Ditemukan 39550 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Yoli Farradika; Pembimbing; Syahrizal Syarif; Penguji: Mondasrti Korib Sudaryo, Hartiti, Wira
S-6643
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
S-6998
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Winarsih; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Noer Endah Pracoyo
S-6967
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hari Wibowo; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Tarcisia Widjajastuti
S-7473
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ingrat Padmosari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Sabarinah Prasetyo, M. Ilhamy, Imran Pambudi, Tin Afifah
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dari faktor komposisional (levelindividu) serta determinan kontekstual (level kabupaten/kota) terhadap kejadiankomplikasi obstetri di 20 Kabupaten. Penelitian ini menggunakan desain potonglintang dengan pendekatan analisis multilevel untuk mengestimasi efek kontekstual,sehingga dapat ditentukan prioritas intervensi program terhadap kejadian komplikasiobstetri. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data sekunder Riskesdas 2013,Studi Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu di 100 Fasilitas Kesehatan tahun 2012 dandata BPS Tinjauan Regional berdasarkan PDRB Kabupaten/Kota tahun 2010-2013,dengan melibatkan 2066 orang Wanita Usia Subur berusia 15-49 tahun) yangmemiliki riwayat kehamilan, persalinan dan nifas. Hasil penelitian menunjukkanbahwa prevalensi Kejadian Komplikasi Obstetri di 20 Kabupaten adalah 30,1%.Tampak adanya perbedaan peranan di level individu dan level kabupaten/kota.
Read More
T-4549
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Oni Isnenti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Oman Abdurohman
S-7582
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cucunawangsih; Promotor: Bambang Sutrisna; Ko-Promotro: Pohan Herdiman T. Syahrurachman; Penguji: Djoko Widodo, Sudarto Ronoatmodjo, Cicilia Windiyaningsih, Tjahyani Mirawati, Mondastri Korib Sudaryo
D-267
Depok : FKM-UI, 2012
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Annisa Rahmayanti; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Ellyana Hutapea
Abstrak:
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untukmengukur kesejahteraan masyarakat (Kemenkes RI, 2014). Kabupaten Bogormemiliki jumlah kematian tinggi mencapai 69 jiwa dengan AKI 55,41/100.000kelahiran hidup pada tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuigambaran kematian ibu di Kabupaten Bogor Tahun 2015. Jenis penelitian yangdigunakan yaitu case series dengan sampel 67 kasus kematian ibu yang terdatadalam form RMM dan OVM Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kematian ibu tinggi saat nifas (61,5%), dengan sebabkematian perdarahan (41,9%). Dari faktor sosiodemografi kematian tinggi padaumur 20-35 tahun (59,7%), pendidikan ibu SD (55%), pekerjaan ibu sebagai iburumah tangga (61,2%), pendidikan suami SD (48%), pekerjaan suami sebagaiburuh (37,5%). Kematian ibu terbanyak pada yang memiliki riwayat komplikasi(46,3%), multigravida (75,8%), paritas 1-3(64,6%), tidak pernah mengalamiabortus (83,1%). Dari akses ke layanan kesehatan kematian tinggi pada jarak jauhdengan RS (46,9%), jarak dekat dengan bidan/puskesmas (55,1%), sementaratidak berbeda jauh pada yang memiliki risiko tinggi/tidak. Kematian ibu jugatinggi pada yang memiliki riwayat ANC, K1, dan K4 dengan persentase masing-masing 95,4%, 72,4%, dan 90,9%. Cara persalinan spontan (57,8%), penolongpersalinan SpOG (51,2%), tempat persalinan di RS (63%), usia kehamilanpreterm (57,8%) dan tempat kematian di RS (80%).Kata kunci: kematian ibu, Kabupaten Bogor.
Read More
S-9282
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Stevy Elisabeth Dame Simamora; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Tri Mulyati
S-6522
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Santi Deliani Rahmawati; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Nana Mulyana
Abstrak:
ABSTRAK
Pedoman WHO/UNICEF menyarankan bahwa menyusui harus dihindarkan seluruhnya hanya apabila makanan pengganti Acceptable (mudah diterima), Feasible (mudah dilakukan), Affordable (terjangkau), Sustainable (berkelanjutan), dan Safe (aman penggunaannya)/AFASS. ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan untuk bayi lahir dari ibu yang HIV dan sudah dalam terapi ARV. Ibu terinfeksi HIV yang memilih memberi susu formula tanpa memenuhi kriteria AFASS paling berisiko terhadap penularan HIV dan kematian. Penelitian menggunakan desain cross sectional yang bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kepatuhan ibu terinfeksi HIV dalam pemberian nutrisi pada bayi 0 ? 6 bulan di Beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2013. Penelitian ini melibatkan 229 subjek penelitian yang diambil dengan teknik multistage sampling. Dari analisis multivariat didapatkan pemberian ARV pada bayi merupakan faktor risiko yang paling dominan mempengaruhi kepatuhan ibu terinfeksi HIV dalam pemberian nutrisi pada bayi 0 ? 6 bulan (PR : 7,817 (95%CI 1,789 ? 34,152)) di samping pemberian terapi ARV pada ibu dan konseling tenaga kesehatan. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan distribusi obat antiretroviral sehingga seluruh ibu terinfeksi HIV dan bayi yang lahir dari ibu terinfeksi HIV mempunyai akses yang lebih luas untuk mendapatkan obat antiretroviral dan meningkatkan program pelatihan bagi petugas kesehatan yang menjadi konselor HIV/AIDS mengenai pemberian konseling pra-laktasi agar ibu terinfeksi HIV dapat memilih nutrisi terbaik bagi bayinya dan konsisten dalam memberikan nutrisi yang telah dipilih.
ABSTRACT
WHO/UNICEF guideline recommends that the breastfeeding should be avoided only if replacement feeding is Acceptable (readily accepted), Feasible (easy to do), Affordable (easy to get), Sustainable (ongoing), and Safe (safe to use)/AFASS. Exclusive breastfeeding (ASI) is given for six (6) months to baby who is born from HIV-infected mother and in ARV therapy program. HIV-infected mother who choose to feed her baby with formula milk without fulfilling AFASS criteria has the greatest risk of HIV spreading/transmitting and death. The research uses cross-sectional design that aims to analyze the risk factor affecting adherence HIV-infected mother in providing nutrition for 0-6 month?s infant of Some Regencies/Cities in West Java province on 2013. The research involves 229 subjects/persons who are taken by multistage sampling technique. From multivariate analysis is found that the provision of ARVs to the infant is the most dominant risk factor affecting adherence in HIV-infected mother in providing nutrition for 0-6 month?s infant (PR : 7,817 (95%CI 1,789 ? 34,152)) beside the provision of ARV therapy and counseling from maternal health workers. The researcher suggested to the West Java Provincial Health Office and the Provincial AIDS Commission of West Java to improve the distribution of antiretroviral drugs so that all HIV-infected mothers and infants who are born from HIV-infected mother have greater access to get antiretroviral drugs and to improve training programs for health workers who will be the HIV/AIDS counselor about the pre-lactation counseling in order to HIVinfected mother can choose the best nutrition for her baby and be consistent in delivering or providing that nutrition.
Read More
ABSTRACT
T-3891
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
