Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38492 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indriya Laras Pramesthi; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Pudjo Hartono
S-6739
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusi Indah Pratiwi; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Evi Fatimah
Abstrak: Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) adalah minuman dengan gula tambahan dalam jumlah yang tinggi dan menambah kalori asupan serta mengandung sedikit atau tidak ada zat gizi sama sekali (Bogart et al., 2017; Haughton et al., 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi SSBs pada remaja di SMA Islam PB Soedirman Jakarta Timur Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan pada bulan Mei 2019 di SMA Islam PB Soedirman Jakarta dengan jumlah responden sebanyak 115 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner secara mandiri oleh responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda model prediksi. Berdasarkan hasil analisis univariat diketahui 62,6% responden mengonsumsi SSBs tingkat tinggi (≥2x/minggu). Hasil bivariat menunjukan jenis kelamin, konsumsi SSBs ibu, konsumsi SSBs teman, ketersediaan SSBs di rumah dan ketersediaan SSBs di sekolah berhubungan dengan konsumsi SSBs pada remaja. Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor dominan yang berhubungan dengan konsumsi SSBs adalah ketersediaan SSBs di sekolah. Responden yang menganggap SSBs tersedia di sekolah berpeluang 3,3 kali untuk mengonsumsi SSBs tingkat tinggi dibandingkan dengan yang tidak menganggap SSBs tersedia di sekolah. Peneliti menyarankan kepada siswa untuk selektif dalam memilih minuman dan membawa botol minum agar mengurangi konsumsi SSBs di luar rumah. Pihak sekolah disarankan untuk memberikan edukasi mengenai konsumsi SSB, mengedukasi kantin serta membatasi SSBs yang tersedia dikantin, membuat gerakan membawa botol minum, dan dapat menyediakan sarana isi ulang air minum untuk para siswa. Masyarakat disarankan untuk memperhatikan jenis minuman yang tersedia di rumah dan memberikan contoh konsumsi minuman yang lebih sehat kepada anak.
Kata kunci: Ketersediaan SSBs, remaja, sugar-sweetened beverages.
Read More
S-10022
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfa Fauzia; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Asih Setiarini, Itje Aisah Ranida
S-7243
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qurratu A. Amran; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah M. Utari, Itje Aisah Ranida
S-7085
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novia Dila Rohimah; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Triyanti, Nurfi Afriansyah
Abstrak: Fast food atau makanan cepat saji mengandung tinggi lemak, natrium, indeks glikemik, dan padat energi, namun rendah akan serat, vitamin, dan mineral lain. Mengonsumsi fast food secara terus-menerus tanpa diimbangi dengan olahraga dan konsumsi buah serta sayuran yang adekuat pada masa remaja akan berdampak pada tekanan darah tinggi saat dewasa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan asupan energi fast food pada remaja. Desain penelitian yang digunakan adalahcross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan wawancara FFQ (Food Frequency Quantitative) semi kuantitatif pada bulan April 2016. Penelitian ini melibatkan144 siswa SMP Islam PB Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median asupan energi fast food siswa adalah sebesar 372 kkal/hari atau setara 15% AKG remaja laki-laki dan 17,5% AKG remaja perempuan. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi fast food dengan jenis kelamin (p=0,001), uang saku (p=0,003), kebiasaan sarapan (p=0,0001), preferensi fast food(p=0,027), dan frekuensi konsumsi fast food orang tua (p=0,0001). Siswa disarankan untuk mengurangi konsumsi fast food terutama sebagai camilan, tidak melewatkan sarapan, dan memilih jajanan yang sehat. Kata kunci Asupan energi fast food,fast food,remaja
Read More
S-9065
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farisa Milla S; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusdinar Achmad, Nurfi Afriansyah
Abstrak: Kalsium merupakan zat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan kalsium berdasarkan frekuensi konsumsi susu, frekuensi konsumsi sumber kalsium lain, preferensi rasa susu, kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, jenis kelamin, pengetahuan mengenai kalsium, dan uang saku. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan dilakukan pada 120 siswa SMP Islam PB Soedirman Jakarta Timur selama bulan April 2016. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dan asupan kalsium diukur dengan wawancara food recall 2x24 jam. Data dianalisis dengan menggunakan uji t-test independent. Hasil penelitian ini menunjukkan 46% memiliki asupan kalsium kurang dengan rata-rata asupan kalsium 428± 340,3 mg. Analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan asupan kalsium yang signifikan berdasarkan frekuensi konsumsi susu, preferensi rasa susu, jenis kelamin, dan pengetahuan mengenai kalsium. Kata kunci : Kalsium, asupan kalsium, remaja, konsumsi susu, preferensi rasa
Calcium plays a central role in human's growth. This research aims to explore and determine the differences of calcium intake based on milk consumption frequency, other calcium-rich foods sources frequency, milk-taste preferences, breakfast habit, physical activity, sex, calcium-related knowledge, and pocket money. This research adapts cross-sectional design with a total of 120 students of PB Soedirman Islamic Junior High School in West Jakarta during April 2016. Data was collected using questionnaire and food recall (2x24 hours) method to measure calcium intake. The data was analyzed using t-test independent test. The results showed that 46% of the students had calcium intake below 924 mg/day and the average calcium intake was 428±340.3 mg. Bivariate analysis results showed significant mean-difference of calcium intake based on milk consumption frequency, milk taste preference, sex, and calcium-related knowledge. Keywords : Calcium, calcium-intake, adolescent, milk consumption, taste preference
Read More
S-9086
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahya Ning Fitri; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Itje Aisah Ranida
S-7090
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deanyta Puspa Dwita; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Asih Setiarini, Adhi Dharmawan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungandengan ketidakpuasan citra tubuh pada anak usia sekolah di SDI PB SoedirmanJakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain crosssectional pada total responden 137 siswa. Pengambilan data dilakukan denganpengisian kuesioner dan pengukuran antropometri, meliputi pengukuran beratbadan menggunakan timbangan dan pengukuran tinggi badan menggunakanmicrotoise, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa 62,8% siswa mengalami ketidakpuasan citra tubuh. Statusgizi, distorsi citra tubuh, riwayat diet, pengaruh orang tua, dan pengaruh mediamassa memiliki hubungan yang bermakna dengan ketidakpuasan citra tubuh.Peneliti menyarankan agar siswa diberikan informasi dan edukasi yangberhubungan dengan status gizi, diet seimbang, dan gaya hidup sehat.Kata kunci: Ketidakpuasan citra tubuh, anak usia sekolah
This study aims to determine factors associated with body imagedissatisfaction amongst School-Age Children at SDI PB Soedirman Jakarta. Thisresearch will be based on a quantitative cross-sectional research method on 137students. Data were collected from questionnaire and anthropometricmeasurements, including weight measurement using weight scales and heightmeasurements using microtoise, then analyzed using chi-square test. The resultsshowed that 62,8% students were dissatisfied with their body. Nutritional status,body image disturbance, weight-loss diet, parental influence, and media influencehas a significant association with body image dissatisfaction. Researcher suggeststhat students could be given information and education related to nutritional status,balanced diet, and healthy lifestyle.Keywords: Body image dissatisfaction, school-age children.
Read More
S-9225
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ati Diani; Pembimbing: H. E. Kusdinar Achmad; Penguji: Kusharisupeni, Triyani Kresnawan, Iip Syaiful
T-3425
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gumanti Cita Murni; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Kusnidar Achmad, Muhamad Nasir
S-6537
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive