Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28657 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
oleh Widayatun ... [et al.]
618.2 BUK b
Jakarta : PPT-LIPI, 1999
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochamad Setyo Pramono, F.X. Sri Sadewo
Bulitsiskes Vol.15, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retna Pertiwi; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anwar Hassan, Hermansyah
S-7486
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pony Natalia Heryadi; Pembimbing: Endah Wuryaningsih; Penguji: Luknis Sabri, Evi Martha, Harni Koesno, Lukas C. Hermawan
Abstrak:

Pemanfaatnn jasa dukun bayi untuk menanpni kehamilan dan pelsalinan merupakan salah satu faktor penghambat upaya peningkazan akses pelayanan KIA melalui penempaum bidan di desa. Oleh karma itu perm promosi kcsehatan melalui pendekatan kemitraan bidan di desa dan dukun bayi menjadi sangat panting. Upaya kemitraan telah dilaksanakan di Kabupaten Katingan namun belum pemah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mempemleh informasi yang mendalam mengenai kemitraan bidan di desa dan dukun bayi di Kabupatcn Katingan, hal internal dan ckstemal apa saja yang berkaitan, sem mengidentifikasi hal-hal yang mendukung dan menghambat bemjalannya kemitman. Penelitian dilakukan di enam dcsa di Riga kecamatan di Kabupaten Katingan Propinsi Kalimantan Tcngah yang telah melaksanakan upaya kemitraan, menggunakxm pendekatan kualitatif bemdesain RAP, dengan cara wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Infonnan penelitian adalah bidan di desa yang bemnitra, bidan kooxdinator, kepala Puskesmas, pengelola KIA Dinkcs Kntingan, Ketua [BI Katingan, dukun bayi yang bennilra dan anggota masyarakat (tokoh masyarakat dan kader posyandu). Hasil penclitian menunjukkan bahwa dilihat dari tahap kerjasama dan pembagian perannya, kemitraan bidan di desa dan dukun bayi di Kabupatzn Katingan ada yang sudah baik dan ada yang masih kurang, scrta memiliki kecenderungan hubungan deugan persepsi dukun bayi terhadap manfaat dan hambatan kemitraan, sikap bidan di desa dan duinm bayi daiam bermitra, motivasi dukun bayi, scrta pendekatan personal bidan di dcsa kepada dukun bayi. Pendukung kemitraan bidan di desa dan dukun bayi antara lain persepsi dukun bayi bahwa kemitraan memberikan rasa aman, sikap positif antara bidan dan duknn bayi, kebutuhanakmlrasaanmnyangmemotivasidukunbaydunmkbermiumserta intensitas komunikasi interpersonal bidan dan dukun bayi yang [ebih sexing dan lebih baik. Penghambat kemitraan antara lain pexsepsi dukun bayi yang kelim tentang manfaat kemitraan, keluarga tidak sctuju dukun bayi memanggil bidan di desa kamna alasan biaya dan ada! istiadat, proses persalinan yang terlalu ocpat, sikap negatif antara bidan dan dukun bayi, kebutuhan aktualisasi diri dukun bayi, intcnsitas komunikasi bidan-dukun yang kutang baik, bclum meratanya tenaga bidandi seluruh desa, serza pcndekatan seoara koe1sif7ancaman bidan di desa untuk mengubah perilaku dukun bayi. Masih di temukan mgenerasi dukun bayi dan kcbiaseum langsung memandikan bayi baru lahir, baik olch kcluarga, dukun bayi dan bidan di desa. Dengan demikian perlu dilakukan strategi pemctataan bidan di desa melalui insentif dan supervisi yang ketat khususnya di daerah terpencil, upaya pembinaan kcmitraan yang betkesinambungan, pclatihan komunikasi interpersonal bagi bidan di desa, sosialimi Iamkesnas untuk meaingkatkan persalinan dengan bidan di desa, melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam pembinaan kemitraan, menetapkan sistem pembagian pembayamn antara bidan di desa dan dukun bayi dcngan dana bergulir khususnya bagi kcluarga mislcin, menetapkan pcrtemuan rutin antara bidan di desa dan dukun bayi untuk mengetahui perkembangan kemitraan, Iebih pmaktif dan intcns melakukan pendekatan personal untuk mengubah persepsi dukun bayi tentang perannya saat ANC, persalinan, setelah bayi {ahh' dan nifas, sorta melakukan penyuluhan kepada masyarakat tcntang pencegahan hipotermia dengan menunda memandikan bayi bam Iahir.


Utilization of the Traditional Birth Attendants ('I`BAs] to handle pregnancy and childbirth is one of the factors which barricade etforts to increase access to maternal and health services through the placement of midwives in the villages. Therefore, the role of health promotion through partnership approach is very important. It has been undertaken in Katingan Region, but research to obtain infomation about how depth is partnership between village michvives and TBA in Katingan, to know related internal and external things, and to identify things that support and hinder the flow of partnership has never done. Research was conducted in six villages in three Katingan subdistricts in Central Kalimantan Province, which have been in partnership effort. use qualitative approach and RAP design, with depth interviews and focus group discussions methods to obtain data. Research informants are village midwives who have partnership with TBA, the midwife coordinators, head of public health centers, managers of ruatemal and child health programme of health district in Katingan, chairman of IBI Katiugan, TBAs who have partnership with village midwive, and member ofthe communities (community leaders and or Posyandu cadres). Base on partnership stage and role division, results of research shows that there have been good and less partnership between villages midwives and TBAS in Katingan. It is likely related to 'l'BA?s benefits dan barrier perceptions, attitudes between village midwives and the TBA, TBA?s motivation, and midwives personal approach to the TBAS. 'l'BA?s perception that partnership will give her a safe labor, positive attitudes to each other, TBA?s safety feeling that motivate her to have partnership, and the intensity of interpersonal communication between midwives and TBA which are more olien beside better quality, support the partnership. Wrong TBA?s perception about the benefits of partnership, the lixrnily who do not agree to pick the midwive up because of costs and custom reasons, immediately labor process, negative attitudes and less communication intensity to each other, TBA seltl actualization needs, villages without midwive, coersive approach to change TBA?s behaviour, hind the partnership. 'l'BAs regeneration and the practice of bathe the new hom are still found. Thus, some efforts and strategies like giving more incentives and strict supervision esspesially to village midwife in remote area, sustainable partnership programme, midwives interpersonal communication training, increasing Jamkesmas socialization, involving traditional leaders, community leaders, and religious lwders in partnership activities, setting a payment sharing system to village midwife and TBA i.e revolving iimd system mpecially to poor family, setting a regular meetings between midwives and 'I'BAs to talk about partnership, more proactive and intensely do personal approach to TBA to change her perception about her roles in antenatal care, labor process, and post natal, and develop community education about hypotermia prevention by delay a new born baths, all need to be done.

Read More
T-2981
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nova Fransiska Nanur, N.P. Widarini, Nyoman Mangku Karmaya
PHPMA-Vol.4/No.1
Denpasar : Universitas Udayana, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Somad Ahmad; Pemb. Does Sampoerno
A-280
Jakarta : FKM UI, 1972
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dahniar; Pembimbing: Does Sampoerno; Penguji: Besral
Abstrak:
Masalah kesehatan yang menjadi prioritas saat ini adalah Kesehatan Ibu dan Anak. Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 543 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi yaitu 51 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini merupakan angka tertinggi di Asia Tenggara.(Depkes RI, 2001). Untuk menurunkan AKI dan AKB pemerintah melakukan terobosan dengan penempatan Bidan Di Desa. Sesuai Permenkes RI,1989, semua Bidan Di Desa harus menetap tinggal di desa tugas. Kenyataannya, hanya sekitar 45% Bidan Di Desa yang menetap tinggal di desa tugas di Kabupaten Aceh Timur pada tahun 2002. Peneliti beranggapan hal ini berhubungan dengan kepuasan kerja Bidan Di Desa. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kepuasan kerja Bidan Di Desa dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja Bidan Di Desa di Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh Bidan Di Desa yang ada di Kabupaten Aceh Timur. Jumlah sample adalah 198 orang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara mengisi kuesioner langsung. Analisis yang digunakan adalah analisa Univariat, Bivariat dan Multivariat. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata dan median skor kepuasan kerja adalah 72 (range 1 sampai dengan 105). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja Bidan Di Desa adalah adanya kesempatan untuk maju, kecukupan pendapatan, pengetahuan akan hak dan kewajiban dan adanya kelompok kerja, Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan kerja Bidan Di Desa adalah kesepatan untuk maju. Disarankan kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Aceh Timur untuk memberikan kesempatan kepada Bidan Di Desa untuk mengikuti pelatihan, melanjutkan pendidikan, mengupayakan insentif sebagai tambahan gaji dalam rangka meningkatkan kepuasan kerja Bidan Di Desa. Daftar bacaan ; 45 (1968 -2002)

Health issues that currently becoming as a priority is mothers' and children health. Maternal Mortality Rate (MMR) 545 deaths per 100,000 live births and Infants Mortality Rate (IMR) in Indonesia are still high 51 deaths 100,000 live births and the number is counted are the highest rate in South East of Asia (MoH, 2001). To decrease the MMR and IMR, the government contracted midwives and posted them in the villages. As stipulated in Permenkes (MoH's Decree), 1989, all midwives must be to settle in the posted villages. In fact, only 45 % of East Aceh District midwives settled in the posted villages in 2002. The writer assumed that this is correlate with caused the problem of midwives' satisfaction. Generally, this research aimed to know the description of village midwives' satisfaction and all related factors in East Aceh District. This is a descriptive analytical research by using cross sectional design. Research population was all village midwives in East Aceh District, while samples were 198 midwives. Primary data were collected by fulfilling direct- questionnaire. The used analyses were Univariat, Bivariat, and Multivariate analysis. The result of the research showed that the average mean and median score of midwives' satisfaction was 72 (range 1 to 105). Factors related to of midwives' satisfaction were career opportunities, income, knowledge, and work group. Based on the research result, it is suggested to both Heads of District Health Office and District Public Welfare of East Aceh to provide opportunities to the village's midwives to have training, continue their education, and to provide incentive as an additional monthly salary in order to increase village midwives' satisfaction. References: 45 (1968 - 2002)
Read More
T-1580
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suryaningsih, Damaryanti; Pembimbing: Martha, Evi
T-1034
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bul. Pen. Sis. Kes. (Bulitsiskes), Vol.10, No.2, April. 2007: hal. 116-122, (cat. ada di bendel 2006-2007
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jeanne MacDermott
618.2 MAC r
Jakarta : USAID, 2000
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive