Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31054 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rocelly Nainggolan; Pemb. Amal Chalik Sjaaf
A-332
Jakarta : FKM UI, 1980
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muliadara Haraska; Pembimbing Lapangan: Ida Hayrani Br Sembiring
L-655
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muliadara Haraska; Pembimbing Akademik: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Pembimbing Lapangan: Ida Hayrani Br Sembiring
L-653
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Masnjoer; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Ratna Djuwita, Tri Yunis Miko Wahyono, Rudiyanto Sedono
Abstrak: Hasil. Median kesintasan lama rawat intensif 43 jam. Nilai skor EuroSCORE tidak memenuhi asumsi hazard proporsional. Model baru telah dibuat dari 7 variabel EuroSCORE yang secara substansi berhubungan dengan lama rawat intensif (AUC 0,67). Kesimpulan. Model baru dari tujuh faktor EuroSCORE cukup dapat memprediksi lama rawat intensif 48 jam. Kata Kunci: Model prediksi, lama rawat intensif, bedah jantung, regresi Cox
Read More
T-4221
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhadi; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Ika Prasetya Wijaya, Juferdy Kurniawan
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Muhadi Program Studi : Epidemiologi Judul : Cedera Hati Hipoksik Prediktor Komplikasi Akut Utama Pasien Infark Miokard Di Unit Rawat Intensif Koroner Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Tahun 2006-2016 Latar Belakang: Infark miokard salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. MACE (Major Adverse Cardiac Event) adalah komplikasi akut utama yang terjadi pada pasien infark miokard, meliputi gagal jantung akut, syok kardiogenik dan aritmia fatal. Diperlukan biomarker yang akurat, mudah dilakukan dan costeffective untuk memprediksi MACE dan kematian. Cedera hati hipoksik atau HLI (hypoxic liver injury) adalah salah satu biomarker potensial menggunakan kadar enzim hati transaminase (aspartate transaminase) sebagai parameter. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran HLI sebagai prediktor MACE pada pasien infark miokard tanpa gambaran EKG elevasi segmen ST (NSTEMI). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan keluaran berupa MACE dan kohort retrospektif dengan keluaran kematian selama masa perawatan. Populasi penelitian adalah semua pasien NSTEMI yang menjalani perawatan di ICCU RSCM. Sampel penelitian adalah pasien NSTEMI yang menjalani perawatan di ICCU RSCM pada tahun 2006-2016 dan memenuhi kriteria penelitian sebanyak 277 subyek. Penentuan titik potong HLI berdasarkan kadar aspartate transaminase (AST) yang dapat memprediksi MACE dan kematian dihitung dengan kurva ROC. Analisis multivariat dilakukan menggunakan regresi logistik untuk mendapatkan POR terhadap MACE dengan memasukkan kovariat. Analisis bivariat mengenai sintasan pasien terhadap kematian dilakukan dengan menggunakan kurva Kaplan-Meier dan diuji dengan Log-rank. Hasil: MACE pada penelitian ini adalah 51,3% (gagal jantung akut 48,4%, aritmia fatal 6,5%, syok kardiogenik 7,2%) dan angka kematian sebesar 6,13%. Median nilai AST adalah 35 U/L pada seluruh subyek, 40 (8-2062) U/L pada subyek dengan MACE dan 31 (6-1642) U/L dengan subyek tanpa MACE (p 0,003). Nilai titik potong yang diambil untuk memprediksi MACE adalah 101,0 U/L (sensitivitas  21,8%, spesifisitas 89,6%, POR 2,727 (IK 95% 1,306-5,696), p 0,006). Pada analisis multivariat tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara HLI dengan MACE. Nilai titik potong untuk memprediksi kesintasan terhadap kematian adalah 99,0 U/L (sensitivitas 23,5%, spesifisitas 83,8%, likelihood ratio + 1,46). Tidak didapatkan perbedaan kesintasan yang bermakna antara subyek dengan nilai HLI di bawah dan di atas titik potong kadar AST. Kesimpulan: Terdapat perbedaan median nilai AST yang bermakna pada pasien NSTEMI dengan dan tanpa MACE. Titik potong kadar AST untuk memprediksi MACE adalah 101,0 U/L. Titik potong kadar AST untuk memprediksi kesintasan adalah 99 mg/dl. Tidak terdapat perbedaan kesintasan pada pasien dengan nilai HLI di bawah dan di atas titik potong kadar AST. Kata Kunci: Infark miokard; NSTEMI; AST; Cedera hati hipoksik; MACE; Kesintasan


ABSTRACT Name : Muhadi Study Program : Epidemiology Title : Hypoxic Liver Injury as Predictor of Major Adverse Cardiac Events in Acute Myocardial Infarction patients admitted to Intensive Coroner Care Unit of Cipto Mangunkusumo National General Hospital, 2006-2016 Background: Myocard infarction (MI) is the leading cause of death around the world. Major Adverse Cardiac Events (MACE) complicating MI are acute heart failure, cardiogenic shock and fatal arrhytmia. An accurate, easy and costeffective biomarker is needed to predict MACE and mortality in patients with MI. Hypoxic liver injury (HLI) is a potential biomarker using aspartate transaminase (AST) level as the parameter. This study is aimed to discover HLI’s role in predicting MACE in Non ST Elevation Myocard Infarct (NSTEMI). Method : This study is designed as cross sectional to predict MACE and prospective cohort for survival analysis. Study population is all NSTEMI patients admitted to ICCU of Cipto Mangunkusumo Hospital and study sample are NSTEMI patients admitted to ICCU of Cipto Mangunkusumo Hospital that meets all criteria during 2006-2016 (277 subjects). Cut-off level of AST for HLI to predict MACE and mortality is analyzed using ROC curve and AUC. Survival analysis is done using Kaplan Meier curve and the difference is tested with LogRank. Result: Incidence of MACE in this study is 51.3% (acute heart failure 48.4%, fatal arrhytmia 6.5%, cardiogenic shock 7.2%) and mortality rate is 6.13%. The median of AST level on all subject is 35 U/L, 40 (8-2062) U/L in subjects with MACE and 31 (6-1642) U/L in subjects without MACE (p 0.003). Cut-off level for AST used to predict MACE is 101 U/L (sensitivity  21.8%, specificity 89.6%, POR 2.727 (CI 95% 1.306-5.696), p 0.006). In multivariate analysis, HLI is insignificantly related to MACE. Cut-off level for AST used to predict survival is 99 U/L (sensitivity  23.5%, specificity 83.8%, likelihood ratio + 1.46). There are no significant difference of survival between groups with HLI level below and above the cut-off AST level. Conclusion: There is significant differences of median AST level between NSTEMI patients with and without MACE.  Cut-off level for AST used to predict MACE is 101 U/L. Cut-off level for AST used to predict survival is 99 U/L. There are no significant difference of survival between groups with AST level below and above the cut-off AST level. Keywords:  Myocard Infarct; NSTEMI; AST; Hypoxic Liver Injury; MACE; Survival.

Read More
T-5444
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mega Lisna;Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Baji Subagyo
S-7236
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Rizal Wahyudi; Promotor: Sudarto Ronoatmodjo; Kopromotor: Besral, Siti Setiati; Penguji: Hadi Pratomo, Ratna Djuwita, Czeresna Heriawan Soejono, R.A. Tuty Kuswardhani, Soewarta Kosen
Abstrak:
Pendahuluan: Penduduk usia lanjut global secara cepat meningkat, hingga dapat mencapai 1,5-2 miliar pada tahun 2050, yang membawa masalah kesehatan termasuk peningkatan angka rawat inap dan rehospitalisasi pada geriatri. Hal tersebut akan menyebabkan penurunan kualitas perawatan geriatri di RS. Untuk mengatasi masalah ini, strategi perencanaan pulang khusus geriatri harus dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh perencanaan pulang terintegrasi terhadap kualitas perawatan RS bagi geriatri. Metode: Dilakukan penelitian mixed method di fasilitas perawatan akut dan rawat inap geriatri RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, penelitian kuantitatif melibatkan 259 geriatri, dengan 130 dalam kelompok kontrol dan 129 dalam kelompok intervensi. Perhitungan besar sampel mengikuti formula uji hipotesis beda dua proporsi. Analisis meliputi analisis univariat, Chi-Square, Mantel-Haenszel, serta regresi logistik dengan luaran yaitu rehospitalisasi dan perawatan akut dalam 30 hari. Penelitian kualitatif dikerjakan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku rawat dan tenaga kesehatan untuk mencapai saturasi informasi. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan perencanaan pulang terintegrasi secara signifikan mengurangi tingkat rehospitalisasi dalam 30 hari (ARR 12,1%; RRR 34,3%; RR 0,657; IK 95% 0,445-0,971; p 0,045), namun tidak signifikan mengurangi tingkat penggunaan perawatan akut (ARR 11,4%; RRR 28,3%; RR 0,717; IK 95% 0,508-1,012; p 0,074) pada geriatri. Pada analisis stratifikasi dan multivariat, tidak ditemukan adanya confounding maupun interaksi antar confounding. Temuan kualitatif dari wawancara mendalam mendukung manfaat perencanaan pulang, dengan tercapainya kejenuhan informasi tentang perlunya implementasi dan saran untuk memanfaatkan media dalam edukasi perencanaan pulang. Dari observasi didapati bahwa implementasi perencanaan pulang di RS belum sesuai dengan pemahaman dan harapan informan. Simpulan: perencanaan pulang terintegrasi meningkatkan kualitas perawatan rumah sakit pada geriatri, dengan signifikan mengurangi tingkat rehospitalisasi. Penelitian lebih lanjut sangat dianjurkan.

Introduction: The global elderly population is rapidly increasing, with projections indicating it could reach 1.5-2 billion by 2050, leading to various health challenges including increased hospitalization and rehospitalization rates which marked the decline in hospital care quality. To address these issues, specific discharge planning strategies must be developed for geriatric population. This study establishes an integrated discharge planning model for geriatric post-discharge care and aims to elaborate on its influence on hospital care quality. Methods: Mixed method research was conducted at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital's geriatric acute care and inpatient facilities. Quantitative research involved 259 hospitalized geriatrics, with 130 in the control group and 129 in the intervention group. Sample size calculation followed a hypothesis testing formula for two-proportion difference. Analyses included univariate, Chi-Square, Mantel-Haenszel stratification analyses, and logistic regression multivariate analyses, focusing on rehospitalization and acute care utilization rates within 30 days post-discharge. Qualitative research was done by conducting in-depth interviews and observations upon caregivers and healthcare professionals to achieve information saturation. Results & Discussion: Results showed integrated discharge planning significantly reduced rehospitalization rates within 30 days (ARR 12,1%; RRR 34,3%; RR 0.657; 95% CI 0.445-0.971; p 0.045), but did not significantly reduce acute care utilization rates (ARR 11,4%; RRR 28,3%; RR 0.717; 95% CI 0.508-1.012; p 0.074) in geriatrics. In stratification and multivariate analyses, both confounding and confounding interactions were not found. Qualitative findings from in-depth interviews supported the benefits of discharge planning, with information saturation on the need for its implementation and suggestions for media utilization in discharge planning education. Observation revealed that discharge planning implementations in routine hospital geriatric care were not yet satisfactory, according to the informants understanding and expectations. Conclusion: In conclusion, integrated discharge planning improved hospital care quality in geriatrics, significantly reducing rehospitalization rates. Further research is recommended.
Read More
D-544
Depok : FKM UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fini Fajrini; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permansari, Z. Kamaruzzaman
S-6222
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suhati Syamarta; Pembimbing Akademik: Adiasamito, Wiku Bhakti Bawono / Pembimbing Lapangan: Yoshida, Eka
L-977
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.42, No.12, Des. 1992, hal. 717-721
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive