Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38133 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yuda Triyuni Sakdiah; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Sri Endang Kusdiningsih
S-5917
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lila Kesuma Hairani; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Rina Fithri Anni B.
S-5794
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Winasis; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji; Yovsyah, Suminah
S-8405
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amrul Hasan; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Dian Ayubi, Cicilia Widiyaningsih, Ismen
Abstrak:

Demam berdarah dengue merupakan masalah kesehatan masyarakat hingga saat ini di Kota Bandar Lampung dengan jumlah penderita yang terus meningkat. Pada tahun 2001 Incidence rate sebesar 13,56 per 100.000 penduduk, meningkat menjadi 109,8/100.000 penduduk pada tahun 2006 dan akhir Februari 2007 Kota Bandar Lampung dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam berdarah dengue lokal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kebiasaan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pencegahan gigitan nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue di Kota Bandar Lampung, menggunakan desain kasus kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 406 individu terdiri dari 203 kasus dan 203 kontrol. Kasus adalah individu yang menderita DBD yang pernah dirawat di rumah sakit dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung dari tanggal 1 Maret 2007 sampai 15 Mei 2007, sedangkan kontrol dipilih dari tetangga kasus yang bertempat tinggal dalam radius 100 meter dari tempat tinggal kasus. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 2007. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunjungi rumah kasus dan dan kontrol kemudian diwawancarai dan observasi lingkungan rumah. Hasil penelitian diketahui ada hubungan kebiasaan melakukan PSN dengan kejadian demam berdarah dengue, individu yang tidak melakukan PSN berisiko 5,85 (95% CI : 2,86 - 11,99) kali terkena DBD, sedangkan individu yang melakukan 1 jenis PSN (menguras atau menutup atau mengubur) berisiko 2,22 (95% CI : 1,32-3,72) kali untuk terkena DBD dibandingkan dengan individu yang melakukan PSN setelah dikontrol dengan variabel riwayat tetangga yang pemah sakit DBD, keberadaan benda yang dapat penampung air di sekitar rumah dan kebiasaan melakukan pencegahan gigitan nyamuk. Ada hubungan antara kebiasaan melakukan pencegahan gigitan nyamuk dengan kejadian DBD, Individu yang tidak pernah melakukan pencegahan gigitan nyamuk berisiko 7,82 (95% CI : 4,12-14,86) kali untuk terkena DBD, sedangkan individu yang melakukan 1 pencegahan (mengunakan penolak nyamuk di oles di kulit repellent atau anti nyamuk bakar atau menyemprot ruangan dengan pembasmi serangga) berisiko 4,21 (95% CI : 2,31 - 7,65) kali untuk terkena DBD dibandingkan dengan individu yang melakukan 3 pencegahan gigitan nyamuk setelah dikontrol dengan variabel umur, riwayal tetangga pernah sakit DBD, keberadaan benda yang dapat menampung air di sekitar rumah dan kebiasaan melakukan PSN. Untuk menanggulangi DBD kegiatan PSN perlu dilakukan secara teratur minimal satu minggu sekali. Untuk mencegah terjadi terkena DBD dapat dilakukan melindungi diri agar tidak digigit nyamuk terutama 2 jam sebelum matahari terbit dan terbenam dengan menggunakan anti nyamuk yang di oles di kulit, anti nyamuk semprot ataupun electrik/bakar.


Dengue haemorrhagic fever most important public health problem in Bandar Lampung today. Increasing case occure from 2001 to 2006, if 2001 incidence rate 13,56/ 100.000 became 109,8/ 100.00 at 2006 and the end of February 2007 stated Bandar Lampung local outbreak dengue haemorrhagic fever. A case-control study was conducted to explore correlation the risk factor of dengue infection in Bandar Lampung from 20 April to 30 May 2007. 230 case and 230 control were included for statisyical analysis. After further adjusting the confounder there are strong correlation between habitual Eliminating Mosquitos Breeding Sites and use personal protective (eg; use repellent, mosquito coil and use insecticide hand sprayer) with dengue case. Individual has one PSN estimated to be 2,22 (95% Cl : 1,32-3,72) times as great for individual has 3 PSN and individual did not PSN estimates to be 5,85 (95% CI : 2,86 - 11,99) times as great has dengue fever for individual has 3 PSN after controlled by history neightborhood DHF, water container around house, use mosquitoes prevention bites. Individual use one mosquitoes prevention bites estimated to be 4,21 (95% Cl : 2,31-7,65) times as great for individual use three mosquitoes prevention bites and individual did not use mosquitoes prevention bites estimated to be 7,82 (95% CI : 4,12- 14,86) times as great for individual use three mosquitoes prevention bites. Dengue fever is a mosquitoes-bome disease and the risk of person contracting the disease is determined by individu behaviour in eliminating mosquitos breeding sites and use mosquitoes prevention bites in Bandar Lampung.

Read More
T-2524
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Veli Sungono; Pembimbing: Nuning M. Kiptiyah
S-3717
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Santoso; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo
S-3176
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Sumantri; Pembimbing: Syahrizal Syarif
S-738
Depok : FKM UI, 1994
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resa Ana Dina; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Nuning Maria Kiptiyah, Moch. Iqbal
S-5814
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henny Kurniati; Pembimbing: Ratna Djuwita Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Sumiati
Abstrak: Demam berdarah dengue merupakan penyakit tular vektor yang dapat menimbulkan wabah dan kematian. Angka insiden demam berdarah dengue di Indonesia pernah meningkat signifikan pada tahun 2016 sebesar 78,85 per 100.000 penduduk. Sementara angka insidens demam berdarah dengue di Jakarta Timur pada tahun 2018 sebesar 31.17 per 100.000 penduduk. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah peningkatan kasus demam berdarah dengue ini adalah dibentuknya juru pemantau jentik yang bertugas melakukan pemantauan jentik rutin pada tempat penampungan air di wilayah kerja masing-masing. Keberhasilan dan kegagalan dari program ini juga ditentukan dari pengetahuan dan kinerja jumantik mengenai demam berdarah dan cara pencegahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara pengetahuan dengan kinerja jumantik sebagai indikator daerah bebas jentik di Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur Tahun 2019. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan mengumpulkan data primer menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi dari penelitian sebelumnya. Desain penelitian adalah cross sectional. Besar sampel yang diambil adalah total sampel berjumlah 103 jumantik yang mewakili masing-masing satu RT di Kelurahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan antara pengetahuan penyebab dengan kinerja jumantik (p=0.02) dengan OR sebesar 2.85. Artinya, masih banyak jumantik di Kelurahan Kalisari yang belum paham mengenai penyebab dan cara pencegahan demam berdarah sehingga dapat mempengaruhi kinerjanya dalam bertugas. Maka dari itu diperlukan workshop dan seminar serta simulasi terkait cara pencegahan demam berdarah untuk para jumantik. Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, Jumantik, Kinerja, Pengetahuan
Read More
S-9999
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendri Jhonson; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko, Andy Bendru
S-4364
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive