Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28882 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Herra Superiyatna; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wajhyono; Anang Yuwana; Sholah Imari
T-3464
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yukresna Ivo Nurmaida; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Ririn Arminsih Wulandari
T-1864
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yani Dwiyuli Setiani; Pembimbing: Dewi Susanna, Tris Eryando; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Rachmat Suherwin, Iman Suhendar
Abstrak:
Selama tiga tahun terakhir, seluruh kelumhan di Kota Cirebon dinyatakan sebagai kelurahan endemis DBD. Kejadian penyakit DBD Kota Cirebon setiap tabun selalu meningkat dan mencapai puncaknya pada tahun 2006 sebanyak 507 kasus. Meakipun prosentase angka kematian DBD Kota Cirebon dari tahun ke tahun mengalami penurunan akan letapi masih diatas angka nasional (1%). Tujuan pene1itian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian penyalcit DBD dan po1a hubungan secara spasial antara faktor risiko lingkungan iklirn (saku udara, kelembaban, curah hujan), faktor kependudukan (kepadatan penduduk, kepadntan permukirnan, peududuk usia kurang dari 15 tahun) dan Angka Bebas Jentik (ABJ) terhadap kejadian DBD di Kota Cirebon dari tahun 2005 - 2007. Hasil analisis spasial memperlihalkan bahwa kasus DBD (2005-2007) banyak menyebar di wilayah padat permukiman. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan DBD adalah: kelembaban (p=0,043) dan penduduk usia kurang dari 15 tahun (p=0,027) terjadi ditahun 2005. Tahun 2007 variabel yang berhubungan dengan DBD adalah curah hujan (p=0,008), sedangkan tahun 2006 tidak ada variabel yang berhubungan. Distribusi yang hampir merata disemua variabel memberikan hasil tidak berhubungan.

During the last three years, all sub-districs at Cirebon Clty finding expression as endemics area of dengue fever. The incident rate of dengue fever at Cirebon City is always increasing every years and reaches the top in 2006 with 507 cases. Although the death rate percentage at Cirebon City are decreasing every year but still above the national rate). Objectives of research to find out the image of the incident rate of dengue fever and model of relationships spatialy between environmental risk factor of climate (temperature, humidity. and rainfall), demographics factors (population density. residences density, population of age lowest than 15 years) and Larva Free Rate (LFR) ofDHF incident at Cirebon City from year2005 to 2007. Design of the study used ecology design of time trend studies. The incident rate of dengue fever for look according to the time diffusion every years per sub-districs as analysis unit with making the secondary data. The analysis data is variable with dengue fever is rainfall {p""'0,008). whereas in 2006 years no associate variable with dengue fever.
Read More
T-2911
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miladia Nurur Romadlon; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Hidayat Nuh Ghazali
Abstrak: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan suatu penyakit menular berupa infeksi akut oleh virus dengue, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes . Kasus demam berdarah di Indonesia pada tahun 2024 hingga minggu ke-12 kasus demam berdarah mengalami peningkatan mencapai 2,6 kali dibandingan kasus tahun 2023 pada minggu yang sama. Jumlah kejadian DBD di Kabupaten Cilacap tahun 2024 mengalami peningkatan hingga 6 kali dibandingkan kejadian tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perubahan iklim (curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara) dengan kejadian DBD di Kabupeten Cilacap bulan Januari 2022- Juli 2024. Desain studi berupa studi ekologi dengan menganalisis data sekunder dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan data sekunder dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Cilacap secara total sampel. Analisis dilaksanakan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi pearson dan analisis regresi linear menggunakan SPSS ver. 20. Hasil analisis menunjukan bahwa curah hujan  dan kelembaban udara tidak mempunyai hubungan yang signifikan. Sedangkan suhu udara memiliki hubungan yang signifikan (nilai P=0,02, r= 0,416). Peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan suhu udara dapat mempengaruhi peningkatan kejadian demam berdarah dengue, dikarenakan suhu udara mampu mepertcepat perkembang biakan nyamuk Aedes. Sehingga jika terjadi peningkatan suhu udara disarankan kepada BMKG untuk memberikan informasi kepada dinas kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga berncana, agar dijadikan perhatian untuk waspada dan segera melakukan tindakan preventif.
Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease in the form of an acute infection by the dengue virus, which is transmitted by the Aedes  mosquito. Dengue fever cases in Indonesia in 2024 until the 12th week of dengue fever cases have increased by 2.6 times compared to cases in 2023 in the same week. The number of dengue incidents in Cilacap Regency in 2024 has increased up to 6 times compared to the previous year's events. The purpose of this study is to determine the relationship between climate change (rainfall, air temperature and air humidity) and the incidence of dengue fever in Cilacap Regency in in January 2022 till July 2024. The study design is in the form of an ecological study by analyzing secondary data from the Population Control and Family Planning Health Office and secondary data from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency of Cilacap Regency in a total sample. The analysis was carried out univariate and bivariate with Pearson correlation test and linear regression analysis using SPSS ver. 20. The results of the analysis show that rainfall and air humidity have no significant relationship. Meanwhile, air temperature has a significant relationship (P=0.02, r=0,416). Researchers concluded that an increase in air temperature may affect the increased incidence of dengue hemorrhagic fever, because the air temperature is able to accelerate the breeding of Aedes mosquitoes. So that if there is an increase in air temperature, it is recommended to the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency to provide information to the health office for population control and family control, so that it is used as a concern to be vigilant and immediately take preventive measures.
Read More
S-11811
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Eka Putri; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Sri Haryati
Abstrak:
Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit endemis di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk juga di wilayah tropis lainnya. Tidak semua yang terinfeksi virus dengue akan menunjukkan manifestasi DBD berat. Status gizi erat hubungannya dengan status imunologi seseorang yang berkaitan dengan imunopatogenesis dari DBD. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian DBD pada balita di Kabupaten Sumbawa. Desain studi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah studi analitik dengan rancangan kasus control. Sampel kasus akan di ambil dari keseluruhan kasus, dan untuk sampel kontrol akan diambil dengan menggunakan tekhnik sampel acak (Simple Random Sampling). Sehingga dapat disimpulkan jumlah kasus 97 (total kasus) keluarga yang memiliki balita dengan diagnosa DBD selama tahun 2018 sampai Maret 2020 (dari 5 wilayah kerja puskesmas dengan jumlah DBD pada balita terbanyak) sedangkan kontrol 194 keluarga yang memiliki balita yang merupakan tetangga kasus. Dari hasil bivariat dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian DBD pada balita di Kabupaten Sumbawa (p value = 0.0001) dengan OR = 3.269 (95% CI: 1.757-6.083). Pada analisis multivariate menunjukkan hal yang sama (p value = 0.0001) dengan OR = 3.22 (95% CI: 1.679-6.174). Hal ini menunjukkan bahwa balita dengan status gizi pendek dan sangat pendek meningkatkan risiko 3.22 kali terkena DBD.

Dengue Hemorrhagic Fever is an endemic disease in most parts of Indonesia, including in other tropical regions. Nutritional status is closely related to a person's immunological status related to immunopathogenesis of DHF. The purpose of this study was to determine the relationship of stunting with the incidence of DHF in toddlers in Sumbawa Regency. The study design that will be used in this study is an analytic study with a case control design. Case samples will be taken from all cases, and for control samples will be taken by using a random sample technique (Simple Random Sampling). So it can be concluded the number of cases 97 (total cases) of families who have toddlers with DHF diagnoses from 2018 to March 2020 (from 5 working areas of puskesmas with the highest number of DHFs in toddlers) while control of 194 families who have toddlers who are neighboring cases. From the bivariate results it can be concluded that there is a significant relationship between nutritional status and the incidence of DHF in children under five in Sumbawa Regency (p value = 0.0001) with OR = 3,269 (95% CI: 1,757-6,083). In multivariate analysis showed the same thing (p value = 0.0001) with OR = 3.22 (95% CI: 1,679-6,174). This shows that toddlers with short and very short nutritional status increase the risk of 3.22 times getting DHF.

Read More
T-5830
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dea Triasari Indriyanti Wahidin; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Tri Yunis Miko Wahyono, Soewarta Kosen
Abstrak:
Vaksinasi adalah salah satu upaya untuk mengakhiri pandemi COVID-19. Kabupaten Cirebon tidak luput dari serangan COVID-19 dimana pada Minggu ke 4 Februari 2022, Kabupaten Cirebon mengalami gelombang serangan COVID-19 yang ketiga kalinya meskipun pada bulan Februari capaian vaksinasi mencapai 84,47%.Sehingga studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi vaksinasi dengan kejadian infeksi COVID-19 .Desain studi ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 8607 responden yang dari data All Record COVID-19 dan KPCPEN.Hasil analisis univariat menunjukan sebagian besar masyarakat di Kabupaten Cirebon yang dites RT-PCR COVID-19 sudah mendapatkan Vaksin Booster(67,9%), dengan mayoritas (81,9%) mendapatkan vaksin heterolog, berjenis kelamin perempuan (54,5%), berusia 18-25 tahun (22%),tinggal di wilayah endemik sedang (53%), bertujuan pemeriksaan untuk skrining (66%), WNI (100%), bukan merupakan PPLN (99,6%),bukan SDM Kesehatan(90,1%). Hasil analisis lanjutan menunjukan responden yang divaksin 1 kali tidak berhubungan dengan infeksi COVID-19 dibandingkan responden yang divaksin booster dengan PR 0,831 (95%CI :0,668-1,337) dan p value 0,096. Sedangkan responden yang divaksin 2 kali tidak berhubungan dengan infeksi COVID-19 dibandingkan dengan responden yang mendapat vaksin booster dengan PR 1,117 (95% CI : 0,934-1,337) dan p value 0,223.

Vaccination is one of many method to end the COVID-19 Pandemic. In the 4th week of February of 2021, Cirebon Regency happens to start the third wave of COVID-19 infection eventhough the vaccine coverage in February is 84,47%. Therefore, this study aims to determine the corelation between vaccine frequency with the Incidence of COVID-19. The study design was cross sectional with total sample 8607 respondents who were selected from the All Record Data dan KPCPEN in Cirebon Regency.. Univariate analysis shows that majority of the respondents had received booster vaccine (67,9%), heterologue type vaccine (81,9%) age 18-25 years old (22%), female (54,5%), non health care workers (90,1%), aim of examination id screening (66%), dan not a foreign traveller (99,6%). Multivariate analysis shows that that respondents who received first dose of vaccine correlated with COVID-19 infection compared to those who received booster dose with PR 0,831 (95%CI :0,668-1,337) and p value 0,096. While respondents who have received second dose of vaccine is not correlate significantly in statistical analysis compared to those who received booster dose with PR 1,117 (95% CI : 0,934-1,337) and p value 0,223.
Read More
T-6885
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bekti Aribawanti Rini; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Tiffany Tiara Pakasi, Hanung Wikantono
Abstrak:
Kabupaten Purbalingga adalah salah satu daerah endemis penyakit DBD di Indonesia. Peningkatan kasus hamper 3 kali lipat pada bulan Januari-Juni 2019 dibandingkan dengan jumlah kasus yang terjadi pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor karakteristik individu, faktor perilaku, faktor lingkungan rumah, dan faktor program DBD. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara dan observasi. Total sampel sebanyak 408 responden dari dua kecamatan dengan kasus tertinggi. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square), dan analisis multivariat (Regresi Logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan Kejadian DBD di Kabupaten Purbalingga adalah umur: 6-18 tahun (OR: 3,75; 95% CI: 1,91-7,36), ≤ 5 tahun (OR: 2,55; 95% CI: 0,94-6,89), 19-45 tahun (OR: 2,23; 95% CI: 1,27-3,94), kebiasaan menguras TPA (OR: 2,13; 95% CI: 1,34-3,39), kebiasaan menggantung pakaian (OR: 1,87; 95% CI: 1,06-3,31), keberadaan tanaman hias (OR: 9,22; 95% CI: 2,54-33,50), keberadaan barang bekas (OR: 1,63; 95% CI: 1,03-2,58), penggunaan kassa nyamuk pada ventilasi (OR: 12,35; 95% CI: 3,34-45,74), dan pencahayaan (OR: 1,75; 95% CI: 1,07-2,87). Bagi Dinas Kesehatan diharapkan dapat mengintensifkan penyuluhan tentang DBD dan meningkatkan kerjasama lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan 3M Plus sehingga dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagi Masyarakat diharapkan dapat melaksanakan PSN 3M Plus secara mandiri salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

Purbalingga Regency is one of the endemic area of DHF in Indonesia. The increase of DHF cases in Purbalingga Regency in January-June 2019 almost tripled compared to the number of cases in 2018. This study is necessary to conduct research on individual characteristics, behaviours, household  environmentals, and DHF programs associated with the incidence of DHF. It used a case control study. The data were collected using questionnaires through interviews and observations. Sample of 408 respondents was taken from two subdistricts with the highest cases. Logistic Regression were employed in this study. The results of the study indicate that the factors associated with the incidence of DHF in Purbalingga Regency in 2019 were the age: 6-18 year (OR: 3,75; 95% CI: 1,91-7,36), ≤5 year (OR: 2,55; 95% CI: 0,94-6,89), 19-45 year (OR: 2,23; 95% CI: 1,27-3,94), habit of drain the water supply containers (OR: 2,13; 95% CI: 1,34-3,39), habit of hanging clothes (OR: 1,87; 95% CI: 1,06- 3,31), the availability of ornamental plants (OR: 9,22; 95% CI: 2,54-33,50), the presence of discarded trash (OR: 1,63; 95% CI: 1,03-2,58), the availability of mosquito gauze (OR: 12,35; 95% CI: 3,34-45,74), and the lighting (OR: 1,75; 95% CI: 1,07-2,87). The Health Office is expected to intensify promoting about DHF and to increase the inter-related sectors in supporting the implementation of PSN 3M Plus. The community is expected to be able to implement PSN 3M Plus independently, one of which is through the implementation of the “Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J)”.
Read More
T-5860
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chairunnisa Niken Lestari; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Aan Ariyanti
Abstrak: ABSTRAK DKI Jakarta merupakan daerah endemis DBD, di mana Jakarta Timur selalu menjadi kota dengan jumlah kasus tertinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran insidens DBD berdasarkan orang, tempat, waktu, dankorelasi antara faktor lingkungan seperti karakteristik lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan praktik pengendalian vektor dengan Insidens DBD di Jakarta Timur tahun 2012-2016. Data yang digunakan adalah data sekunder, total populasi penelitian dengan unit analisis tingkat kecamatan (agregat). Desain penelitian studi kuantitatif observational ekologi. Rata-rata Insidens DBD tahun 2012-2016 tersebar lebih tinggi pada laki-laki, tertinggi di Kecamatan Pulogadung, memuncak pada bulan Maret-April setiap tahunnya, dan terjadi KLB pada tahun 2016. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan Insidens DBD adalah kelembaban udara, jumlah hari hujan, dan cakupan Jumantik melapor. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan penyusunan program pengendalian DBD untuk mencegah potensi wabah, dan menjadi studi pembuka untuk analisis tingkat individu. Kata kunci:Endemisitas DBD, Jakarta Timur, Faktor Lingkungan DKI Jakarta is a DHF endemic area, where East Jakarta has always been the city with the highest number of cases each year. This study aims to identify the DHF Incidence distribution by person, place, time, and correlation between environmental factors such as physical environment, social environment, and vector control practices with DHF incidence in East Jakarta 2012-2016. The data used are secondary data, total study population with district analysis unit (aggregate). The study design is quantitative observational study of ecology. The mean of DHF prevalence in 2012-2016 is higher in males, the highest in Pulogadung district, peaking in April-March in every year, and outbreak was occurred in 2016. The variables which have a significant association with DHF prevalence are air humidity, number of rainy days, and coverage of Jumantik who reports. This study is expected to become a reference for the preparation of DHF control programs to prevent potential outbreaks, and to be an opening study for individual level analysis. Key words:DHF Endemicity, East Jakarta, Environmental Factors
Read More
S-9664
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Feri Rahman Hakim; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo, Yovsyah; Penguji: Abdul Hafiz, Dedi Supriyatnataris
T-5160
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masruroh; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Ratna Djuwita, Zolaiha, Nurpatmawati
Abstrak:
Ibadah haji merupakan ibadah fisik, sehingga jemaah haji dituntut untuk mampu secara jasmani dan rohani agar dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik dan lancar. Hasil pemeriksaan kesehatan pada calon Jemaah haji Kabupaten Cirebon tahun 2022 menunjukkan bahwa hipertensi merupakan diagnosa penyakit tertinggi. Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko hipertensi yang ditandai dengan kadar LDL yang tinggi, HDL yang rendah dan/atau trigliserida yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dislipidemia dengan kejadian hipertensi derajat 1. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional, menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan kesehatan tahap kedua pada calon Jemaah haji yang diunggah pada Siskohatkes. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Cox Regression. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi derajat 1 sebesar 24,28%, sedangkan prevalensi dislipidemia sebesar 43,9%. Calon Jemaah haji sebagian besar berusia kurang dari 60 tahun, berjenis kelamin perempuan, memiliki pendidikan tinggi dan bekerja, tidak merokok dan tidak minum alkohol, mengalami obesitas sentral dan tidak menderita DM. Hasil penelitian diperoleh bahwa calon Jemaah haji yang mengalami dislipidemia berisiko 1,5 kali (95%CI: 1,2-1,8) lebih tinggi untuk menderita hipertensi derajat 1 dibandingkan dengan calon Jemaah haji yang tidak mengalami dislipidemia setelah dikontrol obesitas sentral. Penelitian ini menyarankan kepada Jemaah haji untuk membatasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, melakukan senam aerobik, tidak merokok, dan menerapkan pola makan rendah karbohidrat untuk mencegah dislipidemia serta rutin cek kesehatan untuk deteksi dini PTM. Diharapkan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan dapat memperbaharui Siskohatkes dan mewajibkan pemeriksaan kesehatan tahap pertama. Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon diharapkan melakukan sosialisasi terkait petunjuk teknis pemeriksaan kesehatan kepada petugas pengelola haji di Puskesmas.

Hajj is a physical worship, so pilgrims are required to be able physically and spiritually so that they can carry out the whole series of pilgrimage properly. The results of medical examinations for prospective haj pilgrims in Cirebon district in 2022 show that hypertension is the highest disease diagnosis. Dyslipidemia is a risk factor for hypertension which is characterized by high levels of LDL, low HDL and/or high triglycerides. The purpose of this study was to determine the assocaition between dyslipidemia and the incidence of grade 1 hypertension. The research design used was Cross Sectional, using secondary data from the results of the second stage of health examinations on prospective hajj pilgrims uploaded on Siskohatkes. Data analysis used the Chi-Square and Cox Regression tests. The results showed that the prevalence of grade 1 hypertension was 24.28%, while the prevalence of dyslipidemia was 43.9%. Prospective pilgrims are mostly aged less than 60 years, female, have higher education and work, do not smoke and do not drink alcohol, have central obesity and do not suffer from DM. The results of the study showed that pilgrims who had dyslipidemia had a risk of 1.5 times (95% CI: 1.2-1.8) to suffer from grade 1 hypertension compared to pilgrims who did not dyslipidemia after controlling for central obesity. This study advises pilgrims to limit their consumption of foods high in saturated fat and trans fat, do aerobic exercise, not smoke, and adopt a low-carbohydrate diet to prevent dyslipidemia and routine health checks for early detection of NCDs. It is hoped that the Hajj Health Center, Ministry of Health can renew Siskohatkes and mandatory first stage of health examination. The Cirebon District Health Office can inform technical guidelines for health examination to haj management staff at the Puskesmas.
Read More
T-6629
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive