Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34879 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dian Eka Sutra; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Indang Trihandini, Warmo Sudrajat
S-5603
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Putri Fildzana Dwi Annisa Faisal; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Kondisi proyek konstruksi yang padat akan pekerja dengan jam kerja lebih dari 8 jam serta banyaknya aktifitas keluar masuk kendaraan yang membawa material bangunan menyebabkan para pekerjanya rentan mengalami gejala ISPA karena terkena paparan PM10 terus menerus. Berdasarkan penelitian ini penulis mengangkat masalah hubungan antara konsentrasi kadar debu PM 10 dengan kejadian gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) pada pekerja proyek konstruksi di wilayah Kota Depok. Penelitian ini merupakan studi Cross Sectional (potong lintang) dengan mengambil sampel dari 100 responden. Hasil rata-rata pengukuran PM10 di 7 titik di dalam gedung bangunan dan di luar gedung adalah 159,43 g/m3 . Umur pekerja di proyek konstruksi tersebut rata-rata 35 tahun dengan umur termuda 21 tahun dan yang tertua adalah 65 tahun. Pada umumnya para pekerja bekerja selama 12 jam setiap harinya dan rata-rata sudah menjadi pekerja di proyek tersebut selama 1 tahun. Jumlah pekerja yang memiliki kebiasaan merokok di proyek konstruksi sebanyak 65 orang (65,7%) dan 34 orang (34,3%) yang tidak memiliki kebiasaan merokok. Pekerja yang mengalami gejala ISPA ada 80 orang (80,8%) dan 19 orang (19,2%) yang tidak mengalami gejala ISPA. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperlukan adanya kesadaran dari para pekerja untuk selalu memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja di lingkungan proyek konstruksi tersebut dan perlu terdapat perhatian dari pengelola terhadap kesehatan dan keselamatan kerja untuk para pekerja proyek konstruksi khususnya di wilayah Kota Depok.
Kata kunci: PM 10, Gejala ISPA, Proyek Konstruksi
Read More
S-9897
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfahtun Ni`mah; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Budi Hartono, Esti Tusminarti
Abstrak: Debu kapur merupakan debu yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan batu kapur, salah satunya adalah PM2,5. Pajanan PM2,5 dapat menyebabkan penurunan fungsi paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pajanan PM2,5 dengan penurunan fungsi paru pada pekerja. Penelitian ini menggunakan studi Cross-sectional dengan sampel menggunakan total sampling sebanyak 30 pekerja. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisioner untuk wawancara, Dusttrak II TSI untuk mengukur konsentrasi PM2,5 dan spirometri untuk mengukur fungsi paru, Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai konsentrasi PM2,5 tertinggi 987 μg/m3 dan terendah 14 μg/m3. Hasil analisis menggunakan Chi-square diperoleh ada hubungan antara pengguaan alat pelindung diri (APD) dengan penurunan fungsi paru (p=0,000), selain itu menggunakan uji fisher's exact diperoleh ada hubungan antara konsentrasi PM2,5 dengan penurunan fungsi paru (p=0,002) dan masa kerja dengan penurunan fungsi paru (p=0,000). Perlu adanya penelitian lanjutan menggunakan analisis risiko kesehatan lingkungan untuk melihat estimasi risiko berdasarkan asupan. Kata Kunci: Debu Kapur, Pekerja, PM2,5, Penurunan Fungsi Paru
Read More
S-10046
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Ramadhina Putri; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Ernyasih
Abstrak:
Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit penyebab kematian terbanyak ketiga di dunia. Prevalensi penyakit ISPA di Indonesia sebesar 25,5% dan sebesar 21% penyebab kematian pekerja industri adalah akibat penyakit pernapasan. Pertambangan batu bara merupakan industri pemanfaatan kekayaan sumber daya alam Indonesia untuk memenuhi kebutuhan listrik negara. PT X merupakan kontraktor pertambangan batu bara yang melakukan jasa pengelolaan wilayah pertambangan. Meningkatnya aktivitas operasional pertambangan diiringi dengan peningkatan paparan debu selama operasional tambang batu bara berlangsung berpotensi sebagai penyebab ISPA pada pekerja. Desain studi yang digunakan adalah kasus kontrol dengan total sampel sebesar 110 responden. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu pekerja tambang batu bara dan karakteristik lingkungan kerja dengan kejadian ISPA pada pekerja. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran lingkungan. Analisis yang digunakan adalah unvariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan variabel konsentrasi PM10 berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA (OR=3,49; 0,53 – 22,93) setelah dikontrol oleh variabel confounding yaitu suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Perusahaan disarankan meningkatkan upaya pencegahan dengan cara mengoptimalkan pemeriksaan penyakit pernapasan dan edukasi kesehatan dan keselamatan kerja serta melakukan upaya pengendalian, baik dalam hal penggunaan APD, administratif, maupun engineering control.

Acute Respiratory Infections (ARIs) ranked as the third most common causes of mortality globally. ARIs represent a public health problem in Indonesia with a prevalence rate of 25.5%, and 21% of deaths among industrial workers are due to respiratory diseases. Coal mining is an industry that utilizes Indonesia's natural resources to meet the country's electricity needs. PT X, a contractor in coal mining area management services, plays a crucial role in this industry. The escalation of mining operations elevates the risk of ARIs in workers due to heightened exposure to mining dust. This research used a case-control study design with 110 respondents. The research aimed to determine the relationship between the workers’ characteristics and the work environment to the incidence of ARIs in workers. Data collection was carried out by interviews using questionnaires and environmental measurements. The analysis used is univariate, bivariate, and multivariate. PM10 concentration was significantly related to the incidence of ARIs (OR=3.49; 0.53 – 22.93) after being controlled by confounding variables: air temperature, humidity, and wind speed. Company is urged to intensify preventive action by optimizing respiratory disease examinations, providing occupational health and safety education, and implementing controls, either the use of Personal Protective Equipment (PPE), administrative controls, and engineering controls.
Read More
S-11598
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aan Aryanti; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
S-8867
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Surjanto; Pemb. I Made Djaja, Fatma Lestari; Peng. Rachmadi Purwana, Wahyu Pito Supeni, Nety Widayati
T-2533
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Putu Sri Wahyuni; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahyani Budi Utami, Retno Maharsi
S-8141
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusnabeti; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Tutut Indrawahyuni
S-5952
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nilam Sari; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Laila Fitria, Endah Kusumowardani
S-8020
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martini Dwiningsih; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Widyawati
S-4603
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive