Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30253 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dewi Ema Destari; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Retno Maharsi
S-6386
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Rizka Romadaniah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Nina Sih Wargiati
S-7701
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurwinda Riani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Intan Dewi
S-5909
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kusuma Dini; Pembimbing: Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq; Penguji: Ella Nurlelawati, Eti Rohati
T-3900
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Divia Putriana; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Fatmah, Herlyssa
Abstrak: Skripsi ini membahas gambaran kejadian berat bayi lahir rendah dan faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 105. Tempat penelitian di Puskesmas Kecamatan Tebet dengan menggunakan data sekunder dari periode Januari - Oktober tahun 2013. Data umur ibu, tingkat pendidikan, status pekerjaan, anemia ibu, IMT pra hamil, umur kehamilan, penambahan berat badan sesuai IMT pra hamil, paritas dan pemberian tablet tambah darah. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi BBLR sebanyak 15,2%.
 
Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara BBLR dengan faktor-faktor yang berhubungan. Namun pada variabel yang tidak signifikan terdapat OR > 1 diantaranya pendidikan OR= 2,2, pekerjaan OR= 1,7, anemia ibu OR= 2,9 dan paritas OR= 2,4. Oleh karena itu, perlu dicermati kembali faktor-faktor yang memiliki risiko tinggi terhadap BBLR dan upayaupaya preventif terhadap kejadian BBLR.
 

The focus of this study is description of babies with low birth weight adn related factors. This research is quantitative with a cross-sectional design and sample size 105. The place of research in Tebet sub district health centers using secondary data from the period of January to October in 2013. The Data are maternal age, education level, employment status, maternal anemia, pre-pregnant BMI, gestational age, weight gain corresponding pre-pregnant BMI, parity and delivery of iron tablet.
 
