Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33731 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yulia Rahmadona Putri; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Budi Haryanto, Soehatman Ramli
S-6757
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Dia Akhir Darta; Pembimbing: Hendra; Penguji: Milla Tejamaya, Hari Monanda Putra
Abstrak: Bandara Internasional Minangkabau secara geografis terletak pada wilayah barat pesisir pantai Pulau Sumatera. Secara geologis, Pulau Sumatera berada pada wilayah pergerakan dua lempeng, yaitu Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi tersebut menyebabkan Bandara Internasional Minangkabau memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana alam gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami yang dinilai dari segi aspek sarana evakuasi, tempat evakuasi sementara (vertikal) tsunami dan airport emergency plan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan analisis komparasi. Proses pengumpulan data dilakukan di gedung terminal Bandara Internasional Minangkabau pada bulan April ? Mei 2022 melalui kegiatan observasi, wawancara, dan tinjauan dokumen. Pengolahan data dilakukan dengan analisis komparasi menggunakan checklist yang mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2017, Pedoman Teknis 2 Perencanaan TES Tsunami, ICAO Doc-9137, SNI 03-1746-2000, SNI 03-6574-2001, dan SNI 7743:2011. Berdasarkan hasil pengumpulan data terhadap variabel penelitian didapatkan bahwa pemenuhan aspek sarana evakuasi adalah 82%, aspek tempat evakuasi sementara (vertikal) tsunami adalah 52,2%, dan aspek airport emergency plan adalah 93,33%. Hasil perhitungan rata-rata pemenuhan aspek kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami adalah sebesar 75,84%. Secara umum, kriteria setiap aspek telah terpenuhi cukup baik. Namun masih terdapat beberapa variabel dengan tingkat pemenuhan 0%, seperti pengecekan struktur bangunan TES dan rambu penunjuk evakuasi tsunami. Sehingga perlu dilakukan beberapa perbaikan, terutama pada aspek tempat evakuasi sementara (vertikal) tsunami sebagai aspek dengan persentase pemenuhan terendah. Pemeliharaan dan perbaikan dari aspek lainnya tetap perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami. Upaya untuk meningkatkan kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami dapat dilakukan dengan memperbaiki dan melengkapi sarana evakuasi sesuai dengan standar dan peraturan, melakukan pengkajian ulang penetapan TES sesuai dengan alur pedoman perencanaan TES, dan memenuhi kriteria airport emergency plan sesuai dengan pedoman ICAO Doc-9137.
Minangkabau International Airport is geographically located on the west coast of West Sumatera. Geologically, West Sumatera is in the region of the movement of two plates, Indo-Australia and Eurasia. This condition causes Minangkabau International Airport to have a high level of vulnerability to earthquakes and tsunamis. This study aims to determine the level of preparedness of Minangkabau International Airport in dealing with earthquake and tsunami natural disasters which are assessed from three aspect, evacuation facilities, vertical evacuation from tsunamis and airport emergency plans. This study uses a descriptive observational method with a comparative analysis approach. The data collection process was carried out at the Minangkabau International Bandra terminal building in April ? May 2022 through observation, interviews, and document review. Data processing is carried out by comparative analysis using a checklist that refers to the Minister of Public Works and Public Housing Regulation Number 14 of 2017, Technical Guidelines 2 for Tsunami TES Planning, ICAO Doc-9137, SNI 03-1746-2000, SNI 03-6574-2001, and SNI 7743:2011. Based on the results of data collection on research variables, it was found that the fulfillment of the evacuation facility aspect was 82%, vertical evacuation from tsunamis aspect was 52.2%, and the airport emergency plan aspect was 93.33%. The results of the calculation of the average fulfillment of aspects of Minangkabau International Airport readiness in dealing with earthquake and tsunami natural disasters is 75.84%. In general, the criteria for each aspect have been met quite well. However, there are still several variables with a compliance rate is 0%, such as checking the structure of the TES building and tsunami evacuation signs. So, some improvements need to be made, especially in the aspect of vertical evacuation of tsunamis as the aspect with the lowest percentage of fulfillment. Maintenance and repairs from other aspects still need to be done to improve the preparedness of Minangkabau International Airport in dealing with earthquake and tsunami natural disasters. Efforts to improve the preparedness of Minangkabau International Airport in dealing with earthquake and tsunami natural disasters can be done by repairing and equipping evacuation facilities in accordance with standards and regulations, reviewing the determination of TES in accordance with the flow of TES planning guidelines, and fulfilling the criteria for an airport emergency plan in accordance with the ICAO Doc-9137.
Read More
S-11038
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syukra Alhamda; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yuni Kusminanti
S-7031
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jurisman Nazara; Pembimbing: Meily L. Kurniawidjaja,; Lestari, Fatma; Penguji: Dadan Erwandi, Syahrul Efendi Panjaitan, W, Julianto
T-5513
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azrilla Dewita; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Lita R. Sianipar
S-6508
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karsudi ;Pembimbing; Sabarinah B Prasetyo ;Penguji: Kemal N Siregar, Tris Eryando, Hadi Siswanto, Puspa Indrawati
T-956
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ismiati; Pembimbing: ; Penguji: WirakambodjaG.K., Asep Zainal Mustofa
Abstrak:

Bencana alam gempa tektonik 8,9 Skala Richter dan diikuti gelombang tsunami yang menerjang sebagian besar wilayah pantai barat dan utara Propinsi NAD pada tanggal 26 Desember 2004 mengakibatkan kehancuran yang luas disertai ratusan ribu korban meninggal hilang dan ratusan ribu lainnya harus mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Program prioritas yang dilakukan di tempat penampungan pengungsian adalah pemberian makanan tambahan untuk bayi dan balita serta imunisasi campak karena kondisi sanitasi lingkungan yang buruk ditambah dengan keadaan gizi yang menurun dapat menjadi penyebab berjangkitnya berbagai penyakit menular, antara lain diare, ISPA, kulit, campak, malaria dan demam berdarah. Dalam situasi darurat biasanya akan berakibat pada tingginya tingkat kesakitan dan kematian. Penyebab utama kematian dan kesakitan diantara pengungsi adalah campak (WHO, 2001). Penelitian ini dilatarbelakangi dan basil Kajian Asesmen Departemen Kesehatan Tahun 2005 yang menyebutkan pascabencana fungsi manajemen belum dapat dilaksanakan secara optimal, hal ini disebabkan rusaknya infrastruktur kesehatan dan banyaknya tenaga kesehatan yang menjadi korban, serta koordinasi penanggulangan bencana lintas sektor dinilai juga sangat lemah. Untuk itu peneliti ingin mengetahui mengenai proses manajemen pada pelaksanaan crash program campak di kota Lhokseumawe dimana basil cakupan imunisasi campak sampai berakhirnya masa tanggap darurat tidak mencapai target yang ditetapkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, data diperoleh dengan metode wawancara mendalam terhadap pengelola imunisasi tingkat Kabupaten dan Puskesmas, dan telaah dokumen crash program campak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sasaran yang ditentukan berdasarkan hasil proyeksi BPS tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan di mana sebagian wilayah sasaran lebih besar dari yang ada dan daerah lain sasarannya lebih kecil dari hasil proyeksi. Pendataan yang dilakukan langsung oleh petugas kesehatan terkendala karena terbatasnya sumber daya dan keamanan yang tidak kondusif. Tidak tersedia dana pada pendataan sasaran, evaluasi dan dana operasional realisasinya tidak lancar. Kesimpulan penelitian ini adalah manajemen perencanaan penentuan sasaran berdasarkan proyeksi BPS tidak relevan dengan jumlah sasaran sebenamya. Rusaknya infrastruktur dan masalah tenaga bukan menjadi kendala pelaksanaan crash program campak. Peran lintas sector dibutuhkan dalam penggerakkan masyarakat dan dukungan keamanan. Diperlukan ketersediaan dana mulai dari proses perencanaan sampai evaluasi untuk menjamin keberhasilan program. Saran yang dapat diberikan yaitu dalam perencanaan penentuan jumlah sasaran perlunya mempertimbangkan situasi yang terjadi di daerah. Untuk pemerintah Kota Lhokseumawe agar menyediakan dana untuk penanggulangan bencana serta meningkatkan peran serta lintas sektor. Untuk Dinas Kesehatan perlu menyelenggarakan pelatatihan manajemen imunisasi dan penanggulangan bencana.


Tectonic earthquake disaster with 8,9 Richter Scale and followed by tsunami wave that attacking most of west and nort coast region of NAD Province in 26 December 2004 causing massive destruction as well as the deathllost of hundred thousand victim and other hundred thousand has to evacuate because lost their house. Priority program done in evacuation site is distributing food supplement for baby and also measles immunization because bad environment sanitation condition added with decreasing nutrient can caused the spread of contagious disease, such as diarrhea, ISPA, measles, malaria, and dengue. In emergency situation usually have consequence of high number of sickness and death. Main cause of death and sickness among the evacuee is measles (WHO, 2001). This research based on result of Health Departement Assessment Study Year 2005 that mention management function of postdisaster not yet optimally implemented, it caused by the damage of health infrastructure and number of health personnel that become victim, and also coordination of cross sector disaster prevention assessed very weak. For that research want to find out about management process in implementation of measles crash program in Lhokseumawe City where measles immunization coverage result until the end of emergency period not achieved the determined target. This research is done by qualitative method, and data obtained by indepth interview method toward immunization organizer of Regency and Puskesmas, and document study of measles crash program. Research result shows that determined target based on BPS projection result is not appropriate with reality in field where part of target area larger than existed and other area with smaller target than projected. Data gathering directly done by health officer burdened because of the limited source and not conducive security. Unavailable fund on data gathering of target, evaluation and operational fund is not smoothly realized. This research conclusion is planning management of target determination based on BPS projection is not relevant with the actual target number. The damage of infrastructure and officer problem are not obstracles for measles crash program. Cross sector role is needed in moving the society and security support. Fund availability needed from planning process to evaluation to guarantee the program efficacy. Given suggestion is the need of considering situation in planning number of target determined that occurred in the area. For Lhokseumawe Government is providing fund for disaster prevention and also increasing role of cross sector. For Health Agency is the need to conduct immunizatiorl management training and disaster prevention.

Read More
T-2064
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Egidius Ulukyanan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Helen Adriani, Astrid Saraswaty
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Egidius Ulukyanan Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Manajemen Pengelolaan Obat Dalam Keadaan Bencana di Rumah Sakit Darurat RSUD dr.H.Ishak Umarella Provinsi Maluku Tahun 2019 Pembimbing : Dr. Dra.Dumilah Ayunigtyas, MARS Pelayanan Kefarmasian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menyelesaikan masalah terkait obat. Pada dasarnya pengelolaan obat di instalasi farmasi rumah sakit meliputi perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, penghapusan dan pengendalian dimana keempat tahap ini saling terkait dan saling mempengaruhi sehingga harus terkoordinasi dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat yang dilakukan rumah sakit umum daerah dr.H.Ishk Umarella Maluku dalam keadaan bencana alam terjadi.  Dengan desain penelitian kualitatif yang dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap informan  yang bertanggungjawab terhadap farmasi RSUD dr.H.Ishak Umarella Maluku. Hasil penelitian ini yaitu perencanaan yang dilakukan rumah sakit dalam penyediaan obat yaitu dengan menyusun sesuai formula nasional dan formula rumah sakit dengan metode konsumsi yang dilakukan oleh tim perencana yang ditetapkan oleh  rumah sakit, proses pengadaan dilakukan menggunakan e-catalog, proses penerimaan obat dilakukan oleh tim penerima obat yang berkompeten dibidang farmasi, seluruh obat disimpan dalam ruangan/tenda yang menyesuaikan dengan kondisi untuk menjaga mutu dan kualitas obat dengan sistem penyusunan sesuai dengan jenis sediaan obat. Proses pendistribusian obat dilakukan dengan resep perorangan, baik pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap. Obat yang telah melewati batas kadaluarsa akan dilakukan pemusnahan dan obat yang disimpan dikendalikan dengan stok opname untuk menghindari kekosongan obat. Kendala yang dihadapi pada saat bencana yaitu ketersediaan sarana untuk penyimpanan obat. Disarankan kepada RSUD dr.H.Ishak Umarella agar dapat melakukan manajemen pengelolaan obat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan nasional meskipun tidak maksimal dikarenakan dalam keadaan bencana. Kata kunci: Manajemen obat, IFRS, Farmasi


ABSTRACT Name : Egidius Ulukyanan Study Program : Public Health Title : Management of Drug Management in a Disaster in the Emergency Hospital of Dr.H.Ishak Umarella Regional Hospital, Maluku Province in 2019 Counsellor : Dr. Dra.Dumilah Ayuningtyas, MARS Pharmaceutical Services is an activity that aims to identify, prevent and solve drug related problems. Basically the management of drugs in a hospital pharmacy installation includes planning, procurement, acceptance, storage, distribution, deletion and control where these four stages are interrelated and influence each other so that it must be coordinated optimally. This study aims to determine the management of drug management conducted by the regional general hospital Dr.H.Ishak Umarella Maluku in the event of a natural disaster. With a qualitative research design carried out by means of in-depth interviews with respondents who are responsible for the pharmacy Dr.H.Ishak Umarella Maluku General Hospital. The results of this study are the planning carried out by the hospital in the supply of drugs, namely by compiling in accordance with national formula and hospital formula with the consumption method carried out by the planning team prepared by the hospital, the procurement process is carried out using e-catalogs, the process of receiving drugs is carried out by the receiving team competent medicine in the pharmaceutical field, all drugs are stored in a room / tent that adjusts to the conditions to maintain the quality and quality of the drug with a drafting system according to the type of drug. The process of drug distribution is done by individual prescriptions, both outpatients and inpatients. Drugs that have passed the expiration date will be destroyed and the stored drug is controlled with the stock ofname of the drug to avoid the vacancy of the drug. The obstacle faced at the time of the disaster is the availability of facilities for drug storage. It is recommended to the RSUD Dr.H.Ishak Umarella to be able to manage the management of drugs in accordance with national standards, although not optimal because in a state of disaster. Keywords: Drug management, IFRS, Pharmacy

Read More
S-11550
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fera Tri Wahyuni; Pembimbing: Ella N. Hadi; Penguji: Kusharisupeni, Rani Martina
S-6507
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galih Putri Y U; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Amila Megraini, Mira Fatmawati
S-5304
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive