Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31128 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Susianingsih; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Jaslis Ilyas, Amal Chalik Sjaaf, Harry Arifin Kaiin
Abstrak:
ABSTRAK Era globalisasi menuntut rumah sakit untuk melakukan pelayanan prima. Pelayanan prima terlaksana jika lingkungan rumah sakit tersebut mempunyai budaya kerja tinggi. Setiap pimpinan rumah sakit bertanggung jawab dan memainkan peranan penting dalam menciptakan lingkungan kerja dengan budaya kerja tinggi. Pimpinan rumah sakit di lingkungan YBRS-GKP berakhir pada bulan Maret 2009. Proses pencarian kandidat pimpinan rumah sakit dengan metode rekrutmen dan seleksi, menghasilkan beberapa kandidat pimpinan rumah, tetapi metoda untuk pengambilan keputusan kandidat terpilih belum ada, sehingga analisis pengambilan keputusan pimpinan rumah sakit dilingkungan YBRS-GKP menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian untuk mengetahui metode dan hasil dari rekrutmen, seleksi serta pengambilan keputusan kandidat pimpinan rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian operational research dengan metode deskriptif analitik dan observasi-partisipatif. Penelitian ini menghasilkan metode rekrutmen pimpinan rumah sakit melalui proses prospecting theory of recruitment dan matching theory recruitmet. Dari sumber rekrutmen internal dan ekternal dihasilkan 21 dan 2 kandidat. Dari saluran rekrutmen job offer dan job posting dihasilkan 10 dan 13 kandidat. Metode seleksi melalui sistem compensatoy-approach dan sistem succesive hurdle. Pengambilan keputusan mempertimbangkan hasil seleksi berdasarkan ranking penilaian presentasi manajer, asessor. Hasil assesment center dipakai jika sesuai dengan kebutuhan. Wawancara sebagai bagian dari proses seleksi hanya dilakukan terhadap calon kandidat terpilih. Test kesehatan tidak dilaksanakan. Dasar pengambilan keputusan yang ada dalam penelitian ini adalah : rasional, intuisi, pengalaman, wewenang, fakta dan model pengambilan keputusan yang ada adalah formalisasi. Pada penilaian presentasi teknik pengambilan keputusan yang dipakai adalah nominal group technique. Teknik ini menghasilkan nilai kandidat terbaik tanpa menimbulkan konflik, tetapi teknik ini tidak dilakukan pada proses pengambilan keputusan akhir. sehingga pada pengambilan keputusan akhir timbul konflik dalam pengambilan keputusan karena adanya perbedaan pendapat. Hasil penelitian menyarankan sebaiknya dalam keadaan konflik maka tehnik pengambilan keputusan yang dipakai sebaiknya menggunakan Metoda Delphi. Seluruh hasil seleksi disarankan untuk diarsipkan sebagai bahan pertimbangan evaluasi penilaian kinerja.

ABSTRACT At this globalization era, a hospital should give their services excellently. An excellent service will be made as the hospital having a high working ethos. The hospital leader, in this case, is the one who take the responsibility and play an important role in managing and maintaining the working environment with its high working ethos. The leadership of the hospital at the YBRS-GKP is ended in March 2009 and a new leader supposes to be recruited. The candidate selection processes is using a recruit and select method, and has producing several candidates. However, there is still no method on making final decision for choosing the best hospital leader, a situation that interesting to analyze. Therefore, this study has a purpose in exploring the method on recruitment, selection, and decision making on choosing the candidate for the hospital leader of YBRS-GKP. The study is an operational research using a descriptive and participation-observational approach. The study produces a recruitment method through a process of prospecting theory of recruitment and matching theory recruitment. From the internal and external sources there are 21 and 2 candidates. From the channel of job offering and job posting, there are 10 and 13 candidates. The selection is using the compensatory-approach system and the successive hurdle system. Decision is made by considering the result of the selection based on the rank of presentation judgment from the managers and from assessors. The result from the assessment center is used if it reaches the criteria needed. An interview as a part of the selection process will be carried out toward candidate chosen, and there is no health examination to the candidates. The decision is made though, in this study, based on rationality, intuition, experience, authority, facts and decision making model of formalize. The judgment of presentation of decision making technique is using the nominal group technique. This technique is yielding the best candidate score without any conflict when it comes to decision. But, this technique is not proceeding in the process of final decision. Therefore, conflicts are emerging as there are some different opinions at the final decision. The study suggest that in order to prevent the conflict at the process, a decision technique would be better to use Delphi method, and all selection process is should be recorded as a consideration substance to evaluate the working performance.
Read More
B-1200
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizma Adlia Syakurah; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Ronnie Rivany, Kurniasari, M. Zulkarnain
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai determinan pemilihan lokasi bersalin pada pasien obstetri di unit rawat jalan RSK Azzahra, yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin, faktor pendorong, dan faktor kebutuhan. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain penelitian survei cross sectional. Dari hasil penelitian terlihat bahwa determinan yang terbukti signifikan secara statistic dengan pemilihan lokasi bersalin pada pasien obstetri RSK Azzahra adalah waktu tempuh dari rumah ke RSK Azzahra (p=0,011), sumber biaya perawatan (p=0,023), persepsi responden terhadap tarif bersalin RSK Azzahra (p=0,000), persepsi responden terhadap pelayanan dokter (p=0,026), persepsi responden terhadap pelayanan perawat (p=0,02l), serta rekomendasi dari dokter untuk bersalin di RSK Azzahra (p=0,0i 1). Faktor yang secara statistik terbukti paling dominan adalah faktor persepsi terhadap tarif bersalin. Diharapkan pada pihak manajerial RSK Azzahra memberlakukan fasilitas ambulance on-call untuk menangkap pasien yang bertempat tinggal jauh, peninjauan terhadap strategi penetapan tarif pemberian reward dan evaluasi kinerja untuk meningkatkan kinerja dokter dan perawat, membuat kebijakan terkait rekomendasi bersalin dari dokter, membuat penelitian lebih lanjut mengenai analisis tarif dari RS dan RSK sekitar RSK Azzahra dan penelitian mengenai pilihan bersalin pada pasien yang telah bersalin di Azzahra dapat dilakukan untuk menambah dan mempertajam dari hasil yang telah dilaksanakan.

This thesis describes determinants of obstetric outpatient’s choice for delivery location in Azzahra Hospital, which is predisposing, enabling, reinforcing, and need factor. This study is an analytical quantitative study with cross sectional survey. Based on the result, there are 29,6% patients that choose not to give birth in Azzahra Hospital. Determinants which proven signiticant statistically affect the choice of delivery location are time needed to Azzahra Hospital (p=0,0ll), source of payment (p=0,023), perception to delivery tariff (p=0,000), perception to doctors service (p=0,026), perception to nurse service (p=0,021), and doctor’s recommendation (p=0,0l 1). Multivariate analysis result shows that the most influence factor is perception to delivery tariff It is recommended to Azzahra Hospital Management to initiate on-call ambulance service to serve farther patients, conducting evaluation on pricing strategy, applying reward system and performance evaluation to maintain and increase doctors and nurses performance, assembling hospital policy regarding doctors recommendation system, it is advised to later study to carry out pricing analysis and tirrther study regarding delivery location selection on inpatients to enhance, intensify, and to be compared with the result existed.
Read More
B-1202
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hermes Santosa; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Ede Surya Darmawan, Mardiati Nadjib, Meike Magnasofa, I Gusti Agung Ngurah Anom
Abstrak:
Nama : Hermes Santosa Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Pre-Arrival Experience Terhadap Pengambilan Keputusan Melakukan Medical Tourism Di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Nusa Dua, Bali dalam rangka memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Magister Kesehatan Masyarakat Pembimbing : Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc, Ph.D Latar belakang: Medical tourism menjadi bidang yang penting dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Perkembangan medical tourism di Indonesia, khususnya Bali memiliki potensi yang cukup tinggi karena Bali telah dikenal dengan keindahan alam serta budayanya sebagai tujuan wisata. Pre-arrival experience merupakan aspek penentu dalam pengambilan keputusan melakukan medical tourism. Tujuan Penelitian: Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pre-arrival experience dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan melakukan medical tourism. Metodelogi penelitian Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian dilakukan di RSK Bedah BIMC Nusa Dua Bali, pada Oktober-November 2023. Hasil penelitian: Faktor pre-arrival experience yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yaitu faktor reputasi rumah sakit, komunikasi, sumber infrormasi, status ekonomi, biaya layanan, kualitas layanan, kualifikasi tenaga medis, citra lokasi, dan faktor motivasi individu. Faktor pendukung dalam pengambilan keputusan sebagian besar berkaitan dengan kualitas rumah sakit, jarak yang dekat dengan negara asal, dan Word-of-Mouth (WoM). Peneliti tidak menemukan adanya faktor penghambat dalam pengambilan keputusan, namun terdapat beberapa kondisi yang membuat tourist kurang nyaman dalam pre-arrival experience yaitu faktor psikologis, kendala bahasa di luar rumah sakit, dan kekhawatiran dari lingkungan sekitar, berkaitan dengan kualitas layanan medical tourism di Indonesia. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan beberapa faktor pre-arrival experience memberikan pengaruh besar dalam pengambilan keputusan, terutama faktor biaya layanan. Citra lokasi dan faktor motivasi individu menjadi faktor baru yang peneliti temukan. Kata Kunci: Medical Tourism, Pengambilan Keputusan, Pre-Arrival Experience

Nama : Hermes Santosa Program Studi : Hospital Administration Study Judul : Pre-Arrival Experience Analysis of Decision Making for Medical Tourism at the BIMC Nusa Dua Special Surgical Hospital, Bali in order to fulfill one of the requirements for achieving a Master of Public Health degree Pembimbing : Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc, Ph.D Background: Medical tourism is an important field in the economic development of a country. The development of medical tourism in Indonesia, especially Bali, has quite high potential because Bali is known for its natural beauty and culture as a tourist destination. Pre-arrival experience is a determining aspect in decision making for medical tourism. Research Objective: This study aims to determine the factors that influence pre-arrival experience in relation to decision making to undertake medical tourism. Research methodology This research uses a qualitative design with a phenomenological approach. The research was conducted at the BIMC Surgical Hospital Nusa Dua Bali, in October-November 2023. Research results: Pre-arrival experience factors related to decision making, namely hospital reputation, communication, information sources, economic status, service costs, service quality, qualifications medical personnel, location image, and individual internal factors. Supporting factors in decision making are mostly related to hospital quality, proximity to the country of origin, and Word-of-Mouth (WoM). Researchers did not find any inhibiting factors in decision making, but there were several conditions that made tourists less comfortable in the pre-arrival experience, namely psychological factors, language barriers outside the hospital, and concerns from the surrounding environment, related to the quality of medical tourism services in Indonesia. Conclusion: This research finds that several pre-arrival experience factors have a big influence on decision making, especially the service cost factor. Location image and individual motivation factors are new factors that researchers discovered. Keywords: Medical Tourism, Decision Making, Pre-Arrival Experience
 
Read More
B-2409
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofana Pelangi; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Purnawan Junadi, Wahyu Sulistiadi, Murdo Suwardjoko, Hanibal Pardede
B-1274
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maisara Sriwidari Rahayu Hanif; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Mieke Savitri, Indah Rossana, Yuli Prapancha Satar
Abstrak:

Kemampuan Rumah Sakit Pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat masih belum memuaskan. Rumah sakit pemerintah masih sering mendapatkan icon buruk karena pelayanan yang jelek. Salah satu sebabnya karena lambatnya rantai birokrasi di bidang pengelolaan keuangan sehingga membuat sistem menjadi tidak efektif dan efisien. BLU diharapkan dapat menjadi solusi dari masalah ini . Namun dalam perjalanan menjadi BLUD., faktor persepsi pimpinan berperan dalam proses tersebut. Karena pimpinan berfungsi sebagai mediator informasi tentang BLUD Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran tentang persepsi dan pentingnya persepsi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan gambaran masih kurangnya persepsi pimpinan sehingga memperlambat proses menjadi BLUD. Untuk menanggulanginya dibutuhkan kerjasama yang solid antar pimpinan dan sosialisasi yang intens dan merata. Kata Kunci: BLUD, persepsi


The ability of the government hospital in providing services to the public is still not satisfactory. government hospitals still often get a bad icon for bad service. one reason for the slow bureaucracy in the field of financial management so as to make the system ineffective and inefficient. BLU is expected to be the solution of this problem. But on the way into the leadership perception BLUD factors play a role in the process, because of the leadership function as mediators of information about BLUD. This research study included qualitative research with the aim to get an idea of perception and the importance of these perceptions. Based on the results, the picture is still a lack of perception of leadership so that the slow process of an advanced BLUD. To prevent it needed a solid partnership between the leadership and intensive socialization and equitable Keyword; BLUD, perception

Read More
B-1267
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Ira Damayanti; Pemb. Mieke Savitri; Penguji: Yuli Prapancha Satar, R. Suhasbagyo
Abstrak:

Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh RS pada dasarnya adalah upaya untuk memahami kebutuhan dan keinginan para pelanggan yang memerlukan jasa pelayanan kesehatan yang disediakan rumah sakit. RS PMC dengan beberapa pesaing di sekitarnya memiliki angka kunjungan persalinan yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik personal dan bauran produk dengan keputusan pembelian pelayanan persalinan di RS PMC. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional, Pendekatan penelitian menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara mendalam terhadap manajemen RS PMC. Jumlah sampel sehanyak 76 responden yang diperoleh dari pasien poli kandungan. Analisa menggunakan uji univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisa bivariat dan multivariat didapatkan bahwa persepsi terhadap harga persalinan mempengaruhi keputusan pembelian pnlayanan persalinan. Melalui wawancara diketahui bahwa RS PMC memiliki paket persalinan SC dan paket persalinan normal yang dalam tahap uji coba. Peneliti menyarankan agar tariff yang ditetapkan oleh RS PMC saat ini sebaiknya dipertahankan dan memperluas jaringan kerjasama dengan perusahaan dan asuransi baik yang di wilayah Jakarta maupun sekitarnyadengan memberikan informasi kepastian biaya persalinan atau system yang ada di RS PMC.


Basically marketing conducted by hospital is an effort to recognize the customer's need and want that calls for health care service provided by hospital. The Port Medical Centcr (PMC) Hospital and the competitors nearby have the low number or delivery care visit. The Study was aimed to asses the association of patient's characteristics and mix product with decision to buy of delivery care service in PMC Hospital. The study was an analytic descriptive using cross-sectional design. It used quantitative and qualitative study approach. Instrument used in the study was questionnaire and the in-depth interview was oonducted toward the management of PMC Hospital. There were 76 respondents as sample gained from the obstetric and gynecology clinic. Statistic analysis used was univariate, bivariate and multivariate test. Bivariate and multivariate analysis revealed that the perception of delivery care price influenced the decision to buy of delivery care service. From the interview conducted in hospital showed that PMC Hospital had SC and normal delivery care packages that was in trial. The study recommended the price decided by the PMC Hospital should be maintained and the hospital should enlarge the network with other companies and insurance companies in the region of Jakarta and around it by providing the information of certain price of delivry care service of package system that is available in the Hospital.

Read More
B-1118
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heri Priatna; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo; Penguji: Purnawan Junadi, Amal C. Sjaaf, Budi Hartono
B-1251
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fenny Hamka; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Kurnia Sari, Atiek S. Asmawati
B-1277
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vania Russendra Setiawan; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Mieke Savitri, Ronnie Rivany, Benjamin Lahey
Abstrak:
Saat ini rumah sakit dan tenaga kesehatan rawan akan tuntutan-tuntutan yaitu tuntutan mutu pelayanan, tuntutan hukum dari pasien dan banyak pesaing dalam bidang perumahsakitan. Atas dasar ilu perlu perbaikan mutu dan menjaga mum. Rekam medis yang tidak lengkap merupakan kendala daiam menghasilkan rekam medis yang bermutu, formulir relcam medis rawat inap merupakan salah satu sumber data untuk mendapatkan informasi asuhan medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentiiilcasikan kelengkapan rekam medis rawat inap Rumah Sakit Family Medical Center. Sehingga diharapkan kualitas rekam medis dapat ditingkatkan yang secara tidak langsung mereileksikan mutu pelayanan medis di rumah sakit bersangkutau. Penelitian dilalcukan dengan metode pendekatan lcuantitatifdan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian pada rekam medis rawat inap pada bulan Januari - Mare: tahun 2009 adalah dari 444 rekam medis pemeriksaan Esik (anamnesis) ketidaklcngkapannya sebesar 50%, pemyataaan pulang paksa yaitu 85%, selanjutnya fommlir Resume medis mempakan hal yang paling sering tidak 50 %_ Dari wawancam mendalam pada kelengkapan pengisian rekam medis memang masih ada kekurangan dalam pengisian rekam medis. Ditemukan juga beberapa faktor yang mempenganzhi kelengkapan rekam medis Rumah Sakit Family Medical Center. Atas dasar temuan tersebut disarankan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan staff sub bagian rekam medis, peningkatan iimgsi dan peranan manajemen, peningkatan disiplin waklu kerj; peningkatan sosialisasi buku pedoman pengelolaan rekam medis, peningkatan prasarana Esik dan sarana.

Recently, the hospital and health personel are troubled by claims that are the claim of service quality, the claim of employee’s welfare, criminal procedure by teha patient and other competitors in hospitalization aspects. Base on those facts, so some effort improving and maintaining the quality is needed. Incomplete medical records are the constraint in producing good and valuable medical record of which inpatient medical record as a one of many data resource to produce information about medical record. The objective of this research is to identify the completeness of inpatient medical records content in "Family Medical Center" hospital in order. That effort is to assure the medical records quality could be developed which is indirectly reflect the quality of health care in the hospital. The research methodology is canied out by quantitive approach and qualitative approach. The result of this research was from 444 medical records can be found in assessment and physical examination 50% incomplete, force discharged 85% incomplete, and medical resume 50% incomplete. From in-depth interview whether in completeness of medical records are still there are lacking in writing medical records documentation. The research also found some factors that influence the firltllling medical record sheet and make it incomplete. Based on those findings, it is suggested to improve the quality of human resources and make the management to be efficient, enhance the function, improve the discipline of working hours, enhance the socialization of the guiding book of medical record management, improve the physical utility and pre-utility.
Read More
B-1162
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafni Pamela Sari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Puput Oktamiati, Wirda Saleh
Abstrak:
lnstalasi farmasi di Rumah sakit pcrlu mendapatkan pengelolaan yang baik, karena instalasi ini bcrperan penting dalam menenlukan baik tidaknya pclayanan Rumah Sakit dan juga pengeluaran Rumah Sakit unluk lnstalasi ini cukup besar. Di Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi pengeluaran unmk Instalasi Faxmasi Tahun 2008 sebesar 36,24 % dari total pengeluaran Rumah Sakil, dan dari jumlah tersebut 46,19 % adalah untuk obat, sedangkan jumlah item obat adalah 11733. Dcngan jumlah investasi yang sangat besar tersebut (Rp. 8.000.000.000,-) dengan jumlah item obat yang cukup banyak memerlukan suatu sistem perencanaan yang akurat. Pengawasan obat dengan jumlah item yang banyak akan lebih mudah dilakukan apabila dibuat pengelompokkan obat tcrsebut menurut tingkat pemakaian, tingkat invcstasi dan tingkat kckritisannya. Sedangkan perencanaan dapat dilakukan dengan melakukan forecasiing menggunakan data tahun yang lalu. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bckasi dan merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan operation research. Melalui pendekatan kualitatif diharapkan diperoleh informasi tentang Manajemen Farmasi, khususnya perencanaan. Sedangkan dengan operation research didapatkan bahwa dengan suatujumlah persedian yang optimal akan mengcluarkan biaya yang lebih rendah dan sekaligus dapat mengoptimalkan pelayanan. Objek yang akan cliteliti adalah obat golongan antibiotik, karena obat golongan ini banyak dipakai 30,55 % dari total pemakaian obat dan investasi umuk obat ini cukup besar yaitu 24,05 % dari total investasi obat selama tahun 2008. Dilakukan Analisis ABC indeks kritis untuk obat golongan ini dan dihitung prakiraanjumlah kebutuhan bulan januari, Februari dan Maret 2009 untuk antibiotik kelompok A dalam analisis ABC indeks kritis dengan metodc Sinynle Exponenfial Smoothing dengan dengan 0. = 0,3 dan patokan perhitungan adalah MAD. Selanjutnya dibandingkan dengan perencanaan yang dilakukan Rumah Sakit dengan uji peringkat bertanda Wilcoxon. Untuk antibiotik kelompok Ajuga dilakukan perhitunganjumlah pemesanan optimal. Hasil yang dipcrolch dari pcnclitian ini dikctahui bahwa lnstalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi. Dalam melakukan perencanaan memakai metode Moving Average dan pemesanan dengan Order Cyrcle Sysrem namun tidak diperolch alasan yang jelas mcngcnai pcmilihan metode ini. Dari analisis ABC indeks kritis diperoleh I2 item antibiotik yang termasuk kelompok A, 50 kelompok B dan 222 kelompok C. Ke-I2 item antibiotik yang termasuk kelompok A tersebut merupakan 51,99 % dari total pemakaian dan 20,73 % dari total invcstasi. Hasil jzrecastmg terhadap kelompok A setelah dibandingkan dengan perencanaan yang dibuat Rumah Sakit ternyata tidak ada perbedaan yang bermakna. Mengacu pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan melakukan pengelompokan antibiotik menurut analisis ABC indeks kritis dapat mcmpcmwdah pcngawasan karena dapat ditentukannya prioritas pengawasan, untuk itu disarankan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi untuk membuat pengelompokkan semua obat menurut analisis ABC indeks kritis untuk mcmudahkan pcngawasan. Dari hasil _/brecasiing yang dilakukan dan setelah diuji ternyala tidak ada pcrbedaan yang bermakna dengan yang telah dilakukan Rumah Sakit, artinya metode perencanaan yang dilakukan Rumah Sakit telah cukup baik, disarankan untuk dipcrtahankan.