The results showed as much as 15,2% prevalence of babies with low birth weight. Statistical test results showed not statistically significant association between LBW with factors related. However, the variables are not significant have OR > 1, they are: education is OR = 2,2, employment status is OR = 1,7, maternal anemia is OR = 2,9 and parity is OR = 2,4. Therefore, it should be re-examined factors that have a high risk of LBW and preventive measures on the incidence of LBW.
Read More
S-8096
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masyrifah Susiyanti; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Evi Martha, Dadan Erwandi, Ars Agustiningsih, Endah Sri Lestari
Abstrak: Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan no 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal disebutkan bahwa setiap orang beresiko terinfeksi HIV (ibu hamil,TB, IMS dll) mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar. Rencana aksi nasional program PPIA 2013-2017, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan merencanakan agar pada tahun 2017 100% puskesmas diseluruh Indonesia bisa melaksanakan program PPIA prong 1 dan prong 2 sedangkan prong 3 dan prong 4 dikembangkan di puskesmas dengan sarana dan prasarana khusus, yang dilengkapi jejaring ke semua puskesmas dalam wilayah kabupaten/kota yang berkaitan. Skrining HIV pada ibu hamil merupakan upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi. Cakupan pelayanan skrining HIV pada ibu hamil di Kota Cimahi tahun 2016 masih rendah yaitu sebesar 12,54% dari target 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggali lebih dalam hambatan dan kendala mengenai program PPIA khususnya skrining HIV ibu hamil di Dinas Kesehatan Kota Cimahi tahun 2018. Penelitian ini dilaksanakan di 13 Puskesmas dan Dinas Kesehatan di Kota Cimahi dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilaksanakan dengan cara Focus Group Disccusion (FGD) dan wawancara mendalam dengan merekam suara informan menggunakan alat perekam suara. Informan terdiri dari 13 Bidan Pengelola KIA Puskesmas, 3 ibu hamil, 4 Kepala Puskesmas, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Cimahi dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Penelitian ini menunjukan hambatan dan kendala implementasi skiring HIV pada ibu hamil dikarenakan belum semua fasilitas kesehatan memberikan layanan skrining HIV, kurangnya SDM terutama petugas laboratorium, Belum ada SOP dan alur pelayanan PPIA, Bidan Praktek Mandiri (BPM) belum semua melaksanakan skrining HIV pada ibu hamil, media informasi khusus Skrining HIV bumil belum ada. Dinas Kesehatan Kota Cimahi diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi dan koordinasi dengan rumah sakit, lintas sektor dan IBI tentang skrining HIV ibu hamil, meningkatkan pelatihan program PPIA dan melakukan monitoring dan evaluasi Kata kunci : Ibu Hamil, implementasi, kualitatif, skrining HIV, Based on Minister of Health Regulation No. 43 of 2016 on Minimum Service Standards it is mentioned that everyone at risk of HIV infection (pregnant women, tuberculosis, STIs etc.) gets standard HIV testing. The national action plan of PPIA 2013-2017 program, the government through the Ministry of Health plans that by 2017 100% of puskesmas throughout Indonesia can implement the prong 1 and prong 2 PPIA programs while prong 3 and prong 4 are developed at puskesmas with special facilities and infrastructure, to all puskesmas within the relevant district / municipality. HIV screening of pregnant women is an effort to prevent mother-to-child transmission of HIV The coverage of HIV screening services in pregnant women in Kota Cimahi is still low at 12.54% of the target of 100%. This study aims to find out and explore deeper obstacles and obstacles regarding the PPIA program, especially HIV screening of pregnant women in the City Health Office Cimahi 2018. This research dilaksanakan di 13 Puskesmas dan Dinas Kesehatan di Kota Cimahi dengan uses qualitative approach and data collection is done by Focus Group Disccusion (FGD) and in-depth interview by recording informant voice using voice recorder. The informants consisted of 13 midwives of KIA Puskesmas management, 3 pregnant women, 4 Head of Puskesmas, Head of P2P Department of Health City of Cimahi and Head of Cimahi City Health Office. This study shows obstacles and obstacles to HIV skill implementation in pregnant women because not all health facilities provide HIV screening services, lack of human resources, especially laboratory staff, No SOP and service flow of PPIA, Bidan Praktek Mandiri (BPM) has not all conducted HIV screening in pregnant women , special information media HIV HIV Screening does not exist yet. Cimahi City Health Office is expected to improve socialization and coordination with hospitals, cross-sectors and IBI on HIV screening of pregnant women, improve training of PPIA program and conduct monitoring and evaluation. Keywords: Qualitative, implementation, HIV screening, pregnant women
Read More
T-5126
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stany Indira Meir; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguj: Ahmad Syafiq, P.C. Sanger
S-6119
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryuni; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Husein Habsyi
S-4019
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maiyusrita; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Tris Eryando, Mayor Kes Seno Hadi
Abstrak:

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Sejak ditemukannya kasus AIDS pertama kali pada tahun 1987 sampai dengan 30 Juni 2011 jumlah kumulatif pengidap infeksi HIV/AIDS yang dilaporkan mencapai 26.483 kasus. Bahaya Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) ternyata bukan hanya berada di kalangan masyarakat umum, namun telah merambah ke berbagai lingkungan institusi negara. Berdasarkan hasil Praktek Kesehatan Masyarakat (Prakesmas) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr. Esnawan Antariksa tercatat angka kejadian HIV/AIDS dimana terjadi peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pencegahan HIV/AIDS pada TNI AU di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau tahun 2011.Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan pemilihan sampel dilakukan dengan cara Non Probably Sample (Selected Sample) dalam hal ini cara pengambilan sampelnya disebut sampel berjatah (Quota Sampling). Penelitian ini menggunakan data primer melalui kuesioner terstruktur yang dilaksanakan pada bulan Desember 2011 di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau. Gambaran perilaku pencegahan HIV/AIDS yang baik pada TNI AU di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau tahun 2011 sebesar 46,4%.Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, keterpaparan sumber informasi, dan peran teman sejawat mempunyai hubungan yang bermakna terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada TNI AU di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau tahun 2011 dengan OR sebesar 3,130 dan 95% CI 1,431-6,848untuk pengetahuan, OR sebesar 2,870 dan 95% CI 1,320-6,240 untuk keterpaparan sumber informasi, dan OR sebesar 2,585 dan 95% CI 1,195-5,595 untuk peran teman sejawat. Hasil penelitian tersebut pemberian informasi perlu ditingkatkan di kalangan TNI AU baik dalam bentuk kegiatan rutin ataupun acara tahunan terutama difokuskan pada tanda dan gejala HIV/AIDS serta stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS.


 

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) is a syndrom of symptoms or diseases caused by declining immunity due to infection by the virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). From the discovery of the first AIDS cases in 1987 up to June 30, 2011 the cumulative number of people living with HIV / AIDS infections are reported to reach 26 483 cases. Danger of Human Immunodeficiency Virus (HIV) or Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) was not only being among the general public, but has penetrated into the various environments of state institutions. Based on the results of the Public Health Practice (Prakesmas) at the Air Force Central Hospital (RSPAU) dr. Esnawan Antariksa recorded the incidence of HIV / AIDS which was increasing every year. This study aims to know the description of the behavior of the prevention of HIV / AIDS in the Air Force in Battalion 467 Wing 1 Paskhasau in 2011.This study uses cross-sectional method and sample selection done by way of non Probably Sample (Selected Sample) in this way of taking the sample is called sample berjatah (Quota Sampling). This study uses primary data through structured questionnaires conducted in December 2011 in a Battalion 467 Wing 1 Paskhasau. Description of the behavior of HIV / AIDS both at the Air Force in Battalion 467 Wing 1 Paskhasau in 2011 at 46.4%.The analysis showed that the variables of knowledge, exposure to sources of information, and the role of peers has a significant relationship to the behavior of HIV / AIDS in the Air Force in 2011 with OR of 3.130 and 95% CI 1.431 to 6.848 for knowledge, OR of 2.870 and 95% CI 1.320 to 6.240 for exposure to sources of information, and OR of 2.585 and 95% CI 1.195 to 5.595 for the role of peers. From the results of these studies need to be improved provision of information among the Air Force in the form of routine or annual event is primarily focused on signs and symptoms of HIV / AIDS and the negative stigma against people living with HIV / AIDS.

Read More
S-6875
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Puspasari; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Besral, Laily Hanifah
Abstrak: Infeksi HIV bukan hanya mempengaruhi kesehatan fisik tetapi juga dapat mengakibatkan kecemasan atau depresi berkaitan dengan mortalitas, terapi, dan stigma, yang kemudian berdampak pada kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu. Penelitian ini menggunakan rancangan studi deskriptif dan mengumpulkan sebanyak 121 responden.
 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kurang baik (63,6%), mayoritas responden memiliki dimensi kesehatan fisik yang kurang baik yaitu (60,3%). Pada dimensi psikologis responden memiliki nilai yang kurang baik (75,2 %). Dalam dimensi interaksi sosial, mayoritas responden juga memiliki nilai yang kurang baik (57,9%). Dalam dimensi lingkungan (62,8%) nilainya kurang baik. Dari dimensi tingkat kemandirian, mayoritas responden (70,2%) nilainya kurang baik. Sedangkan dimensi spiritual, sebanyak 68 orang (56,2%) nilainya kurang baik.
 

HIV Infection not only affects physical health but also causes anxiety or depression related to mortality, therapy, and stigma, and then influence quality of life. The purpose of this study was to determine the picture quality of life of people living with HIV / AIDS (PLWHA) in Bhayangkara Hospitals Indramayu. This study used a descriptive study design and collect as much as 121 respondents.
 
The results showed that most of respondents have a poor quality of life (63.6%), more specically, all dimention the of qualiti of life majority respondents showed less than expected. Dimention of physical health, (60.3%), (75.2%), social interaction (57.9%), environmental (62.8%), level of independence (70.2%), and spiritual dimension (56.2%).
Read More
S-8809
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive