Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34558 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wanwan Ridwan; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Irma Setiawaty Wulandari
S-6173
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meilita Syamsi; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Sri Rochmaryati, Wien Goerindro
T-4090
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
T-4106
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arraffi Andromenda; Pembimbing: Ridwan Z. Syaaf; Penguji: Hendra, Bachtiar Lewai
S-6161
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safira Nurul Izzah; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Tubagus Dwika Yuantoko
S-12026
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustinus Firdianto; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Ramdhan, Doni Hikmat, Muhammad Soffiudin
S-8412
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debora Octoliana C.A.; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Izhar M. Fihir, Ratna Dewi Suriani, Okta Mutiara Marlina
Abstrak:

Kebanyakan dokter gigi tidak menyadari pentingnya manfaat sistem ergonomi dengan posisi yang baik saat merawat pasien. Gangguan muskuloskeletal adalah salah satu yang jelas sebagai hazard. Saat melakukan pencabutan gigi, kadang-kadang dokter gigi membungkuk ke arah pasien, bergerak secara mendadak, memutar tubuh dari satu sisi ke sisi yang lain. Seluruh gerakan tersebut dilakukan berkali-kali dalam jangka waktu yang panjang sehingga sering mengalami rasa tidak nyaman dan sakit di daerah leher, bahu, tulang punggung serta pergelangan tangan. Penelitian ini meninjau faktor-faktor risiko ergonomi dokter gigi terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders pada aktivitas pencabutan dengan jenis potong lintang melalui pendekatan observasional.Hasil penelitian 74,3% tindakan pencabutan gigi menimbulkan gangguan secara fisik, 61,4% melakukan gerakan berulang punggung membengkok ke depan, belakang atau ke samping , 35,7% melakukan gerakan berulang punggung membengkok dan memutar secara simultan dalam melakukan tindakan dan melalui Nordic Map Quesioner didapat frekuensi timbulnya keluhan pada daerah sekitar leher 38,6%. Intensitas keluhan rasa nyeri, sakit dan ketidaknyamanan akibat kerja yang cukup mengganggu aktifitas kerja dikemukakan pada bagian kaki kanan 61,4 %, bahu kanan atas sebanyak 48,6 %, pada bagian pergelangan tangan kanan 40% serta pada leher sebanyak 47,1%.Hasil akhir yang didapat melalui observasi dengan pengukuran metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) di dapatkan kategori 2 dimana postur kerja memiliki beberapa efek yang berbahaya bagi system musculoskeletal serta diperlukan tindakan untuk perubahan posisi kerja pada perencanaan yang akan datang.


Most dentists do not realize the importance of the benefits ergonomics system with a good position when treating patients. Musculoskeletal disorders is an obvious one as a hazard. When performing tooth extraction, dentists sometimes leaned toward the patient, a sudden move, rotate the body from one side to the other. The whole movement is done many times in the long term so often experience discomfort and pain in the neck, shoulder, spine and wrist. This study reviewed the dentist ergonomic risk factors from Musculoskeletal Disorders in the type of extraction activity through cross-sectional observational approach.74.3% of research results to extract a tooth cause physical disorders, 61.4% perform repetitive motions backs bent forward, backward or sideways, 35.7% perform repetitive movements back bend and rotate simultaneously in action and through Nordic Map questioner obtained the frequency of complaints in the area around the neck of 38.6%. complaints of pain intensity, pain and discomfort caused by work is quite disturbing work activities presented in section 61.4% right foot, right shoulder up 48.6%, 40% on the right wrist and the neck 47.1%.The final result is obtained through observations with measurements of methods OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) in which the working posture level 2 has some effects that are harmful to the musculoskeletal system and the necessary action to change the position of the work on the future planing.

Read More
T-3818
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Fajar Kartika; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Hendra, Doni Hikmat Ramdhan, Azkya Patria Nawawi, Yuni Kusminanti
Abstrak: Keselamatan pasien merupakan hal yang baru dalam pelayanan kesehatan. Akreditasi Rumah Sakit versi 2012 mewajibkan keselamatan pasien sebagai prinsip utama pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Rumah Sakit Gigi dan Mulut, meskipun berbeda dari Rumah Sakit lainnya, tetap diwajibkan untuk menerapkan Akreditasi Rumah Sakit versi 2012. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran iklim keselamatan pasien, tindakan manajemen dan kinerja keselamatan pasien menurut dokter gigi di RSGM X Kota Cimahi. Dengan mengambil satu populasi dokter gigi RSGM X sebagai data penelitian, didapatkan hasil yakni persepsi keselamatan pasien di RSGM X yang rendah dikarenakan persepsi iklim keselamatan pasien, tindakan manajemen dan sasaran keselamatan yang rendah. Diharapkan institusi dapat memberikan pelatihan secara berkala.
Kata kunci: Persepsi, Keselamatan Pasien, Rumah Sakit Gigi Mulut

Patient safety is a new thing in healthcare. Indonesia National Hospital Accreditation 2012 version requires that patient safety as a key principle of healthcare at the Hospital. Dental Hospital, though different from other hospitals, was still required to implement the Indonesia National Hospital Accreditation version 2012. This study was to describe the climate of patient safety, action management and patient safety peception of dentist in RSGM X Cimahi. By taking RSGM X dentist population as research data, showed that patient safety perception in RSGM X is low because of low patient safety climate, management actions and patient safety goals. It is expected that institutions can provide regular training of patient safety.
Keyword: Perception, Patient Safety, Dental Hospital
Read More
T-4810
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Belmi Andra; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ike Pujiriani
S-8696
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miski Irfani Harahap; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, Sigit Widiyanto
Abstrak: Penanganan beban manual (PBM) merupakan aktivitas yang dapat menimbulkankeluhan gangguan otot rangka pada pekerja. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui gambaran tingkat risiko ergonomi pada aktivitas PBM dan gambarandistribusi keluhan gangguan otot rangka pada pekerja di back end area Toko XDepok tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasionaldengan desain crossectional. Penilaian tingkat risiko ergonomi dilakukanmenggunakan metode BRIEF dengan menilai postur, berat beban, durasi, danfrekuensi. Penelitian ini juga menggambarkan karakteristik pekerja yangmelakukan aktivitas PBM di back end area, seperti jenis pekerjaan, umur, lamakerja, kebiasaan merokok, pendidikan, dan jenis kelamin. Data keluhan gangguanotot rangka diambil menggunakan kuesioner NMQ dengan jumlah 11 orangresponden. Hasil penelitian menunjukkan beberapa aktivitas PBM di back end areatoko mempunyai risiko tinggi terhadap bagian tubuh siku kiri, siku kanan, bahu kiri,bahu kanan, dan punggung. Keluhan gangguan otot rangka banyak dirasakanpekerja pada bagian tubuh bahu kanan dan punggung bawah dengan persentasesebesar 45,5%. Upaya perbaikan untuk mengurangi aktivitas PBM dapat dilakukandengan menggunakan alat memindahkan barang (pallet stacker) yang dapat diaturketinggiannya dan edukasi pekerja terkait bahaya ergonomi.
Kata Kunci:BRIEF, ergonomi, keluhan gangguan otot rangka, NMQ, penanganan bebanmanual
Manual handling is an activity that can cause musculoskeletal disorders. Thisresearch illustrates ergonomics risk level in manual handling activities and alsoillustrates the distribution of musculoskeletal complaints at the back end area ofstore X Depok in 2016. It is a descriptive observational study with cross-sectionaldesign. The ergonomics risk level was assessed by BRIEF method which evaluateposture, force, duration, and frequency. This research also gathered information onindividual characteristics (such as occupation, age, job tenure, smoking behavior,education, and gender) of the workers who perform manual handling activityregularly in back end area. The data of musculoskeletal symptoms complaints werecollected using NMQ questionnaires with 11 responden. The result of this studyindicates several activites in back end area are high risk to left elbow, right elbow,left shoulder, right shoulder, and back. Most complaints come from right shoulderand lower back with 45,5%. Manual handling activity can be reduced by usingpallet stacker with adjustable height and educate the workers about ergonomics.
Key words:BRIEF, ergonomics, manual handling, musculoskeletal complaint, NMQ.
Read More
S-9135
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive