Ditemukan 32078 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRAK Tesis ini bertujuan menganalisis hubungan bauran promosi (word of mouth dan non word of mouth) dengan pengetahuan pasien terkait pelayanan di poliklinik RSIA Budi Kemuliaan. Adapun variabel confounding karakteristik pasien (usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan) juga dianalisis hubungannya dengan pengetahuan tersebut. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden yang mewakili poliklinik pelayanan berjenjang lantai 2, pelayanan pribadi lantai 3 pagi, dan sore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara bauran promosi dengan pengetahuan pasien sehingga tidak efektif promosi yang dilakukan terhadap pengetahuan pasien. Hanya variabel confounding pendidikan yang berpengaruh terhadap pengetahuan pasien.
ABSTRACT The aim of this study is to analyze the correlation between promotion mix (word of mouth and non word of mouth) with knowledge related to patient services at polyclinic RSIA Budi Kemuliaan. The confounding variables of patient characteristics (age, education, occupation, income) were also analyzed to do with that knowledge. This type of study is a quantitative study with cross sectional approach. Sample consisted of 100 respondents representing polyclinic 2nd floor, 3rd floor in the morning, and afternoon. The results showed that there was no correlation between patient’s knowledge of the promotion mix with so promotion in polyclinic not efective for patient's knowledge. Only education confounding variables that influence the patient's knowledge.
Sejak tiga tahun terakhir, telah terjadi peningkatan jumlah pasien miskin yang menggunakan IPK Gakin di RSIA Budi Kemuliaan. RS ini tercatat sebagai RS swasta kedua terbesar yang menerima pendapatan dari pelayanan IPK Gakin di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2008. JPK Gakin menyumbang sekitar 20% dari keseluruhan pendapatan RS pada tahun 2008, yang meningkat dari 6% pada tahun 2006. Sedangkan masa pelunasan utang JPK Gakin adalah antara 3-7 bulan setelah pelayanan diberikan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang aspek manajemen keuangan, terutama pengelolaan piutang JPK Gakin di RSIA Budi Kemuliaan. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian operasional dengan pengamatan langsung, telaah dokumen, dan wawancara mendalam. Penghargaan khusus pada misi RSIA Budi Kemuliaan -berbeda dengan rumah sakit swasta lain- adalah bahwa RS ini memiliki tata nilai tersendiri dengan komitmennya yang tinggi untuk melayani pasien miskin. Artinya bahwa pasien miskin akan segera mendapat pelayanan medis tanpa memerlukan uang muka. Penelitian menunjukan adanya beberapa masalah internal dalam manajemen piutang JPK Gakin RS, termasuk kurangnya SDM dengan kemampuan teknis tinggi, kurangnya sarana untuk memasukkan biaya klaim dengan segera, serta terbatasnya kemampuan dalam melengkapi berkas klaim. Juga terdapat masalah eksternal yang dapat memperpanjang masa penagihan JPK Gakin, yaitu terbatasnya anggaran yang dimiliki Pemerintah Daerah DKI dan tingginya ketergantungan pada sumber dana APBD. Hasil penelitian menyarankan: Pertama, RSIA Budi Kemuliaan perlu membangun jaringan yang baik dengan pemerintah maupun organisasi non pemerintah sehingga terbangun kesamaan visi RS dan 'political will' bersama terkait dengan kebijakan pembiayaan pasien miskin di DKI Jakarta. Kedua, upaya perbaikan pengelolaan piutang JPK Gakin perlu fokus pada upaya meningkatkan persentase pembayaran tahap pertama, memperkecil persentase yang tidak tertagih dengan meningkatkan kelengkapan berkas sedini mungkin sejak pasien masuk RS dan memperkecil risiko kehilangan pendapatan pada tahap pembebanan biaya.
There has been a substantial increase in the number of poor patients using JPK Gakin at the Budi Kemuliaan Hospital in the last 3 years. It is noted that the hospital has become the second largest private hospital receiving revenues by serving JPK Gakin in the Jakarta Province for 2008. Of the total hospital revenues, JPK Gakin revenue contribute around 20% in 2008, an increase from 6% from 2006. Payable period from JPK Gakin takes from 3 to 7 months, counted from the services are provided. The specific aim of this study is to obtain a clear description on financial management aspect, particularly on account receivables management of JPK Gakin in the RSIA Budi Kemuliaan. The research approach is using operational research approach, direct observation, investigation on documents and deep interview. A special acknowledgement on the mission of RSIA Budi Kemuliaan -unlike other private hospitals- that this hospital has a distinct values with its high commitment to serve poor patients, meaning that poor patients will immediately treated without required any advanced cash to get medical services. The study identified several internal problems in the management of account receivable of JPK Gakin, including shortage of high technical personnel and equipments to do immediate entry of claim cost, and limited capability in completing claim documents. In addition, there are other extemal problems that may lengthen day collection of JPK Gakin that Provincial Health Office of DKI Jakarta has limited budget and highly rely on the resources from Regional Government Budget. Several recommendations out from this research. Firstly, it is important for the hospital to built network with the regional government as well as non government institutions, to built the same vision of a hospital as well as built ‘political will’ together, related with financing poor patients in the Jakarta province. Secondly, to have a better management of account receivable ofthe JPK Gakin, the hospital needs to focus on the effort to increase the percentage of payment in the first stage, to decrease the percentage of un-successful payment by completing the required documents as early as possible since patients enter the hospital, and to lower the risk of loosing income in the stage of cost posting.
ABSTRAK
Nama
: Muhamad Rezaldi
Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit
Judul
: Analisis Faktor Penentu Keterlambatan Klaim INA CBG’s Pasien
Rawat Inap di RSIA Murni Asih Kabupaten Tangerang pada Januari
2018
Pembimbing : DR. dr. Sandi Iljanto, MPH.
Latar Belakang: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai pemberi perlindungan sosial menuntut rumah
sakit untuk memberikan pelayanan bermutu dan berkualitas kepada peserta BPJS
Kesehatan. Dalam menjalankan fungsi rumah sakit untuk memberikan pelayanan kepada
peserta BPJS Kesehatan, maka rumah sakit perlu melakukan klaim dana kepada pihak
BJPS Kesehatan sesuai diagnosa yang sudah ditetapkan Indonesian Case-Based Groups
(INA CBG’s). Klaim biaya tersebut digunakan sebagai pengganti dari biaya yang sudah
dikeluarkan rumah sakit dalam menjalankan pelayanan kesehatannya kepada peserta
BPJS Kesehatan. Namun pada kenyataannya masih banyak berkas-berkas yang ditunda
ataupun ditolak BPJS sehingga rumah sakit tidak mendapatkan klaim tersebut. Penundaan
dan atau penolakan klaim disebabkan karenan tidak lolosnya berkas-berkas melalui
verifikator BPJS Kesehatan. Dengan diberlalukannya system Vedika (Verifikasi di
Kantor) ada beberapa perubahan kebijakan pada proses klaim berkas INA CBG’s yang
membuat rumah sakit dituntu untuk bisa beradaptasi.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor penentu keterlambatan klaim INA CBG’s BPJS
Kesehatan berdasarkan beberapa variabel yang sudah ditentukan sebelumnya dan
dimodifikasi oleh peneliti.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif.
Pengumpulan data dilakukan kepada berkas-berkas klaim INA CBG’s yang akan
diajukan ke BPJS Kesehatan dari pasien rawat inap. Data yang dikumpulkan dimasukkan
ke dalam checklist kuesioner yang kemudian akan diolah hasilnya.
Hasil: Dari 8 variabel independent yang diuji, variabel Ketepatan Pengisian Resume
Medis Koding Diagnosa Sekunder memiliki peran paling penting menyebabkan berkas
klaim tertunda. Koding Diagnosa Sekunder juga berhubungan dengan Variabel
Independent Severity Level atau tingkat keparahan penyakit yang bisa mempengaruhi
kelayakan berkas klaim.
Kesimpulan: Saat ini, aspek dan kaidah koding berperan penting dalam kelayakan berkas
klaim INA CBG’s, sehingga rumah sakit harus terus belajar dan mencari tahu apa saja
yang baik untuk diinputasi dalam nenentukan koding yang tepat, sehingga berkas klaim
dapat terbayarkan tepat waktu tanpa ditunda.
(kata kunci: INA CBG’s, klaim BPJS, verifikator BPJS, Vedika)
ABSTRACT Name : Muhamad Rezaldi Study Program : Kajian Administrasi Rumah Sakit Title : Analisis Faktor Penentu Keterlambatan Klaim INA CBG’s Pasien Rawat Inap di RSIA Murni Asih Kabupaten Tangerang pada Januari 2018 Counsellor : DR. dr. Sandi Iljanto, MPH. Background: National Health Insurance (JKN) through the provider of Social Security Administering Agency (BPJS) Health as a social protection provider requires the hospital to provide quality and quality services to BPJS Kesehatan participants. In performing the function of the hospital to provide services to participants BPJS, eating hospital needs to make claims of funds to the BJPS Kesehatan according to the diagnosis set by Indonesian Case-Based Groups (INA CBG’s). Claim fees are used in lieu of the costs already incurred hospital in running health services to participants BPJS Kesehatan. But infact there are still many files that are postponed or rejected by BPJS Kesehatan so that the hospital does not get the claim. Delays and or rejection of claims are caused due to not passing the files through BPJS Kesehatan verifier. With the implementation of The Vedika (Verification in the Office) there were several policy changes to the claim process of INA CBG's file which made the hospital to be able to adapt. Purpose: Find out the determinants of the delay in INA CBG's BPJS Kesehatan claims based on some predefined variables which has been predetermined and modified by the researcher. Method: This research is analytical descriptive with quantitative approach. The data collection is done to the claims file of INA CBG’s that will be submitted to BPJS Kesehatan of inpatients. The data collected is included in the checklist of questionnaires which will then be processed. Result: Of the 8 independent variables tested, the Adjustment Resume Filling variable Medical Coding Secondary Diagnosis has an important role causing the tertunda claim. Secondary Diagnostic coding is also associated with the Severity Level variable that may affect the eligibility of the claim. Conclusion: Currently, coding aspects and rules play an important role in the feasibility of INA CBG's claim, so hospitals must continue to learn and find out what is good to input in determining proper coding so that claims files can be paid on time without delay. (key words: INA CBG’s, Claim BPJS, Verifikator BPJS, Vedika).
