Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36495 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Metha Ayu Lestari; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Diperanata Sinulingga
S-6270
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Wulan Kusuma Ningsih; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yuni Kusminanti
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja di departemen produksi line bubut PT. XY tahun 2021. Identifikasi bahaya dan risiko menggunakan metode Job Hazard Analysis (JHA). Analisis risiko dilakukan secara semi kuantitatif yang mengacu kepada AS/NZS 4360:2004 tentang Risk Management dan perhitungan tingkat risiko dihitung sesuai dengan formula menurut William T. Fine (1971). Pengambilan data dilakukan dengan komunikasi secara online untuk mendapat data awal dan sepanjangan identifikasi serta penilaian risiko di line bubut, wawancara online kepada operator produksi line bubut, dan studi literatur. Hasil penelitian didapatkan 3 tahapan kegiatan, 14 tugas, serta 54 bahaya dan risiko yang terdapat di departemen line bubut PT. XY. Hasil penilaian risiko, didapatkan risiko yang paling banyak ditemukan di line bubut berkaitan dengan bahaya fisik. Hasil tingkat existing risk di line bubut terdapat empat bahaya dan risiko tertinggi diantaranya, korsleting listrik, jari tangan terjepit chuck mesin bubut, terhirup asap bubut, dan kebisingan dengan kategori Very High.
Read More
S-10815
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggita Raresputi; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Ramadansyah Siregar
S-6117
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yangga Yolanda; Pembimbing: Hendra; Penguji: Syahrul M Nasri, Ratna Muntiowati
Abstrak: Tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia jika dibandingkan negara-negara di Eropa. Di mana 171 pekerja di Inggris mengalami Fatal Injury, sedangkan di Indonesia tercatat 4.380 cacat fungsi, 42 cacat total, dan 2. 144 meninggal dunia. Tahun 1996 OSHA merilis 5 elemen inti program K3 diantaranya adalah evaluation of program effectiveness. Dalam PP no. 50 tahun 2012 juga mengharuskan melakukan evaluasi SMK3. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi program K3.
 
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi program-program K3 yang dimiliki oleh PT. XYZ berdasarkan standar OSHA PEP pada periode tahun 2012. Desain penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan peninjauan dokumen. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa nilai profil program K3 PT. XYZ berada pada tingkatan ke 3 (basic) berdasarkan Standar OSHA PEP.
 

Indonesia has higher work related accident than European Country. They were 171 workers fatally injured in England, meanwhile, they were 4.380 workers function disabilities, 42 has physical defect, and 2.144 died. At 1996, OSHA releases 5 core elements, one of them is evaluation of program effectiveness. PP no. 50, 2012 says occupational safety and health have to evaluated. Therefore, this research have done to evaluated OSH programs.
 
This research have done to evaluating OSH programs which belong to PT. XYZ based on OSHA PEP standard in the period of 2012. The design of this research is qualitative. The collecting of data is conduct with interview, observation, and document review. The result of this research is known that PT. XYZ Occupational Safety and Health programs be in basic level based on OSHA PEP standard.
Read More
S-7723
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fido Reynaldy Dihandono; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Aprian Een Saputra
Abstrak: Skripsi ini berisi tentang penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses produksi textile chemical di PT. Huntsman Indonesia Divisi Textile Effect Tahun 2019. Pada penelitian ini, identifikasi bahaya dilakukan menggunakan Job Safety Analysis (JSA) dan analisis risiko menggunakan ukuran standar yang telah dimodifikasi dari AS/NZS 4360:2004 dan telah disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Desain studi yang digunakan bersifat deskriptif dan eksploratif dengan pendekatan analisis kualitiatif. Penilaian risiko didapatkan dari perkalian dari probabilitas dan konsekuensi per aktivitas dengan mempertimbangkan pengendalian yang sudah dilakukan oleh perusahaan. Hasil penelitian ini mendapatkan 3 tahapan kerja yang terdiri dari 17 aktivitas kerja memiliki 30 potensi bahaya yang dapat menimbulkan 56 risiko yang terdiri dari 16 risiko rendah, 21 risiko sedang, 16 risiko tinggi, dan 3 risiko sangat tinggi.
Kata kunci: Penilaian Risiko, Keselamatan dan Kesehatan kerja, Textile Chemical

This thesis discusses about occupational health and safety risk assessment on textile chemical production process at PT. Huntsman Indonesia Textile Effect Division in 2019. In this study, hazard identification was conducted using Job Safety Analysis (JSA) and risk analysis using a modified standard from AS/NZS 4360:2004 that has been adjusted to conditions in the field. The study design used is descriptive and explorative with a qualitative analysis approach. Risk assessment is obtained from multiplication of probabilities and consequences per activity by considering the controls that have been carried out by the company. The result of this study get 3 working stages that contain 17 work activities that have 30 hazard potential that can cause 56 risks consisting of 16 low risks, 21 medium risks, 16 high risks, and 3 very high risks.
Keyword: Risk Assessment, Occupational Health and Safety, Textile Chemical
Read More
S-10164
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astri Yuniarti; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Bernandus Mbulu
Abstrak: Pada tahapan proses produksi pembuatan busi banyak menggunakan mesin maupun material yang mengandung risiko keselamatan dan kesehatan bagi pekerja. Keselamatan dalam bekerja dipengaruhi oleh cara pandang atau persepsi pekerja terhadap bahaya maupun risiko. Pentingnya pembentukan persepsi yang baik bertujuan agar tidak terjadi perception error yang menyebabkan human error sehingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan turunnya produktivitas kerja. Persepsi risiko dapat dijabarkan melalui pendekatan paradigma psikometrik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi risiko keselamatan kerja di bagian Chucking Machine dan Assembly Line PT NGK Busi Indonesia tahun 2014 dengan pendekatan psikometrik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi potong lintang di dua departemen yaitu Chucking Machine dan Assembly Line PT NGK Busi Indonesia. Sampel yang diambil adalah keseluruhan populasi (total sampling) sebanyak 121 pekerja. Pengambilan data menggunakan kuesioner menggunakan skala paradigma psikometrik. Penilaian risiko yang mendominasi adalah kurang berisiko. Hal ini menunjukkan persepsi risiko pekerja masih rendah. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan komunikasi dua arah maupun pengadaan program untuk peningkatan awareness dan memperbaiki cara pandang terhadap risiko.

 At the stage of the production process of making spark plugs use a lot of machines and material containing health and safety risks for workers. Safety at work is affected by the perspective or perception of workers to the hazards and risks. The importance of establishing a good perception aims to prevent perception errors that cause human error resulting in an accident. Perceptions of risk can be assessed through psychometric paradigm approach. The purpose of this study is to determine the safety risk perception at the Chucking Machine and Assembly Line PT NGK Busi Indonesia year of 2014 according to psychometric approach. The research was conducted with quantitative approach and crosssectional study in two departments, namely Chucking Machine and Assembly Line PT NGK Busi Indonesia. There were 121 workers chosen as samples in this research. Data were collected through questionnaire using a scale psychometric paradigm. Results shows that workers perception are less risky. This indicates that worker’s perception still low to faced risk in their workplace. Therefore, the need to increase two-way communication, improve the perception of risk and develop awareness program for improvement
Read More
S-8383
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Suryoputro; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Tata Soemitra
S-4135
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Romadoni; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono; Penguji: Hendra, Ahmad Munir
S-4719
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vanda Betania; pembimbing: Chandra Satrya; penguji: Mila Tejamaya, Juned Aryanto
S-8275
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Syakir Azhikri R.; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari, Ike Pujiriani
S-7907
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive