Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33603 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Zulkifli Djunaidi; Promotor: Haryoto Kusnoputranto; Ko-promotor: Johny Wahyudi M. Soedarsono; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Sulistijono, Dedi Priadi, Fatma Lestari, Tri Edi Budhi Soesilo
D-242
Depok : FKM-UI, 2010
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Errik Yusnaldi Saleh; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Mila Tejamaya, Hendra Jaya, Ivan Stevanus Chandra
Abstrak: PT. X merupakan salah satu perusahan yang bergerak bidang Eksplorasi dan Produksi minyak dan gas yang beroperasi di Gresik, Jawa Timur mengalirkan gas kering dari fasilitas pengolahan darat ke Pembangkit Jawa Bali (PJB). Berdasarkan catatan internal PT.X dari tahun 2007 sampai tahun 2016, terdapat 1 (satu) kali kejadian kebocoran pipa penyalur gas pada bulan Agustus tahun 2015 disebabkan oleh faktor ekternal. Selain terjadinya kecelakaan tersebut, beberapa kegiatan masyarakat yang dekat dan bersinggungan dengan jalur pipa penyalur PT. X terpantau semakin meningkat seiring dengan perkembangan kegiatan industri dan pemukiman padat penduduk di daerah Gresik. Berdasarkan kondisi ini maka diperlukan kajian risiko untuk mendapatkan gambaran profil serta tingkat risiko pipa apabila terjadi kebakaran dan ledakan terutama di daerah padat penduduk. Hasil penelitian dengan menggunakan kajian risiko semi kuantitatif menunjukkan bahwa terdapat beberapa segmen jalur pipa penyalur yang mempunyai nilai Relative Risk (RR) yang rendah dengan nilai 0.7 dan 1.8 dari nilai rata rata RR sebesar 2.4 serta dengan nilai probability of survive berkisar antara 66.9 % sampai 69.4% yang menunjukan risiko terjadinya kecelakan dan adanya konsekuensi terhadap lingkungan paling besar dibanding segmen jalur pipa yang lain. Kajian risiko secara kuantitatif dilakukan terhadap beberapa segmen pipa tersebut dan hasilnya menunjukkan bahwa segmen pipa tersebut masih dalam tingkat risiko yang ACCEPTABLE dan TOLERABLE. Berbagai upaya pencegahan dan mitigasi harus dilakukan oleh PT. X untuk mempertahankan dan menurunkan tingkat risiko pipa penyalur gas sampai tingkat ACCEPTABLE. Kata kunci: Kajian Risiko; Relative Risk ; Probability of survice; Tingkat Risiko. PT. X is one of the oil and gas exploration and production companies operating in Gresik, East Java, transporting dry gas from Onshore Processing Facilities (OPF) to the Java Bali Plant (PJB) through pipeline. Based on internal records of PT.X from 2007 to 2016, there was 1 (one) time occurrence of pipeline failure in August 2015 caused by external factor. In addition to the occurrence of the accident, some activities close to and intersect with the pipeline channel PT. X is observed to increase in line with the development of industrial activities and densely populated in the Gresik area. Based on this condition, an assesment is required in order to obtain a description of the risk profile and the risk level of the pipeline in case of fire and explosion, especially in dense populated areas. From the results of research by using semi-quantitative risk analysis showed that there are several segments of the pipelines that have low Relative Risk (RR) with the value of 0.7 and 1.8 of the average RR value of 2.4 and with probability of survive value ranges from 66.9% to 69.4% . It shows that the risk of accidents and the impact of environmental consequences is greater than the other pipeline segment. Quantitative risk assessments were conducted to the pipeline segments and the results show that the pipeline segment is still at risk level ACCEPTABLE and TOLERABLE. Various mitigation and prevention efforts must be performed by PT. X to maintain and lower the risk level of gas transmission pipeline to ACCEPTABLE levels. Key words : Risk Analysis, Relative Risk, Probability of Survive; Risk Level
Read More
T-4882
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Esti Setiawati; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yulianto S Nugroho, Gama Widyaputra, Waluyo
Abstrak: Kondisi pipa penyalur sepanjang 21.7 km yang umumnya tidak tertanam dan pada beberapa area dekat dengan rumah warga sehingga potensi terjadi kegagalan sangat tinggi. Oleh karena itu dilakukan kajian kuantitatif risiko apabila terjadi kebakaran dan ledakan pada pipa penyalur gas dengan menggunakan software BREEZE dan ALOHA. Kajian risiko yang dikaji adalah risiko individu dan kelompok pada faktor kegagalan gangguan pihak luar (external interference) dan korosi. Dari hasil analisa risiko individu dan kelompok memiliki risiko yang masih dapat diterima atau ditolerir. Namun risiko tersebut harus tetap dijaga agar masih tetap dalam batas yang diterima dengan melakukan upaya penurunan risiko seperti memasang sistem deteksi kebocoran pada pipeline, menyiapkan rencana tanggap darurat bila terjadi kebocoran pada pipa penyalur, education public, penambahan Pipeline Marker dan Warning Sign, meningkatkan frekuensi patroli, inspeksi dan perawatan secara rutin serta memberikan perlindungan tambahan pada pipa penyalur yang melintasi pemukiman agar tidak mudah dijangkau oleh masyarakat. Kata kunci: Pipa penyalur, Kebakaran, Ledakan, Kuantitatif
Read More
T-4462
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendra Widiyanto; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Laksita Ri Hastiti, Muhamad Dawaman, Yuni Kusminanti
Abstrak:
Penelitian ini membahas gambaran persepsi risiko keselamatan kerja pada pekerja di PT.X dengan pendekatan paradigma psikometri yaitu kesukarelaan terhadap risiko, kesegeraan dampak, pemahaman risiko berdasarkan pengalaman, potensi dampak risiko, reaksi yang ditimbulkan risiko, keparahan risiko, pengetahuan terhadap risiko, pengendalian terhadap risiko dan tingkat kebaruan risiko. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan data dengan cara penyebaran kuisioner, dilakukan pada bulan Juni 2024, di PT.X, Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas persepsi risiko keselamatan kerja pada pekerja PT.X adalah baik yaitu sebanyak 55.1% pekerja memiliki persepsi baik (tinggi) dan 44.9% pekerja dari total responden memiliki persepsi buruk (rendah) terhadap keselamatan kerja. Disarankan terhadap PT.X terus meningkatkan pelatihan-pelatihan dan pengawasan terhadap pekerja yang bertujuan untuk meminimalisir tindakan tidak aman dan mencegah kecelakaan kerja di lingkungan operasional PT.X.

This study discusses the description of occupational safety risk perception in workers at PT.X with a psychometric paradigm approach, namely voluntariness of risk, immediacy of impact, understanding of risk based on experience, potential risk impact, risk reaction, risk severity, knowledge of risk, risk control and level of risk novelty. This research is a quantitative research with descriptive design, data collection by distributing questionnaires, conducted in June 2024, at PT.X, South Sumatra. The results showed that the majority of perceptions of occupational safety risks in PT.X workers were good, namely as many as 55.1% of workers had good perceptions (high) and 44.9% of workers from total respondents had poor perceptions (low) of occupational safety. It is recommended that PT.X continue to improve training and supervision of workers which aims to minimise unsafe acts and prevent work accidents in the PT.X operational environment.
Read More
T-7146
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chusni Mubarok; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti, Herry Kusnendar
Abstrak:

ABSTRAK Pengoperasian pipa penyalur gas yang melintasi suatu kawasan tertentu mempunyai potensi risiko (bahaya) dan konsekuensi tertentu berdasarkan kehandalan dari instalasi pipa penyalur tersebut dan produk yang mengalir di dalam pipa tersebut Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko pengoperasian pipa penyalur gas sehingga didapatkan gambaran sumber bahaya. jenis bahaya dan risikonya beserta ukuran dan tingkat risiko tersebut yang pada akhimya dapat digunakan sebagai index) sebesar 302,33; nilai chance of survival sebesar 75,58%; chance of Failure 24,42% dan nilai faktor konsekuensi sebesar 8,33. Dengan melihat nilai chance of survival sebesar 75,58o/o., maka secara umum pipa penyalur gas PT. ABC yang dioperasikan pada jalur PT. ABC - PT. XYZ Cilegon Banten masih dalam kriteria aman, namun harus melakukan tindakan prevention dan mitigati secara tepat karena nilai leak impactfactornya sebesar 8,33. Hasil keseluruhan ini menunjukkan bahwa ketiga section yang ada mempunyai nilai yang tidak jauh berbeda, oleh sebab itu semua section yang ada harus mendapatkan perhatian yang sama, yaitu melakukan tindakan prevention dan mitigation secara tepat.

Read More
T-3000
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syarifah Nur Beti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-5995
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Sukmana; Pembimbing: Robiana Modjo, Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yuliandi Bachtiar, I Made Sudarta
Abstrak:

ABSTRAK Sistem perpipaan telah lama dikenal sebagai metode transportasi minyak dan gas bumi yang paling aman. Namun, seperti juga peralatan industri lainnya sistem perpipaan dapat mengalami risiko kegagalan. kegagalan atau ketidakmampuan jalur pipa menjalankan fungsinya tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran risiko relatif keberadaan jalur pipa ukuran 30 inchi antara Lawe-Lawe dan Tg. Jumlai sepanjang +/- 6.3 km yang akan digunakan dan diintegrasikan dalam sistem perpipaan Proyek Centralized Crude Terminal yang akan segera dibangun di lokasi Terminal existing. Penilaian risiko dilakukan secara semi-kuantitatif dengan menggunakan metode indeks yang dikembangkan oleh W. Kent Muhlbauer pada masing-masing section jalur pipa. Dari hasil penelitian diperoleh hasil : Nilai indeks rata-rata untuk komponen indeks kerusakan oleh pihak ketiga sebesar 50,86, indeks korosi sebesar 61,14, indeks desain sebesar 57,14 dan indeks kesalahan operasional sebesar 60,00. Komponen indeks kerusakan oleh pihak ketiga merupakan faktor paling tinggi yang menjadi penyebab kemungkinan kegagalan pada jalur pipa 30 inchi tersebut. Sedangkan section jalur pipa yang memiliki kemampuan menahan konsekuensi kegagalan paling rendah adalah pada section-6 (yaitu dengan nilai risiko relatif sebesar 18,45 dibandingkan nilai risiko relatif rata-rata sebesar 48,61), sehingga section pipa tersebut memiliki risiko kegagalan paling tinggi. Kegiatan inspeksi dan pengawasan harus lebih cermat dan intensif dilakukan pada section jalur pipa tersebut. Kata kunci: Penilaian Risiko, Jalur Pipa Darat, Metode Indeks

Read More
T-3612
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyudin; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Hanafie Yudianto
S-4568
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayende; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Fatma Lestari, IGN. Astawa
T-2417
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Sudarta; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Juanto Sitoru, Arisman Indrawan
Abstrak:

ABSTRAK Pemodelan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk melakukan suatu analisis risiko untuk mengetahui gambaran dan tingkat risiko terhadap potensi kegagalan yang disebabkan oleh adanya beberapa faktor dan dampak yang ditimbulkan akibat adanya kegagalan suatu sistem. Dalam melakukan analisis risiko pada sistem perpipaan yang digunakan untuk menstransmisikan natural gas di PT. XYZ dari suatu tempat ke tempat yang lain digunakan pemodelan dari W. Kent Muhlbauer, dimana model ini secara langsung dapat membantu dalam proses pengolahan data-data untuk menentukan gambaran serta besaran risiko pada suatu sistem perpipaan transmisi. Hasil dari olahan data ini dapat digunakan untuk melakukan justifikasi, tindakan serta sekala prioritas yang harus dilakukan.


 

ABSTRACT Modeling is one part of ways to determine and define the risk level of potentially failure caused by several factors and impact result due to system failures. On performing of pipeline safety risk analysis where pipeline is used to transport natural gas by PT. XYZ from one place to other place with using W. Kent Muhlbauer’s model. This model will use to calculate and to define the risk level from gathered data that collected from PT. XYZ. The risk analyses results are used to justify the actions are to be taken in accordance with priority level.

Read More
T-3003
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive