Ditemukan 27220 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dear Nugra Bestari; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Anwar Hassan, Rosmaria Girsang
S-5905
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rina Nurjanah; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Tien Mutiarsah
S-5914
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rina Nurjanah; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Tien Mutiarsah
S-5914
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Intan Ratna Sari; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih,
Abstrak:
Read More
Kabupaten Lebak, termasuk Kecamatan Rangkasbitung yang strategis dan mudah diakses, masih menghadapi tantangan rendahnya cakupan sanitasi layak, terutama di Desa Mekarsari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) pada warga Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, tahun 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap informan utama, pendukung, dan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku BABS terkait dengan faktor pengetahuan, sikap, persepsi, sosial, ekonomi, budaya, ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi, serta intervensi program pemerintah. Rendahnya akses terhadap jamban sehat menjadi penyebab utama praktik BABS, yang berkontribusi pada pencemaran lingkungan dan peningkatan risiko penyakit. Penelitian ini memberikan rekomendasi intervensi berbasis masyarakat untuk meningkatkan edukasi dan akses sanitasi, sebagai upaya mengurangi praktik BABS dan mendukung program pemerintah dalam pencapaian sanitasi layak.
Lebak Regency, including the strategically located and easily accessible Rangkasbitung District, still faces significant challenges in achieving adequate sanitation coverage, particularly in Mekarsari Village. This study aims to describe the open defecation (OD) behavior among residents of Mekarsari Village, Rangkasbitung District, in 2024. The research method employed a qualitative approach through in-depth interviews with key, primary, and supporting informants. The results indicate that OD behavior is related to factors such as knowledge, attitude, perception, social and economic conditions, cultural aspects, availability of sanitation facilities, and government program interventions. The lack of access to proper latrines is identified as the main cause of OD practices, contributing to environmental pollution and increased health risks. This study provides community-based intervention recommendations to improve education and sanitation access as efforts to reduce OD practices and support government programs in achieving proper sanitation.
S-11845
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ravinka Ayundra Putri; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Daniel Kwintaryono Ramadhan
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku pencegahan HIV pada pasangan serodiskordan dan serokonkordan di yayasan Grapiks Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam secara daring melalui aplikasi yang menyediakan fitur percakapan suara. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku pencegahan HIV pada pasangan serodiskordan yaitu sebagain besar tidak konsisten menggunakan kondom namun patuh mengkonsumsi obat ARV, sedangkan semua pasangan serokonkordan konsisten menggunakan kondom dan patuh mengkonsumsi obat ARV. Semua ODHA telah mengungkapkan statusnya kepada pasangannya. Namun tidak semua mengungkapkan kepada keluarganya. Semua pasangan memiliki pengetahuan yang cukup baik seperti faktor penularan, pencegahan dan pengobatan.
Read More
S-10528
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Shinta Rengganis; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Evi Martha, Irwan Panca Wariaseno, Heni Rudiyanti
Abstrak:
Temuan penyakit demam tifoid tertinggi di Jawa Tengah berasal dari tiga kabupaten,salah satunya adalah Kabupaten Cilacap. Peningkatan kasus demam tifoid terjadi selamatiga tahun berturut-turut di Puskesmas Kroya I. Salah satu perilaku penyebab penularanpenyakit demam tifoid adalah perilaku cuci tangan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan di Kecamatan Kroya.Penelitian dilakukan di Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap, menggunakan desain crosssectional dengan jumlah sampel sebanyak 136 anak usia 9-14 tahun. Data dikumpulkanmelalui wawancara dengan pedoman kuesioner yang telah diuji validitas danreliabilitasnya serta dianalisis menggunakan regresi logistik ganda melalui aplikasistastitik. Hasil penelitian menunjukkan 73,5% responden berperilaku cuci tangan kurangbenar. Hasil analisis menunjukkan pengetahuan, sikap, dan dukungan teman berhubungansecara signifikan dengan perilaku cuci tangan. Pengetahuan merupakan variabel dominandalam perilaku cuci tangan pada anak usia 9-14 tahun, responden dengan pengetahuantinggi berpeluang untuk berperilaku cuci tangan baik 11,86 kali dibandingkan respondendengan pengetahuan rendah. Puskesmas diharapkan memperkaya materi penyuluhankepada anak dan orangtua serta lebih memaksimalkan program dokter kecil sebagai peereducator anak.Kata Kunci: Perilaku Cuci Tangan, Anak, Pengetahuan.
Read More
T-5338
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Donal Simajuntak; Pembimbing: Rita Damayanti; Agustin Kusumayati; Penguji: Dewi Susanna, Calvin Watimena
T-3062
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fiqih Mutiara; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dien Anshari, Arum Ambarsari
Abstrak:
Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah episentrum penyebaran COVID-19 dengan kasus tertinggi di Indonesia, untuk itu diperlukan upaya perilaku pencegahan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku pencegahan penularan COVID-19 masyarakat DKI Jakarta ditinjau dari variabel yang ada di dalam teori Health Belief Model. Penelitian dengan pendekatan metode kuantitatif, desain cross sectional, dilakukan pada 320 orang yang berusia 15-64 tahun dan diambil secara quota sampling dari 5 wilayah DKI Jakarta. Data dikumpulkan dengan metode responden mengisi kuesioner secara mandiri yang dilakukan secara online dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat telah melakukan sebagian besar perilaku pencegahan penularan COVID-19 dengan baik seperti pada penggunaan masker setiap keluar rumah, menerapkan etika batuk, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir saat sebelum makan, setelah makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah beraktivitas dan menyentuh benda, serta mencuci tangan minimal 20 detik, menggunakan hand sanitizer, tetap di rumah ketika sakit, menghindari berjabat tangan, memberi jarak 1-2 meter dengan orang lain, menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang, menghindari tempat dan kendaraan umum, dan menghindari berpergian ke zona merah. Hal ini karena pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan COVID-19 sudah tinggi, namun masih rendah mengenai penggunaan tisu alkohol dan waktu yang dibutuhkan untuk dapat tertular COVID-19. Masyarakat pada umumnya mempersepsikan COVID-19 penyakit yang serius bagi dirinya dan merasa dirinya rentan untuk tertular COVID-19. Umumnya masyarakat tidak merasa ada hambatan untuk melakukan perilaku pencegahan, dan mayoritas menganggap tindakan pencegahan COVID-19 bermanfaat bagi dirinya serta mereka merasa mampu untuk melakukan tindakan pencegahan. Perlu meningkatkan edukasi atau sosialisasi yang efektif dan konsisten melalui berbagai media untuk pengetahuan dan perilaku yang masih kurang baik, melakukan penyuluhan tentang pakai masker yang benar, serta meningkatkan penerapan kebijakan dan kedislipinan di semua sektor.
Kata kunci: Perilaku Pencegahan COVID, Masyarakat, Provinsi DKI Jakarta, Health Belief Model
The DKI Jakarta Province is the epicenter of the spread of COVID-19 with the highest cases in Indonesia, for this reason prevention efforts are needed in the community. This study aims to see the prevention measures for the transmission of COVID-19 in the people of DKI Jakarta in terms of the variables in the Health Belief Model theory. Research with a quantitative method approach, cross sectional design, was conducted on 320 people aged 15-64 years and was taken by quota sampling from 5 areas of DKI Jakarta. Data were collected using the respondent's method of giving a questionnaire which was conducted online and analyzed descriptively. The results of community research have done most of the prevention of COVID-19 transmission well, such as using masks every time you leave the house, applying cough etiquette, washing hands with soap and water before eating, after eating, after using the bathroom, after activities and objects, as well as washing hands for at least 20 seconds, using hand sanitizers, staying at home when sick, avoiding shaking hands, giving 1-2 meters distance from other people, avoiding activities that involve many people, avoiding public places and transportation, and avoiding traveling to the zone red. This is because the community knowledge about efforts to prevent COVID-19 is high, but still low regarding alcohol use and the time it takes to catch COVID-19. Society in general complicates COVID-19, a serious disease for itself and susceptible to COVID-19. Of the society does not feel there are obstacles to taking precautions, and stopping COVID-19 prevention measures is beneficial for them and they feel capable of taking preventive measures. It is necessary to increase effective and consistent education or socialization through various media for knowledge and behavior that is still inadequate, conduct counseling on how to use masks properly, and increase the implementation of policies and discipline in all sectors.
Key words: COVID-19 prevention behaviour, community, DKI Jakarta Province, Health Belief Model
Read More
Kata kunci: Perilaku Pencegahan COVID, Masyarakat, Provinsi DKI Jakarta, Health Belief Model
The DKI Jakarta Province is the epicenter of the spread of COVID-19 with the highest cases in Indonesia, for this reason prevention efforts are needed in the community. This study aims to see the prevention measures for the transmission of COVID-19 in the people of DKI Jakarta in terms of the variables in the Health Belief Model theory. Research with a quantitative method approach, cross sectional design, was conducted on 320 people aged 15-64 years and was taken by quota sampling from 5 areas of DKI Jakarta. Data were collected using the respondent's method of giving a questionnaire which was conducted online and analyzed descriptively. The results of community research have done most of the prevention of COVID-19 transmission well, such as using masks every time you leave the house, applying cough etiquette, washing hands with soap and water before eating, after eating, after using the bathroom, after activities and objects, as well as washing hands for at least 20 seconds, using hand sanitizers, staying at home when sick, avoiding shaking hands, giving 1-2 meters distance from other people, avoiding activities that involve many people, avoiding public places and transportation, and avoiding traveling to the zone red. This is because the community knowledge about efforts to prevent COVID-19 is high, but still low regarding alcohol use and the time it takes to catch COVID-19. Society in general complicates COVID-19, a serious disease for itself and susceptible to COVID-19. Of the society does not feel there are obstacles to taking precautions, and stopping COVID-19 prevention measures is beneficial for them and they feel capable of taking preventive measures. It is necessary to increase effective and consistent education or socialization through various media for knowledge and behavior that is still inadequate, conduct counseling on how to use masks properly, and increase the implementation of policies and discipline in all sectors.
Key words: COVID-19 prevention behaviour, community, DKI Jakarta Province, Health Belief Model
S-10325
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ridhaninggar Rindu Nainda; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Toha Muhaimin, Solihatingsih
S-6632
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Irmatri Ariyani; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Agustin Kusumayati, Rinni Yudhi Pratiwi
S-5771
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
