Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30413 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mohammad Ali; Pemb. Buchari Lapau
A-261
Jakarta : FKM UI, 1976
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
H. Aspan Effendi Ishak; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah
S-284
Jakarta : FKM UI, 1986
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Widyaningroem Isbagio ... [et al.]
CDK No.56 (1989)
Jakarta : Kalbe Farma, 1989
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indo. (MKI), Vol.45, No.9, Sept. 1995, hal: 552-557
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Hariyono Suyitno
613.28 SUY p
Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1980
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mayla Sifa Zahrie; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Haryanto, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Cakupan vaksinasi polio di Indonesia belum merata di seluruh Provinsi. Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2017, cakupan vaksinasi oral polio lengkap pada bayi di Indonesia mencapai 91,7% dan vaksinasi suntik polio hanya 46,8%. DKI Jakarta merupakan salah satu wilayah dengan cakupan vaksinasi tinggi, sedangkan DI Yogyakarta merupakan salah satu wilayah dengan cakupan vaksinasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian vaksinasi polio pada balita di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta tahun 2017 dengan menggunakan data SDKI tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional dengan jumlah total sampel sebanyak 426 ibu, Variabel dependen dalam penelitian ini adalah vaksinasi polio pada balita sementara variabel independennya yaitu usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, indeks kekayaan, tempat persalinan, dan aksesibilitas ke pelayanan kesehatan. Analisis yang digunakan adalah univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cakupan vaksinasi polio di DKI Jakarta adalah 52,8% sedangkan di DI Yogyakarta hanya 18,3%. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan pemberian vaksinasi polio pada anak usia 0 – 59 bulan di DKI Jakarta (p-value = 0,009) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan pemberian vaksinasi polio pada anak usia 0 – 59 bulan di DI Yogyakarta (p-value = 0,03). Pemerintah disarankan untuk tetap melakukan monitoring dan evaluasi di wilayah cakupan vaksinasi tinggi supaya kekebalan kelompok di wilayah tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Untuk di wilayah cakupan vaksinasi rendah perlu adanya upaya peningkatan cakupan vaksinasi yang lebih optimal.

Polio vaccination coverage in Indonesia was uneven across provinces. Based on data from the 2017 Indonesian Health Profile, the coverage of complete oral polio vaccination for infants in Indonesia reached 91.7%, while polio injection vaccination reached only 46.8%. DKI Jakarta was one of the regions with high vaccination coverage, whereas DI Yogyakarta was one of the regions with low vaccination coverage. This study aimed to determine the factors associated with polio vaccination among children under five years old in DKI Jakarta and DI Yogyakarta in 2017 using IDHS data from 2017. The study used a quantitative method with a cross-sectional study design with a total sample size of 426 mothers. The dependent variable in this study was polio vaccination in toddlers, while the independent variables were maternal age, maternal education, maternal employment, wealth index, place of delivery, and accessibility to health services. The analysis used was univariate, bivariate, and multivariate. The results of this study showed that polio vaccination coverage in DKI Jakarta was 52.8%, while in DI Yogyakarta it was only 18.3%. There was a significant association between maternal age and polio vaccination among children aged 0 - 59 months in DKI Jakarta (p-value = 0.009) and a significant association between maternal occupation and polio vaccination among children aged 0 - 59 months in DI Yogyakarta (p-value = 0.03). The government was advised to continue monitoring and evaluation in high vaccination coverage areas so that group immunity in these areas could be maintained and improved. For low vaccination coverage areas, efforts to increase vaccination coverage needed to be optimized.
 
Read More
S-11683
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sabaruddin Abbas
LP 614.47 ABA d
Jakarta : Departemen Kesehatan, 1988
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Masfufah; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Trisari Anggondowati, Puhilan, Fristika Mildya
Abstrak:

Difteri merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Di Indonesia, Difteri merupakan masalah endemis dimana tingkat kematian Difteri selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu sebesar 1,8% pada tahun 2018 menjadi 8,5% pada tahun 2022. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa riwayat vaksinasi dan pemberian Anti Difteri Serum (ADS) merupakan faktor independen yang mempengaruhi kematian akibat Difteri, namun efek gabungan kedua faktor tersebut belum banyak diketahui. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hubungan riwayat vaksinasi Difteri dan riwayat pemberian ADS dengan kejadian kematian Difteri di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan menggunakan data sekunder dari laporan surveilans Difteri Kementerian Kesehatan tahun 2018-2022. Hasil penelitian menunjukkan risiko gabungan pada mereka yang tidak divaksinasi dan tidak diberikan ADS sebesar 4,57 kali (95% CI 2,30-9,09) lebih tinggi dibandingkan kasus Difteri dengan riwayat divaksinasi dan diberikan ADS. Risiko indepeden menunjukkan kelompok yang tidak divaksinasi memiliki risiko kematian 3,03 kali (95% CI 1,93-4,75) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang divaksinasi. Sedangkan kelompok yang tidak diberikan ADS memiliki risiko kematian 0,31 kali (95% CI 0,11- 0,82) lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang diberikan ADS, namun hasil ini mungkin masih dipengaruhi oleh faktor-faktor perancu yang belum dikontrol dalam penelitian ini, sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa tidak memberikan ADS justru menurunkan risiko kematian akibat Difteri. Sebanyak 45% kejadian kematian Difteri dikaitkan dengan interaksi antara tidak divaksinasi dan tidak diberikan ADS. Oleh karena itu, penting untuk melakukan upaya bersama untuk meningkatkan cakupan vaksinasi dan pemberian ADS secara tepat untuk menurunkan kejadian kematian akibat Difteri. Kata kunci: Difteri, Vaksinasi, Anti Difteri Serum, Kematian Difteri, Efek Gabungan, Surveilans Difteri.


 

Diphtheria is an infectious disease that can cause death. In Indonesia, Diphtheria is an endemic problem with an increasing death rate over the last five years by 1.8% in 2018 to 8.5% in 2022. Previous studies have shown that vaccination and administration of diphtheria antitoxin (DAT) affect mortality, but their combined effect is not widely known. Therefore, a study was conducted to determine the relationship between these two factors and Diphtheria mortality in Indonesia. The research used a case-control design with secondary data from the Ministry of Health's 2018-2022 Diphtheria surveillance report. The findings revealed that individuals who were neither vaccinated nor given DAT had a 4.57 times higher risk of death (95% CI 2.30-9.09) than vaccinated and received DAT group. Unvaccinated individuals had a 3.03 times higher risk of death (95% CI 0.11-0.82) than vaccinated individuals. The risk of death was 0.31 times lower (95% CI 0.11-0.82) in those who did not receive DAT. However, it is important to note that these results may still influenced by uncontrolled factors, thus no conclusion can be drawn regarding the reduction of death risk through withholding DAT. Up to 45% of diphtheria-related mortality were linked to the combination of this two factors. To reduce diphtheria deaths, it is essential to enhance immunization coverage and administer DAT properly. Key words: Diphtheria, Vaccination, Anti-Diphtheria Serum, Diphtheria Antitoxin, Diphtheria Mortality, Joint Effect, Diphtheria Surveillance

Read More
T-6623
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriana Dwi, Damayanti Didit, Nuzrina Rachmanida
ND Vol.7, No.2
Jakarta : Pusat Pengelola Jurnal Ilmiah Universitas Indonesia Esa Unggul, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julitasari Sundoro; Pembimbing: Ali Sulaiman
D-89
[s.l.] : [s.n.] : 2003
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive