Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32243 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irna Trisnawati; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Besar, Dien Sanyoto, Eni Gustina
Abstrak: Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif menjadi ancaman serius meningkatnya angka kesakitan dan kematian pada bayi. Persepsi kurang cukup suplai ASI menjadi salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif. Status gizi ibu terutama selama hamil merupakan salah satu faktor penyebab ibu memiliki persepsi tersebut karena ibu dengan status gizi kurang akan mempengaruhi kemampuan ibu untuk mensintesisi air susu yang menyebabkan bayi tidak cukup ASI untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
 
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan status gizi ibu selama hamil dengan Persepsi Kemampuan Laktasi (PKL) setelah dikontrol oleh variabel umur, kenaikan berat badan selama hamil, pekerjaan, bimbingan laktasi prenatal, paritas, IMD, berat bayi lahir dan penggunaan kontrasepsi. Desain yang dipakai adalah Crossectional terhadap 87 ibu yang memiliki bayi umur >6-12 bulan diwilayah Kabupaten Karawang tahun 2010. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square, Uji T independen dan regresi logistik.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,6% ibu memiliki PKL mampu laktasi. Hasil analisis bivariat yang terbukti berhubungan secara bermakna adalah status gizi selama hamil (0,009), kenaikan berat badan selama hamil (0,002), pekerjaan (0,034) dan berat bayi lahir (0,030). Hasil analisis multivariat menjelaskan bahwa status gizi selama hamil yang sesuai rekomendasi berpeluang 2,176 kali untuk memiliki PKL mampu laktasi dibanding dengan status gizi yang tidak sesuai rekomendasi setelah dikontrol oleh variabel kontrasepsi, umur, paritas, IMD, kenaikan berat badan selama hamil dan berat bayi lahir.
 
Disarankan untuk bidan/nakes agar memberikan konseling menyusui, mencatat dan memantau status gizi ibu, melatih ibu untuk menilai kondisi bayi yang cukup/tidak cukup ASI, mengajarkan cara penyediaan dan penyimpanan ASI bagi ibu yang bekerja. Bagi Dinas kesehatan mengadakan pelatihan konseling dan penilaian serta pengukuran status gizi, pemberian reward dan mengkaji ulang kebijakan pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan untuk ibu-ibu dengan status gizi kurang.
 

Low adequate supply of exclusive breastfeeding becomes a serious threatment of increasing number in infant mortality and morbidity. Perception of insufficient breastmilk supply in one of the causes on a failure of exclusive breastfeeding supply. Maternal nutrition status especially during pregnancy is one of the factors that causes mother has this perception, because mother who has insufficient nutritional status will influence her ability to synthesize breastmilk that causes infant doesn't have enough breastmilk for his growth and development.
 
The objectives of this study were to see the correlation of maternal nutrition status during pregnancy with perceived lactation ability after controlled by age variabel, increased body weight during pregnancy, occupation, counseling prenatal lactation, parity, early initiative breastfeeding, baby birth weigh, and the used of contraception. The design crossectional study on 87 mothers who have infants age >6-7 months in Karawang Regency-West Java, Indonesia 2010. The analysis data is used by Chi Sguare Test, T independent Test and Logistic Regression.
 
The Result study shows that 58,6% mothers who have perceived lactational ability. The Results of bivariate analysis that proved significant correlation are nutritional status during pregnancy (0,009), increased body weight during pregnancy (0,002), Occupation (0,034), and baby birthweight (0,030). The Result of multivariate analisys explains that nutritional status during pregnancy that meets breastfeeding recommendation, has an opportunity 2,176 times to have perceived ability then nutritional status that doesn't meet breastfeeding recommendation after controlled by contraception variable, age, parity, early initiative breastfeeding, increased body weight during pregnancy and baby birth weight.
 
Conclusions: suggested to health professional can give lactation counseling, record it, monitor maternal nutritional status, train mother to assess baby condition whether he has enough breastmilk or not. They can teach the mother how to provide and keep breastmilk if they work. For health service, they should give a training for counseling, assessment, nutrition status measurement, give reward and recite the policy in giving exclusive breastmilk for 6 month to the mothers who have insufficient nutritional status.
Read More
T-3211
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marisi Panjaitan; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Merry Aderita
S-6744
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adila Prabasiwi; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Fransiska E. Mardianingsih, Fajrinayanti
Abstrak: Persepsi Ketidak cukupan ASI (PKA) adalah keadaan dimana ibu merasa ASI nya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi, asupan energi, dan PKA pada ibu bayi 0-6 bulan di Kecamatan Tegal Selatan dan Margadana Kota Tegal Tahun 2014 serta faktor-faktor yang berhubungan dan yang paling dominan terhadap PKA. Penelitian ini merupakan penelitian primer dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei Tahun 2014 di dua kecamatan di KotaTegal. Pengambilan data dilakukan oleh 4 orang enumerator yang mempunyai latar belakang pendidikan gizi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 responden. Hasil penelitian menunjukkan 51,1% ibu mengalami PKA.Variabel asupan energi, pengetahuan, dan IMD signifikan berhubungan dengan PKA setelah dikontrol variabel status gizi, paritas, rawat gabung, perlekatan menyusui, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan. Ibu yang pengetahuannya kurang berisiko 12,4 kali mengalami PKA dibandingkan dengan ibu yang pengetahuannya baik. Ibu yang asupannya Perceived Insufficient Milk (PIM) is the condition in which a mother feels that her breastmilk is insufficient to fulfill the needs of her baby. This study aims to describe nutritionalstatus, energy intake, and PIM among mothers of children aged 0-6 months old in TegalSelatan and Margadana Sub-Districts of Tegal City in 2014. The study also aims to identifythe factors that related and most dominantly related to PIM. This is a primary study with across sectional research design. This study was carried out on May 2014 in two sub-districtsin Tegal City. Data collection was performed by 4 enumerators with nutritional backgroundstudy. The number of sample was 88 respondents. The result of this study shows that 51,1%mothers experience PIM. Variables energy intake, knowledge, and Early Initiation ofBreastfeeding (EIB) are significantly related to PIM after controlled by variables; nutritionalstatus, parity, rooming-in, latch on, family support, and health practitioners support. Motherswith less knowledge are at risk 12.4 times more than those with good knowledge toexperience PIM. Mothers with energy intake <2200kkal/day are at risk to experience PIM 3.8times more than those with energy intake ≥2200 kkal/day. Meanwhile, mothers who do notpractice EIB are at risk to experience PIM 3.3 times more than those who practice it.Key words: PIM, nutritional status, energy intake, exclusive breastfeeding
Read More
T-4132
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurillah Amaliah; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Engkus Kusnidar Achmad, Kusharisupeni, Abas Basuni Jahari, Eman Sumarna
Abstrak:

Menarche adalah menstruasi yang pertama kali dialami oleh seorang remaja putri. Menarche yang semakin dini memungkinkan remaja lebih cepat bersentuhan dengan kehidupan seksual sehingga kemungkinan untuk hamil dan menjadi ibu semakin besar. Menarche dini memberikan dampak terjadinya obesitas pada saat dewasa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran variabel yang berhubungan dengan status menarche, mengetahui hubungan status gizi dengan status menarche dan juga hubungan status gizi dengan status menarche pada remaja (usia 10-15 tahun) di Indonesia apakah dipengaruhi oleh asupan energi, keadaan sosial ekonomi keluarga, wilayah tempat tinggal dan usia menarche ibu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja usia 10–15 tahun. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder hasil Riskesdas tahun 2010 yang dilakukan oleh Balitbangkes, KemKes RI.  Penelitian dilakukan bulan Mei – Juni 2011 di FKM - UI. Analisis data dilakukan untuk semua variabel, bivariat dan stratifikasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 6802 responden (usia 10-15 tahun) di Indonesia sebesar 20,8% (1418 responden) sudah mengalami menarche dengan rata-rata usia menarche adalah 12,74±1,19 tahun. Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan status menarche dengan nilai OR 1,940. Berdasarkan hasil analisis stratifikasi, tidak ada variabel confounder dalam hubungan antara status gizi dengan status menarche. Uji efek modifikasi juga menghasilkan tidak ada variabel yang berinteraksi pada hubungan antara status gizi dengan status menarche. Status gizi merupakan faktor utama yang berhubungan dengan status menarche, maka yang berkaitan dengan status gizi adalah konsumsi makanan sebagai asupan gizi remaja putri yang perlu mendapat perhatian utama. Oleh karena itu disarankan untuk memasyarakatkan dan menerapkan PUGS melalui sekolah dan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja diberikan sedini mungkin. Daftar bacaan : 51 (1985-2011) Kata kunci : menarche, status gizi, remaja


 Menarche is the first time menstruation experienced by girl. Early menarche allows a faster teenager in touch with her sex lives so the chances of teens to get pregnant and become a mother getting bigger. Early menarche impact obesity in adult. The study aims to know the description of variables related to menarche status, to know the association between nutritional status and menarche status and also the association between nutritional status and menarche in adolescent (aged 10-15 years) in Indonesia whether influenced by energy intake, family socio-economic situation, area of residence, and maternal age of menarche. This study was conducted with a quantitative approach and cross sectional design. The sample of study was girls aged 10-15 years. The data in this study is secondary data of Riskesdas in 2010 conducted by the National in Health Research and Development, Ministry of Health. The study was conducted in MayJune 2011 in the Faculty of Public Health – University of Indonesia, Depok – West Java. Data analysis are performed univariate, bivariate, and stratification. The study found that from 6802 respondents (aged 10-15 years) in Indonesia, 20,8% (1418 respondents) had experienced menarche with an average of menarche was 12,74±1,19 years. There is a significant association between nutritional status and menarche status with OR value 1,940. Based on stratification analysis, there is no confounder variables in association between nutritional status and menarche status. Modification effect test also shows there is no variable interact in association nutritional status and menarche status. Nutritional status is the major factor associated with menarche status, so that factor associated to nutritional status that is consumption of food as girl nutrient intake should receive primary attention. It is therefore advisible to promote and implement General Guidelines of Balance Nutrition through school and adolescent reproductive health knowledge should be given as early as possible. Reference : 51 (1985-2011) Key words : menarche, nutritional status, adolescents

Read More
T-3326
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Puspa Rahmani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Anies Irawati
Abstrak: ABSTRACT
 
 
Pertambahan berat badan selama hamil (PBBH) adalah salah satu faktor yang dapat menjadi penentu kesehatan ibu dan bayi postpartum. Untuk mencapai PBBH yang ideal, Institute of Medicine (IOM) merekomendasikan angka pertambahan berat badan selama hamil yang dilihat berdasarkan IMT prahamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PBBH terhadap status gizi ibu selama menyusui dan status gizi bayi usia 1-4 bulan pada studi kasus di wilayah Jakarta Selatan tahun 2014. Desain penelitian yang digunakan adalah kohort prospektif (longitudinal), dengan jumlah responden sebanyak 22 pasang ibu-bayi yang menerapkan pemberian ASI predominan. Analisis statistik pada penelitian ini menggunakan independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang bermakna antara PBBH terhadap Z-score bayi berdasarkan BB/U dan IMT/U. Terdapat pengaruh yang bermakna antara PBBH terhadap Z-score bayi berdasarkan PB/U pada bulan keempat. Terdapat pengaruh yang bermakna antara PBBH terhadap IMT ibu selama menyusui. Pada bulan kedua menyusui, didapatkan pengaruh yang bermakna antara penyakit infeksi bayi terhadap Z-score bayi berdasarkan BB/U dan IMT/U.
 

 
ABSTRACT
 
 
Gestational weight gain (GWG) is one of the factors that affect lactating women and infant health status. To reach ideal GWG, Institute of Medicine recommends the number of GWG based on prepregnancy BMI. The objectives of this study were to analyze the effect of GWG to lactating women and infant nutritional status on case study in South Jakarta area on 2014. This study was conducted by prospective cohort (longitudinal) design. As many as 22 pair mother-infant applying predominant or exclusive breasfeeding had been followed since 1 mo until 4 mo. Using independent t-test, the results are there was no significant association between GWG on Z-score of infant based on weight on age and BMI on age. There was a significant association between GWG on Z-score of infant based on height on age when the infant was 4 mo. Besides, there was a significant association between GWG and BMI of lactating women nutrition status. There was a significant association between infectious disease and Z-score of infant based on weight on age and BMI on age.
Read More
S-8426
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ati Hayati; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Ida Ruslita
S-6460
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shifa Fauzia; Pembiming: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Anies Irawati
S-8028
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Kusumawati; Pembimbing: Hadi Pratomo, Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Trini Sudiarti, Kusnadi, Tomy Hendrajati
Abstrak: ABSTRAK Perilaku gizi seimbang merupakan praktik pemberian anekaragam makanan balita dengan menyertakan prinsip perilaku hidup bersih, aktifitas fisik dan mempertahankan berat badan normal. Penerapan perilaku gizi seimbang pada ibu diharap mampu mempercepat perbaikan gizi masyarakat (Kemenkes,2014). Kejadian balita malnutrisi masih menjadi masalah prioritas pada negara berkembang seperti Indonesia. Provinsi Banten memiliki angka balita kurus (7.3%) melebihi angka nasional (6.8%). Tujuan penelitian menilai hubungan antara perilaku gizi seimbang dengan status gizi balita di kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional melibatkan 200 sampel ibu yang memiliki balita. Perilaku ibu diukur dengan 17 pertanyaan tentang perilaku gizi seimbang menggunakan kuesioner. Status gizi balita dinilai berdasarkan nilai z-score perbandingan berat badan dan tinggi badan (BB/TB). Hasil penelitian menunjukkan proporsi ibu dengan perilaku gizi seimbang buruk mencapai 34.5% dan prevalensi balita kurus dan sangat kurus (13.5%) diatas rata-rata nasional (12.1%). Hasil uji bivariat menunjukan hubungan antara perilaku gizi seimbang, pengetahuan gizi seimbang ibu, umur balita, riwayat imunisasi dan riwayat BBLR dengan statatus gizi balita. Hasil uji multivariat menemukan adanya hubungan perilaku gizi seimbang dengan status gizi balita setelah dikontrol variabel status ekonomi keluarga dengan nilai OR 3.2. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya upaya promosi kesehatan masyarakat mengenai gizi seimbang untuk mempercepat peningkatan perilaku ibu guna mereduksi prevalensi balita kurus di area kerja Puskesmas Tegal Angus. Kata Kunci: Perilaku Gizi Seimbang, Status Gizi Balita, Kurus, Pinggiran Kota Nutrition balanced behaviour is the practice of giving dietary diversity by including principles of clean living behavior, physical activity and maintaining normal weight. The Implementation of balanced nutritional behavior is expected to be able to improve the nutritional of the community (Ministry of Health, 2014). The incidence of children malnutrition is still priority issue in developing countries such as in Indonesia. The prevalence of wasted of under-five children was 7.3% higher than national number (6.8%). The objective of the study was to assess the relationship between nutrition balanced behavior and nutritional status of under-five years children in Teluknaga Subdistrict, Tangerang district. The study used a cross sectional study design involving 200 samples of mother with under-five children. Maternal behavior was measured by 17 questions about nutritional balanced behavior using a questionaire. The nutritional status of under-five children assessed based on Z score ratio of body weight for height Z-Score (WHZ). The results showed that the proportion of mother with low nutrition balanced behavior reached 34.5% and the prevalence of wasting and severaly wasting (13.5%). above the national average (12.1%). The result of bivariate test shows the significant correlation between balanced nutririon behavior, maternal knowledge of nutrition balanced, children ages, immunization history and history of low birth weight with nutritional status of under-five children. Multivariate test result after controlled variabel economic status found a relationship of nutritional balanced behavior with nutritional status of under-five children with the value of OR 3.2. Based on that, its necessary to promote health promotion on balanced nutrition to accelerate the improvement of mother behavior to reduce the prevalence of wasting in the work area. Key word: Nutrition Balanced Behavior, nutritional status of the unde-rfive children, Wasted, Suburban
Read More
T-5187
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mustakim; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Fatmah Yusron, Indrarti Soekotjo
S-6198
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ari Sulistyani Purnama; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Yvonne Magdalena, Nurfi Afriansyah
S-7223
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive