Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35237 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Mulyaningrum; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Sandra Fikawati, Anies Irawati
S-5638
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Azma; Pembimbing: Kusharisupeni
S-3182
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenty Hapni; Pembimbing: Asih Setiarini
S-3986
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Keisa Dwinta Mailova; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Tria Astika Endah Permatasari
Abstrak:
Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi kekurangan energi dalam jangka panjang akibat asupan zat gizi yang tidak mencukupi kebutuhan. KEK pada ibu hamil berdampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun janin. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi KEK ibu hamil tertinggi di Indonesia, di mana data nasional tahun 2023 menunjukkan angka prevalensi sebesar 28%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan risiko KEK pada ibu hamil di Provinsi NTT. Desain penelitian ini adalah potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, dengan melibatkan sampel sebanyak 215 ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi risiko KEK pada sampel ibu hamil di NTT adalah sebesar 22,2%. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik (p-value < 0,05) antara risiko KEK dengan status ekonomi keluarga, sumber air minum, serta frekuensi konsumsi daging, unggas, dan hasil olahannya. Analisis multivariat mengidentifikasi bahwa konsumsi daging, unggas, dan hasil olahannya merupakan faktor dominan yang memicu risiko KEK, di mana ibu hamil yang jarang mengonsumsi kelompok pangan tersebut berpeluang 4,928 kali lebih besar untuk berisiko KEK dibandingkan ibu hamil yang sering mengonsumsinya (OR = 4,928).

Chronic Energy Deficiency (CED) is a long-term condition of energy deficiency resulting from nutrient intake that does not meet requirements. CED in pregnant women has negative effects on both maternal and fetal health. East Nusa Tenggara (NTT) Province is one of the regions with the highest prevalence of CED among pregnant women in Indonesia, with national data from 2023 showing a prevalence rate of 28%. This study aims to identify the dominant factors associated with the risk of CED in pregnant women in East Nusa Tenggara Province. The study design is cross-sectional, utilizing secondary data from the 2023 Indonesia Health Survey (SKI), involving a sample of 215 pregnant women. Data analysis was conducted using the chi-square test and multiple logistic regression. The results of this study indicate that the prevalence of CED risk among the sample of pregnant women in NTT is 22.2%. Bivariate test results show a statistically significant association (p-value < 0.05) between CED risk and family economic status, drinking water source, as well as the frequency of consumption of meat, poultry, and their processed products. Multivariate analysis identified that the consumption of meat, poultry, and their processed products is the dominant factor contributing to the risk of CED, pregnant women who rarely consume this food group had a 4.928 times higher likelihood of experiencing CED risk compared to pregnant women with high consumption (OR = 4,928).

Read More
S-12335
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mindo Lupiana; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni, Sandra Fikawati, Ida Ruslita, Hera Nurlita
T-3225
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marlenywati; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Sandra Fikawati, Asih Setiarini, Ida Ruslita
Abstrak:

ABSTRAK Risiko Kurang Energi Kronis (KEK) berdampak terhadap ibu dan calon bayi yang dikandungnya. Dampak tersebut antara lain kesakitan pada trimester 3 kehamilan, perdarahan, BBLR, kematian ibu dan bayi, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan risiko KEK ibu hamil remaja usia 15-19 tahun di Kota Pontianak. Penelitian dilakukan selama bulan Maret ? April 2010) di 23 puskesmas menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 104 orang. Data primer merupakan wawancara data karakteristik ibu, tingkat pengetahuan, kondisi sosio ekonomi, asupan zat gizi serta aktifitas fisik. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Proporsi ibu hamil remaja usia 15-19 tahun risiko KEK sebesar 56,7%. Terdapat hubungan antara usia menarche, asupan energi, asupan protein dan aktivitas fisik dengan risiko KEK. Asupan protein merupakan faktor dominan setelah dikontrol variabel usia menarche, gynecological age (GA), tingkat pendidikan suami, asupan energi dan aktifitas fisik. Ibu hamil usia remaja dengan asupan protein < 80% AKG berpeluang 13,416 kali risiko KEK dibanding ibu hamil usia remaja dengan asupan protein ≥ 80% AKG. Upaya pencegahan risiko KEK dapat dilakukan dengan melakukan intervensi terhadap wanita usia reproduktif sebelum kehamilan termasuk meningkatkan asupan nutrien dan meningkatkan berat badan sebelum kehamilan.

Abstract Risk of chronic energy deficiency (CED) affected to mother and their fetuses. Impacts of CED are include pain in the third trimester of pregnancy, bleeding, low birth weight (LBW), death in mother and baby, etc. This study purpose to determine the most dominant factors correlated with CED risk on pregnant adolescents aged 15-19 years in Pontianak. Research conducted on March ? April 2010 in 23th health centers and study design was done using cross sectional and subjects were 104. Primary data taken in the form of interview for the data characteristics of pregnant adolescent, the level of knowledge, socio-economic conditions, nutrient intake (energy and protein) and physical activity. Data analyzed using logistical regression . The proportion of pregnant adolescents aged 15-19 years amounted to 56.7% risk of CED. Multivariate analysis showed the correlation between age of menarche, energy intake, protein intake and physical activity with risk of CED. Protein intake is the most dominant factor correlated with CED risk on pregnant adolescents aged 15-19 years in Pontianak in year 2010 after being controlled by the age of menarche, gynecological age (GA), husband's education level, energy intake and physical activity. Pregnant adolescent with protein intake <80% RDA were 13,416 times more likely to have risk CED than there with protein intake ≥ 80% RDA. Prevention of risk CED on pregnant adolescent can be done by intervention before pregnancy including increase intake nutrient and weight gain.

Read More
T-3213
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qoriatusholihah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Syahidah Asma Amani
Abstrak:
KEK merupakan tidak tercukupinya zat gizi yang dibutuhkan tubuh akibat kekurangan makanan dalam jangka waktu lama yang ditandai dengan ukuran LiLA <23,5 cm. Remaja perempuan merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami KEK. Menurut Riskesdas (2018), remaja perempuan menjadi kelompok dengan prevalensi KEK tertinggi di Indonesia (36,3%) yang jika dikategorikan berdasarkan klasifikasi masalah kesmas menurut WHO termasuk prevalensi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok serta faktor dominannya. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan total sampel 240 responden. Data dianalisis menggunakan uji bivariat chi-square dan uji multivariat regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44,6% remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok berisiko KEK. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi, asupan zat gizi makro, pendapatan orang tua, pengetahuan terkait gizi, body image, dan pengaruh media sosial dengan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok. Namun tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dan pekerjaan orang tua dengan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok. Pengetahuan terkait gizi merupakan faktor dominan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok (OR=10,294)

CED) is a condition of insufficient nutrients needed by the body due to long-term food shortage, characterized by an MUAC <23.5 cm. Adolescent girls are one of the groups vulnerable to CED. According to the 2018 Riskesdas, adolescent girls have the highest prevalence of CED in Indonesia (36.3%), which, when categorized based on WHO's classification of public health problems, is considered a high prevalence. This study aims to determine the factors associated with the risk of CED in female high school students in Depok City and its dominant factor. This study used a cross-sectional design with a total sample of 240 respondents. Data were analyzed using chi-square and multiple logistic regression. The results showed that 44.6% of female high school students in Depok City were at risk of CED. There were significant relationships between energy intake, macronutrient intake, parental income, nutrition-related knowledge, body image, and social media influence with the risk of CED in female high school students in Depok City. However, there was no significant relationship between parental education and occupation with the risk of CED in female high school students in Depok City. Nutrition-related knowledge was the dominant factor for CED risk in female high school students in Depok City (OR=10.294).

Read More
S-11572
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arifia Fitri Nurmadhani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Kusharisupeni, Sugeng Hidayat
S-6205
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Ayu Ningrum; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni, Aisyah Rosalinda
S-6669
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive