Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30771 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Susilawati Budiono; Pembimbing: Prastuti Chusnun Soewondo
B-454
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adib Jauharin; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Prastuti Soewondo, Atik Nurwahyuni, Mike Kaltarina, Syahrul Amri
B-1652
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Lestariningrum; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Ede Surya Darmawan, Ascobat Gani, Dede Sri Mulyana, Titi Setyorini
Abstrak: Program JKN diluncurkan tahun 2014 memberikan akses pelayanan kesehatan lebih luas bagi WNI bahkan WNA. Seiring dengan itu,laju pertumbuhan peserta JKN kian meningkat, baik dari golongan masyarakat bawah juga kalangan masyarakat berada yang menganggap dengan JKN dapat membantu meringankan beban biaya kesehatan. Pada golongan masyarakat mampu tampak kecenderungan menginginkan pelayanan ekstra salah satunya dengan pilihan naik kelas. Tentunya ada faktor yang mempengaruhi keputusan pasien untuk naik kelas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien JKN dengan keputusan naik kelas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian retrospektif dan metode cross-sectional, menggunakan data sekunder dari data rekam medis pasien Rumah Sakit Haji Jakarta dan data tagihan klaim pasien JKN periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2019. Dari 171 sampel yang diteliti didapatkan dominasi pasien JKN kelas I yang memutuskan naik kelas ke kelas VIP adalah pasien berjenis kelamin perempuan, dari segmen peserta JKN Pekerja, sebagian besar mengambil keputusan naik kelas atas dasar keinginan pasien meskipun kamar rawat yang menjadi haknya tersedia, dan untuk perawatan non-operasi. Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin, pendidikan dan ketersediaan kamar rawat terhadap keputusan pasien JKN untuk naik kelas. Segmentasi peserta JKN dan tindakan perawatan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap keputusan pasien naik kelas.
The JKN program was launched in 2014 to provide wider access to health services for Indonesian citizens and even foreigners. The growth rate of JKN participants is increasing, from the lower classes of society as well as the rich people who. In the higher-class community, there is a tendency to demand extra services with upgrading class. There are factors that influence the patient's decision. The purpose of this study was to determine the relationship between the characteristics of JKN patients and the decision to upgrading class. This study uses a retrospective study design and a cross-sectional method, using secondary data from the medical records of patients and data on claims for JKN patients from January 1 to December 31, 2019. 171 samples studied, the patients who decide to upgrade to the VIP class mostly are female, JKN Workers participant segment, most of them make the decision based on the patient's wishes even though the inpatient room is available, and for non-surgical treatment. There is a significant relationship between gender, education and the availability of the rooms on the decision of JKN patients to upgrade the class. JKN participant segmentation and treatment measures did not have a significant relationship
Read More
B-2223
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Yunita; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Amal C. Sjaaf, Purnawan Junadi, Eko Prijono
Abstrak:

Abstrak

Penelitian ini menganalisis piutang pasien rawat jalan dalam hal nominal, lama pembayaran dan lama pelunasan, menggunakan metode deskriptif analitik. Subyek penelitian adalah seluruh dokumen kontrak kerjasama dan 3.587 nota transaksi yang terdapat pada kartu piutang tahun 2010. Hasil penelitian, bahwa nominal piutang rawat jalan tahun 2010 sebesar Rp11.012.911.833 dengan saldo piutang yang belum tertagih hingga akhir Desember 2010 sebesar 7,3%. Rata-rata lama pembayaran 55 hari , dan lama pelunasan 76 hari. Uji statistik membuktikan adanya hubungan antara: jenis instansi dengan nominal piutang, kepemilikan modal dengan lama pembayaran, jenis instansi dengan lama pelunasan, serta ada hubungan antara kepemilikan modal dan jenis usaha terhadap lama pelunasan. Sebagai saran, diperlukan evaluasi kebijakan kredit, evaluasi kinerja instansi perusahaan penjamin, perbaikan manajemen piutang serta melanjutkan penelitian analisis faktor eksternal dan internal terkait keterlambatan pelunasan piutang di RSIJ Cempaka Putih.

This study analyzes the outpatients accounts receivables in nominal terms, the length of payments and the length of repayment using the analytical descriptive method. The subjects are all contract documents and the 3.587 memorandum containing card transaction receivables in 2010. The results, outpatient account receivables for 2010 are Rp11.012.911.833 with the balance of account receivable that have not collectible until the end of December 2010 by 7.3%. The average length of payment is 55 days, and the length of repayment is 76 days. The statistical test proves the relationship between: the types of institutions with a nominal accounts, the ownership of capital with the length of payment,the type of institution with the length of repayment, and there is also a relationship between the ownership of capital and the type of business to the length of repayment. It is suggested that credit policy evaluation, corporate guarantee agencies' performance evaluation, improve account receivable management, and continuing research of the internal and external factors related to the management of account receivable in RSIJ CempakaPutih are needed.

Read More
B-1383
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pristy Septia; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Budi Hartono
S-6226
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farida Israny; Pembimbing: Mardiati Nadjib
B-437
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mariatul Fadilah; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
B-751
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henny Chaerani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Prastuti Soewondo, Amal S. Sjaaf, E.A. Sani, Mamu Muslichah
Abstrak:

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perubahan lingkungan rumah sakit di Indonesia yaitu globalisasi dan desentralisasi. Kebijakan desentralisai mempengaruhi kebijakan kesehatan termasuk rumah sakit di daerah terutama menyangkut pembiayaan. Selama ini masalah pembiayan tergantung pada kebijakan pemerintah pusat saat ini beralih menjadi kewenangan pemerintah daerah dan tergantung kepada sumber dana yang tersedia di daerah padahal dana yang tersedia terbatas.  Hal ini menyebabkan rumah sakit dituntut meningkatkan kemampuannya untuk mendapatkan sumber pembiayaan baik dari pemerintah maupun non pemerintah atau masyarakat.Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Ajjappannge Soppeng sebagai rumah sakit daerah pada tahun 2002 telah mencapai cakupan pelayanan cukup tinggi  dengan BOR 70%. Namun pendapatan dari retribusi pelayanan masih rendah. Hal ini disebabkan tarif pelayanan masih rendah juga belum dihitung berdasarkan biaya satuan dan analisa biaya. Maka untuk meningkatkan pendapatan unit rawat inap dari retribusi perlu melakukan analisis tarif rawat inap untuk mobilisasi dana dari masyarakat melalui penyesuaian pola tarif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tarif rawat inap yang ditetapkan berdasarkan biaya satuan pada masing-masing kelas perawatan di RSUA Soppeng. Termasuk didalamnya untuk mengetahui total biaya, cost recovery rate (CRR), kebijakan maupun kemampuan membayar dari masyarakat sebagai dasar penetapan tarif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan analisis biaya rawat inap menggunakan metode simple distribution di RSUA Soppeng tahun anggaran 2001.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tarif yang belaku pada kelas I, II dan III kecuali VIP berdasarkan Perda Kabupaten Soppeng no 4 tahun 1998 masih di bawah. biaya satuan aktual sebesar Rp 51.696,- demikian pula biaya satuan normatif sebesar Rp 34.975,31. Hasil pada simulasi tarif dapat meningkatkan CRR dari 25 % manjadi 44,7 %, terjadi peningkatan mobilisasi dana untuk menutupi sebagian biaya pelayanan unit rawat inap di Rumah Sakit Ajjappannge Soppeng.Peneliti menyarankan untuk dilakukan penyesuaian tarif pelayanan rawat inap yang dibuat berdasarkan biaya satuan, tingkat pemulihan biaya, kebijakan dan kemampuan membayar masyarakat.


 

Analysis of Inpatient Tariff at General Hospital of Ajjappannge Soppeng, South Sulawesi, 2001. This research was initiated due to environmental change in the hospital setting in Indonesia that is globalization and decentralization. Decentralization policy affects health care and hospital policies at district government, especially on the issue of financing.Under previous mechanism, the central government subsidized directly to the district hospitals. After the implementation of autonomy, financing of district hospitals has shifted to the local government through Dana Alokasi Umum (DAU) whereas that financing source is limited. As a consequence, has to improve their capability to seek for additional of financing both from government and public sector.Utilization rate of inpatient care units of General Hospital of Ajjappannge Soppeng South Sulawesi was quite high which showed in 2000 where Bed Occupancy Rate (BOR) indicate 70 %, although the revenue from retribution inpatient care units was still low. One potential cause is due to low tariff that is set by the local government; this tariff is not based on the unit cost analysis. Resource mobilization should be explore from both public and government sector. One of the attempts is to adjust tariff that is base on unit cost. The research aim to estimate inpatient tariff that state base on unit cost in each class ward at inpatient care units at General Hospital of Ajjappannge Soppeng. Include the analysis to estimate total cost, cost recovery rate (CRR), tariff policy, and community ability to pay (ATP) as the basis in the deciding the tariff.This is a case study; using cost analysis of in patient ward with simple distribution method at General Hospital of Ajjappannge Soppeng used the year of budget 2001.The result of this study showed that the tariff of inpatient care in each class (The 151, 2nd and 3rd  class except VIP class) ward by Perda Kabupaten Soppeng No 4 Tahun 1998 is lower than units cost services, Actual Unit Cost is Rp 51.696; and Normative Unit Cost is Rp 34.975,31.The tariff pattern on simulation of inpatient care, would improvement CRR from 25,5 % to 44,7 %, it means that resource mobilization may increase financing in the inpatient unit.Finally the researcher suggests the inpatient care tariff which stated base on unit cost, cost recovery, policy and ability to pay.

Read More
B-618
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Junike Nucivera; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Mieke Savitri, Amal Chalik Sjaaf, Budi Hartono
B-1228
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lina Yulia Rohmawati; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Titik Soenarni
S-6023
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive