Ditemukan 37277 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Filariasis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi dan tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi. Bcrdasrkan survey yang pemah dilakukan terdapat 3 kabupaten endemis Filariasis (Mf rate >1 % ), yaitu Kabupeten Muaro jambi (Mf rate 2,04 %),Kabupeten Tanjung Jabuog Tunur (Mf rate 3,46 %), dan Kabupaten Tanjung Tabung Barat (Mf rate 1,53%) dan kabupaten Batang Hari (Mf rate 0;21 %) scmenlarn 6 kabupaten/ kola Iainnya belurn pemah dilakekan survey darab jari, sehingga endemisitasnya belum diketabui secara pasti.Untuk itu perlu melekekan manajernen pemberaotasan penyak:it menular. Hasil penelitian di kabupaten Muaro jambi menunjukkan balk pelakSl!llaan tatalaksana kasus klinis dan faktor risiko sudab dilaksanakan dengan baik dan dilaksanakan secara terintegrasi mengacu kepada pedoman pedoman program eiiminasi filaria dan pedoman integrasi. Demikian juga dengaan Kabupaten Tanjung Jabtmg Timur bahwa pelasanaan tatalaksana kasus klinis dan fuktor risiko sudah dilaksanakan dengan baik serta terintegrasi dengan balk hanya saja penganggaraannya tidak melaporkan secara rinci oleh karena itu pelaksanaan manajemen filariasis barbasis wilayah di K.abupeten Munro Jambi masih lebih balk dibandingkan dengan Kabupaten Tanjung jabung Timur Terdapat 3 sumber pendanaan pada program pengobatan massal filariasi yaitu WHO melalui APBN mendukung pengadaan obat, HWS mendukung kegiatan operasional dan APBD sebagai dana cadangan apabila APBN dan HWS berhenti memberikan dukungan dana, unt:uk itu disaraakan perlu merinci barapa jumlah alokasi dana dari ketiga sumber tersebut sehingga bisa memperhitungkan beban kerja dan jumlah tenaga yang disiapkan untuk kegiatan tersebut.
Filariasis is still a health people problem in the district of Muaro Jambi and East Tanjnng Jabung Province of JambL Eased on the survey, there are 4 filariasis endemic districts (Mf rate > I%), that are Muaro Jambi District (Mf rate= 2.04%), Easl Tanjung Jabung District (Mf rate= 3.46%). West Tanjung Jabung District (Mf rate = 1.53%), and Batang Hari District (Mf rate = 0,27%). However, blood fmger survey has never been perfonned in other 6 districts/citieshence the epidemic is not known clearly. Based on this reason integrated elimination management of spreading disease and environment sanitation should be carried out in each district or city as autonomic area. Further more a management nwdeJ in this case area base filariasis management in the Muaro Jarnbi and East Tanjung Jabung district is needed. case procedure and risk factor has a1so been performed well and integrated, but the budgeting was not reported detail, so that the implementation of area base filariasis management in Muaro Jambl district was better than in East Tanjung Jabung district. There are 3 funding resources in the filariasis mass therapy program that are WHO through APBN supports medicine purchasing, HWS supports operational aotivities, and APBD as reserve budget in case APBN and HWS stop to give the budget It is suggested to plan the number of budget allocation from the three resources above, so that the working load and the number of personal prepared for the activity are predictable.
Tuberculosis is a chronic infectious disease remains a public health problem in the world including Indonesia.WHO estimating the average case for smear-positive sputum specimens obtained 115 per 100,000 in 2003. Number of new cases of smear-positive pulmonary TB 194 780 people in 2011, to the district of Bogor in 2010 and as many as 3,869 people Cisarua District 18.
Berdasarkan data profil kesehatan Kota Serang, pada tahun 2008 terdapat 14.046 kasus diare dengan jumlah penderita diare pada balita sebesar 6.770 kasus dan 100% berhasil ditangani. Sedangkan pada tahun 2009 terdapat 15.123 kasus diare, jumlah penderita diare pada balita sebesar 8.844 (58,48%) kasus dan dari semua kasus yang ada 100% berhasil ditangani. Tahun 2009, cakupan Jamban Keluarga sebesar 58,03%, Tempat Sampah 38,64%, dan SPAL 27,74%. Ketiga cakupan sanitasi dasar tersebut masih kurang dari target. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui manajemen penyakit diare berbasis wilayah pada balita di Kota Serang Tahun 2011. Hasil dari penelitian ini adalah Manajemen penyakit berbasis wilayah telah diterapkan di Kota Serang namun belum berjalan optimal. Peraturan daerah Kota Serang, menyatakan bahwa pembangunan kesehatan di wilayah Kota Serang harus terpadu tapi ternyata tidak ada keterpaduan sehingga hal ini menjadi pemicu terjadinya peningkatan kasus diare di Kota Serang. Daftar pustaka : 23 (2000-2011) Kata kunci : Manajemen, Diare, Faktor risiko, Manajemen kasus, Integrasi
On the database profile of Serang, in 2008 there were 14.046 cases of diarrhoea by the number of patients with diarrhoea in children under five years of 6770 and 100% of the cases treated successfully. While that in 2009 there were 15.123 cases of diarrhoea, the number of patients with diarrhea in infants by 8.844 (58,48%) cases and all cases were 100% treated with success. In 2009, the scope of family latrines of 58,03%, 38,64% of garbage and 27,74% SPAL. These three basic sanitation coverage remains below the target. The purpose of this study was to determine the area of managing for diarrhoeal diseases in children in the town of Serang year 2011. The results of this study is, the areas of management of the disease have been carried out in the town of Serang, but they do not run optimally. Regulation Serang area of the city, said that the development of health in the region should be integrated Serang, but there apparently is no integration, so it becomes a trigger for the increase in cases of diarrhea in the town of Serang. Infectious diseases including diarrhea, associated with aspects of the environment and human behavior. Therefore, efforts to control risk factors for disease must be integrated with other programs, as well as with cross-sector partnerships with the community and has forged an ongoing basis. Bibliography: 23 (2000-2011) Keywords: Management, diarrhea, risk factors, case management, integration
