Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35722 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lidya Safitri; Pembimbing: Agustin Kusumayanti; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Gunawan Dwiprayitno
S-6164
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alya Haidar Hanun; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak balita di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang. Di Kelurahan Sukamaju Baru, kasus ISPA balita menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, dengan puncak kasus terjadi pada tahun 2022 yaitu sebanyak 5.135 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Sukamaju Baru pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan total sampel sebanyak 140, yang terdiri atas 70 kelompok kasus dan 70 kelompok kontrol. Kelompok kasus adalah balita yang didiagnosa ISPA oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Sukamaju Baru, sedangkan kelompok kontrol adalah balita yang tidak didiagnosa ISPA dan tinggal di wilayah RW yang sama dengan kelompok kasus. Analisis data mencakup analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda berbasis model determinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 variabel yang diteliti, ditemukan 8 variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian ISPA pada balita yaitu variabel status imunisasi (OR = 2,20), pengetahuan (OR = 2,39), kebiasaan membakar sampah (OR = 0,35), jenis dinding (OR = 2,36), luas ventilasi kamar (OR = 2,71), kepadatan hunian (OR = 2,48), kelembapan (OR = 3,27) dan pencahayaan alami (OR = 2,14), serta ditemukan variabel luas ventilasi kamar menjadi variabel dominan yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini mengungkap bahwa sebagian besar faktor risiko ISPA pada balita di Kelurahan Sukamaju Baru berasal dari faktor lingkungan fisik rumah. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan cakupan rumah sehat di wilayah ini, dengan fokus utama berupa penambahan luas ventilasi.
Acute Respiratory Infections (ARI) are a leading cause of morbidity and mortality among children under five worldwide, particularly in developing countries. In Sukamaju Baru Village, ARI cases among children under five have shown an increasing trend in recent years, peaking in 2022 with 5,135 cases. This study aims to identify the most influential factors associated with ARI incidence among children under five in Sukamaju Baru Village in 2024. This research employs a case-control study design with a total sample of 140, consisting of 70 cases and 70 controls. The case group comprises children under five diagnosed with ARI by healthcare workers at the Sukamaju Baru Public Health Center, while the control group includes children under five who were not diagnosed with ARI and resided in the same neighborhood unit (RW) as the case group. Data analysis includes bivariate analysis using the Chi-square test and multivariate analysis using a multiple logistic regression model based on determinant factors. The results of this study indicate that out of 15 variables examined, 8 were found to be significantly associated with ARI incidence among children under five. These variables include immunization status (OR = 2.20), maternal knowledge (OR = 2.39), waste-burning habits (OR = 0.35), wall type (OR = 2.36), bedroom ventilation area (OR = 2.71), household density (OR = 2.48), humidity (OR = 3.27), and natural lighting (OR = 2.14). Among these, the bedroom ventilation area was identified as the most dominant factor influencing ARI incidence. This study highlights that most ARI risk factors for children under five in Sukamaju Baru Village are related to the physical environment of the home. Therefore, further efforts are needed to improve the prevalence of healthy homes in the area, with a primary focus on increasing ventilation area.
Read More
S-11820
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmawaddah; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Didik Supriyono
Abstrak: Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menempati urutan sepuluh besar penyakit di Puskesmas Plus Kecamatan Sape. Petani di Kecamatan Sape selalu menanam padi setiap tahunnya, sehingga terdapat banyak penggilingan padi pada daerah tersebut. Adanya penggilingan padi berpotensi sebagai penyebab ISPA karena paparan debu gabah hasil proses penggilingan. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu,karakteristik rumah, dan karakteristik tempat kerja dengan kejadian ISPA. Analisis yang digunakan adalah univariat, bivariat, dan multivariat. Jumlah pekerja yang mengalami ISPA adalah 52 orang (53,1%). Hasil penelitian menunjukkan variabel kelembaban rumah berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA dan merupakan variabel dominan dengan nilai p=0,01 (OR=7,00). Tidak terdapat hubungan antara karakteristik pekerja dan lingkungan tempat kerja dengan kejadian ISPA.
The incidence of Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the health problems that rank in the top ten diseases at the Puskesmas Plus, Sape District. Farmers in Sape District always plant rice every year, so there are many rice mills in the area. The presence of rice milling has the potential to cause ARI due to exposure to grain dust from the milling process. The study design used was cross-sectional to determine the relationship between individual characteristics, home characteristics, and workplace characteristics with the incidence of ARI. The used analyses are univariate, bivariate, and multivariate. The number of workers experiencing ARI is 52 people (53.1%). The results showed that the house humidity variable was significantly related to the incidence of ARI and was the dominant variable with p = 0,01 (OR = 7,00). There is no relationship between the characteristics of workers and the workplace environment with the incidence of ARI.
Read More
S-11129
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farhah Nashrillah; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Yana Irawati
Abstrak:
ISPA adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang ditularkan melalui virus dan bakteri yang tersebar di udara. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan pernapasan terutama di daerah perkotaan dengan lalu lintas padat adalah pencemaran udara berupa partikel debu (PM 2,5). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada pengendara ojek online di Kota Depok. Faktor yang dianalisis meliputi umur, penggunaan masker, jenis masker, perilaku merokok, durasi kerja, masa kerja, derajat berat merokok, dan jumlah batang rokok harian. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan analisis chi-square dan regresi logistik, melibatkan 106 responden pengendara ojek online di Kota Depok. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang mencakup pertanyaan tentang faktor risiko dan gejala ISPA. Hasil analisis menggunakan chi square menunjukkan terdapatnya hubungan yang bermakna pada durasi kerja (p=0,003), sedangkan umur, penggunaan masker, jenis masker, perilaku merokok, masa kerja, derajat berat merokok, dan jumlah batang rokok harian tidak berhubungan signifikan dengan gejala ISPA. Hasil analisis multivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kemunculan gejala ISPA terhadap durasi kerja (p=0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian gejala ISPA pada pengendara ojek online dapat dilakukan dengan melakukan manajemen kerja, penggunaan masker secara efektif, mengurangi perilaku merokok, dan membatasi durasi kerja. 

Acute Respiratory Infections (ARI) are caused by viruses and bacteria transmitted through the air. One of the factors affecting respiratory health, particularly in urban areas with heavy traffic, is air pollution in the form of particulate matter (PM 2.5). This study aims to identify the factors associated with Acute Respiratory Infection (ARI) symptoms among online motorcycle taxi drivers in Depok City. The factors analyzed include age, mask usage, type of mask, smoking behavior, working hours, duration of employment, smoking intensity, and the number of cigarettes smoked per day. This research uses a cross-sectional design with chi-square and logistic regression analysis, involving 106 respondents who are online motorcycle taxi drivers in Depok City. Data were collected through interviews using a questionnaire covering questions about risk factors and ARI symptoms. The chi-square analysis results showed a significant relationship with working hours (p=0.003), while age, mask usage, type of mask, smoking behavior, duration of employment, smoking intensity, and the number of cigarettes smoked per day were not significantly associated with ARI symptoms. The multivariate analysis results indicated a significant relationship between the occurrence of ARI symptoms and working hours (p=0.001). This study concludes that controlling ARI symptoms among online motorcycle taxi drivers can be achieved by managing working hours, effective mask usage, reducing smoking behavior, and limiting work duration.
Read More
S-11836
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lindawati; Pembimbing: Rachmadi Purwana, Ratna Juwita Hatma; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Euis Saadah Hernawati, Edwan NS
T-3287
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Johanson Manondang; Pembimbing: A. Rahman
T-812
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Navianti; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Abdul Rahman, Mondastri Korib Sudaryo, Atrisman Rukman, Sayid Muhadhar
Abstrak:

Meningkatnya perkembangan Industri di Indonesia mengakibatkan terjadinya pencemaran Lingkungan di sekitamya. Adanya berita media massa tentang pencemaran lingkungan di sekitftr PT Pupuk Sriwijaya yang menycbabkan teijadinya penyakit infeksi saluran pemapasan pada penduduk di pemukiman sekitar industri tersebul.Tujuan penelitian adalah untuk mcngetahui hubungan pemajanan ammonia dan PM", serta faktor risiko yang mempengaruhinya dengan kejadian gejala pcnyakit saluran pemapasan pada bayi dan balita di pemukiman sekitar PT pupuk Sriwijaya palembang tahun 2001.Subyek pcnelitian adalah ibu-ibu yang memiliki bayi dan baiita (0 bulan-59 bulan). Didapatkan sebanyak 125 keluarga yang mcmiliki bayi dan balita secara random sampling yang tersebax dalam 3 kclurahan. Jenis penelitian bersifat deskriptif anaiitik dengan rancangan penelitian Cross-secrional.Hasil penentuan kadar ammonia antara 246.75 pg/m3-1499 gym), sedangkan kadar P1\/110 antara 202.60 pg/m3-1281 ng/mi. Terdapat hubungan yang signifikan (p < 0.05) pemajanan ammonia dcngan kejadian gejala penyakit saluran pcmapasan pada bayi dan balita di pemukiman sekitar industri PT Pupuk Sriwidjaja. Ada hubungan dosis respons antara pemajanan ammonia dengan kejadian gejala penyakit saluran pemapasan pada bayi dan balita di pemukiman sckitar PT Pupuk Sriwidjaja PalembangPemajanan PM|o Yang tinggi pada bayi dan balita di pemukiman sekitar PT Pupuk Sriwidjaja akan meningkatkan risiko menderita gejala penyakit saluran pemapasan Dari model akhir didapat nilai OR = 1.1124 (95%CI=l.014-l.221), artinya setiap peningkatan 1 unit kadar PM 10 meningkatkan riaiko bayi dan balita rnenderita gejala penyakit saluran pemapasan sebcsar I 1.24%Kesimpulan menunjukkan bahwa bayi dan balita yang terpajan dengan ammonia 2 652.50 pg/ma' mempunyai risiko menderita gcjala penyakit saluran pemapasan sebesar 9.508 kali dibandingkan dengan bayi dan balita yang terpajan ammonia < 652.50 pg,/ms setelah ciikontrol oleh variabcl variabel PMN, kepadatan hunian, perokok dalam rumah dan interaksi antara ammonia dengan PMN.Saran kepada pihak PT Pupuk Sriwidjaja unmk tems memantad alat alat pengendaiian emisi gas maupun debu urea dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas alat alat pengendalinya, sehingga dapat mengurangi pencemaran di sekitar industri tersebut.


 

Due to increasing industry expansion in Indonesia it alfect the environmental pollution around the industry. There was mass media regarding environmental pollution around PUSRI which result of acute respiratory infection symptoms of the local community around that lndustry.The purpose of -this study is to find out the relationship between expo: ure ammonia and PMN , as well as risk factor which influence with the condition acute respiratory infection symptoms at babies and children living around at PT Pupuk Sriwidjaja in 2001.Subyect of this study are mothers who has babies and children ranging from 0 to 59 months. We found out that around l25 families who has babies and children as sampling random from 3. The methode of this study is descriptive analytic with cross sectional study designed.The result of concentrate ammonia between 246.75 ug/m3-1499 ug/m3. And actual PMN, consentrate between 202.60 ug/m3-128| pg/rn3.There is significant relationship (p<0_05) between exposure ammonia and PM", with condition acute respiratory infection symptoms at babies and children living around at PT Pupuk Sriwidjaja Palembang There are linked dose respons between exposure ammonia with acute respiratory infection symptoms at babies and children living around at P'I` pupuk Sriwidjaja.High exposure of PM", at the babies and children around PT Pusn area will raise from the risk acute respiratory infection symptoms. From the last model, it found out the value of OR equal to 1.1124 (95%CI = l.0l4-1221), meaning every raise per l unit PM10 will be raised the risk of babies and children for l 1.24 %.Conclusion indicates that babies and children who has exposured with ammonia 2 652.50 ug/m3 has risk factor of the acute respiratory infection symptoms 9.5! times compare with babies and children exposured by ammonia < 652.50 ug/m3, after being adjusted by variables PM io, smoker inside the house, density of population and interact between ammonia and PM iq.Suggestion to PT Pupuk Sriwidjaja to constantly measure all the control gas emission and dust urea equipment and to raise eiiiciency and effectiveness ofthe control equipment so that it could reduce pollution around the industry.

Read More
T-1238
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lilik Zuhriyah; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari, Bambang Wispriyono
T-1874
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Garmini; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Budi Hartono, Dewi Susanna, Miko Hananto, Edy Hariyanto
Abstrak: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi dan anak-anak. ISPA bisa terjadi karena pencemaran kualitas udara di luar maupun di dalam ruangan. Salah satunya gas sulfur dioksida (SO2) yang ada di tempat pembuangan sampah dapat mengganggu sistem pernapasan pada balita. Balita lebih berisiko tertular ISPA karena kekebalan tubuh yang dialami balita belum terbentuk sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi udara dalam rumah dan karakteristik balita terhadap kejadian ISPA pada balita di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sukawinatan Kelurahan Sukajaya Palembang. Jenis penelitian analitik, desain penelitian cross sectional. Variabel terukur adalah kondisi udara dalam rumah, karakteristik balita, dan kejadian ISPA pada balita. Populasi penelitian adalah anak balita berumur 12-59 bulan yang bertempat tinggal di Kelurahan Sukajaya dan sampel berjumlah 94 orang. Data dianalisis dengan uji chi-square, t-test independent, dan regresi logistik. Period Prevalence kejadian ISPA pada balita sebesar 59,6%. Variabel penggunaan obat anti nyamuk, perokok dalam rumah, ventilasi, status gizi dan status imunisasi secara statistik menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian ISPA pada balita, sedangkan variabel kadar SO2 dalam rumah dan umur balita secara statistik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian ISPA pada balita. Hasil analisis multivariat diperoleh bahwa variabel ventilasi rumah merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Ventilasi dapat menjadi faktor risiko terhadap terjadinya ISPA, karena ventilasi mempunyai fungsi sebagai sarana sirkulasi udara sehingga dapat mengurangi pencemaran udara dalam rumah. Kata Kunci : ISPA, Sulfur dioksida, Ventilasi Acute Respiratory Infections (ARI) is a major cause of morbidity and mortality in young children. ARI can occurs because indoor and outdoor air pollution. One of them is gas sulfur dioxide (SO2) in landfills that it can be irritate the respiratory tract in young children. Young children have higher risk of contracting ARI because the immune of young children not yet fully formed. This research aims to find out Indoor air Pollution and Characteristics of acute respiratory infection in under-fives in Sukawinatan Landfills. Type of research was analitic, cross-sectional study design. Measurement of indoor air pollution, characteristics of young children, and prevalence of acute respiratory infection. The population of this research was young children aged 12-59 months who lived in Kelurahan Sukajaya and 94 samples. Data were analyzed by chi-square, t-test independent, and logistic regression. Period Prevalence of acute respiratory infection in young children about 59,6%. Using mosquito repellent, smokers in the house, ventilation, nutrition and immunization status were significant correlation to acute respiratory infection in young children. While SO2 levels in the home and age of young children were insignificant correlation to acute respiratory infection in young children. Multivariate analysis showed that the variables of ventilation with SO2 levels were the most dominant variable related to acute respiratory infection in young children. One of risk factor of acute respiratory infection is ventilation, because its function as air circulation to reduce indoor air pollution. Keywords: Acute Respiratory Infections, Sulfur Dioxide, Ventilation
Read More
T-4808
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ema Fiki Munaya; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
Abstrak: Data menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit ISPA nasional selalu menunjukkan peningkatan setiap tahun. Tahun 2013 dengan Provinsi Jawa Tengah menempati posisi ketujuh dengan jumlah penderita ISPA terbanyak. Angka kejadian ISPA nonpneumonia selama 2011-2013 di Kota Magelang maupun diPuskesmas Kelurahan Magersari selalu menunjukkan peningkatan dengan sebagian besar penderita adalah balita.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar faktor risiko kualitas lingkungan fisik rumah ( jenis lantai, atap,dinding, luas ventilasi, kepadatan hunian) dan pencemaran udara dalam rumah( keberadaan perokok dalam rumah, pengguaan anti nyamuk bakar, bahan bakar memasak dalam rumah)terhadap kejadian ISPA nonpneumonia pada balita diwilayah kerja Puskesmas Magersari, Kota Magelang, Jawa Tengah tahun 2013.

Desain penelitian ini adalah case-control dengan masing-masing sampel berjumlah 50 balita. Case adalah balita yang menderita ISPA nonpneumonia dengan diagnosis dokter puskesmas, sedangkan control balita yang didiagnosis tidak menderita ISPA. Ada hubungan yang bermakna antara jenis lantai nilai p0,000 &OR 15,881 ( 95% CI : 4,949-50,958), jenis atap nilai p 0,000 & OR13,500 (95% CI 5,087-35,830), jenis dinding nilai p 0,000 &OR 17,484 ( 95% CI6,314-48,415), kepadatan hunian, nilai p 0,000 & OR 12,250 (95% CI 4,652-32,258), keberadaan perokok dalam rumah nilai p 0,003 &OR 4,205 ((95% CI1,692-10,448) dan penggunaan bahan bakar memasak nilai p 0,000 & OR 11,294( 95% CI 2,435-52,379).

Kata kunci ; faktor risiko, jenis lantai, atap, dinding, luas ventilasi, kepadatan hunian,keberadaan perokok dalam rumah, pengguaan anti nyamuk bakar, bahan bakar memasak dalam rumah, ISPA nonpneumonia

Nation health data show that the incidence of acute respiratory infection (ARI)always increased every years. 2013, with Central Java Province occupies was theseventh position with the highest number of patients with acute respiratoryinfection (ARI). The incidence of ARI nonpneumonia during 2011-2013 in thecity of Magelang as well as in the Village Health Center Magersari alwaysincrease which most of the patientare are under five children.

This study aims todetermine how big the risk factors of physical quality of the home environment(type of floor, roof, walls, extensive ventilation, residential density) and indoor airpollution (presence of smokers in the home, using anti-mosquito, cooking fuel inthe house) to nonpneumonia ARI incidence of under five children in the workingarea of Magersari health center, Magelang, Central Java in 2013.

The Research design was a case-control study by each sample for 50 under five children. Caseare under five with nonpneumonia ARI diagnosis by Megersari Helath Centerdoctors, whereas control are underfive children which not diagnosed with ARIs .There is a significant correlation between the type of floor p value 0.000 and OR15.881 (95 % CI : 4.949 to 50.958), the type of roof p-value of 0.000 and OR13,500 (95 % CI 5.087 to 35.830), the type of wall p-value of 0.000 and OR17.484 (95 % CI 6.314 to 48.415), residential density, p-value 0.000 and OR12,250 (95 % CI 4.652 to 32.258), the presence of smokers in the house p-valueof 0.003 and OR 4.205 (95 % CI 1.692 to 10.448) and cooking fuel p value0,000OR 11,294 (95 % CI 2.435 to 52.379).

Keywords ; risk factors, types of floors, roofs, walls, extensive ventilation,residential density, the presence of smokers in the home, anti-mosquito, cookingfuel in the house, ARI nonpneumonia
Read More
S-8176
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive