Ditemukan 32735 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Haryoto Kusnoputranto; Pemb. PMH Sinaga
A-271
Jakarta : FKM UI, 1977
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
390 IND t (RS)
Jakarta : Pemda DKI, 1988
Reserved (pinjaman 1 hari) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Richard Panjaitan; Pembimbing: Rachmadhi Purwana
A-110
Jakarta : FKM UI, 1978
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Koderi Hadiwardoyo; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono
A-04
Jakarta : FKM UI, 1979
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Reny Manora Sinaga; Pemb. R. Hertonobroto
A-149
Jakarta : FKM UI, 1977
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ma`aruf; Pembimbing: P.M.H. Sinaga
A-252
Jakarta : FKM UI, 1978
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sandrina Hagja Salsabila; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Trisari Anggondowati, Nining Mularsih
Abstrak:
Read More
Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan secara global. Kejadian maupun risiko komplikasi stroke dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko dan komorbid. Meskipun skrining penyakit tidak menular (PTM) memegang peran krusial dalam pencegahan primer maupun tersier, evaluasi program ini di Indonesia dan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta umumnya masih terbatas pada lingkup fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aspek fisiologis (hipertensi dan hiperglikemia) dan stroke berdasarkan aspek epidemiologi (waktu, tempat, dan orang), serta menjelaskan korelasi antar faktor risiko dan komorbiditas pada populasi skrining PTM DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan data agregat sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahun 2020-2024. Analisis dengan jenis kelamin serta wilayah kota administrasi meliputi analisis tren, pemetaan kota, dan uji korelasi Spearman Rank untuk data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan tren pemulihan partisipasi masif pasca pandemi Covid-19 hingga mencapai lebih dari 7 juta partisipan pada tahun 2024. Terdapat kontribusi partisipasi skrining konsisten dengan dominasi perempuan (53–56%) serta konsentrasi terbesar di Jakarta Timur. Secara wilayah kota, ditemukan tren yang berbeda dengan Jakarta Selatan konsisten memiliki beban hipertensi tertinggi. Sementara itu, beban hiperglikemia menunjukkan tren kenaikan di Jakarta Selatan dan Timur, berbeda dengan penurunan di Jakarta Pusat dan Utara. Meskipun partisipasi laki-laki lebih rendah, kelompok ini menunjukkan kerentanan lebih tinggi dengan beban penyakit yang lebih besar. Hasil penelitian menemukan bahwa beban hipertensi memiliki hubungan korelasi yang kuat dengan proporsi temuan stroke pada seluruh populasi (r= 0,677; 95% CI= 0,354 – 0,845), berbeda dengan beban hiperglikemia yang tidak berkorelasi pada populasi umum maupun pada setiap jenis kelamin. Beban hipertensi konsisten pada kedua jenis kelamin dengan korelasi pada laki-laki (r= 0,718; 95% CI= 0,440 – 0,844) tercatat lebih kuat dibandingkan perempuan (r= 0,537; 95% CI= 0,182 – 0,772). Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi yang gender-responsive serta pendekatan berbasis wilayah untuk mengendalikan beban penyakit di wilayah dengan risiko tinggi.
Stroke is a leading cause of death and disability globally. Both the incidence and risk of stroke complications can be prevented through control of risk factors and comorbidities. Although non-communicable diseases (NCDs) screening plays a crucial role in primary and tertiary prevention, evaluation of this program in Indonesia and Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta is generally limited to healthcare facilities. Therefore, this study aims to describe the burden of risk (hypertension and hyperglycemia) and stroke based on epidemiological aspects (time, place, and person), and to demonstrate the correlation between risk factors and comorbidities in the NCDs screening population of DKI Jakarta. This study used an ecological study design with secondary aggregate data from the DKI Jakarta Provincial Health Office for 2020-2024. Analysis by gender and administrative city area included trend analysis, city mapping, and Spearman Rank correlation test for non-normally distributed data. The results showed a trend of massive participation recovery after the Covid-19 pandemic, reaching more than 7 million participants by 2024. There was a consistent contribution to screening participation, with a female predominance (53–56%) and the largest concentration in East Jakarta. By city region, the burden shows a different pattern, with South Jakarta consistently having the highest hypertension burden. Meanwhile, the burden of hyperglycemia shows an increasing trend in South and East Jakarta, in contrast to a decrease in Central and North Jakarta. Despite lower male participation, this group demonstrates higher vulnerability with a greater burden of disease findings. The study found that the burden of hypertension was strongly correlated with stroke findings proportion in the population (r= 0,677; 95% CI= 0,354 – 0,845), in contrast to the burden of hyperglycemia findings, which did not correlate in the general population or in either sex. The pattern of hypertension findings was consistent across both sexes, with a stronger correlation in men (r= 0,718; 95% CI= 0,440 – 0,844) than in women (r= 0,537; 95% CI= 0,182 – 0,772). Therefore, gender-responsive intervention strategies and area-based approaches are needed to control the disease burden in high-risk areas.
S-12211
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Septia Rahmalina; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adang Bachtiar, M. Andrian Senoputra
Abstrak:
Perencanaan merupakan hal yang penting dalam menetapkan dasar untuk mengatur, mengendalikan tujuan yang ingin dicapai dari sebuah sistem. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis proses perencanaan tahunan di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahun 2019. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Dari penelitian ini ditemukan bahwa sumber daya manusia (SDM) dari tenaga perencana yang ada belum sesuai dengan kebutuhan, belum adanya standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur baik dalam hal kebutuhan SDM perencana serta proses perencanaan yang lebih merinci yang dapat dijadikan acuan para tenaga perencana dalam penyusunan perencanaan. Hasil penelitian menyarankan untuk perlu ditingkatkan lagi kualitas perencana, diberikan fasilitas yang memadai serta pembuatan SOP yang lebih detail. Kata kunci: Perencanaan, Sistem, Dinas Kesehatan
Read More
S-10037
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Endro Dwi Iswanto; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Dien Anshari, Tiara Amelia, Mery Aderita Romaulina, Osi Kusuma Sari
Abstrak:
Read More
Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan kesehatan secara keseluruhan. Secara global, pada tahun 2019 diketahui sekitar 970 juta orang di seluruh dunia hidup dengan masalah kesehatan mental dimana kasus gangguan kecemasan dan depresi yang paling umum. Di Indonesia sendiri ada 19 juta orang mengalami gangguan mental emosional dan 12 juta orang mengalami depresi pada penduduk usia lebih dari 15 tahun. Provinsi DKI Jakarta pun tidak luput dari masalah kesehatan mental. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, prevalensi orang dengan masalah kesehatan jiwa di DKI Jakarta sebesar 2.3 lebih tinggi dari rata-rata Nasional yakni 2.0. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mencari bantuan dipengaruhi oleh faktor predisposisi, pemungkin, dan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku mencari bantuan kesehatan mental di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel adalah penduduk DKI Jakarta dengan rentang usia 25-34 tahun. Jumlah sampel sebanyak 347 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner dengan teknik pengambilan sampel Quota sampling. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik untuk multivariat. Sebanyak 53.3% responden melakukan perilaku mencari bantuan kepada formal help-seeking dalam 2 minggu terakhir. Variabel jenis kelamin, pekerjaan, literasi kesehatan mental, dukungan sosial, stigma publik, kondisi kesehatan mental, dan riwayat penyakit kronis memiliki hubungan terhadap perilaku mencari bantuan kesehatan mental. Kondisi kesehatan mental menjadi variabel yang paling dominan terhadap perilaku mencari bantuan kesehatan mental di Provinsi DKI Jakarta.
Mental health is one of the important aspects of achieving overall well-being. Globally, in 2019 around 970 million people worldwide were living with mental health issues, with anxiety and depression being the most common disorders. In Indonesia, 19 million people experienced emotional disorders and 12 million suffered from depression among the population aged over 15 years. In the Special Capital Region of Jakarta Province is also significantly affected by mental health issues. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), the prevalence of people with mental health issues in the Special Capital Region of Jakarta was 2.3, which is higher than the national average of 2.0. Factors influencing help-seeking behavior are generally affected by predisposing, enabling, and need factors. This study aims to identify the determinants of mental health help-seeking behavior in the Special Capital Region of Jakarta Province. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. The population and sample consisted of Jakarta residents aged 25-34 years. A total sample size of 347 respondents was recruited. Data collection was conducted by administering questionnaires using a quota sampling technique. Data were analyzed using multivariate logistic regression. A total of 53.3% of respondents reported engaging in formal help-seeking behavior within the last two weeks. Variables such as gender, occupation, mental health literacy, social support, public stigma, mental health status, and a history of chronic disease were found to be associated with mental health help-seeking behavior. Mental health status emerged as the most dominant variable for mental health help-seeking behavior in the Special Capital Region of Jakarta Province.
Mental health is one of the important aspects of achieving overall well-being. Globally, in 2019 around 970 million people worldwide were living with mental health issues, with anxiety and depression being the most common disorders. In Indonesia, 19 million people experienced emotional disorders and 12 million suffered from depression among the population aged over 15 years. In the Special Capital Region of Jakarta Province is also significantly affected by mental health issues. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), the prevalence of people with mental health issues in the Special Capital Region of Jakarta was 2.3, which is higher than the national average of 2.0. Factors influencing help-seeking behavior are generally affected by predisposing, enabling, and need factors. This study aims to identify the determinants of mental health help-seeking behavior in the Special Capital Region of Jakarta Province. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. The population and sample consisted of Jakarta residents aged 25-34 years. A total sample size of 347 respondents was recruited. Data collection was conducted by administering questionnaires using a quota sampling technique. Data were analyzed using multivariate logistic regression. A total of 53.3% of respondents reported engaging in formal help-seeking behavior within the last two weeks. Variables such as gender, occupation, mental health literacy, social support, public stigma, mental health status, and a history of chronic disease were found to be associated with mental health help-seeking behavior. Mental health status emerged as the most dominant variable for mental health help-seeking behavior in the Special Capital Region of Jakarta Province.
T-7394
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anhari Achadi
LP 362.102 ACH t
Depok : FKM UI, 1978
Laporan Penelitian Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
