Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37512 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fitria Nurbaidah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Annette Suzanne
S-6084
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maura Emillia Kirana; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Winanda Mashlahat
Abstrak: Bekerja di ketinggian merupakan aktivitas yang memiliki risiko tinggi. Kasus jatuh dari ketinggian berkontribusi atas 38% dari 105.182 kasus kecelakaan kerja di sektor konstruksi. Pada tahun 2020 dan 2021, PT.X memiliki dua kecelakaan jatuh dari ketinggian. Pengaruh organisasi menjadi kontributor paling besar dalam kedua kasus yang ada. Studi ini membahas secara mendalam terkait analisis kecelakaan bekerja di ketinggian yang terjadi pada PT.X pada tahun 2020-2021 menggunakan aspek human factors. Pada analisis kecelakaan, akan digunakan salah satu teori human factors yaitu Swiss Cheese Model dengan tools turunan yaitu Human Factors Analysis and Classification. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan data sekunder serta wawancara dengan pihak PT.X. Penggunaan aspek human factors pada kecelakaan bekerja di ketinggian akan menemukan kondisi laten dan kegagalan aktif yang dapat menjadi faktor-faktor kontributor terhadap kecelakaan. Kondisi laten yang ditemukan antara lain kurangnya kesadaran manajemen dalam menegakkan aspek keselamatan, belum tersedianya fasilitas pendukung safety yang optimal, dan lainnya. Sedangkan kondisi aktif yang berkontribusi antara lain pengetahuan dan pelatihan yang kurang dari pekerja tentang bahaya serta pengendalian di tempat kerja, pelanggaran aturan kerja, dan lainnya. Peneliti menyarankan untuk PT.X melakukan perbaikan atas faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian kecelakaan khususnya di level manajemen dan organisasi.
Working at heights is a high-risk activity. Falls from heights accounted for 38% of the 105,182 work accidents in the construction sector. In 2020 and 2021, PT.X had two falls from a height. Organizational influence is the biggest contributor in both cases. This study discusses in depth the analysis of work accidents at the height that occurred at PT.X in 2020-2021 using human factors aspects. In the accident analysis, one of the theories of human factors will be used, namely the Swiss Cheese Model with derivative tools, namely Human Factors Analysis and Classification. The research method used is a case study using secondary data and interviews with PT.X. The use of human factors aspects in accidents at work will find latent conditions and active failures that can be contributing factors to accidents. Latent conditions found include lack of management awareness in enforcing safety aspects, unavailability of optimal safety support facilities, and others. While active conditions that contribute include lack of knowledge and training of workers about hazards and controls in the workplace, violation of work rules, and others. Researchers suggest PT.X make improvements to the factors that contribute to the incidence of accidents, especially at the management and organizational levels.
Read More
S-11066
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Makhrus Shofi; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Hanatie Yudianto
S-5235
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriastuti Puspitasari; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Robiana Modjo, Edo Irnanda
S-6792
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Veronica Amelia; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Achmad Laing
S-6235
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fariz Zuvil Arganata; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Yuni Kusminanti, Achmad Hasmy
Abstrak: Kesimpulan penelitian ini adalah faktor risiko manusia terkait kecelakaan di PT. XYZ adalah usia, masa kerja, perilaku mengemudi, dan gangguan saat mengemudi. Kemudian faktor risiko kendaraan terkait kecelakaan adalah kecepatan saat mengemudi dan untuk faktor risiko lingkungan adalah kemacetan.
Read More
T-5668
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alwahono; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Baiduri, Gilbert Markus Nisahpih, Rudi Maulana
Abstrak:

ABSTRAK Industri pertambangan batubara merupakan salah satu industri besar yang banyak menghasilkan devisa bagi Negara dan salah satu jenis industri yang memiliki resiko kecelakaan yang tinggi.  Kecelakaan yang terjadi banyak menimbulkan kerugian baik pada manusia maupun harta benda. Kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh berbagai faktor yang meliputi perilaku tidak aman (unsafe act) maupun kondisi yang tidak aman (unsafe condition), unsafe act memberikan kontribusi terbesar sebagai penyebab langsung dari terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek human error dan karatristiknya terhadap kecelakaan trailer yang terjadi di PT Adaro Indonesia Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case study) dengan pendekatan kuantitatif dengan tujuan memberikan gambaran masalah human error pada kecelakaan trailer yang terjadi selama tahun 2007 di PT Adaro Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan kecelakaan trailer selama tahun 2007. Data yang diperoleh dimasukan dalam dummy table dan analisis dilakukan secara univariat. Untuk melihat mengapa dan bagaimana human error muncul maka dilakukan analisa konten (content analysis). Hasil penelitian adalah terhadap seluruh data kecelakaan trailer selama tahun 2007 yang terjadi di PT Adaro Indonesia diperoleh bahwa unsafe act sebesar 81 % dan unsafe condition sebesar 19 %. Unsafe act terdiri dari human error 97.1 % dan Violations sebesar 20.6 %. Terhadap kasus human error di peroleh bahwa Skill based error 76.5%, Rule based error 14.7 % dan Knowledge based error 44.2 %. Dari masing-masing jenis error selanjutnya dibagi berdasarkan karatristiknya dan diperoleh hasil sebagai berikut;  Skill based error  terdiri dari  poor technique (38.2 %), kemudian diikuti oleh mis-ordering (29.4 %), mistiming (20.6 %), intrusion (8.8 %), dan ommision following interuption (5.9 %); untuk rule based error terdiri dari Misapplication of good rule sebesar 11.8 % dan Application of Bad rule sebesar 2.9 %. Dan untuk knowledge based error terdiri dari workspace limitations dan out of sight / out of mind (11.8 %) kemudian berturut – turut problems with causality and complexity dan   confirmation bias masing-masing (8.8 %),  overconvidence (5.9%) dan selectivity (2.9 %). Jika dilakukan analisis berdasarkan perusahaan kontraktor yang ada di PT Adaro Indonesia maka diperoleh hasil sebagai berikut : skill based error terjadi berturut – turut pada PAMA (29 %), SIS (24 %), RA (15 %), dan BUMA (12 %). Untuk rule based error paling banyak terjadi pada PAMA (5.9 %) dan BUMA, SIS dan  RA masing - masing 2.9 %. Untuk jenis knowledge based error paling banyak terjadi pada PAMA (24 %), SIS (8.8 %), RA (5.9 %), dan BUMA (5.9 %). Dari keseluruhan hasil penelitian tersebut maka human error yang paling dominan adalah skill based error, kemudian knowledge based error. Program error prevention sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kasus human error secara berulang. Daftar bacaan: 25 (1980- 2007)


ABSTRACT Coal mining industry is one of big industries that produce yielding foreign exchange for a country. And, it also has high risk of having an accident. An accident that happened can create big loss to humans or properties of a company. The accidents that happened were caused by many factors, such as unsafe act, and unsafe condition. Unsafe act gives the biggest contribution on the cause of an accident. The purpose of the research is to know the aspects of human error and their characteristics of trailer accidents that happened at PT. Adaro Indonesia in South Kalimantan. This research uses case study design with quantitative approach. The purpose of using this approach is to give a bigger picture on human error issue that causes trailer accidents which happened in 2007 at PT. Adaro Indonesia. The data that is used for this research is secondary data that contains reports of trailer accidents in 2007. The data that has been collected is inputted in a dummy table. After that, the data is analyzed unvariat. In order to see why and how human error occurs, then I use content analysis. According to this research that uses data of trailer accidents that happened in 2007 at PT. Adaro Indonesia, the causes of trailer accidents are unsafe act (81%), and unsafe condition (19%).  Unsafe act consists of human error (97.1%) and Violations (20.6 %). In human error cases, we can see characteristics, Skill based error 76.5%, Rule based error (14.7%), and Knowledge based error (44.2%). We can divide these errors based on their characteristics. They are: Skill based error consists of poor technique (38.2 %), mis-ordering (29.4 %), mistiming (20.6 %), intrusion (8.8 %), and ommision following interuption (5.9 %). Rule based error consists of Misapplication of good rule (11.8%), and Application of Bad rule (2.9%). And, knowledge based error consists of workspace limitations dan out of sight / out of mind (11.8 %), problems with causality and complexity (8.8%) and confirmationbias (8.8 %),  overconvidence (5.9%),  and selectivity (2.9 %). If we do analysis to contractor companies at PT. Adaro Indonesia, we cansee: skill based error occurs at PAMA (29 %), SIS (24 %), RA (15 %), and BUMA(12 %); rule based error occurs at PAMA (5.9 %), BUMA (2.9%), SIS (2.9%), andRA (2.9%); knowledge based error occurs at PAMA (24 %), SIS (8.8 %), RA (5.9 %), and BUMA (5.9 %). According to the result of the research, the most dominant characteristic ofhuman error is skill based error. And, it is followed by knowledge based error. Error prevention program is needed to prevent accidents that are caused by human error. References : 25 (1980- 2007)

Read More
T-2800
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adisty Safira Salma Damayanti; Pembimbing : Dadan Erwandi; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Zuly Prima Rizky
Abstrak:
Penelitian ini mengkaji kecelakaan kerja di industri pertambangan yang tergolong dalam kategori cedera, menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). Industri pertambangan dikenal sebagai sektor dengan risiko tinggi, di mana insiden besar seperti cedera kerja serius dan kematian sering kali terjadi meskipun telah dilakukan investigasi dan tindakan pencegahan.Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab utama kecelakaan berdasarkan pendekatan sistem HFACS-MI yang mengklasifikasikan kesalahan manusia dan kelemahan sistemik dalam organisasi tambang. Berdasarkan data kecelakaan kasus cedera Tahun 2024, analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif terhadap berbagai faktor, dari tingkat operator hingga organisasi.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kecelakaan paling banyak dipicu oleh unsafe acts, terutama skill-based errors, yang menunjukkan kelemahan pada kompetensi atau keterampilan dasar pekerja. Selain itu, faktor latent failures seperti lemahnya supervisi dan ketidakefisienan sistem organisasi juga berperan penting.


This research examines work-related accidents in the mining industry categorized as injury cases, using the Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). The mining industry is known as a high-risk sector, where serious incidents such as major injuries and fatalities frequently occur despite investigations and preventive measures. The study aims to identify the main causal factors of workplace accidents based on the HFACS-MI framework, which classifies human errors and systemic weaknesses within mining organizations. Using data from injury-related accident cases in 2024, both qualitative and quantitative analyses were conducted to assess contributing factors from the operator level up to the organizational level.The findings reveal that the majority of accidents were triggered by unsafe acts, particularly skill-based errors, indicating deficiencies in workers' basic competencies. Additionally, latent failures, such as inadequate supervision and organizational inefficiencies, were also found to play a significant role.
Read More
S-12014
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anita; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Delvi Yolanda
S-6400
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antoni Bona Foncus Naibaho; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ridwan Zahdi Syaaf, Wien Goerindro
Abstrak: Human Factor Analysis and Classification System Framework merupakan suatu metode yang telah banyak digunakan untuk investigasi kecelakaan diberbagai bidang seperti penerbangan, pertambangan, kereta api, dan industri lainnya. Metode HFACS terdiri dari beberapa lapisan seperti organizational influences, unsafe leadership, precondition to unsafe act dan unsafe act. Di PT X sendiri belum pernah dilakukan investigasi kecelakaan menggunakan metode ini. Oleh karena itu penulis mencoba melakukan analisis kecelakaan di PT X yang terjadi selama tahun 2014. Dari hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa setiap level pada lapisan HFACS memiliki kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki untuk memperkuat pertahanan. Unsafe act terdiri dari error dan violation. Kelemahan yang terdapat dalam error berupa skill based error yaitu kegagalan pengoperasian dan kontrol yang tidak benar, kesalahan navigasi dan persiapan dan pemeliharaan alat yang tidak memadai. Untuk Decision error yang menjadi kelemahan adalah berupa prosedur manuver yang tidak benar, gagal mengenali kondisi berbahaya dan penempatan peralatan dan material yang tidak benar. Perceptual error memiliki kelemahan berupa kesalahan memperkirakan jarak, ketinggian, kedalaman, berat dan kondisi permukaan. Sedangkan yang menjadi kelemahan pada Violation adalah berupa tingginya pelanggaran SOP, kegagalan mengamankan peralatan dan pelanggaran batas kecepatan. Kelemahan pada precondition to unsafe act yang terdiri dari environmental factor, condition of employee serta personal factor yaitu environmental factor berupa kondisi cuaca yang buruk, kondisi jalan tambang yang berbahaya, jalanan licin serta peralatan dan tools yang rusak. Sedangkan untuk condition of operator yaitu kurangnya kompetensi. Untuk personal factor yang menjadi kelemahan adalah komunikasi dan koordinasi bahaya yang buruk. Pada level unsafe leadership yang menjadi kelemahan terbesar terdapat pada elemen inadequate leadership yaitu berupa pengawasan pekerjaan yang tidak memadai serta kegagalan melakukan penilaian risiko. Level terakhir pada HFACS yaitu organizational influences dimana pada level ini yang menjadi kelemahan adalah berupa pelaksanaan kebijakan yang tidak konsisten serta manajemen feedback dari karyawan yang tidak memadai. Kata Kunci: HFACS, Error, Kelemahan
Read More
T-4509
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive