Ditemukan 35892 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Laporan hasil penelitian merupakan produk dari kegiatan penelitian dan pengembangan, yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk evaluasi kegiatan dan perencanaan program kegiatan yang akan datang. Untuk mengolah data laporan hasil penelitian beserta sumber daya peneliti agar memberikan manfaat bagi kegiatan program, diperlukan suatu model perangkat lunak sistem informasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Dari analisis dokumen, analisis sistem berjalan serta analisis kebutuhan informasi, dikembangkan model perangkat lunak Sistem Informasi Hasil Penelitian yang dapat mengolah data laporan hasil penelitian beserta data sumber daya peneliti sehingga menghasilkan informasi mengenai peta bidang penelitian dan bidang kepakaran, distribusi dukungan dan persentase capaian target program Renstra maupun target institusi, prediksi sumber daya peneliti berdasarkan bidang kepakaran yang akan memasuki masa purna bakti. Informasi ini dapat dipergunakan oleh pihak Perencana Program sebagai dukungan data dalam perencanaan agenda penelitian dan bidang kepakaran peneliti. Selain memberikan manfaat lain dari segi administratif. Kata kunci: sistem informasi, laporan penelitian, perencanaan penelitian, perencanaan sumber daya peneliti.
ABSTRACT
Information Systems of Research Report for Research Agenda and Researchers Resources Planning (Case Studies in Center of Applied Technology for Health and Clinical Epidemiology) Research Report is a product of research and development activities, which can be used as a tool for evaluating activities and planning next program activities. To process the research data report and the researcher resources to provide benefits for program activities, we need a model of information system software. This study is a descriptive qualitative research design. From document analysis, on going system analysis and information needs analysis, was developt software model of Information Systems Research which can process research report data and reasearcher resources data to produce information of the research fields map and expertise, support distribution and the percentage of target achievement program Strategic Plan and the target institutional, resource prediction based on field expertise of researchers who will be retired. This information can be used by program planner as data support in planning research agenda and expertise of researchers. In addition to providing other benefits in terms of administrative Keywords : information system, research report, research agenda
Angka kejadian preeklampsia dan eklampsia di RSUP Fatmawati mengalami kenaikan setiap tahunnya, yaitu 3,25%, 4,49% dan 7,39% untuk kasus preeklamsia berat pada tahun berturut-turut 2008, 2009 dan 2010. Dan untuk kasus eklamsia sebesar 1,82%, 1,73% dan 2,11% pada tahun 2008, 2009, dan 2010. Pre eklampsia yang tidak ditangani secara tepat dan adekuat dapat berlangsung menjadi eklampsia dan dapat berakhir menjadi kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian MgSO4 pada pasien preeklamsia berat di tempat pra rujukkan RSUP Fatmawati terhadap kejadian eklamsia. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kohort retrospektif dengan menggunakan data rekam medik penderita preeklamsia berat tahun 2009 – 2010. Sampel pada penelitian ini adalah 18 penderita preeklamsia berat yang diberikan MgSO4 dan 90 penderita preeklamsia berat yang tidak diberikan MgSO4. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini diperoleh 11.1% ibu yang diberikan MgSO4 mengalami eklamsia dan 15,6% ibu yang tidak diberikan MgSO4 juga mengalami eklamsia. Hasil analisis lebih lanjut diperoleh bahwa tidak ada pengaruh pemberian MgSO4 pada pasien preeklamsia berat di tempat pra rujukkan RSUP Fatmawati terhadap kejadian eklamsia. Pemberian MgSO4 pada pasien preeklamsia berat di tempat pra rujukkan wilayah kerja RSUP Fatmawati masih cukup rendah yaitu hanya 15,1%. Tidak adanya pengaruh pemberian MgSO4 pada pasien preeklamsia berat di tempat pra rujukkan RSUP Fatmawati terhadap kejadian eklamsia ini disebabkan kondisi pasien yang memburuk dan dosis pemberian MgSO4 tidak sesuai standar, sehingga tidak memberikan efek pencegahan terhadap kejadian eklamsia. Adanya hasil penelitian ini daiharapkan dapat dijadikan masukkan baik bagi RSUP Fatmawati maupun fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan RS lainnya dalam hal penanganan preeklamsia dan eklamsi yang tepat khususnya pemberian MgSO4, dan semoga dapat menggelitik peneliti lainnya untuk mengkaji lebih dalam tentang tingkat kepatuhan petugas dalam penanganan preeklamsia dan eklamsia khususnya pemberian MgSO4 sebelum dirujuk. Kata kunci : Pemberian MgSO4, tempat pra rujukkan
The incidence of preeclampsia and eclampsia in Fatmawati Hospital has increased each year, namely 3.25%, 4.49% and 7.39% for cases of severe preeclampsia in consecutive years 2008, 2009 and 2010. And for cases of eclampsia at 1.82%, 1.73% and 2.11% in 2008, 2009, and 2010. Pre-eclampsia is not treated appropriately and adequately consequentive to eclampsia and may end up being the death. The purpose of this study was to determine the effect of MgSO4 in patients with severe preeclampsia in the pre-referral Fatmawati Hospital on the incidence of eclampsia. The design of this study using a retrospective cohort approach using medical record data in patients with severe preeclampsia from 2009 to 2010. The sample in this study were 18 patients with severe preeclampsia given MgSO4 and 90 patients with severe preeclampsia who are not given MgSO4. Analysis of the data used is logistic regression analysis. The results of this study was obtained 11.1% mothers administered MgSO4 eclampsia and 15.6% had mothers who had not given MgSO4 also had eclampsia. Further analysis of the results obtained that there was no effect of MgSO4 in patients with severe preeclampsia in the pre-referral Fatmawati Hospital on the incidence of eclampsia. Provision of MgSO4 in patients with severe preeclampsia in the pre-referral work areas Fatmawati Hospital is still quite low at only 15.1%. And the lack of effect of MgSO4 in patients with severe preeclampsia in the pre-referral Fatmawati Hospital on the incidence of eclampsia is due to the deteriorating condition of the patient and the administered dose of MgSO4 is not standardized, so that no preventive effect on the incidence of eclampsia. The existence of these research results are expected to be entered for both the Fatmawati Hospital and primary health care facilities and other hospitals in the handling of pre-eclampsia and eclampsia are appropriate in particular the provision MgSO4, and hopefully be able to tickle other researchers to examine more deeply about the level of compliance officers in the handling of preeclampsia and eclampsia, particularly the provision of MgSO4 before referenced. Key words: Giving MgSO4, where pre-referral
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi lama hari rawat dan total tagihan rawat inap pasien stroke hemoragik di Unit Stroke Rumah Sakit “X” Yogyakarta tahun 2011-2012. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien di unit stroke dengan diagnosis utama stroke hemoragik yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian mendapatkan persamaan regresi untuk estimasi lama hari rawat pada pasien keluar hidup yaitu; Lama Hari Rawat = 7,046 + 0,023 (umur) + 0,935 (jenis kelamin) + 0,118 (diagnosis sekunder) + 8,024 (riwayat ICU) + 1,744 (hari keluar). Persamaan regresi untuk mengestimasi total tagihan rawat inap yaitu; Total Tagihan Rawat Inap = Rp 2.854.882 + Rp 7.810 (umur) + Rp 162.803 (diagnosis sekunder) + Rp 3.738.001 (ICU) + Rp 364.164 (lama hari rawat) – Rp 384.543 (hari masuk) + Rp 854.197 (kelas I) Rp 1.971.282 (VIP). Diharapkan hasil penelitian ini berguna bagi penderita stroke dan keluarga, manajemen rumah sakit, pihak pembayar dan para pembuat kebijakan dalam mengantisipasi dampak ekonomi dari meningkatnya kasus stroke.Beban ekonomi akibat stroke terutama karena biaya perawatan di rumah sakit semakin meningkat seiring meningkatnya kejadian stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi lama hari rawat dan total tagihan rawat inap pasien stroke hemoragik di Unit Stroke Rumah Sakit “X” Yogyakarta tahun 2011-2012. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien di unit stroke dengan diagnosis utama stroke hemoragik yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian mendapatkan persamaan regresi untuk estimasi lama hari rawat pada pasien keluar hidup yaitu; Lama Hari Rawat = 7,046 + 0,023 (umur) + 0,935 (jenis kelamin) + 0,118 (diagnosis sekunder) + 8,024 (riwayat ICU) + 1,744 (hari keluar). Persamaan regresi untuk mengestimasi total tagihan rawat inap yaitu; Total Tagihan Rawat Inap = Rp 2.854.882 + Rp 7.810 (umur) + Rp 162.803 (diagnosis sekunder) + Rp 3.738.001 (ICU) + Rp 364.164 (lama hari rawat) – Rp 384.543 (hari masuk) + Rp 854.197 (kelas I) Rp 1.971.282 (VIP). Diharapkan hasil penelitian ini berguna bagi penderita stroke dan keluarga, manajemen rumah sakit, pihak pembayar dan para pembuat kebijakan dalam mengantisipasi dampak ekonomi dari meningkatnya kasus stroke.
ABSTRACT The economic burden of stroke due primarily because of the cost of hospital care are increasing with the increasing incidence of stroke. This study aims to determine the estimated length of stay of hospitalization and the total hospitalization billings of hemorrhagic stroke patients in Stroke Unit "X" Hospital, Yogyakarta, 2011-2012. The research design used was cross-sectional. The sample in this study were all patients at the Stroke Unit with a primary diagnosis of hemorrhagic stroke who meet the inclusion criteria. The results got the regression equation for estimating length of stay is; Length of Stay = 7,046 + 0,023 (age) + 0,935 (sex) + 0,118 (secondary diagnose) + 8,024 (history in ICU) + 1,744 (day of discharge). The regression equation for estimating Inpatient Total Billings = Rp 2.854.882 + Rp 7.810 (age) + Rp 162.803 (secondary diagnose) + Rp 3.738.001 (history in ICU) + Rp 364.164 (length of stay) – Rp 384.543 (day of admission) + Rp 854.197 (class I) Rp 1.971.282 (VIP).
ABSTRAK
Kinerja Satuan Pemeriksa Internal (SPI) di Rumah Sakit BLU dalam pengendalian internal dirasakan masih belum optimal karena masih terdapatnya temuan auditor ekternal yang tidak terdeteksi oleh SPI dan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) oleh BPK terhadap laporan keuangan Kemenkes Tahun 2011. Laporan tersebut menunjukan adanya kelemahan atas kegiatan pengendalian internal yang memerlukan perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai hubungan kompetensi, motivasi, independensi dan pemahaman good governance terhadap kinerja SPI di 15 Rumah Sakit BLU Kemenkes R.I Tahun 2013. Penelitian ini memiliki disain cross sectional dengan dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Pengukuran variabel menggunakan kuesioner dengan merujuk pada penelitian sebelumnya dan analisa data dilakukan dengan regresi linier berganda. Penelitian ini membuktikan bahwa dari hasil anlisis bivariat bahwa seluruh variabel mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kinerja SPI. Sedangkan dari hasil analisis multivariat membuktikan variabel motivasi tidak berhubungan sedangkan variabel kompetensi, independensi dan pemahaman good governance memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja SPI. Variabel independensi memiliki hubungan yang paling kuat. Ditingkatnya kemampuan kompetensi, pengakuan dan kejelasan karier auditor, jaminan bekerja secara independen, dan pemahaman tata kelola yang baik akan meningkatkan kinerja SPI di rumah sakit.
ABSTRACT
Performance of the Internal Audit Unit (IAU) at BLU Hospital in perceived internal control is still not optimal, is still the presence of external auditors' findings were not detected by the SPI and opinions Fair With exceptions (WDP) by BPK on the financial statements of Ministry of Health in 2011 showed the weakness of the activities internal controls that need improvement. This study aimed to obtain information about the relationship of competence, motivation, independence and understanding of good governance on the performance of SPI in BLU Strathmore University Hospital in 2013. This study has a cross-sectional design using primary data and variable measurement is done with a questionnaire with reference to previous research. This study proves that the results of the bivariate analysis results prove competence, motivation, independence and understanding of good governance significantly related to the performance of SPI. In multivariable motivational variables are unrelated and independent variables have the greatest relationship. Increased ability competence, recognition of the results of the examination, warranty work independently, and understanding of good governance will improve the performance of SPI in the hospital.
Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan prosedur kerja dari setiap jenis kegiatan pelayanan yang diberikan. Bila dilihat dari pendekatan sistem yang terdiri dari komponen masukan, proses, keluaran, maka SOP dapat dikatakan sebagai komponen proses. Dari data laporan tahunan RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, untuk tiga tahun terakhir nilai indikator-indikator kesehatan menggambarkan rendahnya mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan proses pelaksanaan SOP pelayanan rawat inap oleh perawat dalam meningkatkan mutu pelayanan di RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman tahun 2000. Penelitian dilakukan secara observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian merupakan observasi kegiatan oleh perawat di ruang rawat inap. Sedangkan jumlah sampel adalah 64 kali observasi yang dilakukan oleh 32 orang perawat di ruang rawat inap RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Pengumpulan data menggunakan tiga buah instrumen. Instrumen untuk perawat dan pasien berupa data sekunder. Instrumen untuk pelaksanaan SOP berupa data primer. Pengolahan data menggunakan program Epi Info dan SPSS, sedangkan analisis data dengan melakukan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan hahwa faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan pada cc=0,05 terhadap pelaksanaan SOP adalah pendidikan, status pernikahan, beban kerja, diagnosa penyakit, dan kemandirian pasien. Faktor yang paling dominan adalah beban kerja dimana perawat yang tidak diberi tugas rangkap akan cenderung bekerja sesuai dengan SOP 6,564 kali dibanding dengan perawat yang punya tugas rangkap. Untuk itu perlu kiranya pertimbangan sejauh mungkin agar tidak memberikan tugas rangkap kepada perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman.
Factors Related to Implementation of SOP of in-Patient Service by Nurses in Increasing the Quality of Service in Regional General Hospital Regency of Pasaman Year 2000.Standard Operating Procedure (SOP) is the work procedure of each type of service activities provided. In terms of system approach that consists of input, process, output process components, the SOP is a part of the process component. From the annual report of Lubuk Sikaping Regional General Hospital, in regency of Pasaman, for the past three years it turned out that the health indicators that describe the health service quality is not in accordance with to the expected level_ The purpose of this research is to identify the factors related to the implementation process of the SOP of in-patient service by nurses in improving the service quality in the regional general hospital of Lubuk Sikaping in 2000. This research is done through observation with cross sectional method. The population of the research is observation activities from nurses that in charge in an in-patient room. While the sample of the research is 64 observation activities from 32 nurses that in charge in an in-patient room of the Regional General Hospital of Lubuk Sikaping. The data collection is done by using 3 instruments. The instrument for nurses and patients are obtained from secondary data. While instrument for SOP is primary data. The data processing is done by using Epi Info and SPSS, while the data analysis is done by using univariate, bivariate, and multivariate analysis. The result of this research indicates the factors that related significantly within a=0.05 toward the implementation of SOP is education, marital status, workload, diseases diagnosis, and self-sufficiency of patients. The most dominant factors is the workload in which the nurses that have no multiple tasks will tend work according the SOP 6.564 times compared to the nurses that have multiple tasks. Therefore, the management of the Regional General Hospital of Lubuk Sikaping needs to consider not to give multiple task to nurses that are in charge in the in-patients ward. Bibliography 30 (1980 - 2000)
