Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38748 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indriyani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Pudjo Hartono
S-6700
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endah Suryani Mulyaningsih; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Triyanti, Iip Syaiful, Grace Mediana
T-2655
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristanty; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Triyanti, Syaiful Bahri
S-6845
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristanty; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Triyanti, Syaiful Bahri
S-6845
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nourmatania Istiftiani; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusharisupeni, Sa`diah Multi Karina
S-6634
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenni Dwi Setiani; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Asih Setiarini, Lola Lovita
Abstrak: Skripsi ini membahas riwayat penyakit, asupan protein dan faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada peserta posyandu lansia. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 112 orang. Sampel diambil dengan kriteria umur 45-79 tahun yang menetap di Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. Data Karakteristik (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang, riwayat penyakit, pola konsumsi (asupan energi, protein, lemak) didapatkan melalui wawancara dengan kuesioner. Sedangkan data status gizi dengan indeks massa tubuh diperoleh dengan pengukuran antropometri. Analisa hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menggunakan uji chi square.
 
Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden yang mengalami gizi lebih sebesar 50% dan gizi kurang sebesar 6.3%. Dari hasil analisa bivariat diketahui adanya hubungan bermakna antara riwayat penyakit dan asupan protein dengan status gizi peserta posyandu lansia (p<0.05). Sementara data karakteristik (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang, pola konsumsi (asupan energi, dan lemak) tidak menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan status gizi (p>0.05). dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peserta posyandu lansia di Kecamatan Grogol Petamburan mengalami masalah gizi ganda. Untuk itu perlu diadakan penyuluhan gizi seimbang secara berkala dan pemantauan status gizi guna mempertahankan IMT normal.
 

The aim of this study was to discuss the historical of disease, protein intake, and other factors related to the nutritional status of the elderly posyandu participants. The cross sectional study towards 112 samples aged 45 to 79 years of age undertaken at Grogol Subdistrict, West Jakarta. Data characteristics (age, sex, education, and working status); the knowledge, attitudes, and behaviors of balanced nutrition; historical of disease; and the pattern of energy, protein, fat intake) were collected through interviews with the questionnaire. Data of the nutritional status with Body Mass Index (BMI) indicator was collected by anthropometric measurements. The analysis of association between independent variables with dependent variable used Chi Square Test.
 
The results showed the proportion of respondents with over nutrition was 50% and under nutrition was 6.3%. There were a significant association between the historical of disease and protein intake with the nutritional status of the elderly posyandu participants (p <0.05). While the data characteristics (age, sex, education, working status), knowledge, attitudes, behaviors of balanced nutrition, and the pattern of energy, and fat intake showed no significant association with nutritional status (p> 0.05). It can be concluded that the historical of disease and protein intake correlated with the nutritional status of the elderly posyandu participants. Therefore, the regular balanced nutrition counseling and the monitoring of nutritional status should be taken for all participants at the elderly posyandu to maintain a normal BMI.
Read More
S-6879
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Hartati; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Fatmah, Yekti Widodo, Ismoyo Priadi Mooestopo
Abstrak:

Status gizi berperan dalam menentukan sukses tidaknya upaya peningkatan sumberdaya manusia. Prevalensi gizi kurang BB/U di Kabupaten Tangerang meningkat dari tahun 2007 sampai 2010 yaitu 7,2% menjadi 9,12%. Tujuan penelitian adalah dianalisisnya hubungan antara perilaku KADARZI, karakteristik keluarga dan balita dengan status gizi balita (12-59 bulan) di Kabupaten Tangerang tahun 2011. Penilitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekuder hasil survey PSG KADARZI Kabupaten Tangerang tahun 2011. Prevalensi balita gizi kurang (termasuk gizi buruk) 17,9%, pendek (termasuk sangat pendek) 32,9%, kurus (termasuk sangat kurus) 11,8%. Variabel yang berhubungan secara bermakna dengan status gizi balita BB/U adalah menimbang balita secara teratur, riwayat ASI Eksklusif, menggunakan garam beryodium, pendidikan ayah, pendidikan ibu, usia ibu, besar keluarga, dan umur balita. Variabel yang berhubungan bermakna dengan status gizi PB/U atau TB/U sama dengan BB/U ditambah variabel konsumsi kapsul vitamin A. Berdasarkan indeks BB/PB atau BB/TB adalah riwayat ASI Eksklusif, dan pendidikan ibu. Hasil uji multivariat menunjukkan faktor dominan BB/U adalah pendidikan ibu, PB/U atau TB/U adalah pendidikan ayah. Sedangkan BB/PB atau BB/TB adalah riwayat ASI Eksklusif. Perlu adanya pendidikan gizi bagi keluarga.


Nutritional status is one of the important indicator for human resources. From 2007 to 2010, prevalence of undernutrition increased from 7,2% to 9,12%. General objective of this study was to determine the relationship between family nutrition awareness (KADARZI), family and children under five characteristics with nutritional status of children under five (12-59 months) at Tangerang District in 2011. This quantitative study using cross sectional study design. The data were result from family nutrition awareness and nutritional status survey at Tangerang district in 2011. The analysis showed that the prevalence of underweight was found at 17,9%. stunted was found at 32,9%, wasted was found at 11,8%. Chi square test result showed that there was a significant association (p≤0.05) between growth monitoring, exclusive breastfeeding history, the use of iodized salt, father?s level of education, mother?s level of education, mother?s age, number of family members, and child?s age with nutritional status based on BB/U index. PB/U or TB/U index were the same as BB/U but added by vitamin A capsule intake. BB/PB or BB/TB Index were exclusive breastfeeding history and mother's level of education. Multivariate test results showed that mother's level of education is the most dominant factor associated with nutritional status (BB/U). PB/U or TB/U index was father?s level of education. BB/PB or BB/TB index was exclusive breastfeeding history. The following need famiy nutritional education.

Read More
T-3736
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cecilia Wita Pramardhika; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Triyanti, Tri Handari
S-6689
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Neldawati R.; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Ivonne M Indrawani, Anies Irawati
S-4668
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
MM.Trinabasilih Harsiki; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Syafri Guricci, Diah Mulyawati Utari, Djoko Kartono, Dewi Permaesih
Abstrak:
Kekurangan Energi dan Protein (KEP) masih merupakan salah satu masalah gizi utama pada balita di Indonesia. KEP ini meningkat dimasa krisis ekonomi terutama pada keluarga miskin pedesaan maupun perkotaan. Anak umur di bawah tiga tahun (anak batita) merupakan masa yang sangat menentukan hari depan anak. KEP mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental, sehingga perlu perhatian khusus. Pemberian makanan (feeding) dan perawatan anak (caring) yang benar untuk mencapai keadaan gizi yang baik melalui pola asuh yang dilakukan ibu kepada anaknya akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Prevalensi KEP berat di Sumatera Barat masih cukup tinggi (8,0 %), diduga pola pengasuhan anak yang buruk berperan terhadap terjadinya KEP . Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran bagaimana hubungan pola asuh anak dan faktor lain dengan keadaan anak batita keluarga miskin di pedesaan dan perkotaan Propinsi Sumatera Barat. Disain penelitian adalah crossectional study. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan prevalensi gizi kurang tertinggi di pedesaan dan perkotaan Propinsi Sumatera Barat yaitu Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman dan Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 210 anak. Unit sampel adalah keluarga miskin yang mempunyai anak batita berumur 12-35 bulan. Hasil penelitian menunjukkan KEP di pedesaan 47,6 % dan perkotaan 48,6 %, sedangkan pola asuh yang kurang di pedesaan 55,2 % dan perkotaan 44,8 %, status kesehatan yang kurang di pedesaan 58,1 % dan perkotaan 41,0 %, konsumsi energi yang kurang di pedesaan 88,6 % dan perkotaan 75,2 %, konsumsi protein yang kurang di pedesaan 87,6 % dan perkotaan 60,0 %. Berdasarkan analisis perbedaan daerah pedesaan dan perkotaan ternyata pola asuh anak dan keadaan gizi tidak berbeda secara bermakna (p0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh anak, konsumsi energi dan protein dengan keadaan gizi anak batita (p<0,05). Pola asuh anak dan konsumsi protein secara bersama-sama mempengaruhi terjadinya KEP pada anak batita. Konsumsi protein anak batita merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi terjadinya KEP pada anak batita Pola asuh anak yang kurang disebabkan karena pengetahuan dan pendidikan yang kurang, untuk itu disarankan perlunya peningkatan pemberdayaan peran ibu dan peran keluarga di dalam keluarganya sendiri rnaupun di masyarakat dalarn meningkatkan keadaan gizi anak batita, selanjutnya karena KEP yang masih tinggi di Propinsi Sumatera Barat maka perlu memberikan makanan tambahan secara berkelanjutan pada anak batita, melalui dukungan pemerintah daerah seternpat, LSM, organisasi wanita, dunia usaha, lintas sektoral dan perantau Minang yang ada di kota-kota besar dalam usaha bersarna menanggulangi masalah KEP pada anak batita di Propinsi Sumatera Barat. Perlu penelitian dalam skala besar, mengingat penelitian hanya pada keluarga miskin.

Relationship Between the caring Pattern of the Children and Other Factors with the Nutrient Condition of the Children under Three Years in the Poor Families in Villages and Urban Areas in the Province of West SumatraEnergy and Protein Malnutrition (PEM) is still a major nutrient problem in the children under five in Indonesia. PEM was increasing during the period of economic crisis, especially in the poor families in the villages and urban areas. Children under three years are passing the most determinative period for their future. Energy and Protein Malnutrition results in the hindrances of their physical and mental development; thus requiring special attention, proper feeding and caring given by the mothers will influence the development and the growth of the children, in reaching good nutrient status for them. Meanwhile the prevalence of serious Energy and Protein Malnutrition in West Sumatra is still relatively high (8, 0 %). It is assumed that the occurrence of PEM in West Sumatra is because of poor caring pattern by the mothers. Therefore, this research is focused on the attention to the effort for getting the description on how is the relationship between the caring pattern and other factors with the nutrient condition of children under three years in the poor families in villages and urban areas at the Province of West Sumatra. The design of the research is cross-sectional study. The choice of research location is done with purposive way with the highest prevalence of nutrient deficiency in the villages and urban areas in the Province of West Sumatra, that is, Sub district of Lubuk Alung, the Regency of Padang Pariaman, and Sub district of Koto Tangah Padang City. The sampling was done in random sampling with the samples of 210 children. Samples units are poor families having children under three years of about 12-35 months age. Research findings show that the Energy and Protein Malnutrition in the villages is 47,6 % and in urban areas is 48,6 %, meanwhile the insufficient caring pattern in the villages is 55,2 % and in urban area is 44,8 %. The insufficient health status in the village is 58,1 % and in urban area is 41,0 %, insufficient energy consumption in the villages is 88,6 % and in urban area is 75,2 %, and insufficient protein consumption in the villages is 87,6% and in urban area is 60,0%. Based on the analysis of sub district divergence, it was found that the caring pattern and the nutrient status is not significantly (p>0, 05). There is a significant relationship between the caring pattern, energy and protein consumption with the nutrient status of the children under three years, that is, (p<0, 05). Children caring pattern and protein consumption together influence of Energy and Protein Malnutrition in the children less than three year?s ages. Protein consumption in the children under three years is the most dominant factor influencing of Energy and Protein Malnutrition in the children under three years. The influences of caring pattern because are knowledge and education, therefore it is necessary to develop the family and the roles of mother the children under three years. Based on this research finding, it is suggested to give PMT continuously to. in the society in improving the nutrient status of the children under three years, through the support of local government, non-governmental organizations, women organizations, business, cross-sectored institutions and the son of Minang who live in the big cities to together overcome the problem of PEM in the children under three in the Province of West Sumatra. It is suggested to conduct a larger research, considering that this research is only on the poor families.
Read More
T-1523
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive