Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32826 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Oster Suriani Simarmata; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Ahmad Syafiq, Luknis Sabri, Muhammad Ilhamy Setyadi, Julianty Pradono
T-3172
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhora Yufita Nurfitriani; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Sabarinah, Enny Ekasari, Mutmainah Indriyati
Abstrak:
ABSTRAK Nama : Dhora Yufita Nurfitriani Program Studi : S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di RSUD KiSA Kota Depok Tahun 2022 Pembimbing : DR.Milla Herdayati,SKM,MSi Anemia selama kehamilan merupakan masalah kesehatan utama yang terkait dengan BBLR. Kejadian kelahiran BBLR di negara berkembang sebesar 95,6%, merupakan salah satu penyebab terbesar kematian neonatal di Indonesia. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan saat lahir kurang dari 2500 gram, merupakan sindrom kompleks yang mencakup kelahiran premature, bayi kecil untuk usia kehamilan (Small for gestational age = SGA) atau kombinasi antara keduanya. BBLR dikaitkan dengan kematian janin dan neonatal serta morbiditas, menghambat pertumbuhan dan perkembangan, beresiko stunting serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh anemia pada ibu hamil terhadap BBLR, dengan desain penelitian case control. Desain penelitian ini menggunakan data rekam medis RSUD KiSA Kota Depok, populasi penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di RSUD KiSA Kota Depok Tahun 2022. Sampel penelitian terdiri dari 72 ibu yang melahirkan dengan BBLR sebagai kasus dan 72 ibu yang melahirkan dengan BBL normal (> 2500grm) sebagai kontrol. Hasil penelitian proporsi Anemia pada ibu hamil lebih banyak pada kelompok BBLR (43,1%) daripada yang tidak BBLR (22,2%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara anemia ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan nilai P-value 0,001. (95% CI 1.88 – 13.04). Ibu yang menderita anemia pada kehamilan memiliki resiko 4,96 kali untuk mengalami BBLR dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia, setelah dikontrol variable paritas, usia kehamilan dan hipertensi. Saran dari penelitian ini diharapkan program pencegahan dan penanggulangan anemia ibu hamil dapat lebih di tingkatkan oleh pemerintah daerah baik dari sisi kebijakan, penganggaran maupun dalam hal monitoring dan evaluasinya. Dengan memfokuskan pencegahan anemia pada ibu dengan paritas beresiko tinggi, ibu dengan resiko persalinan preterm dan ibu dengan hipertensi. Kata kunci: BBLR, Bayi Berat Lahir Rendah, Anemia dalam kehamilan, Kota Depok



ABSTRACT Name : Dhora Yufita Nurfitriani Study Program : Master of Public Health Sciences Tittle : The Relationship between Anemia in Pregnancy and the Incidence of Low Birth Weight (LBW) at Kisa Hospital, Depok City in 2022 Counsellor : DR.Milla Herdayati,SKM,MSi ……… Anemia during pregnancy is a major health problem associated with LBW. The incidence of LBW births in developing countries is 95.6%, LBW is one of the causes of neonatal death in Indonesia. Low Birth Weight (LBW) is weight at birth less than 2500 grams, is a complex syndrome that includes premature birth, a small baby for gestational age (SGA) or a combination of the two. LBW is associated with fetal and neonatal death and morbidity, inhibits growth and development and increases the risk of non-communicable diseases in later life. The purpose of this study was to see the effect of anemia in pregnant women on LBW, with a case control study design. This study used medical record data at KiSA Hospital, Depok City, the population of this study were mothers who gave birth to babies at KiSA Hospital, Depok City, in 2022. This study used medical record data at KiSA Hospital, Depok City, the population of this study were mothers who gave birth at KiSA Hospital, Depok City in 2022. The study sample consisted of 72 mothers who gave birth with LBW as cases and 72 mothers who gave birth with normal BBL (> 2500grm). ) as a control. The results of the study showed that the proportion of anemia in pregnant women was higher in the LBW group (43.1%) than those who were not LBW (22.2%). From the results of this study it can be concluded that there is a significant relationship between anemia in pregnant women and the incidence of LBW with a P-value of 0.001. (95% CI 1.88 – 13.04). Mothers who suffer from anemia in pregnancy have a 4.96 times the risk of experiencing LBW compared to pregnant women who are not anemic, after controlling for parity, gestational age and hypertension variables. Suggestions from this study are that it is hoped that the program for preventing and overcoming anemia in pregnant women can be further improved by the regional government both in terms of policy, budgeting and in terms of monitoring and evaluation. By focusing on prevention of anemia in women with high-risk parity, women with a risk of preterm delivery and mothers with hypertension. Key words: LBW, Low Birth Weight, Anemia in pregnancy, Depok City
Read More
T-6759
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nida Najiyah; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Hanny Harjulianti
Abstrak:

Kejadian BBLR belum menunjukkan penurunan signifikan baik ditingkat global, nasional maupun daerah. Di Indonesia, rata-rata proporsi berat badan lahir <2500 gram Tahun 2018 adalah 6,2% dengan daerah tertinggi yaitu Pulau Sulawesi (7,08%) (Riskesdas 2018). Bayi berat lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi kejadian BBLR di Pulau Sulawesi berdasarkan faktor demografi dan psikososial, faktor obstetri, komplikasi kehamilan, status merokok ibu dan antenatal care. Desain studi cross sectional deskriptif dengan analisis univariat menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2012 dan 2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 564 (SDKI 2012) dan 613 (SDKI 2017). Hasil penelitian pada SDKI 2017 menunjukkan peningkatan dalam beberapa aspek dibandingkan SDKI 2012 seperti penurunan kelahiran BBLR, peningkatan pendidikan, pekerjaan ibu, status perkawinan, paritas, interval kelahiran, kunjungan pemeriksaan awal ANC serta penanganan komplikasi kehamilan di fasilitas kesehatan. Namun, ada beberapa variabel yang mengalami penurunan dan stagnasi seperti usia ibu, status ekonomi, kesehatan di perdesaan, komplikasi kehamilan, merokok, frekuensi ANC dan kualitas ANC. Saran dengan berkolaborasi dengan lintas sektor, penguatan Program Keluarga Harapan (PKH) serta peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.


 

Incidence of LBW has not shown a significant decrease either at global, national, and regional levels. In Indonesia, average proportion of birth weight <2500 grams in 2018 was 6.2% with the highest area being Sulawesi Island (7.08%). Low birth weight have a higher risk of morbidity and mortality. This study aims to describe the prevalence of LBW in Sulawesi Island based on demographic and psychosocial factors, obstetric factors, pregnancy complications, maternal smoking status, and antenatal care. Descriptive cross-sectional study design with univariate analysis using data from the 2012 and 2017 Indonesian Health Demographic Survey. The number of samples in this study was 564 (2012 IDHS) and 613 (2017 IDHS). The results of the 2017 IDHS study showed improvements in several aspects compared to the 2012 IDHS, such as a decrease in LBW, an increase in education, maternal employment, marital status, parity, birth intervals, first ANC check-up and treatment of pregnancy complications at health facilities. However, there are several variables that have decreased and stagnated such as maternal age, economic status, health in rural areas, pregnancy complications, smoking, ANC frequency and quality. Suggestions by collaborating with cross-sectors, strengthening the Program Keluarga Harapan (PKH) and increasing Program Makanan Tambahan (PMT) for pregnant women.

Read More
S-11190
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Subiantoro; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Kusharisupeni, Soedibjo Sastroasmoro, Bambang Murdoto
T-4068
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endah Pujiastuti; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Mieke Savitri, Euis Saadah Hernawati, Mugia Bayu Rahardja
T-4508
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elin Marlina; Pembimbing: Milla Herdyati; Penguji: Mieke Savitri, Dewi Dmayanti
Abstrak: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab kematian bayi dan neonatal di berbagai negara, terutama negara berkembang termasuk Indonesia. Angka kejadian BBLR berdasarkan hasil laporan Riskesdas tahun 2010 adalah 11,1% dan provinsi Jawa Barat adalah 10,9%. Data SDKI tahun 2012 menyebutkan bahwa Angka Kematian Bayi (AKB) 32 per 1000 kelahiran hidup dengan penyebab tertinggi adalah BBLR dan Prematuritas. Data kelahiran BBLR di Kota Cimahi menunjukan peningkatan pada tiga tahun terkhir Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan sumber data sekunder yang didapat dari catatan kohort ibu, laporan persalinan, register pasien. Faktor risiko terjadinya BBLR yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah faktor karakterisktik ibu, nutrisi dan pemeriksaan ANC. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan bermakna pada variabel faktor nutrisi, riwayat penyakit dan pemeriksaan ANC.
 

 
Low birth weighted baby is a cause of infant morality and neonatal all over the world. Particularly in develop country, including Indonesia. The number of low birth weighted baby based from the results of riskesdas report in 2010 is 11,1% and West Java Province is 10,9%. Data from SDKI in 2012 tells that the numbers of infant morality (AKB) 32 per 1000 birth of a baby with the highest cause are low birth weighted babies and prematurity. Data of low birth weighted baby in Cimahi city increased in the last three years of the research using case-control design with source of secondary data obtained from cohorts of mothers data, labor report, and registers patiens. the risk of low birth weighted baby becomes variable in this research is the characteristic factors of mother, nutrition and Ante Natal Care examination. The research showed a significant to the variabel nutritional factors, desease history and Antenatal Care examination.
Read More
S-8369
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Divia Putriana; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Fatmah, Herlyssa
Abstrak: Skripsi ini membahas gambaran kejadian berat bayi lahir rendah dan faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 105. Tempat penelitian di Puskesmas Kecamatan Tebet dengan menggunakan data sekunder dari periode Januari - Oktober tahun 2013. Data umur ibu, tingkat pendidikan, status pekerjaan, anemia ibu, IMT pra hamil, umur kehamilan, penambahan berat badan sesuai IMT pra hamil, paritas dan pemberian tablet tambah darah. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi BBLR sebanyak 15,2%.
 
Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara BBLR dengan faktor-faktor yang berhubungan. Namun pada variabel yang tidak signifikan terdapat OR > 1 diantaranya pendidikan OR= 2,2, pekerjaan OR= 1,7, anemia ibu OR= 2,9 dan paritas OR= 2,4. Oleh karena itu, perlu dicermati kembali faktor-faktor yang memiliki risiko tinggi terhadap BBLR dan upayaupaya preventif terhadap kejadian BBLR.
 

The focus of this study is description of babies with low birth weight adn related factors. This research is quantitative with a cross-sectional design and sample size 105. The place of research in Tebet sub district health centers using secondary data from the period of January to October in 2013. The Data are maternal age, education level, employment status, maternal anemia, pre-pregnant BMI, gestational age, weight gain corresponding pre-pregnant BMI, parity and delivery of iron tablet.
 
The results showed as much as 15,2% prevalence of babies with low birth weight. Statistical test results showed not statistically significant association between LBW with factors related. However, the variables are not significant have OR > 1, they are: education is OR = 2,2, employment status is OR = 1,7, maternal anemia is OR = 2,9 and parity is OR = 2,4. Therefore, it should be re-examined factors that have a high risk of LBW and preventive measures on the incidence of LBW.
Read More
S-8096
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haflina Syofianti; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Luknis Sabri, Kusharisupeni, Rustam Effendi, Sarimawar Djaja
Abstrak:

Kelahiran Bayi Barat Lahir Rendah (BBLR) erat kaitannya dengan gizi ibu hamil khususnya anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh risiko KEK pada ibu hamil dan faktor lainnya terhadap BBLR di Kabupaten Sawahlunto-Sinjunjung tahun 2007. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder, jumlah sampel 228, desain kasus kontrol. Kasus adalah BBLR dan kontrol adalah Bayi Berat Lahir Normal (BBLN). Analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis multivariat rnenggunakan multiple logistic regression. Hasil penelitian ditemukan pengaruh risiko KEK, Ante Natalcare (ANC) dan umur terhadap BBLR. Faktor yang paling domimn mempengaruhi BBLR adalah ibu hamil dengan risiko KEK (OR 4,8; 95% Cl 2,48-9,42), artinya ibu hamil dengan risiko KBK (LILA <23,5cm) berpeluang 4,8 kali melahirkan BBLR dibandingkan dengan ibu hamil tanpa risiko KEK (LILA >23,5cm) setelah dikontrol ANC dan umur ibu. Dengan mencegah risiko KEK dapat mengurangi kelahiran BBLR dan kematian bayi, disarankan kepada dinas kesehatan meningkatkan deteksi dini ibu hamil risiko KEK melalui ANC, mcningkatkan KIE kepada masyarakat, penanganan yang tepat, komitmen dalam evaluasi program dan feedback laporan, advokasi dengan Pemda, DPRD dan instansi terkait.


Low birth weight (LBW) really involved to the mother nutrient especially anemia and chronic malnutrition risk. The purpose of this research is to know the risk of chronic malnutrition influenced on pregnancy and another factor to LBW at district Sawahlunto-Sijunjung on 2007. This research was performed by secondary data analysis with case controls design with minimum sample amount was specified 228, Data were with chi square and multiple logistic regression. The observational result indicated there are influence on chronic malnutrition risk on pregnancy, ANC and mother age to LBW. The most dominant factor which is influence to LBW is chronic malnutrition risk on pregnancy with odds ratio 4,8 (95% Cl 2,48 - 9,42), it's mean is pregnancy with chronic malnutrition will face the risk 4,8 times to LBW compare to pregnancy with out risk chronic malnutrition after ANC and mother age controlled To avoid and settles chronic malnutrition risk on pregnancy which is expected could to reduce LBW and presses infant mortality. Recommend health district office to mothers to perform early detection on risk of chronic malnutrition on pregnancy passes through ANC, increasing elucidation (communication, information and education) to community, by performing the right treatment, commitment in evaluates program and feedback on regularly report, Advocate to Government, others institution.

Read More
T-2827
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizqi Firdiana Lubis; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Dhora Yufita N
Abstrak:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh perbedaan proporsi kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berdasarkan tingkat konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Kejadian BBLR diketahui lebih tinggi pada ibu hamil yang tidak mengkonsumsi TTD sesuai anjuran, sehingga menimbulkan dugaan adanya hubungan antara konsumsi TTD dengan berat badan lahir bayi. Namun, sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten terkait hubungan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara konsumsi TTD selama kehamilan dengan berat badan bayi saat lahir. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan analisis data sekunder yang bersumber dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Sampel penelitian mencakup 51.797 ibu yang dalam lima tahun terakhir melahirkan bayi hidup dan tercatat pernah menerima atau membeli TTD selama kehamilan. Rata-rata berat badan lahir bayi adalah 3.101 gram, sedangkan rata-rata konsumsi TTD oleh ibu hamil sebanyak 70 tablet, masih di bawah rekomendasi pemerintah. Hasil analisis menunjukkan nilai korelasi (r) sebesar 0,007 dan p-value 0,126, yang menandakan tidak adanya hubungan signifikan antara konsumsi TTD dengan berat badan lahir bayi. Variabel lain seperti kepemilikan jaminan kesehatan dan paparan asap rokok juga tidak menunjukkan hubungan signifikan. Namun, faktor seperti pendidikan ibu, paritas, tempat tinggal, risiko kehamilan, kunjungan ANC, dan usia kehamilan saat pertama kali mendapat TTD menunjukkan hubungan yang signifikan.Kata kunci: Informasi, information literacy, information skills


This study was motivated by differences in the proportion of Low Birth Weight (LBW) cases based on the level of iron supplementation consumption. LBW incidence was found to be higher among pregnant women who did not consume iron supplementation according to recommendations, raising the assumption that there may be a relationship between supplementation consumption and infant birth weight. However, several previous studies have shown inconsistent results regarding this association. The aim of this study was to analyze the relationship between iron supplementation consumption during pregnancy and infant birth weight. The study used a cross-sectional design with a secondary data analysis approach, utilizing data from the 2023 Indonesia Health Survey. The sample included 51,797 mothers who had delivered a live baby in the past five years and were recorded as having received or purchased iron supplementation during pregnancy. The average birth weight of the infants was 3,101 grams, while the average TTD consumption among pregnant women was 70 tablets, still below the government's recommended amount. The analysis results showed a correlation coefficient (r) of 0.007 and a p-value of 0.126, indicating no significant relationship between iron supplementation consumption and infant birth weight. Other variables such as health insurance ownership and exposure to cigarette smoke also showed no significant relationship. However, factors such as maternal education, parity, place of residence, pregnancy risk, ANC visits, and gestational age at first TTD intake showed significant associations.
Read More
S-12070
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vivi Anggraini; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Mieke Savitri, Nining Sriningsih
S-8129
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive