantitatif tentang promosi media sosial RSIA Bunda Citra Ananda yang dilanjutkan dengan survei terhadap dokter obsgin dengan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian didapatkan perbedaan jumlah kunjungan dokter yang mendapatkan promosi melalui media sosial dan yang tidak, dimana dokter yang mendapat promosi meperoleh kunjungan pasien yang meningkat sebesar 385,2 % sedangkan dokter yang tidak mendapatkan promosi mempunyai kunjungan pasien yang menurun sebesar 2,8 %. Terdapat perbedaan trend kunjungan pasien pada keempat dokter yang mendapatkan promosi melalui media sosial. Respon yang tertinggi dari survei terhadap pasien terdapat pada variabel ask dan advocate yang menandakan tingginya rasa keingintahuan dari follower terhadap informasi yang didapatkan dalam akun Instagram RSIA Bunda Citra Ananda dan tingginya kesetiaan atau penganjuran dari pelanggan atau pasien RSIA Bunda Citra Ananda. Terdapat faktor lain yang mempengaruhi kunjungan pasien di RSIA Bunda Citra Ananda selain promosi melalui media sosial.
Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat pengaruh positif antara promosi dokter melalui media sosial terhadap kunjungan pasien di RSIA Bunda Citra Ananda yang juga dipengaruhi oleh faktor dari dokter dan dari rumah sakit. Promosi di RSIA Bunda Citra Ananda menurut persepsi pasien sudah efektif yang ditandai dengan nilai Aware, Appeal,Ask, Act dan Advocate (5A) yang cukup tinggi
