Ditemukan 34121 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Herlina Sihombing; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Laila Fitria, Andri Kabisat
S-6734
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Reza Ginanjar; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Laila Fitria, Bety Setyorini
S-5473
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Julia Afni; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn ArminsihWulandari, Yunaenah
S-6857
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sekar Astrika Fardani; Pembimbing: Suyud; Penguji: Ririn Arminsih, Kuratul Aini
S-7728
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ibrahim; Pembimbing: Abdur Rahman, Endang L. Achadi
T-1741
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rindang Rizki Sisyara; Pembimbing: Suyud W. Utomo; Penguji: Abdur Rahman, Ubiet Junita Sari
S-6778
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kristina; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Yovsyah, Suhardiman
S-6533
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anynda Putri Assyifa; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Zakianis, Neneng Sumiati
Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kontaminasi Esherichia coli pada DAMIU (Depot Air Minum Isi Ulang) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Limo, Kota Depok tahun 2021. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang telah dilakukan pada balita yang tinggal di Kecamatan Limo, yaitu sebanyak 180 balita. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara kontaminasi E. coli pada DAMIU (p = 0,000; OR = 4,204), pemberian ASI eksklusif (p = 0,006; OR = 2,760), kebiasaan membuang tinja balita (p = 0,001; OR = 3,222), perilaku cuci tangan (p = 0,003; OR = 2,899), kondisi jamban (p = 0,013; OR = 2,879), dan kondisi tempat sampah (p = 0,002; OR = 3,080) dengan kejadian diare pada balita.
Read More
S-10814
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indah Dewi Shafira; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Suyud; Siti Nursanti Permata
Abstrak:
Read More
ISPA masih menjadi tantangan besar di Indonesia karena menjadi salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang serta menjadi penyakit dengan kunjungan puskesmas sekitar 40%-60% di seluruh kalangan umur. Kasus ISPA juga selalu masuk kedalam 10 jenis penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan fisik rumah dan Paparan asap rokok dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Srengseng Sawah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi potong lintang dengan jumlah responden 115 rumah tangga. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu uji kai kuadrat dan uji regresi logistik ganda. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat tiga variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian ISPA diantaranya yaitu luas ventilasi (p-value = 0.001), kepadatan hunian (p-value = 0.037) dan jumlah anggota keluarga yang merokok ( p-value = 0.044). Analisis multivariat menunjukkan luas ventilasi merupakan faktor risiko dominan yang mempengaruhi kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Srengseng Sawah (p-value = 0.000; OR =5.465). Peningkatan terhadap kesadaran masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan kualitas lingkungan perlu dilakukan.
ARI is still a big challenge in Indonesia. It is one of the main causes of death in developing countries and a disease with around 40%-60% of health center visits in all ages. Cases of ARI are also always included in the 10 most common types of diseases in the working area of the Puskesmas Srengseng Sawah Village, Jagakarsa District. The purpose of this study was to determine the relationship between the physical environment of the house and exposure to cigarette smoke with the incidence of ARI in the working area of the Srengseng Sawah Health Center. This research was conducted using a quantitative method with a cross-sectional study design with a total of 115 households as respondents. Data collection was carried out using observation techniques and questionnaire interviews. The statistical test used is the chi-square test and the multiple logistic regression test. The results of statistical tests show that there are two variables that have a significant relationship with the incidence of ARI including ventilation area (p-value = 0.001), occupancy density (p-value = 0.037), and number of family members who smoke (p-value = 0.044). Multivariate analysis showed that ventilation area was the dominant risk factor influencing the incidence of ARI in the working area of the Puskesmas Srengseng Sawah (p-value = 0.000; OR =5.465). It is necessary to increase public awareness regarding clean and healthy living behavior and environmental quality.
S-11176
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Wina Syahira; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Read More
Diare merupakan gangguan gastrointestinal yang setiap tahunnya terdapat sekitar 1 juta orang meninggal melalui air minum dan sanitasi tidak aman. Rumah tangga dengan akses sumber air minum layak pada 2025 hanya 93,22% dari target nasional 100% pada 2024. Diare konsisten berada dalam 10 penyakit tertinggi di Kota Depok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan (kualitas mikrobiologi E. coli, jenis sumber air minum, lokasi sumber air minum, jarak sumber air minum dengan sumber pencemar, dan jenis tempat penyimpanan air minum), faktor perilaku (pengolahan air minum), dan faktor sosiodemografi (pendidikan, usia, dan pekerjaan) dengan kejadian diare di Kota Depok 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT). Analisis data mencakup univariat, bivariat dengan Chi-Square, dan multivariat dengan regresi logistik. Ditemukan hubungan antara kualitas mikrobiologis (E. coli) (p=0,026) dan jarak sumber air dengan septik tank (p=0,030) terhadap kejadian diare di Kota Depok. Kualitas mikrobiologis merupakan faktor dominan berpengaruh terhadap kejadian diare. Rumah tangga dengan kualitas mikrobiologi air yang tidak memenuhi syarat memiliki peluang kejadian diare 1,97 kali dibandingkan dengan rumah tangga dengan kualitas mikrobiologi yang memenuhi syarat (95%CI:1,133–3,435). Diperlukan kerjasama berbagai pihak dalam penyelenggaraan edukasi, pengawasan kualitas air minum, serta sanitasi aman.
Diarrhea is a gastrointestinal disorder that claims the lives of approximately 1 million people each year due to unsafe drinking water and sanitation. By 2025, only 93.22% of households have access to safe drinking water, falling short of the national target of 100% by 2024. Diarrhea consistently ranks among the top 10 diseases in Depok City. This study aims to analyze the relationship between environmental factors (microbiological quality of E. coli, drinking water source, location of the drinking water source, distance between the drinking water source and pollution sources, and drinking water storage), behavioral factors (drinking water treatment), and sociodemographic factors (education, age, and occupation) and the incidence of diarrhea in Depok City in 2025. The study used a cross-sectional design with secondary data from the Household Drinking Water Quality Surveillance (SKAMRT). Data analysis included univariate, bivariate analysis using the Chi-Square test, as well as multivariate analysis using logistic regression. Results showed an association between microbiological quality (E. coli) (p=0.026) and the distance between water source and the septic tank (p=0.030) and the incidence of diarrhea in Depok City. Microbiological quality was the most dominant factor influencing the incidence of diarrhea. Households with microbiological quality that do not meet standards had 1.97 times higher odds of experiencing diarrhea compared to households with microbiological quality that meets the standards (95%CI:1,133–3,435). Collaboration among various stakeholders is needed to provide education, monitor drinking water quality, and ensure safe sanitation regarding septic tanks.
S-12259
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
