Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34163 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tri Saptono; Pembimbing: Sumengen Sutomo; Penguji: Rachmadhi Purwana, Junediyono
S-4202
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Saptono; Pembimbing: Sumengen Sutomo; Penguji: Rachmadi Purwana, Junediyono
4202
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rangga Putra Firnadi; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami; Penguji: Zakianis, Agung
S-6178
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joko Warsito; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dewi Sussana, Muhadi
S-5690
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Indah Iriana; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Zakianis, Yulia fitria
Abstrak:
Latar Belakang : Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang bisa menimbulkan kematian di Indonesia. Salah satu wilayah Puskesmas di Banyuwangi yang mengalami peningkatan kasus DBD tahun 2022 yang signifikan adalah Puskesmas Purwoharjo yakni lebih dari 7 kali lipat. Salah satu cara untuk mengendalikan penyakit DBD yakni dengan mengendalikan pertumbuhan jentik yakni melalui program Pemberantsan Sarang Nyamuk 3M Plus. Untuk mengetahui apakah program PSN berjalan dibutuhkan evaluasi. Tujuan : Mengevaluasi program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Demam Berdarah di Puskesmas Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan evaluasi CIPPO (Context, Input, Process, Product, Outcome) dengan pemilihan informan penelitian menggunakan metode purposive sampling serta pengambilan data menggunakan metode telaah dokumen, observasi, dan wawancara yang akan divalidasi dengan triangulasi. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial dan fisik, termasuk masyarakat dan kebersihan lingkungan, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap program pemberantasan sarang nyamuk di lokasi pedesaan. Tujuan program ini sesuai dengan petunjuk teknis Kementerian Kesehatan, dengan sasaran utama program adalah masyarakat. Meskipun input petugas yang terlibat sudah mencukupi untuk menjalankan program ini dan dana berasal dari bantuan operasional kesehatan, anggaran yang ada belum secara spesifik dialokasikan untuk program pemberantasan sarang nyamuk. Meskipun sarana dan prasarana yang digunakan sudah cukup, namun belum ada standar operasional prosedur yang ditetapkan. Proses pemilihan kader jumantik dilakukan secara langsung dengan hambatan tugas yang tumpeng tindah, sedangkan penyuluhan kesehatan dilakukan oleh petugas puskesmas. Pemberantasan jentik nyamuk terkendala oleh kurangnya kesadaran masyarakat, dan pencatatan jentik oleh masyarakat belum terlaksana karena kurangnya sosialisasi dan peraturan yang mengikat. Selain itu, cakupan pemeriksaan rumah dan Angka Bebas Jentik (ABJ) belum memenuhi target sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. Oleh karena itu, diharapkan agar Puskesmas Purwoharjo dapat meningkatkan koordinasi, partisipasi, dan pemberdayaan kepada masyarakat guna mencapai optimalisasi program ini.

Background: Dengue fever (DF) remains a public health problem in Indonesia that can lead to fatalities. One of the areas served by a Community Health Center (Puskesmas) in Banyuwangi that experienced a significant increase in DF cases in 2022 is Puskesmas Purwoharjo, which saw a seven-fold rise. One way to control DF is by managing mosquito breeding sites through the 3M Plus Mosquito Nest Eradication Program. An evaluation is needed to assess the implementation of the DF Mosquito Nest Eradication Program (PSN) in Puskesmas Purwoharjo, Banyuwangi Regency. Objective: To evaluate the DF Mosquito Nest Eradication Program (PSN) in Puskesmas Purwoharjo, Banyuwangi Regency. Method: This study employed a qualitative research design with the CIPPO (Context, Input, Process, Product, Outcome) evaluation approach. The selection of research informants was done using purposive sampling, and data were collected through document review, observation, and interviews, which were validated through triangulation. Results: The findings of this study indicate that the social and physical environment, including the community and environmental hygiene, significantly influence the mosquito nest eradication program in rural areas. The program's objectives align with the technical guidelines provided by the Ministry of Health, with the primary target being the community. Although the input of the involved personnel is sufficient to carry out the program and funding comes from operational health assistance, there is no specific budget allocated for mosquito nest eradication. While the facilities and infrastructure are adequate, there is a lack of established standard operating procedures. The selection process of jumantik cadres is done directly, with the challenge of overlapping duties. Health education is conducted by Puskesmas personnel. The eradication of mosquito larvae is hindered by the community's lack of awareness, and the recording of larvae by the community has not been implemented due to insufficient socialization and binding regulations. Additionally, the coverage of house inspections and the Larval-Free Index (LFI) have not met the targets set by the Ministry of Health. Therefore, it is hoped that Puskesmas Purwoharjo can improve coordination, participation, and community empowerment to optimize the program's effectiveness.
Read More
S-11409
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Widyaningrum; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Renti Mahkota, Eulis Wulantari
S-6960
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirnawati JasimahX; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Budi Hartono, Melati Ferianita Fachrul
Abstrak: Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat berfungsi sebagai tempat bermain dan berinteraksi bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perkembangan perilaku anak umur 6-12 tahun dengan keberadaan fungsi RTH. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dan 216 sampel. Data yang didapatkan berupa data primer melalui wawancara menggunakan kuesioner mengenai RTH dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) mengenai perkembangan perilaku anak. Hasil penelitian menunjukkan hanya utilitas RTH dengan perkembangan perilaku anak yang memiliki hubungan bermakna secara statistik. Nilai OR yang dihasilkan adalah 3,25 (CI 95%: 1,51- 6,98) dan nilai p sebesar 0,03. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa hanya variabel utilitas RTH yang memiliki hubungan signifikan dengan perkembangan perilaku anak. Kata Kunci: Perkembangan Perilaku, Anak Umur 6-12 tahun, Ruang Terbuka Hijau
he existence of green open space has function as a place to play and interact with the children. This study aimed to analyze the relationship between behavioral development of children aged 6-12 years with the presence of green open space function. This study uses a cross-sectional study and 216 samples. Data obtained in the form of primary data through interviews using a questionnaire about RTH and the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) on the development of children's behavior. The results showed only green open space utility with behavioral development of children who have a statistically significant relationship. OR the resulting value was 3.25 (95% CI: 1.51 to 6.98) and the p-value of 0.03. The conclusion from this study that the only variable green open space utility that has a significant relationship with the development of the child's behavior. Keywords: Behavioral Development, Children Age 6-12 years, Green Open Space
Read More
S-9245
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henti Rahmaningtyas Asih; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami; Penguji: Ema Hermawati, Sukanda
Abstrak: ABSTRAK
 
Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var
 
hominis yang sering menyebar di lingkungan yang padat penghuni seperti pondok
 
pesantren. Sanitasi lingkungan dan higiene personal memiliki hubungan yang erat
 
dengan kejadian skabies di pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk
 
menganalisis hubungan sanitasi lingkungan dan higiene personal santri dengan
 
kejadian skabies di Yayasan Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah Kabupaten
 
Purworejo Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional
 
dengan total sampel sebanyak 64 santri pondok pesantren Ash-Shiddiqiyyah.
 
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 37.5% santri menderita skabies.
 
Berdasarkan analisis univariat menunjukkan sebagian besar santri memiliki
 
pengetahuan tentang skabies yang baik (65.5%), sebagaian besar responden
 
(96.9%) menempati hunian dengan kepadatan hunian tidak memenuhi syarat,
 
dalam higiene personal santri menunjukkan bahwa variabel mandi pakai sabun
 
pada 63 santri (98.4%) memenuhi syarat, variabel pemakaian handuk pada 53
 
santri (82.8%) tidak memenuhi syarat, variabel pemakaian pakaian pada 44 santri
 
(68.8%) tidak memenuhi syarat, dan variabel penggunaan tempat tidur pada 55
 
santri (85.9%) tidak memenuhi syarat. Berdasarkan analisis bivariat, hanya
 
variabel pemakaian handuk yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian
 
skabies dengan nilai p 0.042 dan nilai OR 7.667.
ABSTRACT
 
Scabies is a skin disease caused by Sarcoptes scabiei var hominis. It often spreads
 
among crowded population quite rapidly such as in boarding school.
 
Environmental sanitation and personal hygiene have a close relationship with
 
incident of scabies in boarding school. This research is conducted to analyze the
 
correlation of environmental sanitation and personal hygiene students with
 
incidence of scabies at Ash-Shiddiqiyyah Boarding School Purworejo 2015. The
 
research uses cross-sectional study design with total sample of 64 students in Ash-
 
Shiddiqiyyah Boarding School. The result has shown that 37.5% students infected
 
scabies. Based on univariate analysis a large number of students have a good
 
knowledge of scabies (65.5%), most students (96.9%) occupy the room by
 
ineligible room density, personal hygiene students show that 63 students (98.4%)
 
eligible on bathing with soap, 53 students (82.5%) ineligible on usage of towels,
 
44 students (68.8%) ineligible on usage of clothes, and 55 students (85.9%)
 
ineligible on usage of bed. Based on bivariate analysis, usage of towels has
 
significant relationship towards the incidence of scabies among students with pvalues
 
0.042 and OR 7.667.
Read More
S-8814
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Budijono; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi, Budi Tjahjani Utami; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Ade Sutrisno, Nunuk Agustina
Abstrak:

Tuberculosis (TB) sampai hari ini masih menjadi masalah dunia terutama pada negara berkembang termasuk Indonesia. Sejak tahun 1993, WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa TB sebagai Global Emergency (kedaruratan umum). Pada tahun 2000, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) merespon dengan mengeluarkan resolusi PBB tentang Deklarasi Millenium. Tahun 2005, Indonesia resmi mengadopsi MDG?s (Millenium Development Goal?s) sebagai arah pembangunan nasional dan menetapkan TB sebagai prioritas penanggulangan penyakit infeksi dan penyakit menular. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan model manajemen penyakit TB paru berbasis wilayah Kota Bekasi tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan hasil penderita TB BTA (+) laki-laki 62%, Wanita 38%, kelompok umur penderita terbanyak (25-34 tahun) 28%, kelompok umur anak (0-14 tahun) 12%, kelompok pelajar (5-24 tahun) 30%, kelompok umur produktif (25-55 tahun) 85,33%, kelompok lansia (>55 tahun) 9,34%, status imunisasi BCG 6% dan status tidak imunisasi BCG 94%. Kondisi lingkungan fisik rumah penderita TB paru BTA (+) tidak memenuhi syarat sehat, meliputi suhu 72,33%, kelembaban 82,67%, pencahayaan 82%, ventilasi 69,33% dan lantai rumah 38%. Sangat perlu dilakukan tindakan penanggulangan untuk memutuskan rantai penularan TB secara integrated dengan melibatkan lintas sektor dan lintar program untuk perbaikan fisik rumah penderita seperti Dinas Tata Kota, PNPM, Kecamatan dan Kelurahan, serta ibu-ibu PKK untuk penggiatan posyandu.dan menambah faktor risiko lingkungan fisik rumah penderita pada formulir TB.01.


  Tuberculosis (TB) shall today still become the world problem especially at developing countries including Indonesia. Since year of 1993, WHO ( World Health Organization) please express that TB as Global Emergency. In the year 2000, United Nations response by the resolution PBB concerning Deklarasi Millenium. Year of 2005, Indonesia begin to adopt MDG's ( Millenium Development Goal's) as national development direction and specify TB as priority prevention disease of contagion and infection. Purpose of research is to get the disease management model TB paru base on the region Kota Bekasi year of 2012. This research is research descriptif with patient result TB BTA (+) men of 62%, Woman of 38%, of old age group of patient many ( 25-34 year) 28%, of old age group [of] child ( 0-14 year) 12%, student group ( 5-24 year) 30%, productive of old age group ( 25-55 year) 85,33%, group lansia (> 55 year) 9,34%, status immunize BCG 6% and status don't immunize BCG 94%. Environmental condition of patient house physical TB paru BTA (+) healthy ineligibility, cover the temperature of 72,33%, dampness of 82,67%, illumination of 82%, ventilation of 69,33% and house floor of 38%. Is very needed to conduct action preventife to decide to enchain the infection TB integratedly by entangling to pass by quickly the sector and pass by quickly program for the repair of patient house physical be like Dinas Tata Kota, PNPM, Kecamatan and Kelurahan, and also mothers PKK for animation posyandu.

Read More
T-3661
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kessa Ikhwanda; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Puput Oktamianti, Yahiddin Selian
Abstrak: skripsi ini membahas tentang evaluasi penyelenggaraan sistem surveilans migrasi di kantor kesehatan pelabuhan kelas III sabang. jenis penelitian ini adalah kualitatif untuk mengetahui gambaran komponen input, proses dan output dari pelaksanaan program. data penelitian ini diperoleh melalui wawancara terhadap informan kunci yang merupakan tenaga kesehatan yang terlibat dalam program tersebut yaitu Kepala KKP, Kepala Seksi PRL&KLW, Pelaksana JFT Entomolog Kesehatan, dokter, Perawat, dan Tenaga LAB. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih adanya evaluasi terkait dengan komponen input dan juga proses dalam pelaksanaan. saran untuk ke depan perlu diadakannya penyediaan tenaga yang mumpuni, pelatihan spesifik, kerjasama lintas sektor, dan juga pengembangan penelitian lebih lanjut.
Read More
S-9635
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive