Ditemukan 35024 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Tri Widyastuti; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan; Penguji: Nurhayati Prihartono, Renti Mahkota, Fajar Hardianto
T-3235
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ayu Herawati; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Endang Sri Wahyuni
S-10423
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Heni Suryani; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Dwi Gayatri, Nur Ikhwan
Abstrak:
Karies merupakan penyakit gigi yang banyak dijumpai pada anak-anak usiasekolah dasar di Indonesia. Walaupun tidak menimbulkan kematian, sebagaiakibat dari kerusakan gigi dan jaringan pendukung gigi, dapat mennurunkantingkat produktivitas seseorang, karena dari aspek biologis akan dirasakan sakit,sehingga aktivitas belajar, makan dan tidur terganggu.Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri kelas 1 yang ada diWilayah Kerja puskesmas Walantaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuifakor prilaku yang mempengaruhi status karies gigi pada siswa sekolah dasardengan desain cross sectional dan alat yang digunakan untuk mengumpulkan databerupa kuesioner.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 238 (69,4%) dari 343 anak yangmenderita karies gigi, jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 114 (74%). Daripenelitian ini faktor yang paling beresiko terhadap status karies gigi siswa adalahCara anak menyikat gigi (PR = 2,557), Frekuensi sering mengkonsumsi jajananmanis (PR = 2,197), Pekerjaan ibu (PR = 2,051) dan Frekuensi sikat gigi (PR =1,782).Usaha untuk menurunkan angka karies gigi pada anak yaitu dengan meningkatkan kegiatan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah, melalui promotif dan preventif tentang kesehatan gigi dan mulut, melalui pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin ke sekolah-sekolah sehingga dapat diambil tindakan untuk mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan gigi dan mulut pada anaksekolah.
Kata kunci : Karies Gigi
The research was conducted at the State Primary School Grade 1st in theWork Area Walantaka clinic. This study aims to determine the behavior factoraffect the status of dental caries in primary school students with the cross-sectional design and the tools used to collect data in the form of a questionnaire.Research results showed that 238 (69.4%) of 343 children who suffer fromdental caries, is the most sex women 114 (74%). From this study the risk factorsfor dental caries status of students is the way children brushing their teeth (PR =2.557), frequency often consume sugary snacks (PR = 2.197), maternal work (PR= 2.051) and frequency toothbrush (PR = 1.782). Efforts to reduce the number of dental caries in children by increasingactivity UKGS program, through promotion and prevention of oral health throughoral examination regularly to schools so that they can take action to prevent andaddressthe problem of oral health on school children.
Keywords: Dental Caries.
Read More
Kata kunci : Karies Gigi
The research was conducted at the State Primary School Grade 1st in theWork Area Walantaka clinic. This study aims to determine the behavior factoraffect the status of dental caries in primary school students with the cross-sectional design and the tools used to collect data in the form of a questionnaire.Research results showed that 238 (69.4%) of 343 children who suffer fromdental caries, is the most sex women 114 (74%). From this study the risk factorsfor dental caries status of students is the way children brushing their teeth (PR =2.557), frequency often consume sugary snacks (PR = 2.197), maternal work (PR= 2.051) and frequency toothbrush (PR = 1.782). Efforts to reduce the number of dental caries in children by increasingactivity UKGS program, through promotion and prevention of oral health throughoral examination regularly to schools so that they can take action to prevent andaddressthe problem of oral health on school children.
Keywords: Dental Caries.
S-7560
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lalu Moh Anshori; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Sandra Fikawati, Lucy Widasari, Salimar
T-5660
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Widawati; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan; Penguji: Krisnawati Bantas, Fitriani Manan
S-5577
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hafyarie Harnan; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Rani Martina
S-8329
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Annisa Siskha Septiana; Pembimbing: Kiptiyah, Nuning Maria; Penguji: Renti Mahkota, Rangkuti, M. Bal`an K.
Abstrak:
Campak merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan dan menjadi perhatian masyarakat global. Indikator Kaus campak di Indonesia adalah 5/100.000 kasus. Penyakit ini menyebar dengan cepat dan umumnya menyerang anak usia dibawah 5 tahun dan dapat menimbulkan kematian. Kota Administrasi Jakarta Timur merupakan salah satu daerah dengan cakupan imunisasi >90% dan mencapai UCI 100%, namun berdasarkan laporan surveilans suku dinas kesehatan Jakarta Timur melaporkan 686 kasus campak diagnosis klinis selama tahun 2014 dan kasus tertinggi terjadi di wilayah Kecamatan Duren Sawit sebanyak 130 kasus campak diagnosis klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dengan kejadian campak pada anak usia 1-5 tahun di Wilayah Kecamatan Duren Sawit tahun 2014-2015. Penelitian ini dilakukan dengan desain kasus kontrol dengan 154 sampel dengan besar kelompok kasus 51 orang dan kelompok kontrol 104 orang. Lokasi penelitian ini di wilayah Kecamatan Duren Sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa factor yang berhubungan dengan kejadian campak pada anak usia 1-5 tahun adalah status imunisasi anak ( P<0,01, OR=4,4; 95% CI: 2,04-9,69), dan riwayat ASI Ekslusif (P <0,01 OR: 2,3; 95% CI :1,004-5,26,). Penelitian ini menyimpulkan bahwa anak yang tidak diberikan imunisasi campak, vitamin A sesuai standar, dan pemberian ASI Ekslusif lebih berisiko terkena campak dibandingkan anak yang diberikan imunisasi, vitamin A sesuai standar, dan ASI Ekslusif. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan untuk dilakukan pelatihan juru imunisasi serta monitoring dan evalusi pengetahuan juru imunisasi dan manajemen cold chain di fasilitas kesehatan primer swasta dan negeri. Selain itu upaya promosi pencegahan penyakit perlu dilakukan untuk menurunkan angka kejadian campak. Kata Kunci: Faktor risiko campak, Imunisasi, Vitamin A
Read More
S-8926
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yayu Rahayu; Permbimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Putri Bungsu, Yorisa Sativa
Abstrak:
Hipertensi merupakan penyakit silent killer yang dapat menyerang siapasaja tanpa ada gejala dan tanda yang dirasakan sehingga mampu menyebabkankomplikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran dan faktor-faktoryang berhubungan dengan kejadian hipertensi di UPT. Puskesmas Garuda KotaBandung Tahun 2015. Sampel penelitian ini adalah penduduk usia > 18 tahunyang berkunjung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan dataprimer dengan melakukan wawancara, pengukuran tekanan darah, dan lingkarperut, jumlah sampel 164 responden, dengan uji statistik chi-square. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2015.
Berdasarkan hasil analisis,diperoleh hasil yang terdapat hubungan bermakna secara statistik yaitu umur(OR=2,013: 95%CI=1,072-3,780), Jenis Kelamin (OR=1,991: 95%CI=1,069-3,708), Pekerjaan (OR=0,405: 95%CI= 0,215-0,764), Riwayat Keluarga(OR=2,028: 95%CI= 1,060-3,880), Obesitas (OR=1,926: 95%CI= 1,023-3,627),dan Stres (OR=0,501: 95%CI=0,269-0,935). Perlunya peningkatan hidup sehatsebagai pencegahan komplikasi ataupun pencegahan munculnya hipertensi dimasyarakat.
Kata Kunci: Hipertensi, Faktor yang Berhubungan, UPT. Puskesmas GarudaBandung, , cross sectional
Hypertension is a silent killer disease that can affect anyone, without anysigns and symptoms of perceived so as to damage the body and causecomplications. The purpose of this study was to determine the description of andfactors associated with hypertension in UPT. Puskesmas Garuda Bandung year2015. This study used a cross-sectional design of the primary data by interviews,measurements of blood pressure, and abdominal circumference, sample of 164respondents, with chi-square test. The sample was population aged > 18 yearswho visit.
Based on the analysis, the result that there is a statistically significantrelationships were age (OR = 2.013 95% CI = 1.072 to 3.780), sex (OR = 1.99195% CI = 1.069 -3.708), Employment (OR = 0.405 95% CI = .215 to .764),family history (OR = 2.028 95% CI = 1.060 to 3.880), obesity (OR = 1.926 95%CI = 1.023 to 3.627), and stress (OR = 0.501 95% CI = 0.269 to 0.935). Need toincrease healthy life as prevention of complications or the prevention of theemergence of hypertension in the community.
Keywords: Hypertension, Factors Associated, UPT. Puskesmas Garuda Bandung,cross sectional.
Read More
Berdasarkan hasil analisis,diperoleh hasil yang terdapat hubungan bermakna secara statistik yaitu umur(OR=2,013: 95%CI=1,072-3,780), Jenis Kelamin (OR=1,991: 95%CI=1,069-3,708), Pekerjaan (OR=0,405: 95%CI= 0,215-0,764), Riwayat Keluarga(OR=2,028: 95%CI= 1,060-3,880), Obesitas (OR=1,926: 95%CI= 1,023-3,627),dan Stres (OR=0,501: 95%CI=0,269-0,935). Perlunya peningkatan hidup sehatsebagai pencegahan komplikasi ataupun pencegahan munculnya hipertensi dimasyarakat.
Kata Kunci: Hipertensi, Faktor yang Berhubungan, UPT. Puskesmas GarudaBandung, , cross sectional
Hypertension is a silent killer disease that can affect anyone, without anysigns and symptoms of perceived so as to damage the body and causecomplications. The purpose of this study was to determine the description of andfactors associated with hypertension in UPT. Puskesmas Garuda Bandung year2015. This study used a cross-sectional design of the primary data by interviews,measurements of blood pressure, and abdominal circumference, sample of 164respondents, with chi-square test. The sample was population aged > 18 yearswho visit.
Based on the analysis, the result that there is a statistically significantrelationships were age (OR = 2.013 95% CI = 1.072 to 3.780), sex (OR = 1.99195% CI = 1.069 -3.708), Employment (OR = 0.405 95% CI = .215 to .764),family history (OR = 2.028 95% CI = 1.060 to 3.880), obesity (OR = 1.926 95%CI = 1.023 to 3.627), and stress (OR = 0.501 95% CI = 0.269 to 0.935). Need toincrease healthy life as prevention of complications or the prevention of theemergence of hypertension in the community.
Keywords: Hypertension, Factors Associated, UPT. Puskesmas Garuda Bandung,cross sectional.
S-9019
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Restya Sri Sugiarti; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Tri Yunis Miko, Siti Syamsiah
S-8722
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sara Fadila; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Ratna Djuwita, Siti Nurliah
Abstrak:
Read More
Tuberkulosis (TB) Paru merupakan salah satu penyakit penyebab utama kesakitan dan kematian di seluruh dunia. Pada tahun 2020 penyakit TB menempati peringkat kedua penyebab utama kematian akibat infeksi agen tunggal. Infeksi TB pada anak masih menjadi salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas sehingga dibutuhkan tindakan preventif dan promotif yang tepat untuk menurunkan angka insiden TB salah satunya dengan mengevaluasi faktor-faktor risiko kejadian TB paru pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB paru pada anak di Kota Bekasi tahun 2022. Penelitian ini menggunakan studi kasus-kontrol dengan sampel 135 kasus dan 135 kontrol yang diambil berdasarkan data SITB Kota Bekasi. Variabel yang diteliti antara lain usia, jenis kelamin, status gizi, status vaksinasi BCG, riwayat kontak serumah dengan penderita TB, tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, kepadatan hunian, ventilasi rumah, dan sumber pencahayaan. Hasil penelitian berdasarkan analisis multivariat menunjukkan faktor risiko usia 0 - ≤5 tahun (OR 2,27; 95% CI: 1,22-4,22), status vaksinasi BCG negatif (OR 7,96; 95% CI: 2,02-31,40), status gizi kurang (OR 13,24; 95% CI: 5,44-32,22), riwayat kontak TB serumah lebih dari 4 minggu (OR 4,52; 95% CI: 2,41-8,48), dan pencahayaan rumah tidak memenuhi syarat (OR 2,39; 95% CI: 1,17-4,84) memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian TB paru pada anak di Kota Bekasi tahun 2022.
Tuberculosis (TB) is one of the main causes of morbidity and mortality in worldwide. In 2020 TB disease is the second leading cause of death due to single agent infection. TB infection in children is still one of the causes of mortality and morbidity, so appropriate preventive and promotive measures are needed to reduce the incidence of TB, one of which is by evaluating the risk factors for pulmonary TB in children. The purpose of this study was to determine the risk factors associated with the incidence of pulmonary TB in children in Bekasi City in 2022. This study used a case-control study with a sample of 135 cases and 135 controls taken based on SITB from Bekasi City. The variables studied included age, gender, nutritional status, BCG immunization status, history of household contact with TB, parents' education level, parents' occupation, occupancy density, house ventilation, and lighting sources. The results of the study based on multivariate analysis showed that the risk factors were age 0 - ≤5 years (OR 2,27; 95% CI: 1,22-4,22), negative BCG immunization status (OR 7,96; 95% CI: 2,02-31,40), malnutrition status (OR 13,24; 95% CI: 5,44-32,22), history of contact with TB in the household for more than 4 weeks (OR 4,52; 95% CI: 2,41-8,48), and house lighting not requirements (OR 2,39; 95% CI: 1,17-4,84) has a significant relationship with the incidence of pulmonary TB in children in Bekasi City in 2022.
T-6814
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