Pharmacy unit should have good management in relation to its role in detemmining the quality of service in the hospital and the cost of this unit is quite high indeed. In Bekasi Public Hospital City 2008, the cost of this unit is about 36,24 % of total cost ofthe hospital from such amount 46,19 % is paid for |.733 items of medicine. Referring a large amount of such invest beside a large number of medicine (Rp. 8.000.000.000,-), the accurate planning is required. Managing of large number of medicine could be simplified by grouping the medicine according to level of use, level of invest and level of critical point. Therefore, the planning could be done by forecasting using the last data. This reseach was conducted in pharmacy unit of Bekasi Public Hospital City by qualitative and quantitative approach with operation research. By quantitative approach, we expect the information about pharmaceutical management especially planning. More over, operation research could be define that optimal amount of stock would cost less even optimize the sen/ice. Object the research are antibiobics, because the using of this kind of medicine is 30.55 % of total number of all kind of medicine and the invest of antibiotics is quite large number, namely 24.05 % of total invest all kind of medicine a long 2008. Critical index ABC analysis is carried out. Requirement in January, February and March 2009 have been estimated for A group of antibiotics by this analysis using Simple Exponential Smoothing method with U. = 0.3 and calculation point is MAD. Futhennore, the value were compared with the data of planning which done by the hospital by wilcoxon signed ranks test. The result showed that phamiaceutical instalation in Bekasi Public Hospital City, planning was carried out by Moving Average Method, meanwhile ordering was carried out by Order Cycle System, unfortunately there are no definitive reason in choosing these methods. Critical index ABC analyses found that I2 items of antibiotics were belonging A groups, 50 were belonging B groups and 222 were belonging C groups. All of I2 items of antibiotics belonging A groups were 35.90 % of total using and 28.46 % of total invest. The result of forecasting to A groups compared with planning carried out by hospital showed no significant difference. The data showed that grouping the antibiotics according to critical index ABC analyses could simply the controlling because the priority of controlling could be determined. Therefore, it could be adviced to the Bekasi Public Hospital City to grouping all the medicine according to the critical index ABC analyses. The result of foreecasting and test showed no significant difference with those carried out by the hospital. It meaned that planning method carried out by hospital is good enough and could be continue. File Digital: 1
Read More
B-1163
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive