Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41834 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nuramella Novianti Dewi; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; PEnguji: Hendra, Bachtiar Lewai
S-6094
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arraffi Andromenda; Pembimbing: Ridwan Z. Syaaf; Penguji: Hendra, Bachtiar Lewai
S-6161
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leo Saputro; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Dadan Erwandi, Afriman Djafri
S-6384
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rudal Triawan; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Hendra, Zainal Arifin
s-5115
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Ezita; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-6064
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustinus Firdianto; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Ramdhan, Doni Hikmat, Muhammad Soffiudin
S-8412
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Indri Wulandari; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7035
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eriena Nur Alam; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Robiana Modjo, Vetra Ikhsan Fajri
Abstrak: Kompleksitas industri manufaktur mesin dan perlengkapan melibatkan beragam jenis proses produksi, salah satunya adalah pekerjaan pengelasan. Proses pekerjaan pengelasan merupakan salah satu proses industri terpenting dalam menggabungkan komponen logam atau baja. Beragam bahaya ditemukan pada proses pengelasan seperti percikan logam las, percikan api las, emisi asap las, dan manual handling selama pekerjaan berlangsung menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses pekerjaan pengelasan di area fabrikasi PT XYZ. Tahap identifikasi bahaya dan risiko dilakukan secara kualitatif melalui observasi, kegiatan brainstorming, wawancara, dan telaah dokumen perusahaan menggunakan metode Hazard and Operability Study (Studi HAZOP). Setelah itu, dilakukan analisis penilaian risiko semi kuantitatif dengan menilai perkalian dari kriteria probability dan severity berdasarkan matriks penilaian risiko PT XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 tahapan proses pekerjaan pengelasan. Teridentifikasi 52 bahaya dengan dengan 49 risiko dari proses pekerjaan pengelasan. Tingkat risiko yang didapatkan meliputi 23 risiko dengan kategori sangat tinggi, 9 risiko dengan kategori tinggi, dan 17 risiko dengan kategori sedang. Penilaian risiko melibatkan pengendalian risiko sehingga nilai tingkat risiko dapat diturunkan melalui pengendalian yang telah ada dan rekomendasi pengendalian yang diberikan peneliti.
The complexity of the machinery and equipment manufacturing industry involves various types of production processes, one of which is welding work. Welding is one of the most important industrial processes in joining metal or steel components. Various hazards found in the welding process such as welding metal sparks, welding sparks, welding fumes emissions, and manual handling during work pose risks to occupational safety and health for workers. This study aims to identify and assess occupational safety and health risks in the welding work process in the PT XYZ fabrication area. The hazard and risk identification stage is carried out qualitatively through observation, brainstorming activities, interviews, and reviewing company documents using the Hazard and Operability Study (HAZOP Study). After that, a semi-quantitative risk assessment analysis was carried out by assessing the multiplication of probability and severity criteria based on PT XYZ's risk assessment matrix. The results showed that there were 12 stages of the welding work process. Identified 52 hazards with 49 risks from the welding work process. The level of risk obtained includes 23 risks with very high categories, 9 risks with high categories, and 17 risks with moderate categories. Risk assessment involves risk control so that the value of the risk level can be reduced through existing controls and control recommendations provided by researchers.
Read More
S-10976
Depok : FKM UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diandra Renya Rosari; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Chandra Satrya, Tasdikin
Abstrak: Proses kerja di bagian Bagging Off memiliki risiko MSDs untuk pekerja.Penelitian ini menggambarkan tingkat risiko ergonomi yang berpotensimenyebabkan gangguan muskuloskeletal pada pekerja dan gambaran dari keluhansubjektif gangguan muskuloskeletal dari pekerja di PT. JAPFA ComfeedIndonesia Unit Tangerang. Desain penelitian ini adalah cross sectional denganmenggunakan REBA dan RULA untuk menilai tingkat risiko ergonomi padasetiap tahap proses kerja dan Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui dimana keluhan pada pekerja. Berdasarkan penilaian REBA pada proses palletingbekerja menunjukkan tingkat risiko sangat tinggi, penilaian RULA pada prosespenjahitan menunjukkan tingkat risiko yang sangat tinggi dan penilaian REBApada proses pengantongan menunjukkan tingkat risiko tinggi dan tingkat risikosedang. Penilaian NBM menunjukkan ada 20 pekerja memiliki keluhan dipinggang, 8 pekerja mengeluh di bawah pinggang dan 7 pekerja memiliki keluhandi leher bagian atas dan bahu kanan. Tingkat risiko dapat dikurangi denganmenyediakan Pallet Adjustable Berdiri untuk proses kerja palleting, mendesainulang tempat kerja pada proses penjahitan dan memberikan kursi yang cocokuntuk pekerja pada proses pengantongan. Selain itu, pekerja harus meregangkanotot sebelum bekerja, di tengah-tengah bekerja dan setelah bekerja, dan kemudianbekerja dengan postur tubuh yang benar.
Working process in section Bagging Off has the risk of MSDs to workers. Thisstudy describe the risk level of ergonomic which potentially causingmusculoskeletal disorders to workers and an overview of complaint subjectivemusculoskeletal disorders on workers at PT. JAPFA Comfeed Indonesia UnitTangerang. The design of this study is cross sectional using REBA and RULA toassess the ergonomic risk level at each stage of working process and Nordic BodyMap (NBM) to know where the complaints on workers. Based on REBAassessment on working process of palleting showed very high risk level, RULAassessment on working process of sewing showed very high risk level and REBAassessment on working process of bagging showed high risk level and mediumrisk level. NBM assessment showed there is 20 workers have complaint in waist,8 workers have complain in under waist and 7 workers have complaint in upperneck and right shoulder. This level of risk can be reduced by providing AdjustablePallet Stand to working process of palleting, redesign workplace on workingprocess of sewing and providing chair which is suitable to workers on workingprocess of bagging. Besides that, workers have to stretch the muscles beforeworking, in the middle of working and after working, and then working with thecorrect posture.
Read More
S-9054
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Fitriana; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Chandra Satrya, Wahyu Agusningrum
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang gambaran tingkat risiko ergonomi dankeluhan subjektif muskuloskeletal disorders pada pekerjaan pengantongan PupukUrea PT. Pupuk Sriwidaja Palembang Tahun 2016. Faktor risiko yang dikaji dalampenelitian ini adalah faktor risiko ergonomi (postur kerja, durasi, frekuensi danbeban) dengan metode RULA dan REBA serta faktor individu (umur, masa kerja, dankebiasaan merokok). Penelitian ini bersifat deskriftif dengan desain studi crosssectional. Sampel penelitian ini adalah 72 pekerja pengantongan pupuk urea. Hasilpenelitian menunjukkan risiko tinggi terdapat pada proses kerja penyusunan karungdi atas pallet. Risiko sedang terdapat pada proses kerja mengisi urea dan penjahitan.Sedangkan risiko rendah terdapat pada proses kerja melipat inner bag danmenggunting benang. Keluhan subjektif Muskuloskeletal Disorders terbanyak adalahpinggang (87,5%), bahu kanan (86,1%) dan bahu kiri (86,1%). Untuk itu perlu upayapengendalian secara teknik dan administratif untuk menurunkan tingkat risiko dankeluhan Muskuloskeletal Disorders.
Kata kunci : pengantongan pupuk, tingkat risiko ergonomi, keluhan musculoskeletaldisorders, RULA dan REBA.
This study about description of ergonomics risk level and musculoskeletaldisorders complaints from the job fertilizer packing at PT. Pupuk SriwidjajaPalembang 2016. The risk factors studied in this study is ergonomics risk factors(work posture, duration, frequency and load) with RULA and REBA methods andalso individual risk factors (age, working time, and smoking). This study isdescriptive with cross sectional study design. The sample study are 72 workerspacking fertilizers. Result of this study is high risk level is found in working processarranging of sack in pallet. Medium risk level are found in working process fillingurea and sewing sacks. While, low risk level are found working process folding innerbag and cutting the yarn. Musculoskeletal Disorders complaints is the most at waist(87,5%), right shoulder (86,1%), and left shoulder (86,1%). It is important to controlthe risk with engineering control and administrative control.
Keywords : fertilizers packing, ergonomic risk level, musculoskeletal disorderscomplaints, RULA and REBA.
Read More
S-9090
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive