Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34572 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bayu Kurnia; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Muhtar Lintang
S-6080
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Ocvita Daulay; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Besral, Nani Iriyanti
S-6335
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farida D. Andayani; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Kusharisupeni, Ede Surya Darmawan, Hesti Iswandiri, Didik Supriyono
T-2515
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meila Kushendiati; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Dien Anshari, Doni Arianto, Endang Sri Widyaningsih
Abstrak: Pada tahun 2008, atas pertimbangan pengendalian biaya kesehatan, peningkatan mutu, transparansi dan akuntabilitas dilakukan perubahan mekanisme pada program Asuransi Kesehatan Orang Miskin (Askeskin) dan diubah namanya menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon telah melaksanakan mekanisme monitoring dan evaluasi pada program Jamkesmas di Puskesmas, walaupun terbatas pada pembuatan laporan bulanan program. Kadang kala Dinas Kesehatan Kabupaten terlambat memberikan laporan karena harus menginput dan merekap seluruh laporan Puskesmas yang sering kali terlambat diberikan.
 
Untuk mengukur kinerja program Jamkesmas di Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon tidak menggunakan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan karena indikator tersebut lebih menekankan pada pelaksanaan program Jamkesmas di Rumah Sakit. Sebagai solusi permasalahan yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dikembangkan sistem monitoring dan evaluasi kinerja program Jamkesmas berbasis web di Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Sistem ini dapat menghasilkan informasi kinerja program Jamkesmas di Puskesmas berdasarkan indikator kunjungan dan pemeriksaan KIA yang ada pada Standar Pelayanan Minimum (SPM).
 
Untuk mengoptimalisasikan penggunaan sistem monitoring dan evaluasi kinerja program Jamkesmas berbasis web di Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon diharapkan dapat melakukan sosialisasi manfaat dan tata cara penggunaan sistem kepada seluruh Puskesmas, serta melaksanakan pelatihan bagi petugas pencatatan dan pelaporan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan mengenai teknik pengolahan data. Selain itu, diperlukan pula dukungan dana untuk pemeliharaan sistem tersebut.
 

In 2008, upon consideration of health care cost control, quality improvement, transparency and accountability changes made in mechanism of Asuransi Kesehatan Orang Miskin (Askeskin), and changed its name to Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Cirebon District Health Department has carried out monitoring and evaluation mechanism in Jamkesmas program at Central Public Health, although it is limited in making monthly reports of the program. Sometimes, the Health Department late on providing the report because they have to input and merge all health centers reports that is often given too late.
 
To measure the performance of Jamkesmas program at Central Public Health, Cirebon District Health Department is not using the indicators that have been established by the Ministry of Health because the indicators are more emphasis on Jamkesmas program implementation at Hospital. As the solution to existing problems in Cirebon District Health Department, we developed a web-based monitoring and evaluation performance system of Jamkesmas program in Central Public Health at Cirebon District Health Department. This system can yield information of Jamkesmas program performance based on indicators of visits and examination of child and mothers on Standar Pelayanan Minimum (SPM).
 
To optimize the use of Web Based Monitoring and Evaluation Performance System of Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) in Central Public Health, Cirebon District Health Department is expected to disseminate the benefits and using procedures of the system to all Central Public Health, as well as implementing training programs for recording and reporting officers in the Central Public Health and the Health Department about data processing techniques. Additionally, funding support is also necessary for the maintenance of the system.
Read More
T-3167
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Biyanti Lisatriana; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Ade Sutrisno
S-6300
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deviana; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Indang Trihandini, Tris Eryando, Sulistiono, Neni Nuraeni
Abstrak:

Mutu layanan yang berkualitas hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang profesional. Diktat merupakan salah satu alternatif pendekatan untuk membantu meningkatkan mutu tenaga kesehatan. Pemerintah selalu memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai termasuk pegawai Departemen Kesehatan untuk meningkatkan mutu tenaga kesehatan yang bersangkutan.Salah satu pendekatan yang telah dikembangkan untuk peningkatan profesionalisme adalah melalui Diktat Jarak Jauh (DJJ). Melalui DJJ tenaga kesehatan tidak perlu meninggalkan tempat tugasnya dan dapat mencapai sasaran tenaga kesehatan yang berada di berbagai unit pelayanan kesehatan. Kemajuan teknologi informasi khususnya teknologi komunikasi berbasis komputer sangat pesat. Kemajuan teknologi tersebut menawarkan cara altematif untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh.Untuk terlaksananya DJJ berbasis elektronik yang bermutu diperlukan infrastruktur sistem yang baik seperti adanya pemahaman yang baik dari para manusia yang terlibat dalam kegiatan ini baik sebagai peserta belajar maupun sebagai penyelenggara (brainware), kesiapan perangkat keras (hardware) yang mendukung terlaksananya komunikasi, kesiapan perangkat lunak (software). Selain itu persiapan yang matang sebelum mengimplementasikan sebuah pembelajaran jarak jauh memegang peran penting demi kelancaran proses pembelajaran, seperti penentuan mekanisme teknis komunikasi selama proses pembelajaran yang didukung dengan suatu kewenangan dalam berbagi peran, menentukan model instruksional yang menentukan keefektifan proses belajar untuk interaktivitas antara pembelajar, tutor/ narasumber, dan pihak pendukung/ penyelenggara dan materi pembelajaran harus dirancang.Tujuan penelitian ini adalah merancang basis data untuk sistem informasi penyelenggaraan kegiatan Diktat Jarak Jauh Kesehatan Berbasis Elektronik yang dapat menunjang dalam efektifitas kegiatan melalui penyediaan informasi yang diperlukan untuk pengendalian dan perbaikan hasil kegiatan. Untuk menetapkan variabel yang akan dijadikan dasar dalam basis data pada sistem informasi yang akan dirancang, dilakukan kajian pra analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif di Kota Probolinggo, Jawa Timur.Dari hasil kajian pra analisis diperoleh hasil bahwa infrastruktur sebagaimana yang telah disebutkan di atas sangat menentukan keberhasilan kegiatan DJJ berbasis elektronik. Hal lainnya yaitu adanya suatu mekanisme yang dipersiapkan secara matang mulai dari persiapan sampai dengan penilaian serta tersedianya data yang terintegrasi dan dapat dengan mudah diakses oleh pihak yang terlibat dalarn kegiatan ini dapat memberikan informasi dalam melaksanakan kegiatan sehingga dapat menunjang untuk terwujudnya koordinasi yang baik.Berdasarkan hasil kajian pra analisis di atas, selanjutnya disusun rancangan basis data untuk sistem informasi penyelenggaraan yang dapat menyajikan informasi mengenai efektifitas komunikasi antar pelaku dalam sistem, hasil pencapaian kegiatan pembelajaran, penyebaran pembelajar tiap unit kerja berdasarkan jenis diktat yang diikuti. Rancangan sistem yang disusun dibatasi pada mekanisme kegiatan meliputi pengumpulan dan pengolahan data, rancangan basis data, rancangan input, rancangan output, sistem menu serta kebutuhan hardware, software, dan brainware.Selanjutnya saran untuk penyelenggaran kegiatan DJJ Kesehatan berbasis Elektronik, perlu persiapan infrastruktur yang balk guna tercapainya komunikasi yang untuk mendukung koordinasi yang baik. Infrastruktur tersebut meliputi manusianya (brainware), perangkal kerns (hardware), perangkat lunak (software) serta aturan yang mengatur peran para pelaku dalam sistem. Selain itu persiapan lainnya yang jugs merupakan hal panting untuls keberhasilan kegiatan ini seperti mekanisme kegiatan, rancangan instruksional pembelajaran, ketersediaan data yang terintegrasi dan dapat diakses oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.Pengelolaan sistem penyelenggaraan kegiatan ini sebaiknya dipegang oleh daerah dengan bantuan teknis dari Bapelkes dan Pusdiklat untuk rancangan-rancangan jenis diktat yang akan ditawarkan, model pembelajaran, modul dan bahan penyerta yang diperlukan serta untuk menjaga mutu diktat melalui akreditasi dan sertifikasi diktat dan institusi diktat.


 

Database Design for Implementing Information System for Long Distance Health Training and Education of Electronic Base in Probolinggo, East JavaThe qualified service quality can be only performed by. Health officer heaving knowledge, skill and professional attitude. Training and education is one of alternative approach to promote health officer quality. Government always gives all of employers included health department employers the opportunity to promote the quality health officer.One of approach which is developed to increase the professionalism is long distance training and education (LDTE). By implementing LDTE, health officer do not need to quit their own work and are able to reach the objective of health officers who is in several unit of health service. The progress of information technology, especially communication technology is based on computer. It officer the alternative way to carry out the activity of long distance learning.To perform LDTE based on sophisticated electronic, it is needed well infra-structure system such as the existence of understanding of involved people in this activity as participants of learning (learners) or as conductors (brainware), readiness of' hardware supporting communication performance and readiness of software. Besides that, there should be the well preparation before implementation of long distance learning will have the significant role in smoothness of learning process such as mechanism determination of technical communication during learning process which is supported with authorization in sharing the role, determination of instructional model which determines the effectiveness among learners, tutor supporting parties for conductor and the learning material that should be designed.The objective of this research is to design the conduction of database design for information system for health training and education activity in long distance which is based on electronic to support effectiveness of activity through information needed to control and improve the activity result. To determine the variable which will be the basic in database of design information system, there should be pre analysis study by using qualitative approach in Probolinggo, East Java.From pre analysis study, it is found out infrastructure as mentioned absolutely determines the success of LDTE activity based on electronic_ The other case is that there must be existence of well prepared mechanism from preparation until evaluation of integrated data. So that it can be easily accessed by the involved parties in this activity in giving the information of activity to create well coordination.Based on result of above pre analyses study, next , it is arranged the conduction information system design which provides the information of communication effectiveness inter actors in a system, result of reaching learning activity spreading the learners in each unit based on training and education followed. Design of system which is arranged is limited with activity mechanism including collecting and studying data, designing database, input design, output design, menu system and hardware, software, and brainware needs.Then, recommendation to conduct the activity of Health LDTE which has the electronic base should prepare the well infrastructure in order to reach communication in supporting the good coordination. The infrastructure consists of human (brainware), hard ware, software and rules regulation role of actors in that system. Beside that, the other significant preparation to support the success of this activity is like an activity mechanism, the existence of integrated data which can be accessed by involved parties in this activity.In management of this activity conduction, it will be better, if it is managed by regional authority by empowering the technical aid from Bapelkes (Broard of Health Implementation) and Pusdiklat for the sort of design of Diktat which will be given, Model of learning, Module and Completion materials needed to keep the quality of Diklat through promoting that there will be accreditation and job training of Diklat institution.

Read More
T-1460
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Setyadi; Pembimbing: Besral; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo
T-1993
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anang Sujana; Pembimbing: Sudijanto Kamso, Tris Eryando; Penguji: Ede Surya Darmawan, Didik Supriono, Rahmi Winandari
Abstrak:

Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja/prestasi puskesmas yang dilakukan secara menyeluruh dari ketiga aspek yaitu aspek program, aspek manajemen dan aspek mutu/kualitas pelayanan. Dalam tesis ini, penilaian kinerja puskesmas hanya dilakukan pada kinerja 6 program pelayanan upaya kesehatan wajib puskesmas (basic six) yaitu 1) Pelayanan KIA/KB dengan 7 indikator kinerja, 2) Pelayanan Pengobatan dengan 2 indikator kinerja, 3) Pelayanan Perbaikan Gizi dengan 7 Indikator kinerja, 4) Pelayanan P3M dengan 8 indikator kinerja, 5) Pelayanan Kesehatan Lingkungan dengan 3 indikator kinerja, 6) Pelayanan Promosi Kesehatan dengan 4 indikator kinerja. Total indikator kinerja semuanya ada 31 indikator yang didasarkan pada indikator SPM Bidang Kesehatan. Metodologi yang digunakan dalam Tesis ini adalah metode System Depelovment LM: Cycle (SDLC) yang terdiri dari : Perencanaan dan analysis sistem, design system, implementasi system dan perawatan system Sedangkan manajemen database menggunakan konsep Data Base Manajemen System (DBMS), dimana untuk menilai apakah hasil pengembangan system berjalan dengau baik, maka dilakukan uji coba prototype di Laboratorium Komputer Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Input data menggunakan laporan SP3 puskesmas berikut suplemennya dan diproses dengan menggunakan aplikasi program SI-PKP yang secara otomatis dapat menghasilkan output berupa informasi klasifikasi kinerja puskesmas yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. PKP pada Tesis ini hanya dilakukan terhadap 20 UPTD Puskesmas (50%) dari total 40 UPTD Puskesmas yang ada di Kabupaten Bogor dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 7 UPTD Puskesmas (35%) masuk klasifikasi Baik (warna hijau), 6 UPTD Puskesmas (30%) masuk kategori cukup (warm kuning) dan 7 UPTD Puskesmas (35%) masuk klasifikasi kurang (warna merah). Informasi yang dihasilkan tersebut kiranya dapat dijadikan dasar bagi manajemen untuk intervensi program atau reward dan punishment. Manajemen masih perlu juga melakukan pengembangan system ini, sehingga betul-betul dapat diaplikasikan dan memenuhi kebutuhan system secara keseluruhan.


Performance Assessment at Primary Health Care (PKP) is an effort for doing assessment of job result or achievement at Primary Health Care which has been done by totally from three aspects including program, management and service quality aspect. In this thesis, performance assessment at Primary Health Care is only done by performance of 6 service programs of nmndatory health effort at Primary Health Care (basic six) such as I) KIA/KB service by 7 performance indicators, 2) Medical service by 2 performance indicators, 3) Nutrition improvement by 7 performance indicators, 4) P3M service by 2 performance indicators, 5) Environment safety service by 8 performance indicators, 6) Health promotion service by 4 performance indicators. All of performance indicators are 31 indicators which based on indicator of service standard at Health Department. Methodologies which are used in this Thesis are System Development Life Cycle (SDLC) consisting: Planning and analysis system, design system, implementation system and care system While database management used a Data Base Management System (DBMS) concept for assessing development result system has been run better, so it has been done by prototype test at Computer Laboratory of Public Health in Indonesia University. Data Input used SP3 reports at Primary Health Care and their supplements and then they were processed by using SI-PKP program application of program which can spend output in the form of performance classification infomation at Primary Health Care which were presented in the form of tables and graphics. PKP on this thesis was only done to 20 UPTD at Primary Health Care (50%) from total of 40 UPTD at Primary Health Care in Bogor district by study result indicated that amount of 7 UPTD at Primary Health Care (35%) were a good classification (green color), 6 UPTD at Primary Health Care (30%) were medium category (yellow color) and 7 UPTD at Primary Health Care (35%) were less classification (red color). From information above presumably can be made based on management for program intervention or reward and punishment. Management still needs to do this system development, so it can be implemented seriously and fulfill a requirement system as a whole.

Read More
T-2953
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Dwinurwati; Pandu Riono, Tris Eryando; Penguji: Eman Sumarna, Camalia Wilayat, Endang Trihandini
Abstrak:

Kesehatan dan gizi merupakan faktor yang penting karena secara langsung berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia di masyarakat. Status gizi masyarakat sering digambarkan dengan besaran masalah gizi pada kelompok balita. Kegiatan pemantauan balita kurang gizi merupakan kegiatan penting untuk kewaspadaan gizi. Peraturan yang mendukung terhadap kegiatan kewaspadaan gizi adalah Kepmenkes tentang pedoman penyelenggaraan surveilans epidemiologi kesehatan yang salah satunya tentang pelaksanaan kewaspadaan gizi daKepmenkes tentang standar pelayanan minimal yang menetapkan bahwa 80% kecamatan menjadi bebas rawan gizi. Angka balita kurang gizi yang cukup tinggi dan luasnya geografis Kabupaten Bogor mendasari diperlukannya suatu sistem informasi yang dapat dipergunakan untuk membantu para pengambil kebijakan dalam mengevaluasi dan intervensi program perbaikan gizi serta menentukan prioritas wilayah dalam pembinaannya. Penelitian pengembangan sistem informasi pemantauan balita kurang gizi di Kabupaten Bogor ini menggunakan desain penelitian dengan pendekatan sistem untuk menyelesaikan masalah. Dengan metode pendekatan sistem yang digunakan adalah incremental dengan metode prototyping yang meliputi tahapan perencanaan, analisis, perancangan, pengkodean dan uji coba prototype. Hasil analisis sistem dapat ngidentiftkasi permasalahan-permasalahan yang ada dalam sistem yang sedang berjalan serta altematif solusinya pada tingkat input, proses dan output. Sistem informasi pemantaun balita kurang gizi Sistem Informasi Geografts didesain untuk memudahkan input data dan analisis proses pengolahannya menjadi informasi. Output yang dihasilkan bempa laporan tabel, graftk prevalensi KEP, cakupan DIS, NID dan BGMID sebagai indikator pemantauan balita kurang gizi. Interpretasi lebih lanjut akan didapatkan peta sebaran kasus KEP, peta cakupan DIS, cakupan NID dan BGMID , sehingga akan didapatkan daerah yang rawan/potensi terhadap kasus balita kurang gizi. Aplikasi sistem informasi pemantauan balita kurang gizi ini dapat menjadi alat manajemen dalam pengambilan keputusan untuk kegiatan yang berhubungan dengan masalah balita kurang gizi di Kabupaten Bogor. Sistem informasi pemantauan balita kurang gizi berbasis sistem informasi geografi ini diharapkan dapat diman:faatkan bagi pengelola gizi lainnya.


 

It has already known that health and nutrition are the most important factors that directly influence the quality of human resources in the?society. Public nutritional status is usually described as the wide of the nutrition problems within is under-five group. Therefore, the activities on the monitoring of malnourished under-five children should be prioritized as it can be as a nutrition awareness system. The regulation that support the activities? on a nutrition awareness is stated in the ministry of health decision (MHD) on the Guidelines for the Implementation of Epidemiological Surveillance on the subject of a nutrition awareness, and MHD on the Minimum standard for services, which determine that 80% of sub-districts should be free from malnourishment state. The high rate on under-five malnourished and a broad-range of area geographically of bogor, are use to be the base on why information is needed, in order to assist for policy makers to evaluate and to intervene a nutrition improvement program, and to decide in which part of the area that program will be applied. The study on the development of information system to monitor the malnourished under-five children at the District of Bogor in using a system approach research design that intends to solve the problems. The met on of system approach fur the study is au incremental with a prototyping method .that consist of stages. of planning, analyzing, designing, coding, and prototype testing. The result of system analysis can be applied to identify problems that exist in the ongoing system and its solution alternatives at the level of input; process, and output, The information system to monitor the malnourished under-five children that based on the geographic information system (GIS) is designed for simplifying the data input and process analyzing into producing the information. Output yielded is in then from of Report Tables, Prevalence Graphics of EPD (Energy-protein deficiency), and Coverage of DIS, NID, and BGM/D as the indicators of malnourished under-five monitoring. An advance interpretation can be us to generate the map of tbe distribution of EPD cases, the map of the coverage on DIS, NID, and BGMID, in which identify the area that potentially become a malnourished under-five area. The information system to monitor the malnourished under-five children can be applied for management tools to meet the decision on any activities related to malnourished under-five at the district of Bogor. It is hoped that the information system to monitor the malnourished under-five children based on the GIS can be utilized by other nutrition managers.

Read More
T-2909
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Guguk Setyagar; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Kemal Nazarudin Siregar, Tris Eryando, Elwyati Chaidir, Diyardi Nugroho
Abstrak:

Sistem informasi rumah sakit adalah salah satu sarana untuk menjalankan suatu sisem manajemen rumah sakit. Dalam sistem manajemen, sistem informasi mempunyai peran dalam perencanaan dan penetapan sasaran, baik yang bersifat strategis maupun teknis. Salah satu sistem informasi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah sistem informasi rekam medik yang dimanfaatkan untuk pembuatan laporan.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana pengembangan sistem pelaporan rumah sakit, berdasarkan data rekam medik dengan menggunakan kaidah pengembangan sistem informasi yang memenuhi syarat.Metodologi yang digunakan adalah operational research dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan pada saat sistem masih beroperasi, yang akan mengidentifikasi masalah operasional, mengevaluasi beroperasinya sistem lama dan memberikan alternative pemecahan masalah.Dengan menerapkan metode ini dalam penelitian di rumah sakit PMI Bogor, telah didapatkan hasil penelitian bahwa subsistem yang sedang berjalan adalah subsistem manajemen, subsistem personalia, subsistem sarana & prasarana, subsistem pelayanan kesehatan rawat inap/rawat jalan/penunjang, subsistem keuangan,, subsistem rekam medik.Pada subsistem rekam medik telah diidentifikasi tiga komponen yang digunakan untuk penyusunan sistem informasi. Tiga komponen tersebut adalah basis data & informasi, prosedur, dan sarana prasarana.Dari hasil penelitian dapat diidentifikasi bahwa tiga komponen tersebut telah memenuhi syarat untuk pengembangan sistem pelaporan rumah sakit berdasarkan rekam medik. Dengan pertimbangan tiga komponen pokok tersebut maka dibuatlah suatu rancangan sistem dengan memakai pendekatan metode SDLC (system development life cycle). Dengan menerapkan metode ini diperoleh keunggulan dari sistem yang dikembangkan yaitu, mempercepat proses pembuatan laporan eksternal/internal dan ketepatan informasi, serta dapat dipakai untuk mengoreksi silang data masukan (antara laporan dari ruang dan dari berkas rekam medik).Daftar bacaan : 8 (1992-2000)


 

The Development of Hospital Management Reporting System Based on the Medical Record Data at General Hospital of Indonesia Red-cross, Bogor, 2002Hospital information system is one of .the means to run a hospital management system. In management system, information system has role on planning and target decision, both strategically and technically. One of information system that developed in this study is medical record information system that utilized in making report.The objective of this study is to obtain the description on how the development of hospital reporting system, based on medical record by using rule of information system that meets with the standard.The methodology used operational research; the data is collected by qualitative approach. The study is conducted when the system is still operated, to identify operational problem, to evaluate the old operational system and gives alternative problem solving.By applying this method in this study at General Hospital of Indonesia Red-cross, Bogor, it obtained that the sub-system that currently operated are management sub-system, personnel sub-system, means and infrastructure sub-system, inpatient/outpatient health services sub-system, financial system, and medical record sub-system.On the medical record sub-system, it was found three components that used to arrange the information system. Those are basic data and information, procedure, and means and infrastructure.Based on this study it can be identified that the three components have met with the development of hospital reporting system based on medical record. By considering the three main components, it is made a system design by using System Development Life Cycle (SDLC).By applying this method, it is obtained the superiority of the system that developed. Those are to speed up the process in making external/ internal reports and the accurateness of information, and it can be used to revise cross data entry (between the report from room and from medical report sheet).References: 8 (1992-2000).

Read More
T-1312
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive