Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29182 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Buku II, Tempo Hal: 164
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
koran kompas 2010: hal 39
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmala Situmorang; Pembimbing: Hasbullah Tabrany
D-94
[s.l.] : [s.n.] : 2004
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Djoko Yuwono, Bambang Heriyanto, Muchammad Darwan
MPPK Vol.IX, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 1999
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Eka Pratiwi, Anak Agung Sagung Sawitri, N. Adiputra
PHPMA-Vol.1/No.1
Denpasar : Pascasarjana Universitas Udayana, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Fauziah; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Hidayat Nuh Ghazali Djadjuli
Abstrak:

Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut dengan prevalensi tinggi baik secara global maupun nasional. Tingginya kejadian karies serta rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi menunjukkan masih adanya faktor risiko yang perlu dikaji, khususnya pada tingkat fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada pasien di Agsato Dental tahun 2024.
Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis dan administrasi pasien yang melakukan kunjungan perawatan gigi pada periode Januari–Desember 2024. Sampel penelitian berjumlah 669 responden, terdiri dari 310 pasien karies dan 359 bukan karies. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan perhitungan Prevalence Odds Ratio (POR) pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan Responden perempuan memiliki peluang mengalami karies 1,052 kali dibandingkan laki-laki (95% CI: 0,776–1,427), Dibandingkan usia <10 tahun, kelompok usia 10–17 tahun memiliki peluang karies 0,808 kali (95% CI: 0,373–1,747),, usia 18–59 tahun sebesar 0,930 kali (95% CI: 0,533–1,622),, dan usia >60 tahun sebesar 2,045 kali lebih tinggi (95% CI: 0,848–4,932). Responden yang bekerja memiliki peluang karies 1,042 kali dibandingkan yang tidak bekerja (95% CI: 0,712–1,524). Berdasarkan wilayah tempat tinggal, responden yang tinggal di Jakarta selain Jakarta Selatan memiliki peluang 0,548 kali (95% CI: 0,292–1,027), dan yang tinggal di Jakarta Selatan 0,866 kali dibandingkan responden di luar Kota Jakarta (95% CI: 0,568–1,319). Pada kategori pembayaran, responden yang melakukan pembayaran pribadi memiliki peluang 1,462 kali lebih tinggi mengalami karies dibandingkan pengguna asuransi (95% CI: 1,072–1,995).
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan peluang karies terutama terlihat pada kelompok usia lanjut. Sementara itu, karakteristik demografi lainnya menunjukkan peluang yang relatif serupa antar kelompok. Dengan demikian, upaya promotif dan preventif perlu difokuskan pada kelompok usia lanjut guna menurunkan risiko karies gigi.


Dental caries is one of the most prevalent oral diseases both globally and nationally. The high incidence of caries and the low utilization of dental health services indicate that risk factors still need to be explored, particularly at the level of healthcare facilities. This study aimed to analyze factors associated with the occurrence of dental caries among patients at Agsato Dental in 2024. This research employed an observational study with a cross-sectional design. Data were obtained from medical records and administrative records of patients who visited for dental treatment from January to December 2024. The study sample consisted of 669 respondents, including 310 patients with caries and 359 without caries. The association between variables was analyzed using the Chi-square test, with the calculation of the Prevalence Odds Ratio (POR) at a 95% confidence level. The results showed that female respondents had 1.052 times the odds of experiencing caries compared to males (95% CI: 0.776–1.427). Compared to children aged <10 years, those aged 10–17 years had 0.808 times the odds of caries (95% CI: 0.373–1.747), those aged 18–59 years had 0.930 times the odds (95% CI: 0.533–1.622), and those aged >60 years had 2.045 times higher odds (95% CI: 0.848–4.932). Respondents who were employed had 1.042 times the odds of caries compared to those who were unemployed (95% CI: 0.712–1.524). Based on place of residence, respondents living in Jakarta outside South Jakarta had 0.548 times the odds (95% CI: 0.292–1.027), and those living in South Jakarta had 0.866 times the odds compared to respondents residing outside Jakarta (95% CI: 0.568–1.319). Regarding payment method, respondents who made out-of-pocket payments had 1.462 times higher odds of experiencing caries compared to those using insurance (95% CI: 1.072–1.995). These findings indicate that increased odds of caries were primarily observed in the elderly group. Meanwhile, other demographic characteristics showed relatively similar odds across categories. Therefore, promotive and preventive efforts should be prioritized for the elderly population to reduce the risk of dental caries..

Read More
S-12214
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lingkungan & Pembangunan, Vol.15, No.4 1995: hal. 376-387
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Widyastuti; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo
S-2419
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dianne Parisia S; Pembimbing: Nasrin Kodim; penguji: Nurhayati Prihartono, Renti Mahkota, Felly P Senewe, Dedi Sofyan
Abstrak:

ABSTRAK

Merokok merupakan penyebab dari sejumlah penyakit kronis, selain terbuktimenjadi faktor penyebab berbagai penyakit, juga dikaitkan dengan berbagaiperubahan yang merugikan di dalam rongga mulut. Merokok juga berhubungandengan derajat keparahan karies, meskipun hal ini masih diperdebatkan, dimanaprevalensi karies di Indonesia cukup tinggi yaitu sebesar 43,3% (Riskesdas 2007).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rokok terhadap keparahan kariesdan apakah keparahan karies dapat digunakan sebagai deteksi awal penyakit kronisakibat merokok. Disain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional.Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat dan analisis multivariat dengan ujiregresi logistik. Populasi adalah laki-laki dan perempuan usia 35-65 tahun dariRiskesdas 2007 dengan jumlah sampel 310.858. Hasil penelitian diperoleh prevalensikaries gigi usia 35-65 tahun sebesar 86,6% dan prevalensi keparahan karies gigi padausia 35-65 tahun sebesar 33,6%. Merokok berhubungan dengan keparahan kariessetelah dikontrol variabel lainnya. Hasil uji diagnostik didapatkan derajat keparahankaries (DMF-T) mempunyai kekuatan nilai diagnostik yang lemah terhadap penyakitpenyakitkronis akibat merokok. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut denganmenggunakan data yang lebih spesifik.


 

ABSTRACT

Smoking is the cause of a number of chronic diseases, in addition to proveninto the causes of various diseases, are also associated with variousadverse changes in the oral cavity. Smoking is also associatedthe degree of severity of caries, although this is still debated, wherecaries prevalence in Indonesia is quite high at 43.3% (Riskesdas 2007).This study aimed to determine the effect of smoking on the severity of cariesand whether the severity of caries can be used as an early detection of chronic diseasedue to smoking. Design used in this study is cross-sectional.Data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate analyzes to testlogistic regression. Population were men and women aged 35-65 years fromRiskesdas 2007 with a sample size of 310 858. The results obtained prevalencedental caries aged 35-65 years of 86.6% and the prevalence of dental caries severity inaged 35-65 years was 33.6%. Smoking is associated with caries severityafter other variables are controlled. Diagnostic test results obtained degrees of severitycaries (DMF-T) has the power of the weak diagnostic value for penyakitpenyakitChronic effects of smoking. Further research needs to be done withusing more specific data.

Read More
T-3995
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku III, Tempo hal : 101
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive