Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36716 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fira Susiyeti; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Abdur Rahman, Ririn Arminsih Wulandari, Riris Nainggolan, Suhardi
T-3203
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Dhesi Anggraeni; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Abdur Rahman
Abstrak: Permukiman Nelayan Kali Adem Muara Angke berlokasi di tepian Perairan Teluk Jakarta yang telahtercemar Kadmium. Masyarakat disana terbiasa mengonsumsi ikan yang berasal dari Pasar Ikan GrosirMuara Angke, dimana pasokan ikan yang dijual berasal dari Perairan Teluk Jakarta dan sebagian dari PantaiUtara Pulau Jawa. Pengonsumsian ikan dari perairan yang tercemar berisiko menimbulkan gangguankesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko pajanan Kadmium daripengonsumsikan ketiga jenis ikan yaitu ikan kembung, ikan tongkol dan ikan bandeng, pada masyarakat diPermukiman Nelayan Kali Adem melalui pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL).Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan (Chronic Daily Intake) Kadmium melalui ikan yaitu sebesar9 x 10-5 mg/kg/hari, dengan laju asupan (R) sebesar 153,3 gram/hari, frekuensi pajanan (fE) selama 312hari/tahun, durasi pajanan (Dt) selama 26 tahun dan rata-rata berat badan (Wb) sebesar 59 kg. Hasilperhitungan tingkat risiko (RQ) pada pajanan real time untuk jenis ikan kembung, ikan tongkol dan ikanbandeng berturut-turut sebesar 0,070; 0,012; 0,006. Pada estimasi pajanan 10 tahun sebesar 0,097; 0,017;0,008. Pada estimasi pajanan 20 tahun sebesar 0,124; 0,022; 0,011. Dan untuk estimasi pajanan 30 tahunsebesar 0,152; 0,027; 0,013. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di Permukiman Nelayan KaliAdem Muara Angke secara populasi belum memiliki risiko dan masih aman dari timbulnya gangguankesehatan nonkarsinogenik akibat pajanan Kadmium dari pengonsumsian ikan untuk pajanan saat inihingga estimasi 30 tahun mendatang, dengan asumsi bahwa sumber pajanan hanya berasal dari ikan dantidak memperhitungkan pajanan Kadmium dari sumber lain.kata kunci : analisis risiko kesehatan lingkungan; ikan; kadmium; muara angke; pencemaran air laut
Kali Adem Muara Angke Fisherman Community located on the shores of Jakarta Bay which have beenpolluted by Cadmium. The community always eats fish from Pasar Ikan Grosir Muara Angke, where thesupplies of fish are from Jakarta Bay and partly from North Coast of Java Island. The consumptions ofcontaminated fish would pose a risk of health problems. This study aimed to determine the level of riskexposure to Cadmium at Kali Adem Muara Angke Fisherman Community through Environmental HealthRisk Analysis (EHRA) approach. The results showed that the intake (Chronic Daily Intake) of Cadmiumin fish at 9 x 10-5 mg/kg/hari, with the fish intake rate of 153,3 gram/day, frequency of exposure at 312days/year, duration of exposure for 26 years and the average body weight of 59 kg. The results of riskquotient (RQ) analysis for real time exposure in kembung fish, tongkol fish and bandeng fish are 0,070;0,012; 0,006. For 10 years exposure estimation, the results of risk quotient (RQ) are 0,097; 0,017; 0,008.For 20 years exposure estimation are 0,124; 0,022; 0,011. And for the 30 years exposure estimation are0,152; 0,027; 0,013. The results showed that the fisherman community, do not have risks and still safe fromthe noncarcinogenic health risk at this time to 30 years ahead, based on the assumption that Cadmiumexposure comes from fish only and do not take into the Cadmium exposure from the other sources.keywords : cadmium; environmental health risk assessment; fish; muara angke; sea water contamination.
Read More
S-10498
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arni Widiarsih; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Ririn Arminsih, Yoan Hotnida Naomi, Mulia Sugiarti
Abstrak: Penyakit kardiovaskular yang salah satu faktor penyebabnya adalah hipertensimerupakan penyebab kematian utama secara global (WHO, 2015). Di Indonesia,berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (2013) untuk pengukuran tekanan darahsecara langsung pada umur di atas 18 tahun diperoleh prevalensi tertinggi diBangka Belitung (30,9%). Prevalensi hipertensi untuk wilayah Sumatera tertinggikedua setelah Bangka Belitung yaitu Sumatera Selatan yakni sebesar 26,1%.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara konsumsi ikan asinyang mengandung NaCl tinggi dengan kejadian hipertensi. Penelitian inimenggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel adalah sebanyak 90 orang.Analisis yang digunakan adalah univariat, bivariat, dan multivariate denganmetode regresi logistik. Setelah dilakukan pemeriksaan kadar NaCl pada ikan asindiperoleh kadar NaCl tertinggi terdapat pada ikan asin kepala batu dengan nilaipersentase 21,06% (< 20%). Hasil penelitian juga menunjukkan responden yangmengkonsumsi ikan asin dengan kadar natrium tinggi memiliki risiko 7,696 kali(95% CI 1,66-35,49) mengalami hipertensi setelah dikontrol oleh variabel lainyaitu merokok, riwayat hipertensi, aktifitas fisik, indeks massa tubuh (IMT), danumur. Dengan adanya temuan hasil pemeriksaan ikan asin yang mengandungkadar NaCl tinggi dengan persentase 21,06% (> 20%) pada jenis ikan asin kepalabatu dan tingginya tingkat konsumsi ikan asin, sebaiknya langkah yang dilakukanadalah adanya kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Palembang bekerjasamadengan Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan Kota Palembang (BPOM)untuk melakukan sosialisasi terhadap penjual ikan asin mengenai cara pengolahanikan asin yang sesuai standar SNI.Kata Kunci : Hipertensi, Ikan Asin, Natrium Chlorida (NaCl)
Hypertension is one contributing factor for cardiovascular disease, as the leadingcause of death globally; more people die of cardiovascular disease than for othercauses and an estimated 17.5 million deaths from cardiovascular disease in 2012(WHO, 2015). In Indonesia, according to data from Health Research (2013) forthe measurement of blood pressure directly at the age of 18 obtained the highestprevalence in Bangka Belitung ( 30.9 % ). The second highest prevalence ofhypertension for Sumatra is South Sumatra namely by 26.1 % .The purpose of thisstudy is to look at the relationship between the consumption of salted fishcontaining high NaCl with hypertension. This study used cross sectional design.The number of samples is 90 people. The analysis is univariate, bivariate, andmultivariate logistic regression method. After examination of the levels of NaCl insalted fish obtained the highest NaCl concentration in salted fish head stone with apercentage value of 21.06 % (< 20 %).The results also showed respondents whoconsume salted fish with higher natrium chloride levels had a risk of 7.696 (95%CI 1.66 to 35.49 ) had hypertension after being controlled by other variables,namely smoking, history of hypertension, physical activity, body mass index (BMI ), and age. Based on the findings of the examination results of salted fish thatcontain high levels of natrium chloride with a percentage of 21.06 % (> 20 %) onthe head stones salted fish and the higher level of salted fish consumption, theproperly step is perform collaboration between Public Health Official ofPalembang City with Medicines and the Food Control Agency Palembang(BPOM) to disseminate the information how to processing salted fish based onISO standard to the salted fish seller in this local area.Keyword : Salted fish, Hypertension, Natrium Chloride (NaCl)
Read More
T-4686
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ernirita; Pembimbing: Nurhayati P.; Penguji: Yovsyah; Renti Mahkota, Sulistyo
Abstrak:

The succesful of TB patient treatment most depends on patient compliance in
treatment process in term of medication regurally, cure, and repeated
laboratorium confirmation test. Failer in treatment could lead into multi drug
resistant. Hence, monitoring patient contracting the disease in early stages can
help to predict that dotb motivator roles very important. The focus of this study
is to understanding the influence of Muhammadiayh Aisyiyah TB motivator
activities in the patient compliance in treatment process at early stages. This
study takes place at koja and cilincing sub district, North Jakarta starts from
januari 2009 to mei 2010. The research method is using restrosfective cohort.
The subject of study group divides into two groups. One group accompanied
with TB motivators and another without TB motivators. The subject comes from
the same register. . Sample selected by total sampling with a total of 110 patiens.
Data analysis was descriptive, bi-variate, stratification and causal model by
multivariate. Exellent TB motivators in TB treatment process have a bigger
proportion (77,9%) than fair TB motivator (57,14%). Each motivator has a
relationship with compliance for example promoting, counseling, PMO, and
motivator assistance. Multivariate analysis result gives an information the
relationship between motivator role and high compliance treatment after
controlling confounding variables such as age and knowledge. An excellent
motivator has 2,11 times to increase compliance compare with fair motivator
(95% CI 0,87 – 5.11)


Keywords: Motivator, TB, Compliance,

Read More
T-3171
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titi Indriyati; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Asri C. Adisasmita, Rustika, Edi Darma
T-4070
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mimi Karminingsih; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Agustin Kusumayati, Tri Yunis Miko, Enny Wahyu Lestari, Suhari
Abstrak: Di Indonesia, diare penyebab kematian balita kedua terbesar (SKRT, 2007). Rata-rata prevalensi diare di Provinsi DKI Jakarta 8%. Jakarta Utara prevalensi diare 10,2% (Riskesdas, 2007). Studi kasus kontrol diare balita berumur 2-59 bulan di Kecamatan Cilincing tujuh faktor risiko dapat dibuktikan berpengaruh: kualitas bakteriologis air minum, kualitas bakteriologis makanan balita, kualitas bakteriologis tangan ibu/pengasuh balita, kondisi higiene sanitasi makanan, kondisi jamban keluarga, perilaku cuci tangan ibu/pengasuh balita, penyakit penyerta dan satu faktor risiko tidak dapat dibuktikan: status ekonomi keluarga. Faktor risiko paling berpengaruh: kualitas bakteriologis makanan balita OR 4,945(95% CI 2,014-12,141), perilaku cuci tangan ibu/pengasuh balita OR 5,155 (95% CI 2,974-8,936) dan kondisi higiene sanitasi makanan OR 2,643 (95% CI 1,514-4,615). Upaya penanggulangan diare antara lain dengan pengelolaan makanan yang sehat dan aman melalui praktek higiene sanitasi makanan di rumah, membudayakan cuci tangan pakai sabun di masyarakat.
 

Diarrhea is one of the second biggest cause of deaths in Indonesia (SKRT,2007). The average prevalence of diarrhea in DKI Jakarta Province is 8%. Prevalence of diarrhea in North Jakarta is 10,2% (Riskesdas, 2007). Study of Case Control of diarrhea on children under the age of five 2-59 months in District Area of Cilincing, show that seven risk factors that can be proved. They are bacteriological quality of drinking water, food, hand quality of Mother/Caretaker, food hygiene and sanitation condition, sanitation conditions (Latrine), hand washing behaviour of Mother/Caretaker, involved diseases, one of risk factor which is unproved is family economic status. The most risk factor that influencing the diseases are bacteriological quality of food under the age of five OR 4,945 (95% CI 2,01-12,141), hand washing behavior of mother/caretaker OR 5,155 (95% CI 2,974-8,936) and food hygiene sanitation condition OR 2,643 (95% CI 1,514-4,615). Prevention of diarrhea can be done by controlling hygienic and safe food through food hygiene sanitation pactice in household, and habit of hand washing by soap in community.
Read More
T-3154
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isnaeni; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Felly Philips Sinewe
T-4076
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pratono; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Putri Bungsu, Agus Handito
Abstrak: Pendahuluan: Penyakit hepatitis B merupakan masalah kesehatan utama, baik di dunia maupun di Indonesia. Secara global, pada tahun 2015, diperkirakan 257 juta orang hidup dengan infeksi HBV kronis (WHO, 2015). Dan selanjutnya menyebabkan (720.000 kematian karena sirosis) dan kanker hati primer (470.000 kematian karena karsinoma hepatoseluler) ( WHO, 2015). Prevalensi Hepatitis B wilayah Asia Tenggara adalah 2,0%. Untuk prevalensi Hepatitis B pada ibu hamil di Indonesia tahun 2017 adalah sebesar 2,7% (Berita Subdit HISP 2017). Hal ini didapatkan dari kegiatan program deteksi dini Hepatitis B yang dilakukan sejak tahun 2016 yang baru dilaksanakan di beberapa propinsi (Berita Subdit HISP, 2017). Metode: Penelitian ini adalah analitik observasional yang menggunakan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel untuk penelitian ini sebanyak 12.475 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas-puskesmas di wilayah Jakarta Utara. Data diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dan dianalisis menggunakan Uji Regresi Logistik. Hasil: Prevalensi Hepatitis B pada ibu hamil pada penelitian ini sebesar 2,3%, Risiko ibu hamil yang serumah dengan penderita Hepatitis B 6,46 kali (95% CI 3,68-11,35) untuk terinfeksi Hepatitis B dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak pernah serumah dengan penderita Hepatitis B setelah dikontrol dengan status pekerjaan, umur kehamilan, riwayat transfusi, riwayat penasun. Kesimpulan: Serumah dengan penderita Hepatitis B merupakan faktor risiko terhadap penularan Hepatitis pada Ibu Hamil. Sehingga kegiatan Deteksi Dini Hepatitis Ibu Hamil tetap dilanjutkan dengan diintegrasikan dengan program vaksinasi Hepatitis B pada ibu hamil hepatitis B negatif dan program pengobatan Hepatitis B bagi yang sudah terinfeksi.
Read More
T-5643
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Harti Utami; Pembimbing: Asri C. Sasmita; Penguji: Syahrizal Syarif, Lennywati
S-10409
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive