Ditemukan 35045 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Aris Budianto; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: I Made Djaja, Atang Saputra, Maman Sudirman
Abstrak:
Read More
Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (!SPA) merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Penyebab terjadinya ISPA pada umumnya adalah rendahnya kualitas udara di dalam atau di luar rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kejadian ISPA pada balita dengan kadar debu udara ruangan di dalam rumah yang di akibatkan oleh kegiatan penambangan dan pengolahan batu kapur serta faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Popu1asi dalam peneltian ini adalah seluruh anak balita berumur 2-59 bulan dan bertempat tinggal di dua lokasi pemukiman,. yaitu pemukiman yang berjarak 0,5 kilometer dan 15 kilometer dari kegiatan penambangan dan pengolahan batu kaput di Koc.amatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat Propinsi Jawa Barat, dengan jumlah sampel masing-masing I00 responden untuk setiap lokasi pemukiman, sampel diambil secara random sampling. Desain studi cross sectional. Data diambil dengan wawancara, observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengolahan data menggunakan program analisis yang ada di FKM UI. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar debu ruangan di dalam rumah pada pemukiman yang berjarak 0,5 kilometer dari kegiatan penambangan dan pengolahan batu kapur adalah 136,77 ug/m3 + - 42,184 ug/m3 dengan kisaran 87-284 ug/m3, sedangkan di pemukiman yang berjarak 15 kilometer rata-rata 95,18 ug/m3 + - 18,068 ug/m3 dengan kisaran 55-148 ug/m3. Kejadian ISPA pada balita di pemukiman berjarak 0,5 kilometer dan 15 kilometer dari kegiatan penambangan dan pengolahan batu kapur masing-masing adalah 52% dan 22%. Pada uji bivariat dengan chi square didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara kejadian !SPA dengan jarak dati kegiatan penambangan dan pengolahan batu kapur (p=O,OOO), kejadian ISPA dengan kadar debu udara ruangan (p=O,OOO), kejadian ISPA dengan jenis dinding rumah (p=O,OOO), kejadian !SPA dengan jenis lantai rumah (p=O,OOI), kejadian !SPA dengan letak dapur (p=O,OOO), kejadian !SPA dengan bahan bakar memasak (p=0,027), dan kejadian !SPA dengan status gizi balita (p=0,016). Sedangkan hasil uji multivariat dengan menggunakan regresi logistik diperoleh jarak dari kegiatan penambangan dan pengolahan batu kapur (p=O,OOO), kelembaban udara rumah (p=0,024), jenis dinding rumah (p"'{),OOO), dan status gizi balita (p=0,007) setelah dikontrol oleh faktor-faktor lain. Penelitian ini sebagai masukan bagi pemerintah daerah dalam membuat suatu peraturan atau kebijakan di bidang kesehatan Bagi Dinas Kesehatan atau Puskesmas memberi garnbaran kejadian ISPA pada balita sehingga dapat mengembangkan program yang lebih spesifik untuk menurunkan prevalensi ISPA di daerah penelitian.
Acute Respiratory Infections (ARl) is major health problem in Indonesia. The causality of ARl occurance in a general way is lowest of indoor or outdoor air quality. Objectives of the research to find out there was relation of ARI occurance on children under five with indoor air dust levels that result from the activity of mining and chalk-stone manufacture. Population in the research is all of children under five be old 2-59 month and be a resident in two location of settlement, that is distance of settlement 0,5 km and 1,5 km from the activity of mining and chalk-stone manufacture in cipatat subdistrict west bandung regency west java province. by a piece sample amount of 100 responden for each settlement location. with random sampling and a cross-sectional study, Data handling with three way that is interview, observation, and direct measurement in field. Data analysis in the research using analysis program at FKM UI. Indoor dust levels average at the settlement with distance 0,5 km from the activity of mining and chalk-stone manufacture is 136,77 ug/m3 + - 42,184 ug/m3 within range of 87-284 ug/m3, whereas indoor dust levels average at the settlement with distance 15 km is 95,18 ug/m3 + - 18,068 ug/m3 within range of 55-148ug/m3. The ARI occurance on children under five at the settlement with distance 0,5 km and 15 km from the activity of mining and chalk-stone manufacture is 52% and 22% At bivariate analysis with chi-square, there was significant associations between ARI occurance on children under five at the settlement with distance from the activity of mining and chalk-stone manufacture (p=O,OOOI), ARI occutance on children under five with indoor air dust levels (p=O,OOOI), ARI occurance on children under five with kind of house wall (p=O,OOOI), ARl occurance on children under five with floor type (p=O,OOI ), ARl occurance on children under five with arrest kichen (p=O,OOO I), ARI oocutance on children under five with cooking fuel (p=0,027), ARI occurance on children under five with nutrient status (p=O,OI6). Multivariate analysis with logistics reggression accessible distance from the activity of mining and chalk-stone manufacture (p=O,OOOI), indoor hmnidity (p=0,024), kind of house wall (p=O,OOO I), and nutrient status on children under five (p=0,007) after controlable by the others factor. The research result expectation can helping local government to taldng policy in health sector. For health service or public service given the image of ARI occurance on children under five at the settlement from the activity of mining and chalk-stone manufacture so can develop specific program for sent down ARI prevalence at research area.
T-2961
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khusnul Khotimah; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Ema Hermawati, Rony Darmawansyah Alnur
Abstrak:
Read More
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi ISPA pada balita di Provinsi Jawa Barat sebesar 4,9%, mendekati prevalensi nasional sebesar 5,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian ISPA pada balita usia 0–59 bulan di Provinsi Jawa Barat berdasarkan data SKI 2023, yang mencakup pencemaran udara dalam ruangan, karakteristik balita, dan karakteristik keluarga balita. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan sampel sebanyak 136 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian ISPA pada balita yang tinggal serumah dengan penderita ISPA dewasa dengan seluruh variabel yang diteliti, yaitu perilaku merokok anggota keluarga, jenis bahan bakar memasak, riwayat BBLR, status imunisasi dasar, pemberian ASI eksklusif, serta pemberian vitamin A. Seluruh variabel tersebut memiliki nilai p > 0,05 sehingga tidak ditemukan faktor dominan yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita dalam penelitian ini.
Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the leading causes of morbidity among toddlers in Indonesia. Based on data from the Indonesia Health Survey (IHS) 2023, the prevalence of ARI in toddlers in West Java Province was 4.9%, approaching the national prevalence of 5.8%. This study aimed to analyze the determinant factors of ARI incidence in toddlers aged 0–59 months in West Java Province based on SKI 2023 data, encompassing indoor air pollution, toddler characteristics, and family characteristics. This study employed a cross-sectional design with a sample of 136 toddlers who met the inclusion criteria. Data analysis included univariate analysis, bivariate analysis using the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed no significant association between ARI incidence in toddlers living with adult ARI sufferers and all variables examined, namely smoking behavior of family members, type of cooking fuel, low birth weight history, basic immunization status, exclusive breastfeeding, and vitamin A supplementation. All variables had p-values > 0.05, indicating that no dominant factor influencing ARI incidence in toddlers was identified in this study.
S-12270
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fathimi; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Ema Hermawati, Didik Supriyono, Iman Surahman
Abstrak:
Pendahuluan: ISPA sering disalahartikan sebagai infeksi saluran pernafasan atas, padahal ISPA tidak hanya menyerang saluran pernafasan atas namun juga mencakup saluran pernafasan bawah. Infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak hingga menimbulkan penyakit saluran pernafasan mulai dari hidung hingga alveoli beserta adneksanya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor karakteristik individu dan lingkungan terhadap kejadian ISPA pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study (studi potong lintang), jumlah sampel 163 balita, lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Pancasan, waktu penelitian dari tgl 27 April-30 Mei 2019. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 41,1% balita menderita ISPA, secara statistik variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA adalah jenis kelamin (OR:2,89) dan umur (OR:2,04). Kesimpulan: Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kejadian ISPA pada balita baik dari karakteristik balita, karakteristik orangtua, karakteristik lingkungan fisik rumah dan sarana pelayanan kesehatan itu sendiri. Saran: Pentingnya peran petugas kesehatan terutama meningkatkan kesadaran orangtua dalam memelihara dan menjaga kesehatan anak, memelihara kesehatan lingkungan serta adanya kerja sama lintas program serta lintas sektor
Read More
T-5604
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Balqis Ramandha Dewi; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Fitri Kurniasari, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Read More
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi ISPA pada balita di Provinsi Jawa Barat sebesar 4,9%, mendekati prevalensi nasional sebesar 5,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian ISPA pada balita usia 0–59 bulan di Provinsi Jawa Barat berdasarkan data SKI 2023, yang mencakup karakteristik balita, karakteristik keluarga, dan kondisi lingkungan rumah. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan sampel sebanyak 2.969 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kejadian ISPA pada balita dengan status imunisasi dasar (p=0,02; OR=0,55; 95% CI=0,33–0,93) dan pendidikan terakhir ibu (p=0,04; OR=0,62; 95% CI=0,39–0,98). Sementara variabel usia balita, jenis kelamin, riwayat BBLR, pemberian vitamin A, perilaku merokok anggota keluarga, jenis atap, jenis dinding, dan jenis lantai tidak memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian ISPA. Faktor dominan yang paling mempengaruhi kejadian ISPA pada balita adalah status imunisasi dasar.
Acute Respiratory Infection (ARI) remains a major public health concern and a leading cause of morbidity among children under five in Indonesia. According to the 2023 Indonesian Health Survey (IHS), the prevalence of ARI among children under five in West Java Province was 4,9%, approaching the national prevalence of 5,8%. This study aimed to analyze the determinants of ARI incidence in children aged 0–59 months in West Java Province using 2023 SKI data, focusing on child characteristics, family characteristics, and household environmental conditions. A cross-sectional design was employed involving 2,969 children who met the inclusion criteria. Data analysis included univariate analysis, bivariate analysis using chi-square tests, and multivariate analysis through multiple logistic regression. Results revealed significant relationships between ARI incidence and basic immunization status (p=0.02; OR=0.55; 95% CI=0.33–0.93) and maternal education level (p=0.04; OR=0.62; 95% CI=0.39–0.98). Meanwhile, child’s age, gender, history of low birth weight, vitamin A supplementation, household smoking behavior, roof type, wall type, and floor type did not show significant associations with ARI incidence. Basic immunization status was identified as the most dominant determinant of ARI incidence in under-five children.
S-11947
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lilian Susanti Nova; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Bambang Wispriyono, Miko Hananto, Beben Saiful Bahri
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang gambaran kejadian ISPA serta determinan yang mempengaruhinya seperti PM10 suhu, kelembaban, arah dan kecepatan angin, jarak rumah dari industri, ventilasi, kepadatan hunian, asap rokok, intake, umur, jenis kelamin, status gizi, riwayat imunisasi, ASI eksklusif kepada anak balita yang tinggal di Desa Sukadanau Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melakukan analisis data primer, data primer hasil dari wawancara dan pengukuran PM10, suhu, kelembaban, arah dan kecepatan angin pada udara ambien. Dari 13 variabel yang diteliti yang memiliki hubungan yang bermakna adalah ASI Eksklusif terhadap kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai p yang mempunyai arti anak balita yang tidak diberikan ASI eksklusif mempunyai peluang untuk mengalami kejadian ISPA 3 kali lebih besar dibandingkan dengan anak balita yang diberikan ASI eksklusif. Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk warga yang tinggal di sekitar industry baja untuk dapat meningkatkan imunitas, karena dari hasil penelitian konsentrasi PM10 dari 8 titik yang diukur 37.5 % tidak memenuhi syarat. Dan perlu adanya kerjasama lintas sektor dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
This thesis discusses the description of ARI events and the determinants that influence it, such as PM10 temperature, humidity, wind direction and speed, distance from home from industry, ventilation, occupancy density, cigarette smoke, intake, age, sex, nutritional status, immunization history, breast milk exclusively for children under five living in Sukadanau Village, West Cikarang District, Bekasi Regency. This study uses a cross sectional design by analyzing primary data, primary data from interviews and measurements of PM10, temperature, humidity, direction and wind speed in ambient air. Of the 13 variables studied that have a significant relationship are exclusive breastfeeding for ARI events in children under five with p which means that children under five who are not exclusively breastfed have the opportunity to experience ARI events. 3 times greater compared to children under five who are given exclusive breastfeeding. Based on this research it is recommended for residents who live around the steel industry to be able to increase immunity, because from the results of the study the concentration of PM10 from 8 points measured 37.5% does not meet the requirements. And there needs to be crosssectoral collaboration from the Health Office, the Environmental Office and the Bekasi District Government.
Read More
This thesis discusses the description of ARI events and the determinants that influence it, such as PM10 temperature, humidity, wind direction and speed, distance from home from industry, ventilation, occupancy density, cigarette smoke, intake, age, sex, nutritional status, immunization history, breast milk exclusively for children under five living in Sukadanau Village, West Cikarang District, Bekasi Regency. This study uses a cross sectional design by analyzing primary data, primary data from interviews and measurements of PM10, temperature, humidity, direction and wind speed in ambient air. Of the 13 variables studied that have a significant relationship are exclusive breastfeeding for ARI events in children under five with p which means that children under five who are not exclusively breastfed have the opportunity to experience ARI events. 3 times greater compared to children under five who are given exclusive breastfeeding. Based on this research it is recommended for residents who live around the steel industry to be able to increase immunity, because from the results of the study the concentration of PM10 from 8 points measured 37.5% does not meet the requirements. And there needs to be crosssectoral collaboration from the Health Office, the Environmental Office and the Bekasi District Government.
T-6038
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yusnabeti; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Tutut Indrawahyuni
S-5952
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Azkia Afiatun Najah Wahyudi ; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
Abstrak:
Read More
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) masih menjadi infeksi menular yang termasuk dalam 10 penyakit penyebab utama kematian balita di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menemukan bahwa balita (0-59 bulan) menjadi individu paling rentan untuk terinfeksi penyakit ini. Penyebab utama penyakit ini adalah mikroorganisme, namun faktor lainnya dapat berkontribusi dalam meningkatkan risiko penyakit. Jawa Barat menjadi wilayah besar yang memiliki polusi udara tinggi karena memiliki banyak kawasan industri, namun masih sedikit penelitian yang meneliti terkait ISPA di dalamnya. Penelitian ini menggunakan SKI 2023 yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (imunisasi dan BBLR), karakteristik rumah tangga (kepadatan hunian dan tipe wilayah), dan jenis bahan bangunan (lantai, dinding, atap, plafon) terhadap kejadian ISPA pada Balita di Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan studi cross-sectional melalui analisis univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil penelitian menunjukkan dari total 5.138 balita, 5% (259) nya mengalami kejadian ISPA. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan pada variabel tipe wilayah, jenis atap, dan plafon karena memiliki nilai p<0,05, sementara yang lainnya tidak menunjukkan adanya hubungan signifikan. Pada variabel jenis atap didapati nilai POR=1,607 (CI:1,204–2,146) yang artinya memiliki kecenderungan faktor risiko untuk kejadian ISPA. Sedangkan, pada variabel tipe wilayah dan plafon memiliki nilai POR
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) masih menjadi infeksi menular yang termasuk dalam 10 penyakit penyebab utama kematian balita di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menemukan bahwa balita (0-59 bulan) menjadi individu paling rentan untuk terinfeksi penyakit ini. Penyebab utama penyakit ini adalah mikroorganisme, namun faktor lainnya dapat berkontribusi dalam meningkatkan risiko penyakit. Jawa Barat menjadi wilayah besar yang memiliki polusi udara tinggi karena memiliki banyak kawasan industri, namun masih sedikit penelitian yang meneliti terkait ISPA di dalamnya. Penelitian ini menggunakan SKI 2023 yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (imunisasi dan BBLR), karakteristik rumah tangga (kepadatan hunian dan tipe wilayah), dan jenis bahan bangunan (lantai, dinding, atap, plafon) terhadap kejadian ISPA pada Balita di Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan studi cross-sectional melalui analisis univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil penelitian menunjukkan dari total 5.138 balita, 5% (259) nya mengalami kejadian ISPA. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan pada variabel tipe wilayah, jenis atap, dan plafon karena memiliki nilai p<0,05, sementara yang lainnya tidak menunjukkan adanya hubungan signifikan. Pada variabel jenis atap didapati nilai POR=1,607 (CI:1,204–2,146) yang artinya memiliki kecenderungan faktor risiko untuk kejadian ISPA. Sedangkan, pada variabel tipe wilayah dan plafon memiliki nilai POR
S-12267
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Heru Nugroho; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Laila Fitria, Muslina Handayani
S-7295
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fajaria Nurcandra; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Didik Supriyono
Abstrak:
Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup seriusdi Kabupaten Karawang. Angka kejadian diare di wilayah ini termasuk tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2012, kasus diare di Kabupaten Karawang pada tahun 2012 sebanyak 75.892 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko diare di DesaSedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Disain penelitian adalah kasuskontrol. Kasus merupakan ibu dari anak usia di bawah 12 tahun yang menderitadiare selama sebulan terakhir dan kontrol merupakan ibu dari anak usia di bawah12 tahun di Desa Sedari yang tidak menderita diare selama sebulan terakhir.Jumlah sampel kasus yaitu 29 responden dan kontrol 116 responden. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari kegiatan assessment Program DesaBinaan CSR Pertamina dan FKM UI. Variabel pada penelitian ini ialah jumlah anggota keluarga, umur ibu, pendidikan ibu, sarana air bersih, jamban, dan pengelolaan sampah keluarga. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kejadian diare (nilai p<0,1) danOdds Ratio1,435 (CI 95% 0,248-2,980) untuk kategori tidak sekolah / tidak lulusSD serta Odds Ratio 0,552 (CI 95% 0,102-2,980) untuk kategori lulus SD / lulus SMP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor risiko yang paling dominan adalah pendidikan ibu.
Kata kunci : diare, kasus kontrol, anak-anak, faktor risiko
Diarrhea is still a public health problem that is serious enough inKarawang district. The incidence of diarrhea in this region is high in recent years.In 2012 , cases of diarrhea in Karawangdistrict in 2012 as many as 75 892 cases.This study aims to analyze the risk factors for diarrhea in Sedari Village ,District Cibuaya , Karawangdistrict . The design was a case-control study . Thecase is a mother of a child under 12 years of age suffering from diarrhea for thepast month and control the mother of children aged under 12 years in the villageof Sedari that does not suffer from diarrhea during the past month . The number ofsample cases are 29 respondents and controls are 116 respondents . The data usedare secondary data from assessment activities CSR Pertamina Village ProgramPatronage and FKM UI . Variable in this study is the number of family members ,maternal age , maternal education , clean water , latrines , and waste managementfamily. The results of the bivariate analysis showed a significant associationbetween maternal education with incidence of diarrhea ( p < 0.1 ) and Odds Ratio1.435 ( 95% CI 0.248 to 2.980 ) for the category of no school / no pass elementaryand Odds Ratio 0.552 ( 95 % CI 0.102 to 2.980 ) for the category of graduatingelementary / junior high school graduation. The conclusion of this study is themost dominant risk factor is maternal education.
Keywords : diarrhea, case-control, children, risk factors
Read More
Kata kunci : diare, kasus kontrol, anak-anak, faktor risiko
Diarrhea is still a public health problem that is serious enough inKarawang district. The incidence of diarrhea in this region is high in recent years.In 2012 , cases of diarrhea in Karawangdistrict in 2012 as many as 75 892 cases.This study aims to analyze the risk factors for diarrhea in Sedari Village ,District Cibuaya , Karawangdistrict . The design was a case-control study . Thecase is a mother of a child under 12 years of age suffering from diarrhea for thepast month and control the mother of children aged under 12 years in the villageof Sedari that does not suffer from diarrhea during the past month . The number ofsample cases are 29 respondents and controls are 116 respondents . The data usedare secondary data from assessment activities CSR Pertamina Village ProgramPatronage and FKM UI . Variable in this study is the number of family members ,maternal age , maternal education , clean water , latrines , and waste managementfamily. The results of the bivariate analysis showed a significant associationbetween maternal education with incidence of diarrhea ( p < 0.1 ) and Odds Ratio1.435 ( 95% CI 0.248 to 2.980 ) for the category of no school / no pass elementaryand Odds Ratio 0.552 ( 95 % CI 0.102 to 2.980 ) for the category of graduatingelementary / junior high school graduation. The conclusion of this study is themost dominant risk factor is maternal education.
Keywords : diarrhea, case-control, children, risk factors
S-8106
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sulastri; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Vera Sitompul
S-5579
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
