Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34097 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Suci Pujiyati; Pembimbing: Nasrin Kodim, Krisnawati Bantas; Penguji: Ratna Djuwita, Budhi Setianto
T-3245
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laurentius Aswin Pramono; Pembimbng: Bambang Sutrisna; Penguji: Siti Setiati, Imam Subekti, Nasrin Kodim, Asri C. Adisasmita
T-3140
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Nuryanti; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Merry Natalia Panjaitan
Abstrak: Diabetes Mellitus (DM) termasuk penyakit tidak menular kronis yang menjadi penyebab kematian utama pada penduduk wanita berumur 45-54 tahun. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko kejadian DM berdasarkandiagnosis dan gejala pada wanita dewasa di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder riskesdas 2007 dengan desain cross sectional. Sampel adalah wanita dewasa berumur ≥ 18 tahun yang tidak hamil, diukur tekanan darah, dan memiliki data yang lengkap (tidak missing). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi DM berdasarkan diagnosis dan gejala pada wanita dewasa Indonesia sebesar 1,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna (nilai p < 0,05) antara umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status perkawinan, aktifitas fisik,merokok, gangguan mental emosional, indeks massa tubuh, obesitas sentral, danhipertensi dengan kejadian DM pada wanita dewasa. Untuk itu perlu dilakukan suatu upaya pencegahan dan deteksi dini (skrining) terhadap faktor risiko dan skrining guladarah sedini mungkin. Kata Kunci : faktor risiko, diabetes mellitus, wanita dewasa, Indonesia, Riskesdas
Diabetes Mellitus (DM) is a chronic non-communicable diseases that become amajor cause of death in the population of women aged 45-54 years. This study aimsto determine the prevalence and risk factors of the occurance of diabetes mellitusbased on diagnosis and symptoms in adult women in Indonesia. This study used asecondary data Riskesdas 2007 with a cross-sectional design. Samples were adultwomen aged ≥ 18 years who are not pregnant, blood preasure was measured, and hasthe complete data. Results showed the prevalence of diabetes is based on thediagnosis and symptoms in adult women is 1.6%. The results of the bivariate analysisshowed there was a significant association (p value < 0,05) between age, educationlevel, employment status, marital status, physical activity, smoking, mentalemotional disorder, body mass index, central obesity, and hypertension with diabetesoccurance in adult women. Therefore, it is necessary to take prevention and earlydetection (screening) of the risk factors and blood sugar screening as early aspossible.Keywords: risk factors, diabetes mellitus, adult women, Indonesia, Riskesdas
Read More
S-8314
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Destiana Widyaningrum; Pembimbing: Helda; Penguji: Asri C. Adisasmita, Anies Irawati
S-7475
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulan Sari; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Anies Irawati
S-6805
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Sri Wahyuni; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Dwi Gayatri, Dyah Erti Mustikawati
Abstrak: Prevalensi obesitas sentral meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi obesitas sentral dan faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas sentral pada kelompok pekerja perempuan usia produktif di 10 provinsi terpilih tahun 2016. Data yang digunakan adalah data sekunder, jumlah sampel 1464. Desain penelitian studi kuantitatif observational cross sectional. Prevalensi obesitas sentral pada penelitian ini 70.1% yang merupakan prevalensi kasar. Variabel memiliki hubungan bermakna dengan obesitas sentral adalah usia dengan peningkatan risiko pada usia dewasa akhir, sudah menikah, kurang aktivitas fisik, merokok. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan penekanan program pada sasaran khusus yang memiliki peningkatan risiko obesitas sentral. Kata Kunci : kelompok pekerja perempuan, obesitas sentral, sepuluh provinsi terpilih The prevalence of central obesity increases every year in Indonesia. This research aims to determine the prevalence of central obesity and the related factors with central obesity in productive age group of woman workers in 10 provincies elected in 2016. The data used is secondary data with sample of 1464. The design study is an observational cross sectional quantitative study. The crude prevalence of central obesity was 70.1%. Variables that have a statistically significant relationship with central obesity are age, married and insufficient physical activity smoking. This study expected to be a reference program emphasis on particular targets that have an increased risk of central obesity. Keywords : central obesity, woman workers, 10 provincies elected
Read More
S-9290
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aziza Auilia Irfa; Pembimbing: Nurhayati A. Prihartono; Penguji: Yovsyah, Woro Riyadina
S-6785
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiersa Vera Junita; Pembimbing: Helda; Penguji: Nurhayati Adnan, Ratna Djuwita, Robert M Sarangih
T-4734
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kesmas (Jurkesmasnas), Vol.2, No.2, Okt. 2007, hal: 73-77, ( Cat ada di bendel 2006-2007 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fenia Utami; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Ahmad Syafiq, Uswatun Hasanah
Abstrak:
Dewasa muda merupakan fase peralihan yang mana pada fase ini rentan untuk mengembangkan gangguan makan termasuk sindrom makan malam. Sindrom makan malam dapat menyebabkan obesitas yang menjadi pemicu penyakit kronis lainnya. Prevalensi sindrom makan malam di Indonesia belum diketahui dan masih sedikitnya penelitian terkait faktor risiko sindrom makan malam sehingga perlu dilakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui prevalensi sindrom makan malam pada kelompok dewasa muda di Indonesia dan menganalisis hubungan sindrom makan malam terhadap kualitas tidur dan aktivitas fisik. Desain studi penelitian menggunakan cross-sectional dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling dengan responden dewasa muda di Pulau Jawa. Prevalensi sindrom makan malam sebesar 46,2%. Kualitas tidur merupakan faktor risiko terjadinya sindrom makan malam (Nilai PR= 2,25). Efek gabungan kualitas tidur dan aktivitas fisik terbesar terjadi pada kelompok kualitas tidur buruk dan aktivitas fisik kurang (Nilai PR = 2,19). Pekerja dengan kualitas tidur buruk dan aktivitas fisik kurang memiliki risiko mengalami sindrom makan malam terbesar (nilai PR= 2,87). Sosial media, tingkat pendapatan > 5 juta, jenis pekerjaan sebagai pekerja merupakan variabel konfounding. Prevalensi sindrom makan malam pada dewasa muda di Indonesia sebesar 46,2% dan kualitas tidur menjadi faktor yang paling mempengaruhi terjadinya sindrom makan malam.

Young adulthood is a transitional phase prone to developing night-eating syndrome. Night eating syndrome can lead to obesity which triggers other chronic diseases. The prevalence of night-eating syndrome in Indonesia is unknown, and limited studies regarding night-eating syndrome in Indonesia. This study aimed to determine the prevalence of night eating syndrome in young adults in Indonesia and analyze the relationship of night eating syndrome to sleep quality and physical activity. The research design used a cross-sectional and purposive sampling technique with young adult respondents in Java Island as the sample. The prevalence of night eating syndrome was 46.2%. Sleep quality is a risk factor for night-eating syndrome (PR value = 2.25). The combined effect of sleep quality and physical activity was most significant in the poor sleep quality and physical activity group (PR value = 2.19). Workers with poor sleep quality and less physical activity had the most important risk of developing night-eating syndrome (PR value = 2.87). Social media, income level > 5 million, and type of work as a worker are confounding variables. The prevalence of night-eating syndrome in young adults in Indonesia is 46.2%, and sleep quality is the most influential factor in night-eating syndrome.
Read More
S-11264
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive