Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 1406 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Philip Stokoe, Johny Setyawan
658.15 STO m
Yogyakarta : P3SMMRS FK UGM, 1996
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
David F. Scott, Jr
6583.15 SCO b
New Jersey : Prentice-Hall, 1985
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Budi Setianto; Pembimbing: Ascobat Gani
B-327
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liestiana Indriyati, Lukman Waris, Erna Luciasari
PGM-Vol.37/No.2
Bogor : Balitbangkes, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahya Edi Prastyo; Promotor: Ascobat Gani; Kopromotor: Besral; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Prastuti Soewondo, Ali Ghufron Mukti, Soewarta Kosen, Joss Riono
Abstrak:
Peningkatan angka harapan hidup dan beban penyakit kronis pada populasi pensiunan menimbulkan tantangan signifikan terhadap keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan pensiunan Perusahaan X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan finansial layanan kesehatan pensiunan selama periode 2025–2029 serta merumuskan strategi keberlanjutan yang dapat diterapkan oleh Perusahaan X. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif komparatif non-eksperimental dengan pendekatan proyeksi populasi berdasarkan Age-Specific Death Rate (ASDR), proyeksi 28 penyakit biaya tertinggi menggunakan age specific prevalence rate, serta estimasi biaya berdasarkan beban penyakit per kelompok usia. Analisis keberlanjutan dilakukan dengan membandingkan estimasi biaya dan anggaran tahunan. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata usia kematian, penuaan populasi, serta tren pertumbuhan populasi yang negatif. Dari 28 penyakit utama, 21 menunjukkan peningkatan kasus, dan rasio biaya pada kelompok usia ≥70 tahun dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan kelompok usia <56 tahun. Tanpa intervensi, sistem diproyeksikan mengalami defisit pada tahun 2028. Strategi yang paling efektif meliputi peningkatan anggaran minimal 12,5% per tahun, efisiensi hasil negosiasi dengan provider sebesar 10%, integrasi dengan JKN, serta penguatan program promotif dan preventif berbasis komunitas. Meskipun skema deductible sebesar Rp75.000 dinilai efisien secara teknis, pendekatan ini kurang direkomendasikan secara sosial. Program skrining penyakit ginjal kronis memberikan efisiensi 1-2,35% dari total biaya. Disimpulkan bahwa tanpa intervensi, sistem pembiayaan tidak berkelanjutan, dan diperlukan strategi terintegrasi untuk mencegah defisit pada tahun 2028. Oleh karena itu, direkomendasikan agar Perusahaan X melakukan intervensi berbasis data dengan mempertimbangkan kepentingan penjamin, peserta dan provider  demi keberlangsungan sistem layanan kesehatan pensiunan di masa depan.

The increase in life expectancy and the burden of non-communicable diseases among retirees posed significant challenges to the financial sustainability of the retiree healthcare system of Company X. This study aimed to analyze the financial sustainability of healthcare services for retirees over the 2025–2029 period and to formulate appropriate sustainability strategies for Company X. A non-experimental descriptive-comparative design was employed using population projections based on Age-Specific Death Rates (ASDR), the projection of the 28 highest-cost diseases was conducted using age-specific prevalence rates, and cost projection based on cost per person by disease and age group. Financial sustainability analysis involves comparing estimated costs with projected annual budgets. The findings indicated an increase in average age at death, population aging, and a negative population growth trend. Among 28 major diseases analyzed, 21 showed increasing cases, and the cost ratio for individuals aged ≥70 was 2x higher than for those aged <56. Without intervention, the healthcare financing system was projected to experience a deficit by 2028. The most effective strategies included a minimum annual budget increase by 12.5%, a 10% discount from provider payment based on negotiation, integration with the National Health Insurance (JKN), and strengthening community-based health promotion and prevention programs. Although a deductible scheme of IDR 75,000 was technically efficient, it was not socially recommended. The implementation of the chronic kidney disease screening program resulted in a cost efficiency of 1–2.35% of the total healthcare expenditure. In conclusion, without intervention, the system would be financially unsustainable. Therefore, it is recommended that Company X implement data-driven sustainability strategies that balance the interests of payers, beneficiaries, and providers to ensure the long-term sustainability of retiree healthcare services.
Read More
D-593
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuni Nuraini; Pembimbing: Hafizzurachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Budi Hidayat, Widya Lolita
Abstrak:

ABSTRAK Perawat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien dituntut untuk memiliki kinerja yang tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja diantaranya adalah Imbalan Finansial dan Imbalan Non Finansial. Imbalan  Finansial dan Imbalan Non Finansial mempunyai peran penting dalam menentukan Kinerja Perawat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan imbalan finansial dan imbalan non finansial terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta Tahun 2011. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2011. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 63 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji asumsi yang disyaratkan dan analisis regresi linier berganda. Dari hasil analisis bivariat diperoleh temuan penelitian adanya hubungan yang bermakna antara gaji, hubungan dengan atasan, hubungan dengan teman, promosi jabatan, kesempatan mengembangkan diri dan penghargaan terhadap hasil pekerjaan dengan kinerja perawat. Dari Analisis multivariat diperoleh temuan penelitian yaitu variabel yang mempengaruhi kinerja adalah imbalan finansial yaitu gaji dan imbalan non finansial yaitu hubungan dengan teman sekerja. Dengan hasil penelitian tersebut diatas, perlu bagi manajemen RSKO Jakarta untuk meningkatkan kinerja melalui imbalan finansial yaitu gaji, dan imbalan non finansial yaitu hubungan dengan teman. Disamping itu perlu juga memberikan kesempatan yang luas kepada para perawat untuk mengembangkan diri dengan mengikutsertakan perawat dalam pelatihan-pelatihan terkait bidang tugas dan pendidikan lanjutan agar kualifikasi dan kinerja perawat meningkat serta memberikan penghargaan atas hasil kerja perawat misalnya dengan pemilihan perawat teladan sehingga dapat memotivasi perawat untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Kata kunci: imbalan finansial, imbalan non finansial, kinerja.


 ABSTRACT Nurses as the spearhead of health services that relate directly to the patient is required to have high performance. Many factors affect the performance of which is the Financial Rewards and Nonfinancial Rewards. Financial Rewards and Non Financial Rewards play an important role in determining the performance of Nurses. This study aims to determine the relationship of financial rewards and non-financial rewards to the performance of nurses at the Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta in 2011. The study was conducted in May 2011. The design of the study is a cross sectional study in 63 respondents. The analysis used is univariate, bivariate and multivariate tests using the assumptions required and multiple linear regression analysis. From the results obtained by bivariate analysis of the research findings of a significant relationship between salary, relationships with superiors, relationships with friends, job promotion, an opportunity to develop themselves and respect for the work with the performance of nurses. Multivariate analysis of research findings obtained by the variables that affect the performance of the financial rewards of salary and non-financial rewards relationships with co-workers. With the above results, it is necessary for management RSKO Jakarta to improve performance through financial reward of salary and non-financial reward of relationships with friends. Besides it should also provide ample opportunity for nurses to develop themselves by engaging nurses in training-related tasks and qualifications and continuing education for nurses increased performance and reward the work of nurses such as choosing a exemplary nurse that can motivate nurses to further improve its performance. Key words: financial rewards, non-financial rewards, performance.

Read More
T-3342
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Icha Tiara Devi Febrianti; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Jaslis Ilyas, Herawani Aziz
Abstrak:
Permasalahan produktivitas tenaga kesehatan akibat manajemen institusi yang belum optimal masih sering terjadi, termasuk di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi (RSJMM). Perawat sebagai tenaga kesehatan terbanyak di rumah sakit dengan tingkat intervensi pasien tinggi, bila terdapat perlakuan yang tidak tepat berisiko pada menurunnya produktivitas kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kompensasi finansial, kompensasi non finansial, dan disiplin kerja terhadap produktivitas perawat di RSJMM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebar kuesioner pada 205 perawat. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial (1) kompensasi finanisal tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas perawat (nilai sig. 0,953 > 0,05, β=0,002); (2) kompensasi non finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas perawat (nilai sig. 0,016 < 0,05, β=0,073); (3) disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas perawat (nilai sig. 0,000 < 0,05, β=0,293). Variabel disiplin kerja (0,293) paling dominan mempengaruhi produktivitas perawat. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh moderat terhadap produktivitas perawat sebesar 0,576 atau 57,6%, sedangkan 42,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil ini memiliki keterbatasan yaitu didasarkan dari persepsi responden. Disarankan RS perlu mengoptimalkan produktivitas perawat dengan meningkatkan fasilitas RS, pelatihan, kesempatan jenjang pendidikan, transparansi dan keadilan sistem kompensasi, pengakuan dan umpan balik bagi kinerja pegawai, serta kepatuhan disiplin kerja.

Problems in the productivity of health workers due to suboptimal institutional management still often occur, including at the dr. H. Marzoeki Mahdi Mental Hospital (RSJMM). Nurses as the most health workers in hospitals with a high level of patient intervention, if there is improper treatment risk decreasing work productivity. The purpose of this study was to analyze the effect of financial compensation, non-financial compensation, and work discipline on nurse productivity at RSJMM. The study used a quantitative approach by distributing questionnaires to 205 nurses. The results showed partially (1) financial compensation did not have a significant effect on nurse productivity (Sig. value 0.953 > 0.05, β=0.002); (2) Non-financial compensation has a positive and significant effect on nurse productivity (Sig. value 0.016 < 0.05, β=0.073); (3) Work discipline has a positive and significant effect on nurse productivity (Sig. value 0.000 < 0.05, β=0.293). The variable of work discipline (0.293) most dominantly affects nurse productivity. Simultaneously, the three variables had a moderate effect on nurse productivity by 0.576 or 57.6%, while the remaining 42.4% was influenced by other variables. This result has limitations that are based on respondent’s perceptions. It is suggested that hospitals need to optimize nurse productivity by improving hospital facilities, training, educational opportunities, transparency and fairness of compensation systems, recognition and feedback for employee performance, and compliance with work discipline.
Read More
S-11278
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
658 ROB m (RS)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Reserved (pinjaman 1 hari)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stephen P. Robbins dan Mary Coulter ; penyunting, Benyamin... [et all.] ; alih bahasa, T. Hermaya
658 ROB m
Jakarta : Prenhallindo, 1996
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosita Tiarma Pardede; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Rina A. Anggorodi, Aini Maryam
S-4299
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive