Ditemukan 38722 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap Pelayanan Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Pusat TNI AU dr. Esnawan Antariksa. Dalam penyusunan kerangka konsep penelitian ini sebagai variabel dependen adalah variabel kepuasan total yang meiiputi harapan dan persepsi responden dimana tingkat kepuasan dihitung berdasarkan kesenjangan nilai antara keduanya sedangkan sebagai variabel independen adalah mencari diantara lima dimensi servqual yaitu rangible, reliability, responsiveness, asurance dan emphaty yang memiliki pengaruh paling dominan dalam kepuasan pasien. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif, dimana menggunakan survei kepada 149 responden militer dan 140 responden umum. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan metode cross sectional terhadap responden. Kemudian data yang terkumpul dianalisis menggunakan program perangkat lunak komputer. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara perkejaan dan pendapatan perbulan responden urnum dengan kepuasan, yaitu dengan p value 0,012 dan 0,011. Berdasarkan metode servqual didapati bahwa 8,72% responden militer dan 7,86% responden umum merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan Unit Rawat Jalan RUSPAU. Penggunaan metode servqual sebagai alat ukur kepuasan responden, memperlihatkan adanya kesenjangan antara jasa yang dipersepsikan dengan jasa yang diharapkan responden. Berdasarkan diagram kartesius didapatkan bahwa responden militer merasa paling puas dengan dimensi emphaty yaitu sebesar 24,16% dan responden umum merasa paling puas dengan dimensi responsivenss yaitu sebesar 20%. Secara keseluruhan atribut servqua! yang harus menjadi prioritas untuk diperbaiki oleh manajemen rumah sakit adalah atribut pada dimensi tangible dan reliabiliiy. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini bahwa alat ukur metode servqual dapat mengidentifikasikan unsur-unsur pelayanan yang menyebabkan ketidakpuasan responden militer dan umum terhadap perlayanan Unit Rawat Jalan RUSPAU serta unsur-unsur pelayanan mana yang menjadi prioritas untuk diperbaiki oleh manajemen rumah sakit. Oleh karena itu disarankan kepada pihak manejemen rumah sakit unluk menggunakan metode servqual dalam melakukan survei pengukuran kepuasan pasien. Karena penelitian ini membuktikan bahwa metode senfqual dapa! digunakan dan efektif untuk dterapkan di rumah sakit dalam mengukur kepuasan pasien di rumah sakit. Dari hasil penelitian, saran untuk semua pihak yang terkait untuk memperhatikan pasien yang mempunuai harapan tinggi namun berpersepsi rendah, dimana hal tersebut menggambarkan tingginya ketidakpuasan pasien di Unit Rawat Jalan RUSPAU.
This research goals is to assess the level of patient satisfaction of healthcare service on outpatient unit at Air Force Hospital dr. Esnawan Antariksa. ln compiling this frame of this research concept, the dependent variable are total satisfaction variable that encompased expectation and perseption of the military respondens and public respondens, where the level of satisfaction is calculated based on the different value between the two, while the independent variable is finding between consists of 5 dimension; service quality, tangible, reliability, responsiveness, assurance and emphaty that has most dominant effect in respondens satisfaction. Research method that is implemented is kuantitatif; that use surveys to l49 military respondens and 140 public respondens. Kuantitatif data was collected using cross sectional method to the responden. Then data obtained from this research will he analized by using computer software. From the result of the research, we can see there is a correlation between job and salary from the responden with responden satisfaction, with the p value 0,012 and 0,01 I. Based on servqual method we can get 8.72 % military responden and 7,86 % public responden felt satisfied with the services being served by the outpatient unit of RUSPAU. The used of servqual method as an indicator of repondent satisfaction, shows there is a gap between service that is perceived and the service that is expectation by the responden. Based on cartesius diagram, we can also get that military respondens felt the most satisfied with the emphaty dimension is 24,16 % and public respondens felt the most satisfied with the responsiveness is 20 %. Generally, servqual atribute has to be the priority to be fixed by the hospital management is the attribute of tangible and reliability dimension. As the conclusion from this research, servqual method can identified the attribute of services that causes military respondents and public respondents unsatisfied with the RUSPAU outpatient healthcare services and which attribute of service that become the priority to be fixed by the hospital management. It is recommended to the hospital management to use servqual method in surveys to assess the level ofthe custumers satisfaction. This method could be use effectively in hospital in order to assess the level of the customers satisfaction in the outpatient unit.
Rumah sakit merupakan organisasi yang padat modal, padat karya, padat sumber daya dan sarat akan resiko-resiko. Bagi rumah sakit yang tidak mempersiapkan diri untuk mencegah kejadian-kejadian yang berpotensi teJjadinya resiko medis akan mengalami tuntutan hukum dan mengalami kerugian-kerugian secara finasial. Pengelolaan dan antisipasi resiko medis harus ditunjang oleh pengetahuan, sikap dan hubungan sosial tenaga kesehatan mengenai kesalahan medis untuk menghlndari dampak yang mcrugikan pasien tenaga kesehatan dan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan hubungan sosial tenaga kesehatan terhadap kesalahan medis serta mengetahui keadaan sarana dan prasarana di unit gawat darurat. Penelitian dilakukan di rumah sakit Bhakti Husada dengan 10 informan yang terdiri dari para Kepala Ruang unit gawat darurat, Ketua Tim Perawat unit gawat darurat, dokter pelaksana dan perawat pelaksana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode kuantitatif yang kemudian dilakukan wawancara mendalam, telaah dokumen dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan membandingkan basil penelitian dengan teori-teori kepustakaan(Content analysis). Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar informan untuk pengetahuan mengenai defenisi, macam tipe dan proses serta sumber-sumber kesalahan medis medis secara umum pengetahuan tenaga kesehatan telah satu pendapat atau satu persepsi terhadap kesalahan medis. Untuk sikap informan mengenai dampak dan upaya-upaya pencegahan kesalahan medis mempunyai respon yang positip dengan mendukung program keselamatan pasien yang telah dilakukan rumah sakit Bhakti Husada. Hubungan sosial tenaga kesehatan secara umum mereka sudah terbentuk dalam hal komunikasi antar tenaga kesehatan sudah terjalin baik dan berkelanjutan dengan adanya forum diskusi sebagai upaya membentuk kebersarnaan dan satu pendapat dalam melakukan tindakan medis dan menunjukkan adanya hubungan yang timbal balik dengan saling memberi dan mengawasi dalam setiap melaksanakan tugasnya. Dari hasil penelitian ini disaraukan untuk manajemen rumah sakit lebih memperhatikan unit gawat darurat dalam memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan dalam dalam hal fasilitas dan peralatan medis, meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dengan memberikan pelatihan-pelatihan keselamatan pasien secara periodik. Peran kepala ruang unit gawat darurat diharapkan lebih meningkatkan pengawasan pelaksanaan (Standard operating procedure) SOP sebagai upaya mengetahui hal-hal apa saja yang selama ini dilakukannya yang dapat berpotensi menimbulkan kesalahan medis.
Hospital is an organization with full of complexity of things and high risk. For several hospitals with un-preparation them selves to avoiding some incidents which has potential high risks probably will get law problem and also will get financial losses. Managerial and anticipating of medical risks, must be completed with good attitude, good knowledge, and good social relationship of medical employees to avoiding incident or action which dangerous for patient, medical employees and also for the hospital it self. This research is aimed to understand the knowledge, attitude and social relationship of medical employees. Research done in the hospital Bhakti Husada involving 10 (ten) information sources consist from head of emergency room, team leader of nurse, doctors and nurse implementer. Research method used are both qualitative and quantitative method and later make in-depth interview, filling in questioners and document analysis. Data analysis was performed using comparing results of research to literature theory (Content analysis). It was found of the research that the knowledge of the information about definition, type of medical error and source of medical error were good general. Attitude from information about impact of medical error and prevention of medical error has positive response with supporting patient safety program which has done by the hospital Bhakti Husada. While social relationship of medical employees in general already has good communication and good team work. From this research, it is advisable for the hospital management more pay attention to emergency room to get standard from health of department about facilities and medical equipment, arrange routine schedule training about patient safety and emergency program. Head of emergency room always supervise the implementation of standard operating procedure to avoid and prevent of medical action which can be occurred as medical error. File Digital: 1
Nurses, as human resources for health also contribute greatly to the health servicesin hospitals and to provide services directly to patients. Nursing services atIntensive Care Unit has to be developed along with the technology development.Therefore, there is a need to concern the effieciency of nurses in term of quantityand competencies. This research discussed about the needs analysis nursing staffin the Intensive Care Unit of dr. Oen Solo Baru Hospital based on workload (usingtime and motion technique to 7 nurses then processed by Ilyas Methods) and workcompetencies based on Aditama 2007 and Ilyas (depth interview to threeinformants with a focus on job knowledge, skills and attitudes). Results of thisresearch show that productive time amounted to 81.56%, the lack of standards andcompetencies, and it need 51 nursesKey Words :Workloads , work competency , nurses, intensive care unit
