Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36763 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irma Setiawaty Wulandari; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; penguji: Candra Satrya, Ridwan Z. Sjaaf, Tata Soemitra, Muhammad Mushanif Mukti
Abstrak:

Meningkatnya daya beli masyarakat dan penerapan Undang-undang Otonomi Daerah telah mcndorong pertumbuhan bisnis ritel diatns 20% sejak tahun 2000. Tingginya aktivitas bisnls ini salah satunya dapat dilihat di area kasir supemarket dan area gudang. Namun perkembangan ini tidak sejalan dengan kegiatan di area gudang yang masih didominasi oleh kegiatan manual (Manual Handling). Dampak terjadinya manual handling adalah risiko terjadonya gangguan otot rangka (musculoscelatal disorder) termasuk salah satunya Low Back Pain (LBP). Penelitian ini merupakan studi observasional, evaluasi yang bertujuan mendapatkan gambaran risiko Manual Handling di area gudang PT X.


Increase of people's purchasing power and implementation of Regional Autonomy Act have stimulated growth of retail business over 20% since 2000. High rate of the business activities can be observed in cashier and warehouse premises t)r supermarket. However this condition is not accommodated by the warehouse·s activities which are still dominated by manual handling ones. Impact of the manual handling activities is risk of musculoskeletal disorders, among others, Low Back Pain (LBP). This research is observational and evaluative study intended Manual Handling risk in warehouse premises of PT.X.

Read More
T-3045
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ailisia Wongso; Pembimbing: Chandra Satrya
T-1935
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vanni Lissadaya; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Ivans Panduwiguna
S-8944
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erlangga Naurian Puspito; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Sulastri
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko ergonomi terhadap timbulnya MSDs pada operator crane di area finishing PT. Jakarta Cakratunggal Steel Mills. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Quick Exposure Check dan pengisian Nordic Body Map untuk mengetahui keluhan subjektif MSDs pada pekerja. Berdasarkan penilaian menggunakan Quick Expossure Checklist (QEC) pada kegiatan kerja memiliki skor 66% sehingga masuk kedalam tingkat risiko sedang dan diperlukan penelitian lebih lanjut serta dilakukan perubahan. Keseluruhan operator (100%) merasakan keluhan MSDs dengan keluhan yang paling banyak di alami adalah pada leher, bahu kiri, bahu kanan, paha kiri, paha kanan. Hal ini disebabkan posisi janggal yang disebabkan oleh aktivitas kerja sebagai operator crane dan faktor peralatan yang dipakai operator. Memperbaiki desain peralatan kerja yang sesuai dengan antropologi pekerja, pemberian informasi terkait ergonomi di tempat kerja dan sosialisasi dapat menjadi cara untuk mencegah tingginya risiko ergonomi pada pekerja operator crane area finishing.
Kata kunci: Keluhan subjektif MSDs , QEC, industri baja

This thesis aims to determine the description of ergonomic risk factors for the emergence of MSDs on crane operators in the finishing area of PT. Jakarta Cakratunggal Steel Mills. This study uses a quantitative descriptive method using the Quick Exposure Check method and the Nordic Body Map to find out the subjective complaints of MSDs on workers. Based on the assessment using the Quick Expossure Checklist (QEC) on work activities it has a score of 66% so that it enters a moderate level of risk and further research is needed and changes are made. Overall operators (100%) felt complaints of MSDs with the most common complaints on the neck, left shoulder, right shoulder, left thigh, right thigh. This is due to the awkward position caused by the demands of duty as a crane operator and the equipment factor used by the operator. Improving the design of work equipment in accordance with the anthropology of workers, providing information related to ergonomics in the workplace and socialization can be a way to prevent the high risk of ergonomics in crane operator area finishing workers.
Keywords: Subjective complaints MSDs, QEC, steel industry
Read More
S-10460
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hemalia; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Chandra Satrya, Ratna Dewi Surani, Ratnawati
T-3765
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miski Irfani Harahap; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, Sigit Widiyanto
Abstrak: Penanganan beban manual (PBM) merupakan aktivitas yang dapat menimbulkankeluhan gangguan otot rangka pada pekerja. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui gambaran tingkat risiko ergonomi pada aktivitas PBM dan gambarandistribusi keluhan gangguan otot rangka pada pekerja di back end area Toko XDepok tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasionaldengan desain crossectional. Penilaian tingkat risiko ergonomi dilakukanmenggunakan metode BRIEF dengan menilai postur, berat beban, durasi, danfrekuensi. Penelitian ini juga menggambarkan karakteristik pekerja yangmelakukan aktivitas PBM di back end area, seperti jenis pekerjaan, umur, lamakerja, kebiasaan merokok, pendidikan, dan jenis kelamin. Data keluhan gangguanotot rangka diambil menggunakan kuesioner NMQ dengan jumlah 11 orangresponden. Hasil penelitian menunjukkan beberapa aktivitas PBM di back end areatoko mempunyai risiko tinggi terhadap bagian tubuh siku kiri, siku kanan, bahu kiri,bahu kanan, dan punggung. Keluhan gangguan otot rangka banyak dirasakanpekerja pada bagian tubuh bahu kanan dan punggung bawah dengan persentasesebesar 45,5%. Upaya perbaikan untuk mengurangi aktivitas PBM dapat dilakukandengan menggunakan alat memindahkan barang (pallet stacker) yang dapat diaturketinggiannya dan edukasi pekerja terkait bahaya ergonomi.
Kata Kunci:BRIEF, ergonomi, keluhan gangguan otot rangka, NMQ, penanganan bebanmanual
Manual handling is an activity that can cause musculoskeletal disorders. Thisresearch illustrates ergonomics risk level in manual handling activities and alsoillustrates the distribution of musculoskeletal complaints at the back end area ofstore X Depok in 2016. It is a descriptive observational study with cross-sectionaldesign. The ergonomics risk level was assessed by BRIEF method which evaluateposture, force, duration, and frequency. This research also gathered information onindividual characteristics (such as occupation, age, job tenure, smoking behavior,education, and gender) of the workers who perform manual handling activityregularly in back end area. The data of musculoskeletal symptoms complaints werecollected using NMQ questionnaires with 11 responden. The result of this studyindicates several activites in back end area are high risk to left elbow, right elbow,left shoulder, right shoulder, and back. Most complaints come from right shoulderand lower back with 45,5%. Manual handling activity can be reduced by usingpallet stacker with adjustable height and educate the workers about ergonomics.
Key words:BRIEF, ergonomics, manual handling, musculoskeletal complaint, NMQ.
Read More
S-9135
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aines Hibatillah Satyaputri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Resky Wandhikasasri Adline
Abstrak:
Low Back Pain merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami perawat akibat paparan risiko ergonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran keluhan LBP serta hubungan faktor risiko fisik, psikososial, dan individu terhadap LBP pada perawat di Rumah Sakit X. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 72 perawat. Keluhan LBP diukur menggunakan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), faktor fisik dengan QEC (postur tidak netral, manual handling, beban kerja, durasi aktivitas kerja), dan faktor psikososial dengan ENSS (Stres kerja dan kurangnya dukungan sosial), faktor individu dengan kuesioner karakteristik individu (usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan BMI). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan prevalensi LBP dalam 7 hari terakhir sebesar 38,9%. Sebagian besar variabel tidak berhubungan signifikan dengan LBP. Namun, beban kerja berhubungan signifikan dengan LBP (p=0,034), dengan risiko meningkat pada beban kerja sedang (OR=2,29), tinggi (OR=5,2), dan sangat tinggi (OR=18). Dengan demikian, rumah sakit perlu mengembangkan program pencegahan LBP yang berfokus pada pengendalian beban kerja serta disesuaikan dengan kondisi kerja dan karakteristik individu perawat.

Low back pain is a musculoskeletal complaint frequently experienced by nurses due to exposure to ergonomic risks. This study aims to analyze the characteristics of low back pain complaints and the relationship between physical, psychosocial, and individual risk factors and low back pain among nurses at Hospital X. The study used a cross-sectional design and purposive sampling technique, with a sample size of 72 nurses. LBP complaints were measured using the Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), physical factors using the QEC (non-neutral posture, manual handling, workload, duration of work activity), psychosocial factors using the ENSS (work stress and lack of social support), and individual factors using the individual characteristics questionnaire (age, gender, physical activity, and BMI). Analysis was performed using the Chi-square test and Odds Ratio (OR) calculation. The results showed a prevalence of low back pain (LBP) in the past 7 days of 38.9%. Most variables were not significantly associated with LBP. However, workload was significantly associated with LBP (p=0.034), with the risk increasing with moderate (OR=2.29), high (OR=5.2), and very high (OR=18) workloads. Therefore, hospitals need to develop LBP prevention programs that focus on workload management and are tailored to the working conditions and individual characteristics of nurses.
Read More
S-12198
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendi Gunadi; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ira Siti Sarah, Ellen Happy Forever
T-3410
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggia Fatmawati; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti, Irma Setiawaty
T-3420
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agnestifa Dinar; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri, Hendra, Anton Ojong, Amirullah
Abstrak: Perkembangan teknologi membuat perubahan aktifitas pekerja kantor beralih menggunakan Visual Display Unit (VDU) dan berpotensi Muscoloskeletal Disorders (MSDs). MSDs dapat menimbulkan penurunan produktifitas dan kerugian ekonomi. Aktifitas pekerja di PT. X menggunakan VDU selama 8 jam setiap hari. Tidak banyak penelitian yang dilakukan PT X terkait dengan MSDs di perkantoran selama ini. Oleh karena itu tujuan dari tesis ini adalah mengkaji faktor-faktor risiko yang menyebabkan keluhan gejala MSDs antara lain faktor individu, lingkungan, peralatan, organisasi kerja dan psikososial pada pekerja perkantoran. Metode penelitian ini adalah cross-sectional dengan metode proportionale stratifiled random sampling pada 95 orang. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar responden mempunyai keluhan MSDs sebanyak 83,16% dengan rincian keluhan kronis sebanyak 70,52%, keluhan akut sebanyak 1,37%, keluhan keduanya sebanyak 6,71%. Sedangkan 16.84% responden yang tidak mempunyai keluhan MSDs. Faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs adalah BMI (p<0.05), masa kerja (p<0.05), persepsi job stress (p<0.01) dan postur kerja (p<0.05). Postur kerja berhubungan dengan panjang alas duduk (p<0.01) dan tinggi kursi (p<0.05) persepsi job stress berhubungan dengan rincian tugas (p<0.05), durasi kerja (p<0.05), durasi istirahat (p<0.01), tuntutan kerja (p<0.05), dan job control (p<0.01). Faktor dominan dari risiko ergonomi terhadap keluhan keluhan gejala MSDs adalah durasi istirahat (p=0.002), postur tubuh (p=0.017), dan persepsi job stress (p=0.005). Hasil penelitian mengkonfirmasi bahwa durasi istirahat, postur tubuh dan job stress berhubungan dengan keluhan MSDs pekerja perkantoran. Kata Kunci : MSDs, perkantoran, ergonomi, VDU The developments of technology, the office worker change their activity by using Visual Display Unit (VDU) and it potentially causes Muscoloskeletal Disorders (MSDs). MSDs can decrease the productivity and cause economic losses. Employee activities at PT. X use VDU for 8 hours every day. So far, not much research which is related with MSDs in the office conducted by PT X. This thesis aimed to review the risk factors that asosiate with MSDs symptoms include individual, environment, equipment, work organization and psychosocial factor on office workers. The method of this research is cross-sectional with proportionale stratifiled random sampling method in 95 office workers. The result of this research is most of respondents have MSDs complaint as much as 83,16% with details chronic complaint is 70,52%, acute complaint is 1,37%, both complaint is 6,71%. While 16,84% of respondents did not have MSDs complaints. Related factors to MSDs complaints were BMI (p <0.05), length of service (p <0.05), job stress perception (p <0.01) and work posture (p <0.05). Work posture relates to seat length (p <0.05) and height of chair (p <0.01) job stress perception related to job description (p <0.05), duration of work (p <0.05), duration of rest (p <0.01), work demands (p <0.05), and job control (p <0.01). The dominant factors of ergonomic risk to complaints of symptoms of MSDs were duration of rest (p = 0.002), work posture (p = 0.017), and job stress perception (p = 0.005). The results are confirmed that the duration of rest, posture and job stress associated with MSDs complaints office workers. Keyword: MSDs, offices, ergonomics, VDU
Read More
T-4853
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive