Ditemukan 36432 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dessy Indriaana Hatta; Pembimbing: Ratu AYu Dewi Sartika; Penguji: Agustin Kusumayti, Dian Ayubi, Budi Rahayu
T-3355
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maulana; Pembimbing: Hafizzurachman; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Agustin Kusumawati, Bairizal; Irawati Sukandar
T-3540
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andy Jap ;Pembimbing; Kusdinar Achmad ;Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dian Ayubi, Tjutjun Maksum, Sumarti
T-902
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indrati Wahyuni; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Wachyu Sulistiadi
Abstrak:
Read More
Kesakitan dan kematian ibu di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan utama, terlebih lagi 90% kematian ibu disebabkan oleh perdarahan, infeksi dan eklamsi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu adalah meningkatkan dan memastikan kualitas pelayanan kebidanan yang diberikan kepada setiap ibu. Program KIA sebagai salah satu unsur pelayanan kesehatan dasar yang prioritas terutama pelayanan antenatal karena keberhasilannya menurunkan Angka kematian Ibu (AKI). Pelayanan antenatal yang berkualitas merupakan pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil sesuai dengan standar artinya dalam melaksanakan perneriksaan antenatal bidan mematuhi seluruh tahapan yang telah ditetapkan. Karena pelayanan antenatal yang berkualitas selain menurunkan AKI juga memberi dampak pada penurunan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Dalam manajemen sumber daya manusia, kepuasan kerja karyawan perlu diperhatikan. Banyak faktor yang mempengaruhi kepatuhan bidan terhadap standar pelayanan antenatal, seperti faktor-faktor individu, eksternal, psikologis. Namun karena keterbatasan peneliti hanya mengkaji hubungan antara kepatuhan dengan faktor-faktor individu, faktor-faktor eksternal dan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran kepatuhan bidan terhadap standar pelayanan antenatal, gambaran kepuasan kerja serta mengkaji faktor-faktor apa yang berhubungan dengan kepatuhan tersebut. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 79 orang bidan yang merupakan bidan koordinator di unit pelayanan KIA puskesmas se Kotamadya Jakarta Selatan. Seluruh anggota populasi diambil sebagai sampel (total sampling) Hasil analisis univariat menunjukan bahwa 56 (70,9%) responden patuh terhadap standar pelayanan antenatal dan 23 (20,1%) balm patuh, dengan rata-rata tingkat kepatuhan 79,96%. Adapun tahapan pelayanan antenatal yang jarang dilakukan oleh bidan adalah konseling (51,9%). Kepuasan kerja bidan di unit pelayanan KIA rata-rata mencapai skor 50,44 (skor tertinggi 72). Faktor-faktor yang membuat bidan merasa tidak puas adalah penghasilan, dan kesempatan meningkatkan pendidikan dan mengikuti pelatihan. Hasil analisis bivariat menunjukan hubungan yang bermakna antara kepatuhan bidan dan kepuasan kerja, umur, masa kerja, pengetahuan, supervisi dan pelatihan. Hasil uji regresi logistik ganda menunjukan bahwa kepatuhan terhadap standar dipengaruhi secara bersama-sama oleh supervisi, pengetahuan dan masa kerja. Disarankan kepada Kepala Puskesmas maupun dari Suku Dinas Kesehatan Kotamadya Jakarta untuk meningkatkan pelaksanaan supervisi berupa pengawasan dan pembinaan kepada bidan di puskesmas mengenai pelayanan antenatal. Selain itu dalam rangka learning organization sudah seharusnya setiap organisasi membentuk gugus kendali mutu sebagai proses pembelajaran untuk perbaikan berkesinambungan. Untuk meningkatkan pengetahuan bidan tentang pelayanan antenatal perlu diselenggarakan pendidikan dan pelatihan berkala tentang pelayanan antenatal aspek konseling, pengertian secara luas tentang pelayanan antenatal. Daftar bacaan : 55 (1975 - 2002)
Relationship Between Work Satisfaction and Midwife's Compliance to Antenatal Care Standard in Mother and Child Health Care Unit in Community Health Centers in Youth Jakarta Year 2003Maternal morbidity and mortality in Indonesia is still a major public health problem, moreover with 90% of maternal mortalities were caused by bleeding, infection, and eclampsia. One effort to accelerate the reduction of maternal mortality rate is to ascertain and to improve the midwifery care quality provided to mother. MCH program as one of the primary health care component particularly ANC is prioritized because of its success in reducing the MMR. Quality ANC is health care provided to pregnant women in accordance to given standard. Quality ANC besides its effect in reducing MMR, also reduce low birth weight (LBW) incidence. In human resource management, employee's work satisfaction should be paid attention. There are several factors influencing midwife's compliance to ANC standard such as individual, external, and psychological factors. This study aimed to provide description on midwife's compliance to ANC standard, description on work satisfaction, and analyze factors related to compliance. Design used in this study was across-sectional with 79 midwives as respondent, all were midwife coordinator in MCH unit in community health centers in South Jakarta township. All population served as sample (total sample). The univariate analysis showed that 56 (70.9%) respondents-complied to ANC standard and 23 (20.1%) did not comply to the standard, with average level of compliance of 79.96%. Step in ANC that was rarely done by midwives was counseling (51.9%). Midwife's work satisfaction was 50.44 on average (highest score=72). Factors causing unsatisfaction among midwives were income, and chance to improve education level and training. Logistic regression showed that compliance was influenced by supervision, knowledge, and length in work simultaneously. It is suggested to both Heads of Community Health Center and South Jakarta Health Office to improve supervision in terms of monitoring and guiding head of midwives in community health center about antenatal care. Besides, within the framework of learning organization, each organization should provide quality control unit as a learning process for continuous improvement. Periodic education and training about ANC, and counseling should be provided to improve midwife's knowledge. References: 55 (1975-2002)
T-1786
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tika Puspa Ryanthi; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dian Ayubi, Indra R. Dharmawan, Didik Supriyono
Abstrak:
Read More
uskesmas Tanjungsari merupakan satu-satunya puskesmas di Kabupaten Bogor yang sudah mengintegrasikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil dengan pemeriksaan antenatal ibu hamil (ANC) sesuai dengan standar yang ditetapkan Permenkes 89 tahun 2015. Hal ini menyebabkan cakupan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamilnya tertinggi se-Kabupaten Bogor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan desain studi kasus.Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020 di Puskesmas Tanjungsari dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dengan 5 orang informan yaitu penanggung jawab yankesgilut di dinas kesehatan, kepala puskesmas, penanggungjawab poli gigi, penanggung jawab KIA, dan bidan KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi input puskesmas Tanjungsari memiliki tenaga kesehatan dan alat kesehatan yang cukup, tidak ada pemberian tugas tambahan kepada penanggungjawab poli gigi selain tupoksinya sebagai dokter gigi, namun ada kekurangan di bahan medis habis pakai dan belum memiliki SOP yang terintegrasi. Dari sisi proses terdapat dukungan kepala puskesmas, sudah melakukan sosialisasi dengan lintas program dan kepada masyarakat. Pelaksanaan program di dalam gedung sudah terintegrasi dengan pelayanan antenatal dan pelaksanaan program di luar gedung melalui posyandu dan kelas ibu, namun terdapat kelemahan dari sisi pengawasan dan pengendalian program. Puskesmas Tanjungsari tidak mengetahui target dari program pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil. Output cakupan pelaksanaan program semester awal 2020 puskesmas Tanjungsari sebesar 17,4 % dan jumlah bayi BBLR adalah 15 orang. Hasil penelitian menyarankan agar program ini diintegrasikan dengan ANC dengan menggunakan SOP yang terintegrasi, perlu peningkatan pengawasan dan pengendalian, serta penetapan dan sosialisasi target, dan menemukan metode yang tepat untuk dapat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tanpa melakukan tatap muka secara langsung.
Puskesmas Tanjungsari is the only puskesmas in Bogor Regency that has integrated oral and dental health services for pregnant women with antenatal examination for pregnant women (ANC) in accordance with the standards set by Permenkes 89 of 2015. This causes coverage of dental and oral health services for pregnant woman was the highest in Bogor Regency. This type of research is a qualitative study using a case study design. The study was conducted in May-June 2020 at the Tanjungsari Community Health Center and Bogor District Health Office with 5 informants, namely the person in charge of oral and dental services, the head of the puskesmas, the person in charge of dental clinic, the person in charge of MCH, and the MCH midwife.The results showed that from the input side of the Tanjungsari puskesmas had sufficient health workers and medical devices, there was no additional assignment to the person in charge of dental clinic besides their duty as a dentist, but there was a shortage in consumable medical materials and did not yet have an integrated SOP. From the aspect of the process there is support from the head of the puskesmas, has carried out socialization by cross-program and the community. Program implementation inside the building has been integrated with antenatal services and program implementation outside the building through posyandu and mother classes, but there are weaknesses in terms of program supervision and control. Puskesmas Tanjungsari does not know the targets of the dental and oral health service program for pregnant women. The output of the implementation of the program in the early semester of 2020 at the Tanjungsari Community Health Center was 17.4% and the number of LBW infants was 15 people. The results of the study suggest that this program is integrated with the ANC by using an integrated SOP, it is necessary to increase supervision and control, as well as setting and socializing targets, and finding the right methods to be able to disseminate and educate the public without direct face-to-face meetings
Puskesmas Tanjungsari is the only puskesmas in Bogor Regency that has integrated oral and dental health services for pregnant women with antenatal examination for pregnant women (ANC) in accordance with the standards set by Permenkes 89 of 2015. This causes coverage of dental and oral health services for pregnant woman was the highest in Bogor Regency. This type of research is a qualitative study using a case study design. The study was conducted in May-June 2020 at the Tanjungsari Community Health Center and Bogor District Health Office with 5 informants, namely the person in charge of oral and dental services, the head of the puskesmas, the person in charge of dental clinic, the person in charge of MCH, and the MCH midwife.The results showed that from the input side of the Tanjungsari puskesmas had sufficient health workers and medical devices, there was no additional assignment to the person in charge of dental clinic besides their duty as a dentist, but there was a shortage in consumable medical materials and did not yet have an integrated SOP. From the aspect of the process there is support from the head of the puskesmas, has carried out socialization by cross-program and the community. Program implementation inside the building has been integrated with antenatal services and program implementation outside the building through posyandu and mother classes, but there are weaknesses in terms of program supervision and control. Puskesmas Tanjungsari does not know the targets of the dental and oral health service program for pregnant women. The output of the implementation of the program in the early semester of 2020 at the Tanjungsari Community Health Center was 17.4% and the number of LBW infants was 15 people. The results of the study suggest that this program is integrated with the ANC by using an integrated SOP, it is necessary to increase supervision and control, as well as setting and socializing targets, and finding the right methods to be able to disseminate and educate the public without direct face-to-face meetings
T-5992
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ria Sonata; Pembimbing: Yayuk Hartriyanti; Penguji: Adang Bachtiar
Abstrak:
Read More
Dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, Departemen Kesehatan RI mencanangkan Gerakan Nasional Kehamilan yang Aman (Making Pregnancy Safer - MPS) dengan salah satu strategi yang dilaksanakan adalah meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan kesehatan. Berdasarkan SKRT tahun 1995 ditemukan 22,1% wanita hamil selama kehamilannya tidak pernah melakukan pemeriksaan antenatal. Kota Depok yang sedang mengalami perkembangan mempunyai gambaran yang tidak jauh berbeda. Walaupun angka cakupan pemeriksaan antenatal tinggi, namun dari segi kualitas masih belum memuaskan (Profil Kesehatan Kota Depok Tahun 2001). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan dan pengetahuan ibu hamil terhadap mutu pelayanan antenatal di Puskesmas Kota Depok. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, dengan jumlah sampel ibu hamil sebanyak 97 orang dan 15 orang bidan responden pelaksana antenatal dari sepuluh puskesmas di wilayah Depok. Skor kepuasan dan pengetahuan ibu hamil sebesar 91,65 dan 70,27. Skor mutu pelayanan antenatal sebesar 54,16. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh hubungan yang bermakna antara variabel pendidikan, pekerjaan, dan penolong persalinan dengan pengetahuan (p< 0,02). Tidak ada hubungan antara karakteristik ibu hamil dengan kepuasan. Dari lima dimensi kepuasan maka skor rata-rata kepuasan yang paling rendah berturut-turut adalah dimensi tangible (89,89), responsiveness (91,06), dan reliability (91.27). Berdasarkan analisis terhadap diagram kartesius, terdapat dua unsur yang perlu diprioritaskan untuk diperhatikan yaitu: kelengkapan alat-alat yang digunakan dan kebersihan serta kenyamanan ruang periksa. Disarankan agar puskesmas (1) meningkatkan kebersihan, kerapian dan kenyamanan ruang periksa dan ruang tunggu pasien. (2) memperbaiki dan meningkatkan pelayanan melalui ketepatan jadwal dan kecepatan dalam memberikan pelayanan. (3) membentuk gugus kendali mutu yang akan memantau pelaksanaan mutu pelayanan di puskesmas, (4) melakukan pelatihan SPK antenatal bagi seluruh bidan di puskesmas dan pembinaan secara berkala agar kepatuhan terhadap SOP dapat ditingkatkan, (5) melakukan pengukuran kepuasan dengan metode SERVQUAL. Daftar bacaan. 46 (1980-2002)
Some Factors Related to Satisfaction and Knowledge of Pregnant Women towards Antenatal Care in Ten Health Centres in Depok in 2002In reducing the Maternal Mortality Rate in Indonesia, the Ministry of Health have launched national movement for Making Pregnancy Safer (MPS). One of the MPS' strategy is to increase the health service quality and coverage. The Household Survey (SKRT) in 1995 found 22.1 % of pregnant women never had antenatal care visit. Depok as one of developing city in West Java, have the same picture. Although the antenatal care coverages are high, the qualities are not satisfying (Profit Kesehatan Kota Depok, 2001) The objective of this study is to get the information about satisfaction and knowledge level of pregnant women towards antenatal care in ten Health Centres in Depok. The sample of this cross sectional study were 97 pregnant women and 15 midwives from the sampled Health Centers. The score of satisfaction and knowledge are 91.65 and 70.27. The score of antenatal care quality are 54.16. Based on statistical analysis, there are correlation between education, job, and delivery assistance with knowledge (p< 0.02). There are no relation between the characteristics of pregnant women with satisfaction. The lowest score of five dimensions are tangible (89,89), responsiveness (91,06), and reliability (91,27) respectively. Cartesius diagram shows two aspects that should put in priorities: the instruments are completed and the examination room are clean and comfortable. It is suggested that the health centers (I) increase their quality care especially in providing the clean, comfortable examination room and waiting room, (2) enhance the services through the punctuality schedule and prompt treatment, (3) establish the quality assurance team to monitor the quality improvement in the health centers, (4) implement the SPK training for all health centers midwives, assisting and monitoring them regularly in order to ensure the increasing of compliance in standard operating procedure, (5) measure patient's satisfaction using SERVQUAL method. References: 46 (1980-2002)
T-1703
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Melly Juwitasari; Pembimbing: Agustin Kusumayanti; Penguji: Mieke Savitri, Dian Ayubi, Ratna Kirana, Ratna Yunita
T-3429
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Meita Nazla Adila; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Sabarinah, Irwan Panca Wariaseno, Nurul Hikmah
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Kepuasan ibu hamil merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan antenatal care (ANC) di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kepuasan ibu hamil terhadap kualitas pelayanan ANC di Kabupaten Tuban. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ANC di puskesmas wilayah Kabupaten Tuban. Variabel yang dianalisis meliputi tingkat kepuasan ibu hamil, tingkat pendidikan, pemberian pelayanan ANC, pengalaman ibu, akses terhadap pelayanan ANC, serta manajemen dan organisasi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi linier berganda. Hasil: Tingkat kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan ANC adalah 81,6%. Sementara itu, tingkat pelaksanaan untuk variabel pemberian pelayanan ANC sebesar 85,3%, pengalaman ibu sebesar 88,35%, akses terhadap pelayanan ANC sebesar 75%, serta manajemen dan organisasi sebesar 77,2%. Uji korelasi yang dilakukan menunjukkan adanya hubungan antara pemberian pelayanan ANC, pengalaman ibu, akses pelayanan, dan manajemen organisasi dengan tingkat kepuasan ibu hamil (p-value <0,001). Faktor manajemen dan organisasi merupakan determinan yang paling berpengaruh terhadap tingkat kepuasan ibu hamil (p < 0,001; B = 0,151; 95% CI = 0,085–0,217) setelah dikontrol dengan variabel tingkat pendidikan. Kesimpulan: Kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan ANC di Kabupaten Tuban tergolong tinggi. Faktor manajemen dan organisasi pelayanan menjadi aspek yang paling berpengaruh. Hasil ini menekankan pentingnya tata kelola pelayanan yang baik untuk meningkatkan pengalaman positif ibu selama kehamilan.
Background: Maternal satisfaction is an important indicator for assessing the quality of antenatal care (ANC) services in healthcare facilities. This study aimed to analyze the determinants of maternal satisfaction with the quality of ANC services in Tuban Regency, Indonesia. Methods: A quantitative study with a cross-sectional design was conducted among pregnant women who received ANC services at community health centers (puskesmas) in Tuban Regency. The analyzed variables included maternal satisfaction level, education level, ANC service delivery, maternal experience, access to ANC services, and service management and organization. Data were analyzed using correlation and multiple linear regression tests. Results: The overall satisfaction level of pregnant women with ANC services was 81.6%. The implementation levels of ANC service delivery, maternal experience, access to ANC services, and management and organization were 85.3%, 88.35%, 75%, and 77.2%, respectively. Correlation analysis revealed significant relationships between ANC service delivery, maternal experience, service access, and management and organization with maternal satisfaction (p < 0.001). Among these factors, service management and organization showed the strongest influence on maternal satisfaction (p < 0.001; B = 0.151; 95% CI = 0.085–0.217) after it was controlled by education level. Conclusion: Maternal satisfaction with ANC services in Tuban Regency was relatively high. Service management and organizational factors were the most influential determinants, highlighting the importance of effective governance in improving positive maternal experiences during pregnancy
T-7447
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Budi Arimunastri; Pembimbing: Kusdinar Ahmad; Penguji: Anwar Hasan, Dumilah Ayuningtyas, Yeti Sugasriani, Nurbaeti Yuliana
Abstrak:
Read More
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh para petugas kesehatan di Indonesia di era globalisasi dan persaingan bebas, adalah peningkatan mutu layanan kesehatan. Salah satu dimensi mutu adalah tingkat kepatuhan petugas terhadap standar pelayanan yang sudah ditentukan. Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah proyek penerapan kegiatan quality assurance, yang dilaksanakan di enam puskesmas yaitu, Babelan I, Cibarusah, Kedung Waringin, Sriamur, Tambun dan Tarumajaya. Dari hasil penelitian pada tahun 2000, terbukti bahwa nilai kepatuhan bidan terhadap standar antenatal care (ANC) masih rendah, yaitu 67,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari berbagai faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya tingkat kepatuhan bidan terhadap standar ANC di Puskesmas Sriamur dan Cibarusah. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kualitatif, melalui teknik wawancara secara intensif terhadap responden berikut: bidan yang bertugas di BPKIA puskesmas, bidan koordinator puskesmas, kepala puskesmas, dan ketua tim jaminan mutu kabupaten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakpatuhan bidan terhadap stadar ANC dapat disebabkan oleh: a) masih rendahnya pengetahuan bidan terhadap standar ANC; b) dimensi mutu yang lebih luas belum benar-benar dipahami oleh bidan; c) kesulitan memberikan penyuluhan kepada bidan; dan d) kurangnya kesempatan bagi bidan untuk menggunakan daftar tilik karena banyaknya jumlah pasien. Di samping itu, kurangnya pengawasan dari kepala puskesmas kepada bidan dan kurangnya komitmen pimpinan di Dinas Kesehatan Kabupaten untuk membina puskesmas, juga berperan sebagai penyebab ketidakpatuhan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka beberapa hal yang dapat disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten adalah meningkatkan pengetahuan bidan dengan cara mengadakan pelatihan penyegaran penggunaan daftar tilik dengan penambahan materi tentang peningkatan dimensi mutu yang lebih luas. Saran kepada Kepala Puskesmas Cibarusah adalah peninjauan ulang frekuensi hari buka BP KIA, agar pasien tidak terlalu menumpuk, pengaktifan kembali kelompok kerja jaminan mutu di puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten. Sedangkan saran untuk Departemen Kesehatan adalah pengajian ulang penggunaan daftar tilik oleh bidan dan pedoman penilaian yang ada. Hal ini terutama mengenai instrumen petunjuk wawancara dengan ibu hamil tentang antenatal, misalnya dengan cara menyederhanakan istilah-istilah kedokteran, sehingga lebih mudah dimengerti oleh pasien. Di samping itu, sebaiknya diterapkan manajemen mutu terpadu (total quality management) di puskesmas, dengan pendekatan untuk terciptanya perubahan yang positif dan pengembangan organisasi secara menyeluruh.
Midwives Compliance Study on the Use of Antenatal Care Service Standard A Qualitative Analysis on Midwives Cibarusah and Sriamur Public Health Centers, Districts of Bekasi, 2003One of the most important aspects in the era of globalization and free competition to be improved is public health service by the health service officer, One of quality dimension to be improved is the willingness of the health officer to obey the standard health service procedures. Bekasi, is one of the cities where the quality assurance activity project is to be done. This project was assigned in six public health centers, named Tambun, Cibarusah, Babelan I, Sriamur, Tarumajaya, and Kedung Waringin. Based on the research conducted in year 2000, it was showed that the value of midwife compliance to the standard antenatal care (ANC) was still Iow, i.e. 67.7%. The objective of this research was to study factors determining the low value of midwife obedience to the standard ANC at Cibarusah and Sriamur Public Health Centers. In this research, a qualitative study design was used, by doing intensive interviews to the following despondences: informant midwives who work at BPKIA public health centers, the coordinator of midwives at public health centers, the head of public health centers, and the team leader of quality assurance in the city. The results showed that incompliance of midwives to the ANC standard procedures were caused by: a) the minimum knowledge of the midwives about ANC standard procedures; b) the minimum understanding of the midwives about general quality dimension; c) the difficulties to give any training to the midwives, and d) the low opportunity for the midwives to use vitiating lists, due to the large number of patients. Furthermore, the minimum control to midwives by the head of public health centers was also took into account in the midwife disobedience to ANC standard procedure. Based on these results, it is suggested to Bekasi Health Office to improve knowledge of the midwives by conducting some training about technical aspects, the use of visiting lists, and broader quality dimension. In addition, it is suggested to The Head of Cibanisah Public Health Center to reconsider the frequency of open days in BPKIA in such away, that there is not too many patients come in one day or another; and to activate the quality assurance working group in public health center and city health office. Furthermore, it is suggested to the National Health Department to reevaluate the use of visiting lists (by the midwives) and to reconsider evaluation procedures, especially how to interview pregnant mothers about antenatal care. This, can be done by simplifying some medical language or terms for better understanding. The application of total quality management in public health centers by approaching it with general organization changes and development should be done.
T-1787
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eti Rohati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Ede Surya Darmawan, Tenny Swara Rifai, Ina Yuniati
T-3374
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
