Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23897 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurul Wahdiyah; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Yovsyah, Zulvia Oktanida Syarif
S-6714
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Rahayu; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Siti Nur Faizah
S-7929
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Hafsari; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Esti Nurwidiyanti
Abstrak: Jumlah kasus HIV / AIDS setiap tahunnya mengalami peningkatan, dan salah satu faktor yang menyebkan peningkatan kasus HIV adalah dengan adanya peningkatan jumlah penularan di kalangan pengguna NAPZA suntik. Masalah tersebut mendorong dilakukannya penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan status HIV pada pengguna NAPZA suntik di Klinik PTRM Rumah Sakit Ketergantungan Obat Cibubur Tahun 2014. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel 46 pasien NAPZA suntik di Klinik PTRM. Hasil penelitian menunjukkan status HIV ( + ) sebesar 63%, diketahui 87% penasun adalah laki-laki, 58.7% berusia 34 tahun, 71,7% memiliki tingkat pendidikan SMA, 58.7% menikah, 69.6% memiliki tingkat pengetahuan HIV yang baik, 63% penasun telah menyuntik 9 tahun, 50% penasun pertama kali menyuntik di usia < 19 tahun, 69.6% penasun menyuntik 3 kali sehari, 87% penasun berbagi jarum suntik, 43.5% penasun melakukan sterilisasi dengan air bersih, 60.9% penasun melakukan seks berisiko rendah, 80.4% penasun memanfaatkan LJSS, 52.2% telah mengikuti terapi metadon 4 tahun, 58.7% penasun mendapatkan NAPZA dari 2 sumber yang berbeda. Hasil uji Chi Square menyatakan terdapat hubungan yang bermakna antara usia pertamakali menyuntik (PR 1.8; P Value = 0.02), berbagi jarum suntik (PR 4.2; P Value =0.02), dan sterilisasi jarum menggunakan air bersih (PR 5.5; P Value = 0.006) dengan status HIV. Oleh karena itu perlu dikembangkan lagi akses terhadap jarum suntik steril bagi penasun.
Kata kunci: Status HIV, Pengguna NAPZA Suntik
Number of HIV/AIDS cases has increased every year, and one of factor that cause this rapid increases is the rise prevalence among injecting drug user.That problem encourage this study to observe the factors associated HIV status among Injecting Drug Users at Methadone Maintenance Treatment Program RSKO Jakarta in 2014. This study using cross sectional study with 46 sample of IDUs in methadone maintenance treatment program. The results shows that proportion of HIV ( + ) is 63%, most respondents (87%) are male, 58.7% aged 34 year, 71.7% have less or secondary high school, 58.7% married, 69.6% have good knowledge about HIV, 63% had injecting for 9 years, 50% first injecting drugs in < 19 years old, 69.6% injected drugs 3 times a day, 87% sharing needles, 43.5% rinsed needles with clean water, 60.9% having low risk sexual activity, 80.4% had utilize Needle and Syringe Program (NSP), 52.2% had join methadone maintenance treatment program for 4 year. The results of Chi-square test stated there are significant relationship between age of first injecting drugs(PR 1.8; P Value = 0.02), sharing needles (PR 4.2; P Value = 0.02) and rinsed needle with clean water (PR 5.5; P Value = 0.006) with HIV status. The results suggest that access of needle exchange programs should be developed.
Key words: HIV Status, Injecting Drug Users
Read More
S-8466
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Immi Rizky Budiyani; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Syahrizal Syarif, Endang Suharjanti
S-7819
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Surya Kusuma; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Yovsyah, Suarno
S-6666
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariescha Harjon; Pembimbing: Sudarti Kresno; Penguji: Rina A. Anggorodi, Tini Setiawan
S-5626
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reno Mardina; Pembimbing: Tri Yunis Miko; Penguji: Yovysah, Lindawati
S-7445
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henny Hermayani; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko, I.B.N. Banjar, Dondom Karolina Nadeak
T-3095
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winarsih; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Noer Endah Pracoyo
S-6967
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Setia Pradipta; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah; Weningtyas Purnomorini
Abstrak: HIV/AIDS telah menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di Jakarta. Untuk mengatasi permasalahan ini, di DKI Jakarta telah tersedia beberapa klinik VCT, salah satunya adalah klinik VCT Puskesmas Kecamatan Gambir. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross-sectional dengan melihat data sekunder dari isian formulir klinik VCT Puskesmas Kecamatan Gambir dari kurun waktu Januari-Desember 2011. Dari penelitian, didapatkan data sejumlah 95 klien, di mana sebanyak 20 orang memiliki status infeksi HIV positif. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan terakhir, status kerja, status pengunjung, alasan testing, dan riwayat tes dengan status infeksi HIV. Faktor yang berhubungan dengan status infeksi HIV antara lain: berjenis kelamin laki-laki(PR= 4,6, 95% CI= 1,67-12,84), belum menikah (PR= 3, 95% CI=1,39-6,62), penasun(PR= 5,9, 95% CI= 2,51-13,81), bergantian alat suntik dalam 6 bulan terakhir(PR= 2,8, 95% CI= 1,31-6,13), mengetahui informasi adanya tes dari petugas/kader(PR= 2,5, 95% CI= 1,18-5,27), pernah berhubungan seks berisiko dalam 6 bulan terakhir(PR= 0,22, 95% CI=0,1-0,49), dan mendapat informasi adanya tes dari dokter/bidan(PR= 0,39, 95% CI= 0,18-0,85). Dari hasil tersebut, maka perlu ditingkatkan sistem konseling dan pencatatan record dalam klinik VCT dan juga promosi kesehatan terutama mengenai HIV/AIDS di wilayah Jakarta, selain itu perlu dipertimbangkan untuk penelitian lanjutan dengan desain yang lebih baik analisis yang lebih valid untuk mengatasi kemungkinan bias dan confounding.
 

HIV/AIDS has became a major health problem among Jakarta’s population. To cope with this problem, many VCT clinics has been established in Jakarta, one of which is Gambir VCT Clinic. This research was conducted using cross-sectional method by using entries from Gambir VCT clinic’s forms between January-December 2011. There was 95 clients from the entries, from which, 20 clients got HIV positive status. There is no significant association between HIV test result and age, education, work status, client status, reason for testing, and history of testing. The factors associated with HIV test result are: male(PR= 4,6, 95% CI= 1,67-12,84), has not married(PR= 3, 95% CI=1,39-6,62), IDUs(PR= 5,9, 95% CI= 2,51-13,81), sharing needles in past 6 months PR= 2,8, 95% CI= 1,31-6,13), got the information of testing from field officers(PR= 2,5, 95% CI= 1,18-5,27), having unsafe sex in past 6 months(PR= 0,22, 95% CI=0,1-0,49), and got the information of testing from doctors/midwives(PR= 0,39, 95% CI= 0,18-0,85). From those results, it is recommended to improve the recording and counseling system in the VCT clinic and also the health promotion regarding HIV/AIDS in Jakarta, it is also necessary to consider doing an advanced research with better design and more valid analysis to eliminate the probability of bias and confounding.
Read More
S-7568
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive