Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40351 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Trisari Anggondowati; Pembimbing: Yovsyah, Asri C.; Penguji: Endang L. Achadi, Sri Lestari, M. Baharuddin
Abstrak:

Dua dekade telah berlalu sejak kematian maternal diangkat sebagai isu global, namun hingga kini secara umum, angka kernatian ibu (AKI) di berbagai belahan dunia masih tetap tinggi. Di Indonesia, estimasi AK1 pada tahun 2002/2003 sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup, jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga seperti Srilanka (58), Thailand (110), dan Malaysia (62). Tingginya AKI hanya menggambarkan sebagian dari masalah kesehatan ibu, Diperkirakan, di luar 529.000 kernatian ibu di dunia, sekitar 9,5 juta perempuan mengalami kesakitan yang berhubungan dengan kehamilan dan 1,4 juta mengalami near-miss/nyaris meninggal. Kesakitan dan kematian ibu menggambarkan masih rendahnya kualitas pelayanan kcsehatan ibu. Berbagai pendekatan dilakukan untuk menilai kualitas pelayanan, salah satunya dengan menghubungkan waktu-waktu tertentu yang berpotensi tenjadi penurunan kualitas pelayanan dengan outcome negatifpasien. Dengan metode kohort retrospektif peneliti menilai pengaruh waktu masuk atau menerima tindakan tcrhadap kejadian komplikasi ohstctrik yang mengancam jiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil/bersalin/nifas yang masuk atau menerima tindakan di RS pada waktu seputar pergantian shift berisiko 1,75 kali Iebih tinggi mengalami komplikasi obstetrik yang mengancarn jiwa dibandingkan jika masuk atau menerima tindakan pada waktu lainnya (RR 1,75; 95%CI=l,02 - 3,0). Hasil tersebut mengimplikasikan penlingnya evaluasi terhadap pmktck pelayanan kesehatan di RS. Selain itu, selarna periode Desember 2005 - Mei 2006, diketahui rasio kematian ibu terhadap kasus near-miss di RSU Serang dan Pandeglang sebesar 1:11, yang menunjukkan bahwa upaya pencegahan komplikasi obstetrik yang mengancam jiwa dapat menyelamatkan lebih banyak jiwa, dibandingkan jika hanya berfokus pada pencegahan kematian ibu.


Two decades has passed by since maternal mortality being raised as a global issue. But until now, matemal mortality ratio (MMR) in most part of the worlds remains high. In Indonesia, the estimate MMR for 2002/2003 is 307 per 100,000 livebirth, considerably higher that other countries such as Srilanka (58), Thailand (110), and Malaysia (62). The high MMR only reflects a part of matemal health problem. It is estimated that beside 529,000 matemal deaths, there are approximately 9.5 miilon women suffer from pregnancy-related morbidity, and 1,4 million of them survive fiom near-miss. Matemal morbidity and mortality related with the low quality of matemal health care. Various approaches can be used to assess quality of care, one is by relating certain potentially dangerous time, which have the potential of low quality of care, with the negative outcomes of patients. Using retrospective cohort, the effect of time of admission or time receiving definite intervention to the incidence of obstetric life-threatening complication was investigated. The result shows that pregnant/delivery/post partum women who admitted or received definite intervention around the time for handover had 1,75 higher risk to develop obstetric life-threatening complication, compared to admission or receiving intervention at different times (RR 1,75; 95%CI=l,02 - 3,0). The result implies the need for evaluation of the practice of health care delivery in the hospital. Between December 2005 - May 2006, the maternal death to near-miss ration in both hospitals was 1:11, implies the need for prevention of obstetric life-threatening complication which would save more lives, compared to focusing effort only on matemal death.

Read More
T-2969
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reni Setiawaty; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Yovsyah, Susi Badrayanti, Siti Nurul Qomariah
T-3179
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Mutiara Putri; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Yovsyah, Mugia Bayu Rahadja
S-9894
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widawati; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan; Penguji: Krisnawati Bantas, Fitriani Manan
S-5577
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ingrat Padmosari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Sabarinah Prasetyo, M. Ilhamy, Imran Pambudi, Tin Afifah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dari faktor komposisional (levelindividu) serta determinan kontekstual (level kabupaten/kota) terhadap kejadiankomplikasi obstetri di 20 Kabupaten. Penelitian ini menggunakan desain potonglintang dengan pendekatan analisis multilevel untuk mengestimasi efek kontekstual,sehingga dapat ditentukan prioritas intervensi program terhadap kejadian komplikasiobstetri. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data sekunder Riskesdas 2013,Studi Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu di 100 Fasilitas Kesehatan tahun 2012 dandata BPS Tinjauan Regional berdasarkan PDRB Kabupaten/Kota tahun 2010-2013,dengan melibatkan 2066 orang Wanita Usia Subur berusia 15-49 tahun) yangmemiliki riwayat kehamilan, persalinan dan nifas. Hasil penelitian menunjukkanbahwa prevalensi Kejadian Komplikasi Obstetri di 20 Kabupaten adalah 30,1%.Tampak adanya perbedaan peranan di level individu dan level kabupaten/kota.
Read More
T-4549
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Amin; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Yovsyah, Hartati
T-3111
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erena Fabyola Laurensia; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Mujaddid
S-8086
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Damayanti; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Dewi Oktavia TLH, Ari Kusuma
T-5429
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adny Bendru; Pembimbing: Yovsyah; Krisnawati Bantas; Penguji, Kiptiyah, Nuning Maria; Lukman Hakim, Agus Sugiarto
T-2284
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meirica Rosaline Safitri; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Helda, Iram Barida Maisya, Septyana Choirunisa
Abstrak:
Komplikasi persalinan merupakan salah satu penyumbang morbiditas maternal di Indonesia. Kualitas kunjungan antenatal care (ANC) berperan penting dalam pencegahan komplikasi, namun bukti empiris di tingkat populasi nasional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kunjungan ANC sesuai standar dengan kejadian komplikasi persalinan di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia 2023. Standar K4 didefinisikan sebagai minimal empat kali kunjungan ANC selama kehamilan, sedangkan K6 mengikuti jumlah kunjungan standar enam kali Permenkes 21 Tahun 2021 yang menambahkan pemeriksaan dokter dan ultrasonografi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah perempuan usia 10–54 tahun yang memiliki riwayat persalinan tunggal pada periode 1 Januari 2018 sampai 25 September 2023. Kriteria eksklusi adalah ibu yang mengalami keguguran dan responden dengan data yang tidak lengkap pada variabel utama, serta data komplikasi yang tidak valid. Desain penelitian adalah potong lintang dan analisis dilakukan menggunakan uji chi-square untuk bivariat serta regresi Cox constant time untuk multivariat guna memperoleh Prevalence Ratio (PR) dengan interval kepercayaan 95%. Kovariat yang dikontrol meliputi usia ibu, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, lokasi tempat tinggal, klasifikasi wilayah berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia,  paritas, faktor risiko kehamilan, tempat persalinan, penolong persalinan, metode persalinan, gangguan kehamilan, dan pengetahuan tanda bahaya. Hasil menunjukkan proporsi komplikasi persalinan sebesar 21,9%, dengan cakupan ANC K4 sebesar 45,55% dan ANC K6 sebesar 5,35%. Model akhir menunjukkan bahwa kelompok ANC tidak sesuai standar memiliki risiko komplikasi lebih rendah (aPR = 0,855; 95% CI: 0,819–0,891; p<0,001), dan kelompok tidak ANC lebih rendah daripada kedua kelompok (aPR = 0,327; 95% CI: 0,277–0,387;p<0,001). Ditemukan efek modifikasi oleh gangguan kehamilan dan interaksi ANC dengan gangguan kehamilan. Hasil juga ini menunjukkan adanya confounding by indication, di mana ibu berisiko tinggi lebih cenderung melakukan kunjungan ANC. Mutu ANC secara agregat belum menunjukkan efek protektif konsisten terhadap komplikasi persalinan.

Delivery complications represent one of the leading contributors to maternal morbidity in Indonesia. The quality of antenatal care (ANC) visits plays an essential role in preventing complications; however, empirical evidence at the national population level remains limited. This study aims to analyze the association between standardized ANC visits and delivery complications in Indonesia using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The K4 standard was defined as a minimum of four ANC visits during pregnancy, while K6 followed the Ministry of Health Regulation No. 21 of 2021 requiring six visits including physician examinations and ultrasound assessments. The inclusion criteria were women aged 10–54 years with singleton live births between January 1, 2018 and September 25, 2023. Exclusion criteria included women who experienced miscarriage and respondents with incomplete data on key variables or invalid complication data. This cross-sectional study utilized chi-square tests for bivariate analysis and Cox regression constant time models for multivariate analysis to calculate prevalence ratios (PR) with 95% confidence intervals. Covariates controlled included maternal age, education, employment, socioeconomic status, place of residence, Human Development Index (HDI)-based regional classification, parity, pregnancy risk factors, place of delivery, delivery attendant, delivery method, pregnancy complaints, and danger sign knowledge. The results showed a proportion of delivery complications of 21.9%, with ANC K4 coverage at 45.55% and ANC K6 at 5.35%. The final model indicated that mothers with inadequate ANC had a lower risk of complications (aPR = 0.855; 95% CI: 0.819–0.891; p < 0.001), and those with no ANC had an even lower risk (aPR = 0.327; 95% CI: 0.277–0.387; p < 0.001). An effect modification by pregnancy-related disorders and an interaction between ANC and pregnancy-related disorders were observed. These findings also suggest the presence of confounding by indication, where high-risk mothers are more likely to seek ANC visits. Overall, the aggregate quality of ANC has not shown a consistent protective effect against delivery complications.

Read More
T-7309
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive