Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39067 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Suskawati; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Budi Hidayat, Budi Hartono
S-5947
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Aisyah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Pujiyanto, Erty Masiha
Abstrak: Penelitian ini membahas kelengkapan resume medis rawat inap di RS UmumHermina Depok. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran hasil analisiskelengkapan resume medis rawat inap. mendapatkan gambaran hasil analisiskelengkapan resume medis rawat inap. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatifdengan desain studi cross sectonal dan kualitatif dengan wawancara mendalam danterstruktur menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini adalahkurangnya pengetahuan, kurang sesuainya sanksi dan insentif, instrumen yangpenting, format instrument kolom, huruf, perlengkapan, uji coba, revisi, sosialisasi,kelengkapan, ketidaklengkapan dan dokter penanggung jawab resume medis rawatinap.. Hasil penelitian didapatkan rata-rata resume medis rawat inap lengkapsebesar 84,6% dan yang tidak lengkap sebesar 15,4%. Hal ini menunjukkan bahwastandar kelengkapan resume medis rawat inap masih belum sesuai RS UmumHermina Depok sebesar ≥ 95%. Kurangnya sosialisasi terkait peraturan resumemedis kepada para dokter merupakan salah satu hambatan dalam pengisian resumemedis rawat inap masih belum lengkap.
Kata Kunci :Dokter Penanggung Jawab Pasien, Ketidaklengkapan, Resume Medis
This research discuss about the completeness of Inpatient Medical Resume atHermina Depok Hospital. The purpose of this research is to get the illustration ofanalysis the completeness of inpatient medical resume. The research usesquantitative method with cross sectional design and qualitative by in-depthinterview and structural interview by using both primer and secondary data. Theresult of this research are less knowledge, inappropriate sanction and incentive,important items. Column instrument format, character, tools, trial test, revision,socialization, completeness, incompleteness, and physician responsible due toinpatient medical resume. Concludes that the average of completeness inpatientmedical resume is about 84,6% and discompleteness medical resume is about15,4%. It shows that the completeness of inpatient medical resume yet with thestandard of Hermina Hospital Depok which is about >95%. The minimumsocialization about the rule of medical resume to the physician become one ofobstacle when filling inpatient medical resume still not complete.
Keyword:Responsible Physician Patient, Incompleteness, Medical Resume.
Read More
S-9211
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Puspito Sari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Eva Mundyastuti, Budi Hartono
Abstrak:

Salah satu indikator untuk menunjukkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah data atau informasi dari rekam medis yang baik dan lengkap. Rekam medis yang lengkap dapat memberikan gambaran secara keseluruhan tentang pasien yang akan digunakan untuk berobat kembali. Rekam medis adalah bukti otentik jika terjadi tuntuntan di pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik dokter dalam kelengkapan pengisian rekam medis dan faktor-faktor ekstrinsik yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah metode observasional. Data diambil secara potong lintang sebanyak 50 rekam medis selama bulan September-November 2011 yang diisi oleh 10 dokter spesialis, serta dilakukan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis menunjukkan variabel beban kerja (Pvalue=0,001), prosedur kerja (Pvalue 0,001), dan supervisi teknis (Pvalue=0,036) mempengaruhi langsung kelengkapan pengisian rekam medis. Variabel yang paling dominan mempengaruhi kelengkapan rekam medis adalah variable dengan nilai coeff. B paling besar yaitu status prosedur kerja dengan coeff B=13,7. Saran yang diberikan kepada RS. Hermina Depok ialah melakukan sosialisasi dan pelatihan pengisian rekam medis secara rutin. Selainitu, melakukan pemeriksaan dan pengawasan dalam hal pengisian rekam medis secara tepat dan sesuai dengan periode yang ditetapkan. Kata kunci: Karakteristik Individu, Motivasi Ekstrinsik, Kinerja, Rekam Medis


 One of the indicators of the health service quality in the hospital is the comprehensive information from patients’ medical records. A comprehensive medical record could display the whole patient’s condition which can be used for their next treatment. A medical record, in addition, is also important legal evidence used in the court, provided there is any lawsuit. This research is carried out to illustrate the link between Doctors’ individual characteristics with the completion of patients’ medical records together with other external related factors. Observational study is the method used in the research, with cross sectional data from 50 patients’ medical records in September-November 2011, filled out by 10 specialist doctors; as well as data collection from interview with the use of questionnaires. The Results indicate: workload variable (Pvalue=0,001), work procedures (Pvalue 0.001), and supervisory techniques (Pvalue=0,036) affecting the completion of the medical records directly. The most dominant variable affecting the completion of health records is the one with the highest Coeff B value work procedures with Coeff B value=13.7. Suggestion given to RS HerminaDepok is to perform regular training and socialization, as well as to carry out checks and supervision in regard to the correct completion of patients’ medical records based on the indicated period. Key words: Individual characteristics, External motivation, Work performance, Medical Record

Read More
B-1359
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sugeng Wigiyantoro; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Sandi Iljanto, Mieke Savitri, Rosa Trifina, Kristina
Abstrak: Resume medis merupakan ringkasan semua informasi penting pasien dan harus diisisecara lengkap dan sesuai standar karena merupakan persyaratan dokumen klaim BPJS.Data bagian klaim JKN RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang berkas klaim BPJS pasienrawat inap yang dikembalikan karena ketidaksesuaian 4,2% - 10,2%, dan didukung databahwa berkas yang di klaim pada bulan berjalan merupakan klaim pelayanan 3 bulansebelumnya. Angka tersebut menunjukkan trennya meningkat seiring semakin banyaknyapasien BPJS. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan DPJP dalampengisian resume medis berdasarkan kelengkapan data resume medis dan kesesuaiandiagnosis akhir pada berkas klaim pasien rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif, pendekatan observasional analitik dengan desain cross sectional yangdilaksanakan bulan april - mei 2018 kepada 14 responden dan 196 dokumen resume medis,serta mengkombinasikan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada 9informan sebagai upaya mempertajam keakuratan hasil penelitian. Hasil penelitian bahwakelengkapan data berkas resume medis 31,1%. Kesesuaian diagnosa akhir 94,4%.Kepatuhan DPJP dalam mengisi resume medis dengan kriteria berkas lengkap dan sesuai29,1%. Dari delapan variabel independen terdapat empat variabel sebagai faktor-faktoryang berpengaruh langsung terhadap kepatuhan, yaitu persepsi terhadap beban kerja,persepsi terhadap dukungan pimpinan, persepsi terhadap insentif dan persepsi terhadapsanksi. Dan hasil uji multivariat, menyatakan bahwa variabel persepsi terhadap insentifmerupakan variabel yang paling berhubungan sebesar 7,4 kali terhadap kepatuhanpengisian resume medis.
Kata kunci:Kepatuhan dokter, kelengkapan resume medis, kesesuaian diagnosis akhir.
The medical resume is a summary of all important patient information and should be fullycompleted and in accordance with the standard as it is a requirement of the BPJS claimdocument. Base on data of claims section of Regional Hospital Ade Muhammad DjoenSintang, BPJS claim file of inpatient patient returned due to incompability is about 4.2%to 10.2%, and supported data that file claimed in the current month is claim of service 3months before. This figure shows the increasing trend as more and more patients BPJS.This study aims to determine the relationship of the doctor in charge in patientcompliance in filling medical resume based on the completeness of medical resume dataand the suitability of the final diagnosis on the claim file of inpatients. This research is aquantitative research, analytic observational approach with cross sectional designconducted in april to may 2018 to 14 respondents and 196 medical resume documents,and combine qualitative approach through in-depth interview to 9 informants as an effortto sharpen the accuracy of research result. The results of the study that the completenessof medical file data resume 31.1%. Final diagnosis 94.4%. DPJP compliance incompleting medical resume with complete file criteria and appropriate 29.1%. There arefour variables as factors that directly affect the compliance are perceptions of workload,perceptions of leadership support, perceptions of incentives and perceptions ofpunishments. And the results of multivariate tests, states that the perceptual variables onincentives are the most correlated variables of 7.4 times against to the compliance ofmedical resume filling.
Keywords:Doctor's compliance, medical resume completeness, final diagnosis appropriateness.
Read More
B-1981
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elly Rozalia; Pembimbing: Hafizurrachman
B-660
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarwati; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Yawestri Pudjiati, Andi Julia Rifiana
B-1624
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Supartini; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Evi Martha, Purnawan Junadi, Sumijatun, Saida Simanjuntak
Abstrak: Abstrak

Dokumentasi keperawatan merupakan bukti dari pelaksanaan keperawatan yang menggunakan metode proses keperawatan, berisi tentang catatan respon pasien terhadap tindakan medis dan tindakan keperawatan serta merupakan indikator mutu asuhan keperawatan. Agar pelayanan keperawatan berkualitas maka perawat diharapkan dapat menerapkan asuhan keperawatan dengan pendokumentasian yang benar.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan dokumen asuhan keperawatan terkait dengan faktor individu, faktor organisasi dan faktor psikologis, menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam. Observasi memungkinkan peneliti mengamati langsung tantangan perawat dalam melengkapi dokumen pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana tindakan, implementasi, evaluasi dan catatan keperawatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengisisan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan di rumah sakit Santo Antonio masih di bawah standar Depkes. Perawat sudah menyadari pentingnya pendokumentasian asuhan keperawatan. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya tenaga dan kurangnya fasilitas yang ada seperti petunjuk teknis pengisian dokumentasi asuhan keperawatan. Selain itu, belum pernah dilakukan pelatihan terkait dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Perawat memanfaatkan hasil dokumentasi sebagai materi komunikasi kemajuan kondisi pasien, namun dokter belum memanfaatkan secara maksimal hasil dokumentasi yang dibuat oleh perawat.

Saran dari penelitian ini adalah agar pihak manajemen memenuhi jumlah tenaga, mengadakan pelatihan dan seminar, membuat petunjuk teknis pengisian dokumentasi asuhan keperawatan, menerapkan supervise berjenjang serta membuat lembar catatan pasien yang terintegrasi dari seluruh tenaga kesehatan. Saran untuk Kemenkes adalah mengembangkan peraturan yang memberikan pemisahan yang jelas antara tugas dokter dan tugas perawat.


Nursing documentation is an evidence of the implementation of nursing, using the nursing process method, which is contains the report of the patients’ response to the medical and nursing care also an indicator of the nursing care quality. In order to support the nursing care quality, the nurse should applied itself with proper documentation.

The aim of this research is to analyze the completion of the nursing care document, in relation to the individual, organizational, and psychological factors by using qualitative methods such as observation and in-depth interviews. This study is allow to observed nurses challenges to complete the document, diagnose, treatment planning, implementation, evaluation and medical record.

The study revealed that nursing care document completion in Saint Antonio hospital is still below standard even the nurses realized the importance of documenting nursing care. Challenges were found are the nurses work load, no technical guideline for completing the nursing document, no trainings and no workshops for the nurses. Nurses are going to use the results of the documentation to discuss the progress of patient’s condition, but clinicians do not use it as expected.

The study suggests the management to increase the number of personnel, to held trainings and seminars for nurses, to develop technical guideline for nursing documentation, to implement head nurse’s supervision and also create an integrated record sheet based on various personal’s health. Recommendation for Ministry of Health is to provide regulation of clear duty of nurses and doctors.

Read More
B-1490
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vania Russendra Setiawan; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Mieke Savitri, Ronnie Rivany, Benjamin Lahey
B-1162
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lissa Melissa Jessy Rotua Lumbanraja; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf/ Penguji: Budi Hartono, Mardiati Nadjib, Karl Hendrik Silaen
Abstrak:
Latar belakang: Ketidaklengkapan rekam medis merupakan salah satu penyebab sehingga berkas klaim sering kali tidak lengkap atau tidak tepat waktu. Banyaknya klaim yang tidak berhasil berhubungan dengan penundaan pembayaran klaim JKN oleh BPJS Kesehatan menggangu cash flow RSU UKI. Oleh karena itu, rumah sakit perlu melakukan penelitian tentang cara pengisian lengkap rekam medis yang baik. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan dokumentasi rekam medis dan bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi proses pembayaran klaim BPJS untuk pasien yang menjalani rawat inap di RSU UKI. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metodologi penelitian kualitatif, dilaksanakan wawancara mendalam dengan informan yang dianggap dapat memberikan informasi yang akurat dan relevan untuk studi tersebut yang melibatkan pengumpulan dan detail dari data klaim pending yang belum terselesaikan, dibagi berdasarkan berbagai aspek masalahnya. Hasil: Rumah sakit untuk memenuhi target administratif dapat mempengaruhi cara mendokumentasikan dan mengkodekan kasus. Tekanan untuk mengoptimalkan penggantian dari penyedia asuransi atau program kesehatan pemerintah dapat mempengaruhi metode pengkodean diagnosis dan prosedur. Kelengkapan berkas klaim BPJS tinggi dalam hal identitas KTP/KK (100%) dan surat eligibilitas peserta (99.24%). Namun, ada kelemahan signifikan dalam kesesuaian koding (hanya 19.70%), menunjukkan bahwa ini adalah area yang memerlukan perbaikan serius. Ketidaksesuaian koding adalah penyebab utama klaim pending.

Background: Incomplete medical records are one of the reasons why claim files are often incomplete or not timely. The large number of unsuccessful claims related to delays in payment of JKN claims by BPJS Health disrupted RSU UKI's cash flow. Therefore, hospitals need to conduct research on how to properly fill out medical records. Objective: To identify factors related to the completeness of medical record documentation and how these factors influence the BPJS claim payment process for patients undergoing inpatient treatment at RSU UKI. Method: This research uses a descriptive analytical approach with qualitative research methodology, in-depth interviews are carried out with informants who are deemed to be able to provide accurate and relevant information for the study which involves collecting and detailing unresolved pending claim data, divided based on various aspects of the problem. Results: Hospitals' ability to meet administrative targets can influence how cases are documented and coded. Pressure to optimize reimbursement from insurance providers or government health programs may influence diagnosis and procedure coding methods. Completeness of BPJS claim files is high in terms of KTP/KK identity (100%) and participant eligibility letters (99.24%). However, there was a significant weakness in coding compliance (only 19.70%), indicating that this is an area that requires serious improvement. Coding discrepancies are a major cause of pending claims.
Read More
B-2425
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iphigenia Margaretha Ganap; Pembimbing: Amila Megraini
B-755
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive